Hai Readers, ini adalah series dari kisah sebelumnya "Gadis Jorok Pilihan Mama"
16 tahun kemudian...
Awal pertemuan yang tak disengaja di arena balap motor. Angel yang tampak kalut karena kehilangan gelang pemberian sahabatnya di Bandara. yang konon katanya bisa membuat penemunya tergila-gila padanya. saking frustrasinya, gadis itu nekat melakukan balap liar untuk menenangkan pikirannya.
Siapa sangka, rival balapannya kali ini adalah pria yang membawa gelang yang dicarinya selama ini, Zayn Marco Wijaya. akibat kalah balapan, Zayn menggodanya dan munculah salah paham hingga mengakibatkan perkelahian antara Angel dan Zayn.
hingga mereka dipertemukan lagi dalam sebuah acara keluarga, jika Zayn adalah salah satu anak kembar dari Dion Wijaya yang akan sudah terikat perjodohan dengan Angel bahkan sejak dalam kandungan.
apakah Zayn dan Angel akan menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilahayoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Kembalinya Angel
Ara kembali dengan taksi online ke rumahnya. Melihat keadaan rumahnya sepi dan gelap Ara segera masuk ke dalam kamarnya. Namun, baru sampai di depan pintu, Leon menyalakan saklar lampunya, membuatnya ketahuan. Melihat tampilan Ara yang kusam dan dekil, Leon meminta keponakannya untuk segera mandi karena Ia harus segera kembali ke Bandung.
Leon berusaha menyimpan amarahnya. Ara yang terlalu Ia manjakan sejak kecil berubah menjadi gadis kolokan yang menang sendiri dan susah diatur. Melihat gadis itu menurut, leon pun segera bersiap untuk keberangkatannya.
Tas dan koper Ara sudah Leon masukan ke dalam bagasi mobil. Leon hanya menunggu Ara saja. sambil membunuh waktu, Leon kembali membuka pesan obrolannya bersama pasien cantik yang baru saja Ia temui.
Sesekali tersenyum kecil, mengingat bagaimana perbuatan Angel. Gadis kecil itu benar-benar mengacaukan konsentrasinya. Leon benar-benar merasa nyawa hidupnya terisi kembali dengan hadirnya gadis itu. Sentuhan-sentuhan kecilnya, membuat Leon merasakan jatuh cinta.
Bahkan Angel memintanya berjanji untuk mengabulkan permintaannya yang Leon sendiri tak tahu apa yang Angel mau.
Saat mengetikan pesan kepada gadis itu, pria berlesung pipi itu sadar jika Angel belum bisa berkirim pesan. Mau melakukan panggilan video pun, khawatir jika Dista atau Vicky yang mengangkatnya. Sejauh ini, hubungan Angel dan Leon tak diketahui siapa pun, kecuali Zayn Marco Wijaya.
Ara yang sudah siap, menemui Leon yang sudah menunggunya di dalam mobil. Meminta gadis itu untuk segera masuk, karena perjalanan mereka akan memakan waktu tiga jam lamanya. Ara tak sengaja melihat foto seorang gadis muda di ponsel Leon. Saat Ara ingin memastikan, Leon segera menyimpan ponselnya ke sakunya.
“Om, Ara mau sekolah di tempat Om!”
Leon tak menanggapi ucapan Ara. Ia tahu keponakannya memiliki maksud tertentu. Apa lagi di sekolahnya mengajar, ada Zayn, Gio juga Angel. mengantisipasi supaya tak terulang kejadian yang lebih buruk dari sebelumnya.
“Lebih baik kamu perbaiki dulu sikap kamu, sebelum memutuskan kembali sekolah.”
Ara bermain ponselnya. Gadis itu hendak mengirimkan pesan kepada si kembar namun semuanya tidak terkirim. Ara yakin jika nomornya tidak salah dan lebih yakin lagi kalau kedua bocah tampan itu memblokir kontaknya.
Ara tersenyum, Ia berhasil mengerjai si kembar yang selalu menolaknya. Ia tak sabar untuk membuat kekacauan di rumah mereka setelah kembali dari Bandung nanti. Leon melihat gelagat Ara yang mencurigakan. Bahkan pertanyaannya juga belum terjawab, dimana keponakannya menginap semalam.
Sampai sebuah notifikasi masuk ke ponsel Leon, jika seseorang telah mengupdate sosial medianya. Gadis cantik yang baru saja keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumahnya. Leon mengemudi Jakarta—Bandung dengan perasaan bahagia.
...
Setelah mengganti pakaiannya, Vicky meminta Angel untuk menggunakan masker penutup mata karakter beruang favoritnya. Malam ini, Angel akan pulang ke rumahnya setelah mendapat perawatan yang cukup untuk mengembalikan fungsi indera penglihatannya.
Vicky dan Dista sudah menyaksikan sendiri bagaimana saat dokter meminta Angel untuk membuka matanya. Meskipun agak takut, namun perlahan gadis bermata bulat itu melihat sosok yang paling disayanginya, Ya kedua orang tuanya yang tampak harap-harap cemas berdiri di hadapannya.
“Mama, Papa... Akhirnya Angel bisa melihat kalian berdua.”
Angel pun merentangkan tangan, memeluk orang tuanya. berada dalam kegelapan beberapa waktu membuatnya mengerti arti sebuah keterbatasan. Namun, Angel kembali ke setelan awal. bergerak aktif kesana-kemari, menyambut kepulangannya dan berpamitan kepada dokter yang telah merawatnya.
“Terima kasih dokter, sudah merawat Angel.” dengan mencium tangan pria bersahaja ber-jas putih. Dokter itu pun tersenyum, melihat keceriaan pasiennya.
Angel menggamit lengan Papanya juga Mamanya. Karena matanya ditutup kembali. Vicky dan Dista membuat kejutan kecil untuk Angel, karena acara sebelumnya telah gagal. Sampai akhirnya langkah Angel memasuki rumahnya. Vicky membuka penutup matanya....
“Surprise... Welcome back sweetheart, and happy birthday ...” Dista, Vicky mencium pipi Angel. Fardan berdiri dengan cake berukuran sedang dengan lilin angka tujuh belas. Meski sederhana, namun kehangatan keluarga mereka tak ada duanya.
“Tiup lilinnya Jelly, pegal nih!”
Mereka berempat juga ditambah bibi pengurus rumah dan penjaga keamanan di rumahnya turut merayakan acara sederhana itu. Angel membaca berdoa, tak berselang lama meniup lilinnya. Memberikan potongan kue pertamanya kepada kedua orang tuanya.
“Kebahagiaan Angel ada pada Mama dan Papa, sehat dan bahagia selalu ya Pa, Ma... Angel akan menjadi Anak yang akan selalu kalian banggakan, Angel janji...”
Angel membagikan kue kepada para pekerja di rumahnya, mereka berbahagia karena gadis energik itu telah kembali ke rumah besar itu. Suasana menjadi ramai lagi. selama dua hari Angel di rumah sakit, rumah Angel menjadi sangat sepi.
Dista memberitahu jika semua kado ulang tahunnya telah dipindahkan ke kamarnya. Angel yang antusias pun segera berpamitan untuk istirahat. beberapa hari tak memeriksa isi ponselnya, tangan Angel pun gatal.
Gadis itu mulai berselancar di sosial media, dan mengunggah fotonya dengan caption yang dramatis. Dalam hitungan beberapa detik saja, para pengikutnya yang merupakan teman-temannya memberikan respon yang beragam.
Sampai banyak pesan berebut di ponsel itu. Angel tertawa, membaca sebuah nama yang masuk paling awal. siapa lagi jika bukan Damar Kesuma Bruggman.
Deka
[Woy, udah balik Lo? My Angel tahu nggak sih Lo Gue kangen banget sama Lo?]
Angel
[Basi! Kangen doang, jenguk juga nggak! Besok hari terakhir ujian kan?]
Deka
[Yoi, Gue tunggu kedatangan Lo! Oh ya Jel, selama Lo nggak masuk ada pengumuman kalau tujuan Wisata kita nanti ke Bali selama lima hari empat malam. Dan kita berangkat seminggu lagi. Lo duduk sama Gue ya?]
Angel
[Lo yakin Lo naik kelas? Haha... Tapi ada syaratnya, Lo sanggup?]
Deka di seberang sambungan pesan berpikir. Jika Angel pasti merencanakan sesuatu sampai Ia mengajukan sebuah syarat. Bukan Deka namanya kalau tidak peka. Bocah konyol itu akan mendukung apa pun yang Angel lakukan. Dan tanpa berpikir panjang Deka menyetujuinya.
Setelah berbalas pesan dengan Deka, Angel hendak meletakan ponselnya karena penasaran dengan kado yang tersusun rapi di meja. Saat hendak membuka salah satunya Dista mengetuk pintu dan masuk.
“Sayang, ini ada yang tertinggal. Kado kamu dari seseorang, buka saja!”
Angel menerima paper bag dari tangan Mamanya dan membukanya perlahan. ternyata sebuah kotak besar. Angel meyakini jika isi box itu adalah sepasang sepatu.
“Dari siapa Ma? Nggak ada notes nya.”
“Aaa.... lucu banget! Ih tahu banget sih sama selera Angel. Pasti ini dari si Deka iya kan?” tanya Angel.
Angel mencoba sepatunya dan ternyata pas dengan ukuran kakinya. Warna sepatunya pun adalah warna favorit Angel. Gadis itu mencobanya dengan berjalan mondar-mandir di kamarnya. Angel akan memakainya saat wisata sekolah nanti.
Angel mengatakan jika Deka memberitahu jika seminggu lagi sekolah akan mengadakan wisata ke Bali selama beberapa hari. Dista paham jika Angel akan dikenakan biaya untuk kegiatan sekolah perjalanan lintas pulau itu. melihat Angel sangat menyukai sepatunya, Dista kesulitan memberitahu siapa yang menghadiahkan sepatu itu.
“Tapi itu bukan dari Damar sayang.”
“Lalu dari siapa? Nggak ada yang kenal Angel lebih baik dari pada Deka.” Angel melepas sepatunya dan memasukkannya lagi ke dalam boxnya. Kemudian menatap Mamanya karena penasaran.
“Dari guru kamu saat datang menjenguk mu.”
“Hah? Pak Leon? Nggak mungkin...”
...
Apa pak Leon belom menikah dengan umur segini,Atau pak Leon sekarang Duda??🤔🤔
Mampir thor,kayaknya seru..