Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia, lalu Satu Malam di tahun Baru, terlebih dahulu. Supaya alurnya nyambung.
Daniella Katherina tidak pernah menyangka kalau dia hanyalah anak kandung seorang pembantu yang bekerja di kediaman orang tua angkatnya. Orang tua angkat yang selama ini Daniella anggap sebagai orang tua kandungnya.
Daniella merasa tidak pantas menikah dengan sang kekasih yang notabenenya adalah salah satu pewaris Gultom group. Daniella memutuskan pertunangan mereka dan pergi keluar negeri meninggalkan sejuta luka di hati Prince Ocean Arnold. Putra pertama Karina Fransiska Arnold.
Bertahun-tahun berpisah membuat api dendam tumbuh membara di hati Sean. Hingga pertemuan pertama mereka di acara reunian kampus membuat Sean tanpa berperasaan mempermalukan Daniella hingga menjadi bahan olok-olokan banyak orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Semua tamu yang hadir memutuskan kembali ke rumah mereka masing-masing setelah acara pemberkatan Daniella dan Sean dibatalkan.
"Mengapa semua tamu undangan pulang dengan raut wajah kecewa dan sedih?" tanya seorang pria paruh baya kepada putranya yang duduk di sampingnya.
Mereka baru saja tiba di Milan setelah mendengar kabar pernikahan Sean dan Daniella.
"Matt juga tidak tahu, Dad." jawab Matteo sebelum memutuskan turun dari dalam mobil dan menghampiri salah satu tamu undangan perempuan paruh baya yang melintas di samping mobilnya.
"Permisi. Apakah acara pemberkatan pernikahan Sean dan Daniella telah usai?" tanya Matteo dengan wajah datar.
Perempuan itu menghela napas berat mendengar pertanyaan Matteo.
"Pemberkatan hari ini terpaksa dibatalkan karena pengantin pria mengalami kecelakaan." ujar perempuan itu dengan raut wajah sedih.
Deg
Matteo tertegun mendengar perkataan perempuan itu.
"Bagaimana bisa?" celetuk Matteo ikut terkejut mendengar perkataan perempuan itu.
"Polisi masih menyelidiki kronologi kecelakaan yang menimpa Sean dan mengindentifikasi identitas jasad yang hangus terbakar di dalam mobil yang dikemudikan oleh Sean." kata perempuan itu sebelum masuk ke dalam mobil hitam miliknya.
"Kenapa raut wajahmu berubah pucat?" tanya ayah Matteo dengan penasaran.
"Pernikahan mereka dibatalkan karena Sean mengalami kecelakaan." ujar Matteo dengan pikiran berkecamuk.
"Bagaimana bisa? Bukankah keamanan mereka sangat dijaga ketat oleh kedua orang tuanya maupun keluarga besar Arnold." sahut ayah Matteo dengan mata berkaca-kaca.
Dari balik kaca transparan mobilnya. Matteo tanpa sengaja melihat sepasang suami istri melangkah keluar dari gerbang gereja sembari menggandeng sepasang anak kembar.
Matteo hanya bisa menatap salah satu dari mereka dengan perasaan rindu yang menggebu-gebu.
Tak beberapa lama sebuah mobil mewah berhenti di hadapan mereka. Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan gereja.
Di salah satu rumah sakit swasta terkenal di Milan. Keluarga besar Arnold dan Gultom berdiri di depan kamar jenazah dengan pikiran masing-masing. Hanya Karina yang tidak hadir disana. Semua keluarga besar Arnold maupun Gultom menyembunyikan kecelakaan itu dari Karina agar tidak mengganggu kesehatannya.
"Sayang..." lirih Xia menghampiri putrinya yang masih setia duduk dengan pandangan kosong menatap kamar jenazah.
"Ma.... Apakah kebencian di hati Sean begitu besar pada Ella sehingga dia harus pergi dengan cara seperti ini?" tanya Daniella dengan tatapan kosong. Namun, air mata membanjiri pipinya.
"Mama yakin jasad itu bukanlah jasad Sean. Sean anak yang kuat dan pemberani. Dia tidak mungkin meninggalkan kalian. Karena dia sangat ingin memberikan orang tua yang lengkap untuk kedua anak kalian." ujar Xia mengelus pundak putrinya. Ia tahu sebesar apa perasaan cinta Daniella kepada Sean.
Hiks
Hiks
Hiks
Daniella hanya bisa menangis di dalam dekapan ibunya memuntahkan semua emosi dan kesedihan yang terpendam di dalam hatinya. Namun, Ia tidak sadar dengan kalimat anak-anak kalian yang dimaksud ibunya.
Tak beberapa lama seorang dokter keluar dari lab dan membawa beberapa dokumen hasil forensik.
Dengan wajah sedih dokter itu berucap dengan suara lirih sembari menyerahkan dokumen hasil forensik kepada polisi yang berjaga disana.
"Saya ikut berduka cita. Karena korban yang terbakar di dalam mobil benar jasad Tuan Sean. Hasil forensik membuktikan bahwa DNA dan juga ciri-ciri tubuh Tuan muda 99% terindentifikasi sama."
Daniella semakin menangis histeris mendengar perkataan dokter forensik itu.
Sementara Ocean dan Oscar berdiri membeku di tempat mereka. Tapi, air mata yang mengalir dari sudut mata keduanya mengungkapkan semuanya.
"Bagaimana bisa? Putraku tidak mungkin melukai dirinya hanya karena ingin menghindari pernikahannya." gumam Ocean dengan suara lirih.
Tak beberapa lama seorang pemuda datang dengan napas ngos-ngosan.
"Tuan, kami sudah menemukan beberapa CCTV yang terpasang sepanjang jalan yang dilalui mobil yang dikendarai Tuan muda." ujar pemuda itu menyerahkan laptop miliknya.
"Sepertinya mobil yang dipakai Tuan muda disabotase oleh seseorang yang tidak dikenal. Kami masih menyelidiki identitas orang yang menyabotase mobil Tuan muda." lanjut pemuda itu.
Tak beberapa lama ponsel Oscar dan Ocean tiba-tiba berdering. Saat melihat nomor si penelpon. Oscar menemukan nomor asing dari luar negeri yang menghubunginya. Sementara yang menghubungi Ocean adalah putra bungsunya.
[Tuan, saya Austin. Saya tidak bisa menghubungi nomor Tuan besar. Saya ingin berbicara dengan Tuan besar masalah penting.]
"Padre masih memiliki urusan. Hal apa yang ingin kau bicarakan? Nanti akan aku sampaikan kepada Padre."
Sebelum Austin angkat bicara. Ocean menghampiri putranya dengan wajah panik.
"Madre dilarikan ke rumah sakit saat tanpa sengaja menguping pembicaraan Uncle kalian." ujar Ocean dengan wajah frustasi dan ingin menangis.
"Padre, tenang. Jangan panik. Madre pasti baik-baik saja." ujar Oscar dengan suara parau.
[Apa keadaan disana baik-baik saja, Tuan muda?] tanya Austin tanpa sengaja mendengar suara panik Ocean.
"Keadaan disini tidak baik-baik saja. Jika pekerjaan mu sudah selesai di China maka segeralah kembali ke Milan." ujar Oscar sebelum mengakhiri panggilannya.
Oscar menghampiri Xia dan Daniella dengan wajah datar.
"Tante..." seru Oscar menatap punggung Daniella yang bergetar karena menangis sesenggukan di dalam dekapan Xia Fei.
"Lebih baik kalian kembali terlebih dahulu. Daniella juga membutuhkan waktu untuk menerima kepergian Sean begitu juga keluarga besar kami. Keadaan Madre sedang tidak baik-baik saja. Jasad Sean akan dikuburkan di Roma. Jika kalian berkenan. Kalian bisa ikut bersama keluarga yang lain berangkat ke Roma."
Tak beberapa lama beberapa pria berpakaian serba hitam masuk ke kamar jenazah dan mengangkat peti Sean. Mereka melangkah keluar dari kamar rumah sakit dengan raut wajah tanpa ekspresi.
"Tuan, saya rasa kematian Tuan muda terdapat banyak kejanggalan. Apa kita tidak akan menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi?" tanya Mike menghampiri Oscar.
"Biarkan dia bahagia untuk sementara waktu. Karena setelah ini aku akan membuatnya menderita secara perlahan." ujar Oscar tersenyum menyeringai sebelum melangkah keluar dari rumah sakit.
Mike yang paham dengan jalan pikiran Oscar menurut saja. Karena prediksi ayah enam anak itu tidak pernah salah.
andreas kapan tobat?
sukses dan sehat selalu Thor