Raka Atmadja adalah pewaris tunggal Keluarga Atmadja.
"Ambillah, anggap saja itu ganti rugi dariku atas hilangnya keperawananmu!"
"Dasar Kau pria brengsek!!! Tidak aku sangkah di muka Bumi ini ada pria brengsek seperti dirimu!"
"Kau pikir dengan Uang itu, Kau bisa mengembalikan keperawananku yang sudah Kau nikmati! Tidak akan pernah sebanding dengan uang mu Tuan!!! Jangan berpikir uang Anda bisa membeli segalanya! Anda salah besaaar Tuan!"
"Jangan berteriak di depanku!! Kau pikir kau itu siapa? Kesalahan terletak pada dirimu sendiri. Datang dalam keadaan mabuk ke kamarku lalu membuka seluruh pakaianmu sendiri dan meminta sesuatu yang harusnya nggak akan aku lakukan. Coba Kau berpikir sejenak Pria mana yang akan menolak? Apa lagi saya memang Pria normal yang tertarik dengan lawan jenis. Wajar saya menerima kemauan panas Anda!"
Kisah Raka menemukan sang pujaan hati bernama Eva, saat melakukan one night stand yang membuatnya hamil. Apakah Raka akan menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM34 : PRIA ITU
Setibanya Eva dan Casandra dilantai 14 yang sebelumnya hanya dihuni Oleh Presdir dan Rere Serketarisnya. Tampak sudah didesain ruangan baru untuk Eva , Casandra , Varel dan Jimmy. Buat Varel dan Jimmy yang sudah tiba lebih dulu , mereka senang karena ruangan itu dikususkan untuk mereka , tapi untuk Eva dia sebenarnya aneh.
Maksud dan Tujuan Raka seperti itu menggiring dia dan Teman - temannya untuk selantai dengan Raka adalah hal yang mencurigakan untuk Eva.
" Halo Ibu Presdir , sekarang kita satu lantai." ucap Rere menyapa Eva dengan sangat senang.
" Egh Halo. . . Mba Rere , jangan panggil seperti itu dong. Saya kan jadi canggung." ucap Eva tidak enak hati.
" Loh Kan memang benar , saya harus memanggil kamu sesuai status kamu dong Eva." Jawab Rere kaget , tapi Rere tauh Eva itu orangnya Humble.
" Maaf Mba. . . saya hanya merasa risih saja , panggil saya Eva saja ya Mba." ucap Eva dengan memberikan senyuman.
" Ow. . . baiklah kalau kamu mauanya seperti itu. Yang terpenting Pak Raka tidak marah ke saya Va." Jawab Rere khawatir
.
" Tidak mba. . .yakinlah Pak Raka gak akan marah. Kita permisi dulu ya mba." Ajak Eva dengan menarik lengan Casandra.
Casandra pun berjalan dengan genggaman kuat tangan Eva.
" Lo itu harusnya di panggil sesuai yang dikatakan serketaris Presdir barusan Va. Kenapa juga Lo terus menolak." bisik Casandra pada Eva .
Sambil berjalan kearah ruangan baru.
" Gua gak suka San , tetap aja gua Eva yang dulu." ucap Eva kemudian mereka tiba diruangan mendapati Varel dan Jimmy yang lagi nyusun - nyusun barang.
" Kenapa kita dipindahkan Va? Lo gak tauh soal ini?" Tanya Jimmy.
" Enggak . . . gua juga bingung." ucap Eva.
" Mungkin Pak Raka tidak bisa jauh dari Istrinya." Jawab Casandra dengan cekikikan.
" Lo ngomong apaan sih San , becanda mulu ah?"
ucap Eva risih.
Dari arah belakang , Raka tiba - tiba muncul tanpa suara. Bagaikan tiupan angin yang keluar tanpa suara terus bauknya yang tercium , membuat suasan tegang untuk mereka berempat.
" Hallo semuanya , apa kalian suka dengan ruangan baru kalian?" Tanya raka dengan senyum manisnya melihat mereka satu persatu.
Casandra tertegun barengan Eva yang juga melihat Raka dengan mulut terngangah.
" Su—su Ka Pak." Jawab Varel diikuti yang lainnya karena kaget kedatangan sang atasan.
" Baguslah kalau kalian suka , adapun tujuan saya memindahkan kalian disini." matanya mengarah ke Eva " Supaya saya bisa memantau kinerja karyawan terbaik saya di Divisi Humas secara langsung." ucap Raka beralasan.
" Alasan." ceplos Eva dengan suara kecil.
Raka mendengarnya dan menoleh kearah Eva.
" Kenapa Istri saya? apa kamu tidak suka dengan ruangan baru kamu?" Tanyanya dengan senyuman.
Sontak Eva terperanjat , kaget mendengar ucapan Raka barusan tidak menyangkah Raka bisa mendengarnya.
" Eg—h suka kok Pak." ucapnya dengan cepat.
Casandra yang melihat antara Eva dan Raka itu tersenyum sendiri. Rasanya gimana gitu , Presdir baru yang awalnya dingin , ternyata berkarisma dan romantis.
" Baiklah . . .Jika ada kekurangan kalian bisa kasih tau langsung ke Asisten Pribada saya ataupun Rere Sekretaris saya. Lanjutkan pekerjaan kalian , saya permisi." ucapnya sambil mengedipkan matanya ke Eva dan berbalik menuju ruangannya dengan senyum kecil di bibirnya.
Apaan sih Raka , apa lagi tujuan dia.
Gumam Eva dalam hati , dia pun berencana mempertanyakannya pada Raka. Mengambil Ponselnya dan mengetikkan pesan pada Raka.
" Sayang. . . tujuan kamu apaan sih sebenarnya menyuruh Saya dan teman lainnya pindah kesini?"
Raka pun mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Eva. Sambil melirik dari kejauhan ke arah Eva yang duduk menghadap kursi Raka. Tampak Dari dinding kaca yang Tirainya di angkat terbuka.
Raka kemudian tersenyum dan mulai membalas pesannya.
" Seperti yang dibilang teman kamu tadi , saya tidak bisa jauh dari Istri saya. Dari ruangan saya , wajah kamu tampak jelas. Jadi saya bisa memantau kamu dari sini. " Balasnya dengan senyum lagi.
Eva yang menerima pesannya langsung membukanya dan membaca dengan seksama.
Astaga , dasar Raka. Membuat gua diposisi yang aneh saja.
Eva pun menata barang - barangnya diatas meja , teringat akan sesuatu.
" San Gua kebawah dulu." ucapnya pada casandra yang mendapat anggukan dari Casandra.
Eva mengingat ada barangnya yang ketinggalan dilaci meja lamanya. Dia pun bergegas berdiri dan berjalan kearah Lift. Raka melihat Eva yang tengah berjalan hanya memicingkan matanya bingung.
Sesampainya dilantai 10 ruangan sebelumnya. Eva tak sengaja berpapasan dengan Waty yang juga baru tiba .
Eva hanya acuh sekilas melirik Pada Waty dan berjalan elegan melewati Waty. Waty tak tinggal diam , dia mencoba memancing amarah Eva.
" Hayyy Ibu Presdir yang terhormat , enak ya bisa dapat fasilitas pribadi dari Pak Presdir , gimana sih caranya menggaet pria kaya , apa yang Lo berikan ke Pak Raka bisa sampai pak Raka memperistri Lo! perempuan biasa kek Lo bisa mengalahkan banyak wanita. Pasti ada kan yang Lo kasi ke Pak Raka ! "
Eva hanya terus berjalan , menganggap suara Waty bagaikan angin tak sedap. Terus melangkah kearah ruangan lamanya , dan membuka laci meja Eva dan mengambil photo Eva dan Mamanya yang diselipkannya di Laci.
Tidak mendapatkan perlawanan dari Eva , waty pun menyusulnya kearah ruangannya.
" jangan purak - purak gak dengar Lo.! Sebentar lagi bisa jadi Lo menggantikan Leo sebagai Asisten Pribadinya Pak Raka! Ya kan?"
Eva menatap tajam pada Waty dan menarik nafasbya.
" Ngomong apaan sih Lo? apa nggak ada capeknya lo koar - koar dari tadi , harusnya Lo malu di kantor bisa - bisa nya lo asik ngajak gua ribut. " ucap Eva berdiri dan berjalan keluar dan sengaja menabrak Bahu Waty yang berdiri didepan pintu dengan kedua tangan didadanya. Menghalangi Jalan keluar ruangan.
Waty memutar arah tubuhnya menghadap kepergian Eva " Orang seperti lo harusnya malu dong di sebut sebagai Istri Presdir penampilan lo aja yang sok polos ! di buang sama keluarga Lo apa cocok lo di posisi yang di sebut Istri?."
Sontak Eva yang mulanya hanya berjalan dengan pandangan kedepan , terhenti. Menarik nafasnya kasar , dan berbalik kearah Waty dan berjalan mendekati Waty.
" Terus yang cocok itu Lo? Yang punya keluarga seperti ucapan Lo barusan. Ada nggaknya keluarga gua di sisi gua , tetap pak Raka statusnya sudah menjadi suami gua. Loh kalau mau sama Pak Raka rebut aja kalau lo bisa!." ucap Eva dengan senyum licik dan meninggalkan waty yang menggeram.
" Dasarrr perempuan munafik Lo!."
Semua mata menatap ke Waty sungguh berani pikirnya si Waty berurusan dengan istri atasannya. Dari kedatangan Eva yang di sukai oleh selantai perusahaan tersebut permulaan Waty gencar menghakimi Eva. Karena kepintaran Eva bisa menggeser posisinya dengan sangat cepat berbedah dari Waty mendapatkan posisi di perusahaan tersebut butuh beberapa tahun.
---------------------
" Kita makan siang bareng Va?" Tanya Varel.
" Iya yuk kita makan bareng , ajak Eva pada semua temannya."
Raka pun keluar dari ruangannya dengan didampingi Leo, menghampiri Eva. Varel , Jimmy dan Casandra yang
Sudah bersiap untuk berdiri pun terhenti melihat kedatangan Raka.
" Sayang. . . , siang ini saya tidak bisa menemanani kamu makan siang. Saya akan ketemu klien dan sekalian makan siang." ucap Raka tanpa canggung.
Casandra tersenyum sendiri melihat perlakuan Raka pada Eva.
" Iya , saya akan makan siang dengan mereka." Tunjuk Eva pada semua temannya.
" Okey . . .tolong jangan makan sembarangan. Sebelum kamu makan kirim fotonya kesaya. Dan kalian semua , tolong jaga Istri saya." ucapnya dengan mantap.
" Siap pak Bos." Jawab Jimmy dengan cepat.
Raka berjalan meninggalkan mereka diikuti Leoyang juga memberikan senyuman manisnya pada mereka.
Langsung si Casandra heboh.
" Aduh Va , senyum nya itu Loh. Aduh gua kok jadi kelepek - kelepek gitu ya , lihat pak Leo. Duh. . dia masih Jomblo gak ya?" Ucap Casandra histeris sendiri.
Eva senyum - senyum sendiri dan memicingkan matanya melihat tingkah laku centil , Casandra yang jatuh hati pada Leo.
Varel yang disebelah Casandra dengan cepat , menepuk jidatnya.
PLUKKK. . .!
" Ngarepppp Lo!" ucap Varel.
Casandra memegangi jidatnya sendiri dan merasa kesakitan.
" Sakit Rel. Tega amat sih Lo sama gua."
" Biar Lo itu gak mimpi , kayak burung diudara yang terbang tinggi." ucap Varel dengan menirukan burung terbang.
" Isss Sudahlah , jadi gak kita makan diluar?" Tanyak Jimmy memcecah kegaduhan Casandra dan Varel.
" Jadi ayo kita ke Cafe langganan Jimmy kemarin." Ajak Varel pada mereka semua.
---------------------
Setibanya mereka di Cafe yang bernuansa makanan Thailand , yang ditempuh hanya memakan waktu 15 menit dari perusahaan dengan menaiki Mobil Casandra , mereka berempat memesan makanan sesuai kemauan masing - masing. Benar saja kaya Varel , Cafe yang mereka datangin saat jam makan siang rame pengunjung.
" Lo Pesan apa Va? " Tanyak Casandra.
" Gua pesan Nasi goreng aja deh San , pengen gua." Jawab Eva pada Casandra yang menulis pesanan diatas kertas itu.
" Lo apa Jim?"
" Gua sama aja sama Eva."
" Lo? " Tunjuknya pada Varel.
" hemm. . . gua Nasi Goreng Thai aja San." Jawab Varel. " Lo sendiri makan apa San?"
" Mau tahu aja Lo. Urusan gua." ucap Casandra ketus.
" Idih. . .kalian dua asik bertengkar aja sih gak di kantor , diluaran. Entar berjodoh kalian baru tahu rasa. " Goda Jimmy dan disambut tawa pada Eva.
" Lebih baik gua Jomblo seumur hidup Dari pada gua berjodoh sama si kunyuk satu ini. Andai saja , Pria didunia ini tinggal dia seorang , gua gak akan mau!." ucap Casandra dengan penekanan dan gaya becandaan mereka.
" Hati - hati Lo. . . ucapan adalah Doa." Ujar Eva dengan senyuman.
" Tapi kalau di lihat - lihat dari kacamata gau nih , kalian dua kok cocok ya kalau memang jadian." ucap Jimmy menambah Godaan.
Casandra berdiri dan menoyor kepala Jimmy.
" Lancang banget mulut Lo! mau gua cocol sama cabe ini hah?"
" Santai aja Lo San , gua aja yang Lo katain biasa aja." ucap Varel dengan tenang.
" Sudah - sudah kasi pesanan nya sama mba itu." ucap Jimmy menunjuk kepelayan.
Akhirnya menu mereka semua yang dipesan masing - masing terhidang diatas meja , makanan dan minuman yang dimau Eva sangat menggogada lidahnya.
" Va. . .photo dulu. Kirim sama Laki Lo. Entar marah lagi gak dikirim." Ingat Casandra pada omongan Raka tadi.
" Ow iya. . .untung Lo ingatin."
buru - buru Eva mengambil ponselnya , dan mengambil gambar makanananya. Terus dia berpose di latar belakangin teman - temannya yang langsung membuat gaya , ketika Eva hendak mengambil gambar.
Lalu dengan senang hati , memberikannya pada Raka. Raka yang sedang bertemu dengan Kliennya , sampai tidak sabar terus mengingat Eva yang pergi bersama teman - temannya untuk makan siang , permisi sebentar untuk melihat pesan yang dia terima dari Eva.
Raka yang melihatnya pun tersenyum senang , pikirnya Istrinya sangat bahagia , makan siang dengan temannya ketimbang dengan dirinya yang selalu canggung. Ketika bersama Temannya Raka tahu , tawa Eva sangat lepas.
" Apa itu tidak pedas?" Balasnya pada Eva.
Eva pun dengan cepat membaca lalu membalasnya.
" Tidak , ini seperti sayur asam bagiku." Balas Eva .
" Baiklah . . .makan yang banyak ya. Sampai ketemu di Apartemen. Nanti saya akan menyuruh Pak Henri mengantar kamu pulang." Balas Raka.
Eva pun bingung , kenapa Raka tidak pulang apa dia tidak kembali lagi kekantor?
" Apa kamu tidak kembali kekantor?" Tanyak Eva.
Masih centang dua , Raka tidak membaca pesannya lagi. Eva pun acuh , dan kembali berbincang dengan ketiga teman baiknya.
" Hari ini biar gua yang teraktir ya. " ucap Eva dengan senang.
" Wah. . . Ini baru namanya Istri Bos." jawab Jimmy senang.
" Ha. .Ha. . Ha tidak ini uang dari Gaji gua bulan lalu. Kalian pikir karena gua Istri Bos , duit gua banyak?"
" Serius Lo va? " Tanyak Casandra.
Eva pun mengangguk pelan.
" Jadi pak Raka pelittt dong , percuma Lo jadi biniknya , harusnya dia ngasih uang Jajan dong buat Lo." ucap Casandra.
" Lo itu pikirannya kok dangkal amat sih San. Siapa tahu aja Pak Raka masih sibuk , belum kepikiran kesana. Lagian mereka saja baru bulan madu langsung bekerja. Siapa tahu kan pas gajian Nanti Eva ditambah Gajinya." ucap Varel serius.
" Ow. . .benar juga. Jadi benaran Va , lo mau teraktir kita nih?" Tanyak Casandra.
" Iya. . .sebentar gua kekasir." ucap Eva senang mengambil tasnya dan menuju Kasir.
Saat berjalan kearah meja kasir , seorang Pria yang sepertinya pemilik Cafe besar itu , memperhatikan Eva sejak sedari tadi. Sesampainya Eva , mengeluarkan dompetnya.
" Brapa Mba?" Tanyanya pada kasir.
Lalu Eva yang merasah diperhatikan itu , menatap kearah Pria yang berdiri dengan tegap dan tersenyum pada Eva.
Eva pun bingung tapi dia mencoba mengingat , Pria yang tidak asing diingatannya.
" Hallo Nona , apa kamu mengingat saya?" Tanyak pada Eva membuat kesadaran Eva kembali.
" Maaf saya , sepertinya memang tidak asing." ucap Eva lagi.
BERSAMBUNG
---------------------
Hallo pembaca budiman , jangan Lupa dong untuk Like , Love , komentar ataupun Vote jika kalian suka. Terimakasih yang sudah sering VOTE, saya tuh bersyukur banget masih ada yang mau memberikan apresiasi kalian , jadi saya tidak sia - sia menulis 🙏😍
👍👍🙏