NovelToon NovelToon
Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri
Popularitas:1
Nilai: 5
Nama Author: Richacymuts

Dunia mereka berbeda, tapi takdir mempertemukan hati yang kesepian.”

Sinopsis;Raina hanya ingin hidup tenang, bekerja keras untuk adik-adiknya. Tapi sebuah pertemuan di jalan sepi pinggiran Bogor mengubah semuanya. Julian Jae Hartmann, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia, kini tergantung pada kebaikan gadis sederhana ini.

Di balik ketegasan Julian, tersimpan rahasia kelam, intrik keluarga, dan dendam masa lalu yang mengintai dari bayang-bayang. Dua hati yang berbeda dunia, terjebak oleh takdir, harus belajar mempercayai dan menyembuhkan luka masing-masing.
Akankah cinta mampu menembus dinding dingin dan rahasia yang mengelilingi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richacymuts, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Rumah yang asing

Pagi itu, Raina menyiapkan sarapan Julian di rumah sakit. Ia berdiri di samping ranjang, menatapnya sebentar sebelum menarik napas pelan.

Raina: “Julian… aku… malam ini nggak bisa menemanimu di sini.”

Julian menoleh, matanya menatapnya dengan sedikit khawatir.

Julian: “Kenapa?”

Raina: “Aku harus pulang… menengok adik-adikku. Mereka pasti kangen.”

Julian menunduk, menatap jemarinya sendiri. “Aku mengerti. "

Raina: “ Kalo ada apa apa langsung panggil perawat ya"

Julian mengangguk.

Keheningan singkat. Tatapan mereka bertemu, ada rasa peduli yang tak perlu diucapkan. Julian menarik napas pelan. “Terima kasih, Raina….”

Raina tersenyum tipis, hatinya sesak. Ia tahu meninggalkan Julian walaupun hanya sebentar akan sulit.

Setelah memastikan Julian sudah aman, Raina meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan ke kosan, pikirannya melayang pada Julian yang belum pulih sepenuhnya dan tidak punya apa-apa. Ia membatin:

“Mungkin lebih baik aku minta mas Fahri menampung Julian sementara… biar dia nggak sendirian.”

Sesampainya di kosan, Raina membersihkan diri dan menata rambut. Sebelum keluar, ia menatap ponselnya sebentar dan mengirim pesan singkat ke karyawan warung makan:

“Bu Sri maaf hari ini Raina nggak bisa datang. Ada urusan keluarga mendadak. Terima kasih”

Napaknya lega. Ia menyiapkan tas berisi oleh-oleh: beberapa kebutuhan rumah tangga untuk ibunya, cemilan kecil, dan buah-buahan untuk adik-adiknya.

Di halaman kosan, ia melihat Fahri berjalan perlahan sepertinya mau keluar, wajahnya masih sedikit mengantuk setelah shift malam.

Raina: “Pagi, mas Fahri… baru bangun ya?”

Fahri menguap panjang. “Iya… shift malam biasa...Aku cuma mau cari sarapan. Kamu sendiri kok tumben masih di kost? biasanya udah berangkat kerja?”

Raina menarik napas pelan. “Aku…libur,aku mau minta tolong mas..Soal Julian.”

Fahri menatapnya serius. “Julian? Apa yang terjadi?”

Raina menunduk sebentar. “Dia mau keluar dari rumah sakit… tapi belum pulih sepenuhnya. Dia nggak punya apa-apa. Aku takut dia sendirian.”

Fahri mengerjap. “Terus?”

Raina menatap Fahri dengan serius. “Aku butuh bantuan mas Fahri untuk menampungnya sementara waktu,mas Fahri tenang aja… semua kebutuhannya jadi tanggung jawabku.”

Fahri tersenyum tipis, menepuk pundaknya. “Apa nggak berlebihan kamu Ra? maksudku kamu membantunya sampai sejauh ini?"

" Aku nggak tau mas, aku cuma kasian, karena sudah terlanjur bantu kenapa nggak sekalian aja. Dari pada nanti aku malah kepikiran "

" Ah ya sudah terserah kamu aja lah, setidaknya aku bisa kecipratan pahala dari kamu juga "Jawab Fahri terkekeh.

" Jadi boleh mas? Tanya Raina penasaran.

"Iya, kabarin aja kapan dia pulang, biar aku bisa bersih bersih"

"Hem.." Raina mengangguk,

"Nanti aku kabari, terimakasih mas"

"Iya"

Setelah itu, Raina melangkah menuju halte busway, siap memulai perjalanan panjang ke rumah orang tuanya. Busway bergerak pelan, menembus lalu lintas pagi. Di stasiun KRL, ia berpindah kereta, menatap pemandangan sambil membayangkan rumah: Reno yang memiliki sifat kritis, Nisa yang ceria, Rafi yang tenang, Tari yang manja, dan Rian yang polos.

“Semoga mereka baik-baik saja” batinnya.

Setelah KRL, ia melanjutkan perjalanan dengan ojek. Angin siang menerpa wajahnya, membawa sedikit lega.

Pintu kontrakan terbuka, aroma rumah langsung menyambutnya.

Ceklek

"Assalamualaikum..." Raina mengucapkan salam begitu pintu terbuka.

Bu Sari berdiri di dapur, melongok ke depan dan melihat Raina datang. “Raina… kamu pulang?”bu Sari langsung mematikan kompornya dan menghampiri Raina.

Raina tersenyum tipis, menurunkan tas. “Iya, Bu…kangen sama adik adik.”

Reno muncul dari kamar, wajahnya campur cemas dan lega. “Kakak… kenapa pulang nggak ngabarin?”

"Pengen kasih kejutan aja" Jawab Raina lembut.

Nisa menempel ceria. “Kak Raina, aku kangen! Kakak bawa apa itu?”

Rafi berdiri tenang, menatap kakaknya hangat.

"Sedikit camilan untuk kalian"

Tari langsung menempel, manja. “Kakak… Tari kangen!”

Rian, kecil dan polos, berlari sambil tertawa. “Kak Raina! Kakak bawa roti nggak?”

Raina tertawa, matanya berkaca-kaca. “Bawa dong, tapi peluk dulu kakak, nanti baru kakak kasih .”

Dan tanpa di minta dua kali Rian langsung memeluk Raina erat "Aku sayang kak Raina" Bisik Rian pelan hingga membuat Raina begitu terharu.

Setelah beberapa saat kedatangan Raina terdengar deru motor pak Darto,

"Assalamualaikum pak" Sambut Raina sambil menyalami pak Darto.

"Kapan sampai?" Tanyanya datar.

"Barusan pak"

Lalu pak Darto langsung pergi masuk ke kamarnya.

Raina menghela napas, hatinya campur aduk. Rumah ini… ibu dan adik-adiknya ada di sini, tapi rasanya tetap bukan rumah baginya. Meski ada senyum Reno, ceria Nisa, ketenangan Rafi, manja Tari, dan polosnya Rian, ada jarak yang tak terlihat—beban, cemas, dan kenangan lelah yang selalu menempel. Keberadaan mereka memberi energi baru, tapi rumah ini tetap menimbulkan rasa asing di dadanya, jauh dari kehangatan yang ia dambakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!