Rega Zalzala adalah putra ke empat dari keluarga Duke Zalzala.
Dia satu-satunya anak yang tidak memiliki kekuatan apapun. kelahiran nya di anggap aib oleh keluarga.
Di usia 18 tahun, keluarga nya memilih untuk membuang Rega seperti seekor anjing.
Namun tanpa di sangka, di detik terakhir hidup nya... dia mendapatkan sistem Dewa.
sebuah sistem yang akan mengubah hidup nya dari seorang pecundang menjadi seorang Raja.
ini adalah perjalanan Rega Zalzala membalas dendam dan menjadi Kesatria terkuat di kerajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
Keesokan paginya...
Cahaya matahari menembus jendela tua penginapan yang menyerupai rumah hantu itu.
Rega perlahan membuka matanya.
Udara di dalam kamar masih dingin, namun tubuhnya terasa lebih kuat dan segar dari sebelumnya.
[Selamat!]
[Kultivasi Qi Anda Meningkat: Tahap Pembentukan - Level 8]
[Kultivasi Tubuh Anda Meningkat: Tahap Pembentukan - Level 6]
Rega membaca layar sistem yang melayang di hadapannya dengan mata setengah terbuka.
“Cukup memuaskan… dari Level 3 ke Level 8 hanya dalam semalam,” gumamnya sambil duduk dan merenggangkan tubuh. “Tanpa pil buatan sendiri, mungkin aku harus menelan dua ratus pil untuk hasil yang sama.”
Ia mengepalkan tangannya, merasakan aliran Qi di tubuhnya yang kini jauh lebih padat dan terkontrol. “Kultivasi tubuhku juga melonjak. Untuk saat ini sudah cukup… Tapi aku harus segera mendapatkan Pil yang lebih berkualitas jika ingin menjadi lebih kuat dengan cepat.”
Rega mengambil satu Pil Pemulihan Energi dan langsung menelannya.
Glup! WUUSSH!
Seketika, stamina tubuhnya pulih sempurna. Meski semalaman tak tidur, efek pil membuatnya seperti telah beristirahat seminggu penuh.
"Baiklah... Saat nya pergi dari sini"
Dengan tenang, ia meninggalkan kamar dan menuruni tangga kayu.
'Benar-benar tidak ada orang' pikir nya.
Ketika ia melewati lobi yang gelap, tak tampak satu pun penjaga.
Di luar penginapan, Atar sudah berdiri dengan penuh semangat.
“Ah.... Aniki! Akhirnya kau keluar juga! Aku sudah menunggu sejak matahari terbit!” serunya.
Rega menoleh ringan. “Ada apa? Kenapa kau ada di sini pagi-pagi begini?”
Atar berjalan berdampingan dengan Rega. “Master Chen menyuruhku mencarimu. Beliau ingin kau datang ke Asosiasi Alkemis sekarang. Katanya, beliau akan mengumumkan secara resmi bahwa kau adalah muridnya!”
“Ho... jadi dia benar-benar ingin mengumumkannya secara terbuka pada dunia,” gumam Rega sambil menyeringai kecil.
"Benar Aniki! Sepertinya Beliau ingin segera menjadi murid mu..." Jawab Atar dengan semangat.
Rega mengangguk. “Atar, kau pergi ke alun-alun dan beri tahu Anya kalau aku akan langsung ke Asosiasi. Aku tidak ingin dia menunggu terlalu lama di sana,” perintah Rega.
“Siap, Aniki!” ucap Atar dengan hormat sebelum segera berlari ke arah berlawanan.
Rega melangkah menuju gedung megah Asosiasi Alkemis di pusat kota.
Semakin dekat, semakin ramai suasananya.
Ratusan orang berkumpul.
Mayoritas mengenakan jubah alkemis, dari Tingkat 1 hingga 3.
Semuanya tampak penuh semangat dan ingin melihat momen langka di mana peresmian murid pertama dari Master Chen.
‘Banyak juga yang orang datang... Apa mereka semua datang demi menghormati si kakek tua itu,’ pikir Rega.
Namun saat ia hendak masuk ke area utama gedung, dua pemuda berseragam Alkemis Tingkat 1 menghadangnya.
“Hei! Apa yang kau lakukan di sini?” bentak salah satunya. “Kau tidak lihat sedang ada acara besar penyambutan murid pertama Master Chen?”
“Benar! Sebaik nya kau menjauh! Meski kau seorang ksatria, kau tidak punya hak masuk ke sini sembarangan!” sambung temannya.
Keributan kecil itu mulai menarik perhatian. Beberapa orang menoleh ke arah Rega. Saat melihat jubah hitam kelelawar khas Skuad Ghost Bat, gumaman langsung bermunculan.
“Itu ksatria dari Ghost Bat…”
“Skuad paling tidak berguna dalam sejarah kerajaan…”
“Mereka hanya membuat masalah…”
Rega tetap tenang. Ia melangkah selangkah maju. “Minggir. Aku ingin bertemu Kakek Chen.”
Seketika, ekspresi pemuda di depannya berubah marah.
“Kau memanggil beliau dengan sebutan kakek? Kurang ajar!”
“Benar-benar tidak tahu sopan santun! Siapa kau berani bicara seperti itu?! Setidak nya kau harus memanggil master!”
“kau Benar-benar pantas memakai jubah sampah Ghost Bat! Kau memang ksatria tidak berguna di antara semua ksatria!” ucap yang lain sambil menghina.
WUUUUUSSSHH! TAK!
Rega tiba-tiba meraih leher pria yang paling keras bicara dan mencekiknya, mengangkat tubuhnya dengan satu tangan.
"ohhek.. oohook!"
Wajah pemuda itu langsung memucat, kedua tangannya meronta, berusaha melepaskan cekikan Rega.
Mata Rega menatap tajam seperti binatang buas. “Berani sekali Alkemis Tingkat 1 seperti kau menghina ksatria kerajaan. Apa kau merasa lebih baik dari kami? Atau, Apa kau berpikir sanggup mempertaruhkan nyawa untuk melindungi negeri ini, hah?”
"Ba-bajingaannn...."
Pemuda itu hanya bisa mengerang. Kakinya menggantung, tubuhnya gemetar, tak bisa menjawab apapun.
Orang-orang di sekitar langsung mundur ketakutan. Bahkan para alkemis tingkat tinggi pun ragu untuk melangkah mendekat.
"Dasar tidak berguna...."
WUUUUUSSH!
Rega melempar tubuh pria itu ke samping.
BRAAAAK!!
Tubuhnya menghantam dinding dengan keras, lalu ambruk. Wajahnya pucat pasi.
Suasana menjadi mencekam. Tatapan semua orang kini terpusat pada Rega.
Ksatria dari Skuad Ghost Bat yang di kenal selalu membuat masalah.... ternyata itu bukan hanya rumor.
Keributan di halaman belakang Asosiasi Alkemis mulai memancing perhatian para senior.
Dari balik pintu utama, dua pria mengenakan jubah Alkemis Tingkat 3 keluar dengan ekspresi kesal.
“Ada apa ini?! Siapa yang berani membuat keributan di hari penting seperti ini?! Apa kalian ingin di hukum!” bentak salah satunya.
“Tidak tahukah kalian, hari ini adalah acara besar untuk menyambut murid pertama Master Chen?! Selama bertahun-tahun!” ucap pria lain dengan marah. Suasana yang semula tenang, berubah panas dalam sekejap.
Beberapa Alkemis Tingkat 1 buru-buru maju sambil menunjuk ke arah Rega. “Senior! Itu dia! Ksatria dari Skuad Ghost Bat! Dia datang tanpa izin dan langsung menyerang kami!”
Mata kedua Alkemis Tingkat 3 langsung menajam. Mereka menatap Rega dari atas hingga bawah, memperlihatkan sikap merendahkan.
“Kau, Ksatria! Apa kau tidak tahu aturan?! Ini adalah tempat suci bagi Alkemis, bukan arena bebasmu untuk main hantam!” salah satu dari mereka melangkah maju, menahan dada Rega agar tidak bisa melangkah lebih jauh.
“Aku datang atas undangan pribadi dari Master Chen. Bukan untuk mencari masalah. Tapi jika kalian terus menghalangi, jangan salahkan aku,” ucap Rega dengan nada dingin dan mata tajam.
Namun, pria itu tetap keras kepala. “Jangan banyak bicara! Aku tidak peduli siapa yang mengundangmu, selama kau tidak diizinkan masuk, kau—”
BUUUUUAAK!!
Satu pukulan keras dari Rega menghantam wajahnya. Pria itu terlempar sejauh lima meter dan menghantam roda pedati jualan cilok yang sedang lewat.
BRAAAAAK!!
Semua orang membelalak. Keheningan sesaat menyelimuti halaman. Namun belum sempat mereka menyadari apa yang terjadi....
BUUUUUAK!!
Pria kedua yang mencoba mendekat langsung dihajar Rega tepat di wajahnya.
Tubuhnya berputar satu kali di udara sebelum jatuh terkapar di tanah tanpa sempat berteriak.
Kerumunan langsung panik dan mulai menjauh, menyisakan lingkaran kosong di sekitar Rega.
“D-Dia gila!” teriak salah satu alkemis muda.
“Bagaimana bisa dia memukul Alkemis senior seperti itu?!”
"Tidak pernah ada Ksatria menghajar Seorang Alkemis!"
"Benar! Aturan kejaran bahkan melarang hal itu!"
Namun Rega hanya berdiri tenang. Nafasnya stabil.
“Ini lah yang terjadi jika Kalian Berani menghina dan menghalangi jalan seorang Ksatria.” ucap Rega tajam.
"Bajingan sialan! Aku akan pastikan tidak ada Alkemis yang mau membuatkan mu Pil!" Gumam salah satu senior sambil mengusap hidung nya yang berdarah.
suka dg ide briliannya
seratusss....semangat thor👍