Lysaa seorang gadis yatim piatu yang berusaha keras mencari tahu siapa yang telah membunuh kedua orang tuanya. Namun siapa sangka, ia tanpa sengaja malah membongkar kasus besar yang selama ini berusaha di tutupi oleh sejumlah pihak.
Berbekal ilmu bela diri yang di ajari oleh Ayahnya serta kepiawaiannya dalam meretas data serta informasi yang di ajari Ibunya membuat Lysaa memantapkan tujuannya untuk menghukum orang-orang yang telah menjadikannya seorang gadis sebatang kara.
Bagaimana cerita selanjutannya?
Yuk baca kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Makan Malam Yang Menegangkan
Bab 35. Makan Malam Yang Menegangkan
Lysaa memalingkan wajahnya setelah beberapa saat yang lalu ia dan Hyun berciuman tanpa sengaja. Ada perasaan aneh menggelitik yang perlahan mulai merayap di hatinya yang membuatnya kebingungan karena ia tidak membencinya.
"Maaf, tanpa sengaja aku..."
Tok... Tok... Tok..
"Tuan muda, tuan besar sudah kembali. Anda di minta untuk bertemu dengan beliau."
"Wah, waktunya tepat ya... Hehehe. Aku akan segera kembali. Kau bebas mau melakukan apapun di kamar ini."
Hyun perlahan bangun dari tempatnya dan berjalan meninggalkan kamarnya dimana ada Lysaa di sana. Ia pun mengikuti kepala pelayan yang menuntunnya dimana sang ayah berada.
"Fiuuh...! Jantungku, kenapa berdebar-debar ya? Apa mendadak aku kurang sehat? Hmm... Seperti aku kurang olahraga. Sudah lama juga aku tidak melakukan sparing. Setelah pulang dari sini, aku harus melakukannya dengan para preman yang meresahkan di jalan."
Lysaa duduk di sofa dan mengambil remote TV sembari menunggu Hyun memanggil dirinya untuk bertemu dengan Baek Gilyong, orang yang di targetkan oleh Lysaa.
Hari semakin beranjak gelap dan Lysaa masih terus menunggu sampai akhirnya pintu kamar itu terbuka dan Hyun menampakkan dirinya disana.
Lelaki itu tersenyum dan sedikit canggung berhadapan dengan Lysaa mengingat kejadian beberapa saat yang lalu yang membuat jantungnya bergemuruh riang.
"Ehem, kau sudah siap?"
Lysaa segera berdiri dan melangkah menghampiri Hyun.
"Ayo, aku sudah siap sejak tadi." Jawab Lysaa tegas.
Hyun mengangguk. Lalu ia mengulurkan tangannya untuk menggandeng Lysaa. Lysaa yang sudah bertekad pun tidak ingin mundur begitu saja, ia pun meraih tangan itu dan menggenggamnya.
Hyun dan Lysaa melangkah bersama menuju sebuah ruangan. Dan disana, semua mata tertuju pada mereka saat mereka masuk bersama.
Lysaa menatap satu persatu orang-orang yang berada dalam ruangan itu. Yang menjadi pusat perhatiannya adalah pria paruh baya yang juga menatapnya dalam diam.
"Lysaa!" Gumam seseorang saat melihat kehadiran gadis itu di rumahnya.
Lysaa menoleh, dan tampak Yoojun sedikit terkejut akan kehadiran dirinya. Namun Lysaa mengabaikan pemuda itu dan mengikuti Hyun memberi salam kepada orang paling berkuasa di rumah itu.
"Ayah, ini Lysaa. Dia pacarku."
Mata Yoojun sesaat membesar karena terkejut mendengar penuturan Hyun.
"Selamat malam, tuan. Saya Lysaa." Ujar Lysaa memperkenalkan diri dengan sedikit membungkukkan tubuhnya tanda memberi hormat kepada pria paruh baya itu.
"Hmm."
"Duduklah, Lysaa."
Hyun menarik kursi untuk mempersilahkan Lysaa duduk. Setelah itu, baru lah ia sendiri duduk di samping Lysaa.
Tidak ada yang bersuara dalam ruangan itu. Sehingga suasana tegang pun tercipta dalam keheningan itu. Lysaa pun mencoba tetap bersikap tenang dan santai, meski ia tahu sedari tadi Tuan Baek terus memperhatikan dirinya.
"Sayang, apa aturan di rumah kita harus kita ubah? Sepertinya Hyun tidak lagi mau menurutinya. Padahal aturan itu nasehat yang bagus untuk kebaikan siapa pun yang mentaatinya. Bukan begitu Yoojun?"
Akhirnya sang nyonya rumah tidak tahan lagi untuk tidak bersuara memprotes prilaku Baek Hyun yang merupakan anak tirinya.
Hyun tersenyum santai, namun dalam hatinya ia tersenyum getir mendengar ucapan ibu tirinya. Sedangkan Yoojun hanya diam saja dan tetap menyantap makanannya.
"Hmm. Sudah lah, makan saja."
Perintah Tuan Baek membuat istrinya seketika masam muka melihat ke arah Hyun yang menunduk dan kembali dengan santai menyantap makan malamnya.
"Tadi siapa namamu? Lysaa?"
"Ya, Tuan. Saya Lysaa."
"Hmm."
Hening, setelah itu Tuan Baek tidak berkata maupun bertanya apa-apa lagi. Namun Lysaa, menjadi sangat penasaran dengan foto ibunya yang ada di rumah itu.
"Tuan, apa setelah ini saya bisa mengobrol dengan anda sebentar? Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan." Tanya Lysaa dengan percaya diri.
"Lancang!" Sergah sang nyonya.
Tuan Baek menatap istrinya tajam. Dan sang nyonya pun tak bisa berbuat apa-apa selain menahan rasa kesalnya dalam hati dan menatap sinis Lysaa juga Hyun.
"Kau bisa temui aku setelah makan malam ini." Ujar Tuan Baek.
"Baik Tuan." Jawab Lysaa sambil tersenyum. Ia senang karena rencananya berjalan dengan lancar.
Sang nyonya mengepalkan tangannya di bawah meja makan. Sedangkan Yoojun mengelap mulutnya pelan dengan tisu.
"Maaf, aku duluan. Aku sudah selesai makan." Ujar Yoojun langsung beranjak berdiri tanpa menunggu seseorang berkomentar.
Makan malam itu pun berakhir. Dan begitu Tuan Baek memasuki ruang kerjanya di rumah itu, Lysaa pun di panggil kesana.
"Maaf Tuan Muda. Hanya nona Lysaa yang di ijinkan masuk." Ucap kepala pelayan menahan gerakan Hyun yang hendak masuk ke ruang kerja Ayahnya bersama Lysaa.
"Hmm, begitu rupanya. Ternyata Ayahku juga bisa langsung tertarik padamu." Ucap Hyun kepada Lysaa.
Tanpa membalas ucapan Hyun, Lysaa segera masuk ke dalam ruangan. Kepala pelayan pun menutup kembali pintu dengan rapat atas perintah tuannya karena sepertinya akan terjadi percakapan yang penting disana.
Lysaa berjalan perlahan mendekati Tuan Baek yang berdiri di balik meja kerjanya. Lelaki paruh baya itu memandangi pemandangan luar jendela yang di penuhi lampu-lampu di malam itu.
"Kenapa kau ingin berbicara padaku?" Tanya Tuan Baek tanpa menoleh kepada Lysaa karena lelaki itu pasti sudah menyadari ke keberadaan gadis itu.
"Kim Hyeri, die ibu saya. Sepertinya Tuan mengenal ibu saya."
Mata Tuan Baek seketika langsung melirik kepada Lysaa sekilas.
"Hmm, begitu rupanya."
Terdengar helaan napas panjang dari Tuan baek dalam diamnya.
"Yang saya tahu, terakhir ibu saya bekerja di rumah ini." Bohong Lysaa, karena sebenarnya itu hanya sebuah asumsi Lysaa yang ia cari kebenarannya. "Dan saya yakin Tuan tahu, kalau ibu saya meninggal dalam sebuah kecelakaan." Lanjut Lysaa.
"Hmm..."
Tuan baek tidak berkata apa-apa dan hanya mendengarkan Lysaa berbicara. Namun otaknya tidak sediam mulutnya karena terus berpikir, apa alasan gadis itu tiba-tiba muncul dan mengakui jati dirinya yang sebenarnya.
"Jadi apa tujuanmu masuk ke dalam rumah ini? Apa kau hanya memanfaatkan Hyun?"
"Tergantung dari apa yang akan terjadi pada saya setelah ini. Saya memang memiliki tujuan ke rumah ini, tadinya. Tapi tujuan saya bisa saja berubah arah, semua tergantung dari apa yang saya temukan disini." Jawab Lysaa tanpa ragu.
"Ya, Kim Hyeri memang dulunya bekerja disini. Dia pegawai yang kompeten dan baik. Aku cukup puas dengan kinerjanya selama bekerja di rumah ini. Dan aku juga terkejut saat mengetahui dia mengalami kecelakaan."
"Apa anda yakin itu hanya sebuah kecelakaan?" Selidik Lysaa.
Tuan Baek membalikkan tubuhnya dan melihat kepada Lysaa.
"Penyelidikan sudah dilakukan, dan hasilnya adalah kecelakaan."
Lysaa tersenyum getir. Dan hal itu membuat Tuan Baek yang tadinya bersikap santai berubah serius menatap Lysaa.
"Yah...Sepertinya, Tuan sudah membuat pilihan untuk mengubah arah tujuan saya."
"Hentikan! Jangan buat hidupmu sia-sia. Aku mengatakan demikian, karena aku menghargai mendiang Kim Hyeri."
"Kenapa aku harus berhenti?" Lysaa mulai kehilangan kesabarannya. "Apa Tuan takut kebusukan yang terkubur lama akan terungkap?!" Sarkas Lysaa.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen ya, terima kasih 🙏😊