NovelToon NovelToon
Kisah Cinta CEO & Pelayan Kafe

Kisah Cinta CEO & Pelayan Kafe

Status: tamat
Genre:CEO / Naik Kelas / Romansa / Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:71.7k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

Hani, seorang pelayan kafe yang dituntut untuk menafkahi keluarganya. Hidupnya selalu menjadi bahan perbandingan dengan sang adik. Dari segi fisik maupun pekerjaan.

Tuntutan sang ibu dan sifatnya yang matrealistis, membuat Hani ingin segera menikah dan meninggalkan keluarga toxicnya, hingga ia mendaftarkan dirinya pada salah satu aplikasi kencan buta, Soulmate App.

Apakah Hani berhasil mendapatkan pasangan dari aplikasi tersebut? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah hidup wanita pelayan kafe ini?

Simak cerita selengkapnya hanya di sini ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak Adik

Siang ini, Hani sengaja ingin menemani Clara kontrol ke dokter kandungan. Ia tak tega jika Clara harus pergi sendiri dengan perutnya yang semakin membesar. Kebetulan, hari ini adalah hari Sabtu, sehingga ia mendapat kelonggaran dari Angga untuk izin pulang lebih cepat.

Saat menunggu nama Clara dipanggil, Hani berbincang pada adiknya, yang sudah lama tak ia lakukan.

“Jadi, istri pertama Rudi sudah tahu?” Hani memastikan nasib Clara ke depannya.

Clara mengangguk. Ia menceritakan bagaimana sikap Sonya pada Rudi setelah mengetahui kabar pernikahan suaminya. Clara seakan tak peduli tentang sikap dewasa Sonya.

“Kalaupun Mas Rudi memilih Sonya dan meninggalkan aku, aku akan memperjuangkan hak anakku. Aku akan tuntut dia kalau sengaja meninggalkan tanggung jawabnya. Meski aku yakin, dia tak akan tega seperti itu,” ungkap Clara.

Hani hanya diam mengela nafas.

“Cukuplah memikirkan kebutuhanmu dan anakmu, juga tabungan masa depan kalian. Aku rasa 10 juta bisa mencukupi itu semua. Jangan memberatkan Rudi untuk memenuhi keinginanmu. Kalian sama-sama bersalah, jadi jangan membuatnya terpojok dengan menuntut jatah bulanan yang lebih besar lagi. Jangan dengarkan Ibu. Biarlah bulanan Ibu tetap Kakak yang tanggung. Kamu fokus pada dirimu sendiri dan bayimu. Gunakan sebijak mungkin uang yang diberikan Rudi untuk kalian. Karena aku takut Rudi akan nekat melakukan kesalahan yang lebih besar lagi jika ia sudah terdesak untuk menutupi kebutuhan kedua istri dan anak-anaknya.” Hani memberikan wejangan pada adiknya untuk hidup hemat.

Mendengar perkataan sang kakak, Clara semakin merasa bersalah padanya. Selama ini, ia tak tahu pengorbanan kakaknya begitu besar. Namun, yang ia lakukan bukan membantunya, justru ingin memperlihatkan bahwa ia lebih segalanya dari Hani.

Ibunya memang menginginkan Clara menikah dengan pria kaya agar ia mendapat jatah bulanan dari pernikahan anaknya. Sedangkan selama ini, Clara tak pernah memberi ibunya jatah bulanan. Itu semua hanya dibebankan pada Hani, sang kakak. Jadi ketika saat ini ia sudah menikah, namun tetap tak bisa memberikan apa yang ibunya mau, tentu ibunya kecewa.

Clara pun mulai menyesali andai ia menikah dengan pria single, mungkin semua tak akan seperti ini. Ia pun terus meminta maaf pada Hani karena tak pernah bisa membantunya dan selalu merepotkannya. Ia juga meminta maaf karena ulahnya, Hani bisa saja dibenci oleh calon mertuanya karena memiliki adik seorang pelakor yang hamil di luar nikah.

“Urusan itu biarlah urusan Kakak. Kalau pun mereka tidak suka pada Kakak hanya karena kamu, artinya mungkin memang Kakak dan calon suami Kakak tidak berjodoh. Yang Kakak pikirkan adalah sikap ibu nantinya jika suatu saat kita harus bertamu ke rumah Razka. Kakak malu jika saat melihat rumahnya saja, ibu langsung menunjukkan kegilaannya pada harta duniawi, kemudian menuntut Kakak maupun Razka untuk memberi lebih,” adu Hani pada adiknya yang kini sudah berubah lebih baik.

Clara tersenyum. “Kak, aku tahu siapa Razka. Aku juga tahu alasan Kakak tidak mau mengatakan siapa dia sejujurnya, karena ibu ‘kan? Aku yang akan menjaga ibu juga mengontrol sikapnya nanti, ketika kita harus berkunjung ke rumah Razka.”

Hani pun membalas senyuman sang adik.

Tiba-tiba, ada seseorang menghampiri Hani dan mulai berkata tak mengenakkan pada mereka.

“Ini Tante, adiknya yang pelakor itu, dia hamil di luar nikah, lalu menikah diam-diam sama suami orang,” tukas Tasya yang tiba-tiba berada di rumah sakit bersama ibu Razka.

Apa yang Hani pikirkan, menjadi kenyataan.

“Belum menikah saja, saya sudah kamu bikin sakit karena harus terus berdebat dengan Razka. Apalagi kalau kamu menikah dengannya, saya yakin saya akan menjadi penyakitan karena ulahmu juga keluargamu. Stres karena melihat ibumu yang matre itu, belum lagi melihat adikmu yang sepertinya juga sama. Bisa bisa adikmu menggoda ayahnya Razka demi uang!” ucap ibu Razka tanpa perasaan.

Clara berdiri mendengar celotehan ibu Razka. “Saya memang pelakor dan hamil di luar nikah dengan suami orang, dan itu bukan sepenuhnya salah saya. Laki-laki itu juga salah. Tapi apa pun itu, jangan sangkut pautkan ulah saya dengan kakak saya. Dia tidak berhak menanggung kesalahan saya. Kalian pun juga tak berhak menanggungnya. Lalu kenapa kalian berkata seolah kami akan merepotkan kalian?”

Hani pun terkejut mendengar pembelaan Clara akan dirinya, ia tak menyangka adiknya bisa berkata sebijak itu.

“Kalau pun Kakak saya menikah dengan anak ibu, saya tidak akan mengganggu pernikahan mereka sedikitpun, karena saya punya keluarga sendiri! Dan saya bisa pastikan ibu saya tidak akan memoroti harta Ibu dan anak Ibu! Jadi, Ibu tak perlu khawatir, saya juga bukan perempuan serendah itu yang mau menggoda mertua kakak saya sendiri! Saya tidak gila!” lanjut Clara.

"Clara sudah," pinta Hani lirih sembari memegang tangan adiknya.

“Silakan Ibu menjelekkan ibu saya karena dia matre, silakan Ibu merendahkan saya karena saya begini. Tapi jangan sekali-sekali memandang buruk kakak saya! Dia tidak ada kaitannya dengan sikap ibu saya, juga dengan kehamilan saya!” tegas Clara membuat Tasya dan ibu Razka itu terdiam.

Hani pun terus meminta Clara untuk tidak emosi dan meladeni mereka. “Sudah, Clara, sudah. Malu dilihat orang.”

Clara yang masih berdiri dan memandang tajam Tasya, seolah belum mau mengindahkan permintaan sang kakak. Ia justru semakin menatap Tasya dalam-dalam, yang diduga sebagai provokator. “Asal Ibu tahu, yang membuat Ibu sakit adalah wanita ini. Coba lah menjauhinya, maka Ibu akan waras!”

Tasya yang tak terima dengan ucapan Clara, bersiap menamparnya, namun tangannya dihalau oleh Hani. “Kamu boleh kecewa karena Razka lebih memilihku, tapi kamu seorang wanita yang jauh lebih berkelas dariku. Seharusnya, kamu bisa lebih bersikap demikian. Kamu terlalu licik untuk mejadi wanita yang elegan, dengan selalu menjelekkanku di depan ibu Razka, bahkan selama ini beliau mengenalku hanya dari kaca matamu.”

Tak lama, satpam datang dan melerai mereka. Tasya dan ibu Razka pun diminta baik-baik untuk meninggalkan rumah sakit, karena keperluan mereka telah selesai lebih dahulu. Sementara Clara masih menunggu antrian ke dokter kandungan.

“Kak, maafkan aku,” ucap Clara menangis dan memeluk Hani.

Hani pun hanya mampu menangis mendengar hinaann yang kembali ia dengar dari calon mertuanya.

...****************...

1
BunDa TuTi 0910
Luar biasa
BunDa TuTi 0910
Tasya perempuan ga laku... makanya di jual murah...
Eva Nietha✌🏻
Clara beneran sadar
Eva Nietha✌🏻
Pites jg nih bu sukma
Eva Nietha✌🏻
Klo dah poligami mana bisa adil
Eva Nietha✌🏻
Dtolongin ngelak huuuu.. untung Hani baik
Eva Nietha✌🏻
Nah mulai ketahuan
Eva Nietha✌🏻
Sabar Hani
Eva Nietha✌🏻
Emak2 somplak
Eva Nietha✌🏻
Kapok
Eva Nietha✌🏻
Wkkkk emak2 super
Eva Nietha✌🏻
Tasya ga punya kerjaan lain ya selain ngejar razka
Eva Nietha✌🏻
Suka sebel klo ada orkay bgitu
Eva Nietha✌🏻
Seru
Eva Nietha✌🏻
Pas sakit hati pas d bully😢😢
Tri Nindiyah
koreksi Thor,membersamai itu bahasa apa?aku br th ada kata"membersamai.mungkin harusnya kebersamaan,tolong diperbaiki LG bhs nya.
IG : Byiaaps: Dalam KBBI online, membersamai baru masuk dalam pemutakhiran KBBI bulan Oktober 2019 yang memiliki arti bersama-sama dengan; menyertai; mengiringi.
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnn ceritanya 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
selamat ya Razka dan Hani semoga samawa 🤲🤲🤲👏👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga Rudi enggak selingkuh lagi ya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kan sultan pasti bisalah hadir di pernikahannya Razka dan Hani Angga 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!