Kesalahan satu malam Arsenio Bagas Dharmendra (28 th) menyeret seorang gadis bernama Aileen Bela Cempaka (23 th) di dalam sebuah pernikahan tanpa cinta.
Arsenio tak sengaja menyeret Aileen untuk tidur bersama dengan dirinya saat gadis itu sedang bekerja di sebuah hotel di mana Arsenio mengadakan pesta. Dalam kondisi mabuk Arsenio membawa Aileen ke kamar hotelnya hingga keduanya melakukan hal terlarang yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri.
"Aku hamil!" gumam Aileen memberanikan diri untuk bertemu dengan seorang pria yang telah menidurinya dua bulan lalu.
"Baik! Kita akan menikah!" ujar Arsenio dengan datar.
Aileen pikir cobaannya telah berakhir setelah Arsenio bertanggungjawab tetapi ternyata ia mengantarkan nerakanya sendiri saat bersama dengan Arsenio yang tak pernah menganggapnya ada.
Mampukah Aileen bertahan dalam pernikahan tanpa cinta yang dilakukannya oleh Arsenio?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 (Mulai Perhatian)
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
...****...
Arsenio membuka matanya dengan perlahan, ia melihat Aileen masih berada didalam pelukannya, karena biasanya Aileen sudah bangun terlebih tetapi kali ini Aileen masih berada didalam dekapan hangatnya.
Melihat baju Aileen yang tersingkap keatas membuat Arsenio menelan ludahnya dengan kasar, ia bangun dengan perlahan dan mencium perut Aileen dengan gemas, memikirkan anaknya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia membuat Arsenio tersenyum bahagia.
"Eugh..." Aileen melenguh dengan perlahan saat ia merasakan ada sesuatu yang mencium perutnya.
Aileen membuka matanya dengan perlahan, ia tersenyum tipis melihat Arsenio yang menarik bajunya semakin keatas agar Arsenio bisa mencium perutnya tanpa ada penghalang. Aileen menggigit bibir bawahnya saat ciuman Arsenio semakin keatas bahkan Arsenio menarik penutup gunung kembarnya keatas hingga Arsenio leluasa m*nyusu bak seorang bayi yang sangat kehausan.
"Eugh... M-mas..." gumam Aileen dengan lirih.
"Hmmmm..." Arsenio hanya berdehem karena ia masih fokus dengan kegiatannya sekarang.
Aileen juga tidak menolak bahkan ia membiarkan Arsenio bak seorang bayi sekarang. "Mas miring saja posisinya ya! Engap banget!" gumam Aileen yang membuat Arsenio menghentikan kegiatannya.
"Lepas bajunya saja!" ujar Arsenio dengan tegas yang diangguki oleh Aileen.
Aileen bangun terlebih dahulu dan melepas seluruh pakaiannya hingga dirinya benar-benar sangat polos hingga Arsenio menelan ludahnya dengan kasar bahkan miliknya sudah berdiri dibalik celana yang ia pakai sekarang.
Dengan cepat Arsenio langsung melancarkan aksinya kembali yang membuat Aileen tersenyum dan mengeluas kepala Arsenio dengan sayang.
"Pelan-pelan, Mas. Tidak ada yang minta kok!" gumam Aileen dengan menahan des*hannya.
"Hmmm..."
Bukan hanya Arsenio yang keenakan tetapi sekarang Aileen juga apalagi tangan Arsenio menyentuh bagian sensitif miliknya dengan gerakan yang membuat Aileen tidak bisa menahan suaranya.
"E-enak, Mas!" gumam Aileen memejamkan matanya.
Arsenio menyeringai mendengar suara desah*n Aileen yang menambah gairahnya saat ini. Hawa panas yang ia rasakan membuat Arsenio membuka seluruh pakaiannya dan membuangnya ke sembarangan arah hingga jatuh tergeletak dibawah.
"Hadap belakang, Aileen!" perintah Arsenio yang diangguki oleh Aileen.
Aileen langsung memunggungi suaminya, ia paham jika mereka saling berhadapan maka akan susah untuk bercinta karena perut Aileen yang sudah membesar. Kini, hanya ada suara erangan dan desah*n yang memenuhi kamar Arsenio dan Aileen, keduanya bermandikan keringat bersama. Baik Aileen dan Arsenio sangat menikmati percintaan panas mereka di pagi hari ini, bahkan suasana mendung sangat mendukung kegiatan mereka saat ini.
*****
Arsenio menikmati rokok yang berada di tangannya setelah ia puas bercinta dengan Aileen. Saat ini ia sedang duduk di sofa kamar dengan menghadap kearah balkon. Sedangkan Aileen masih tertidur karena kelelahan melayani suaminya, bahkan setelah makan pun keduanya tetap melakukan percintaan panas kembali yang membuat Aileen benar-benar sangat kelelahan apalagi hujan semakin deras turun pagi ini yang membuat Aileen bertambah lelap dalam tidurnya.
Aileen membuka matanya dengan perlahan saat tak merasakan Arsenio disampingnya lagi. Ia mencoba bersandar di kepala ranjang dan langsung melihat Arsenio yang sedang duduk membelakangi dirinya dengan merokok karena ia melihat kepulan asap putih di udara.
"Mas!" panggil Aileen dengan lembut.
Arsenio memiringkan kepalanya hingga menatap kearah Aileen. "Kenapa?" tanya Arsenio dengan santai.
"Mas, boleh gak aku meminta satu permintaan lagi? Mas jangan merokok ya itu tidak baik untuk kesehatan Mas apalagi untuk kesehatan anak kita, asap rokok itu tidak baik untuk bayi kita, Mas!" ujar Aileen yang membuat Arsenio tampak berpikir.
Arsenio langsung mematikan putung rokoknya dan membuangnya ke tong sampah karena benar kata Aileen asap rokok tidak baik untuk bayi mereka, sepertinya Arsenio sudah mulai perhatian dengan istrinya tersebut.
Aileen langsung tersenyum saat melihat Arsenio mau menuruti ucapannya. Ada rasa lega di hatinya ketika Arsenio sudah mulai perhatian dengan dirinya. Aileen bangun dari kasur dan memunguti pakaian mereka yang berserakan serta menaruhnya di keranjang pakaian kotor.
"Kamu mau menggoda saya dengan berjalan tanpa pakaian seperti itu?" tanya Arsenio dengan datar.
Aileen tersenyum tipis. "Enggak, Mas. Aku mau langsung mandi kok! Sebentar ya!" ujar Aileen berjalan cepat ke kamar mandi tanpa melihat kearah Arsenio karena ia sudah sangat malu dengan ucapan Arsenio padahal sebenarnya Aileen benar-benar tidak sadar jika dirinya masih tidak memakai pakaian sedikitpun bahkan banyak sekali tanda kepemilikan yang Arsenio buat di tubuhnya.
Arsenio hanya terkekeh melihat tingkah Aileen pagi menjelang siang ini, entah kenapa ia terhibur dengan tingkah Aileen. Arsenio hanya bisa geleng-geleng kepala membayangkan tingkah menggemaskan Aileen yang baru ia sadari selama ini.
Arsenio menunggu Aileen dengan bermain dengan ponselnya, ia hanya menyeringai mendapatkan pesan dari sepupunya yang sudah mengeluh dengan pekerjaannya, tetapi Arsenio bukannya kasihan malah semakin senang melihat Kirana seperti ini. Bahkan Arsenio hanya membalas pesan dari Kirana dengan singkat setelah itu Arsenio meletakkan ponselnya kembali saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.
"Mas, kamu tahu gak? Semua pakaian yang ada didalam lemari sudah hampir tidak muat bahkan pipiku membengkak," ujar Aileen dengan merengek mendekati Arsenio.
"Kalau hujan reda kita beli pakaian baru," jawab Arsenio dengan santai.
"Kita? Mas mau menemani aku beli pakaian baru? Boleh gak aku beli daster saja? Rasanya lebih plong kalau pakai daster," ujar Aileen dengan tersenyum.
"Senyamannya kamu saja! Sekalian kita beli peralatan bayi. Besok juga sudah ada tukang yang akan merenovasi kamar buat anak kita," ujar Arsenio yang membuat mata Aileen berbinar.
"Yang benar, Mas? Aku boleh kan mendekorasi kamar anak kita? Aku ingin menciptakan kenangan untuk kita. Boleh ya, Mas?" ujar Aileen dengan duduk di hadapan Arsenio dan memegang tangan Arsenio dengan penuh harap.
"Iya terserah kamu mau mendekor kamar anak kita seperti apa!" sahut Arsenio menatap mata Aileen.
Entahlah setiap menatap mata Aileen rasanya Arsenio merasa bersalah dengan wanita yang sudah mengandung anaknya ini. Bahkan sekarang bibirnya tidak bisa lagi menolak semua permintaan Aileen seperti sebelum-sebelumnya.
"Terimakasih, Mas! Aku bahagia sekali," ujar Aileen dengan tersenyum.
Arsenio menganggukkan kepalanya dengan perlahan. Dan bahkan Arsenio menyuruh Aileen untuk duduk di sampingnya dengan menatap hujan dan menikmatinya berdua.
"Kamu juga boleh memberikan nama untuk anak kita," ujar Arsenio yang membuat Aileen sangat terkejut.
"Kalau itu enggak, Mas. Mas saja yang memberikan nama karena Mas lebih berhak atas anak kita," gumam Aileen memandang jauh kedepan seakan ia melihat masa depannya nanti tanpa anak dan suaminya, rasanya sangat menyeksakan sekali tetapi Aileen harus kuat dan bangkit setelah itu.
Aileen yakin ia bisa bangkit dari semuanya dan setelah ia berpisah dengan Arsenio, Aileen bertekad untuk menjadi wanita yang lebih baik lagi. Baik dari segi materi atau kehidupannya nanti, ia tidak ingin diremehkan maka dari itu setiap uang yang diberikan Arsenio ia tabung dengan sebaik-baiknya untuk masa depannya nanti. Dan semoga saja semua akan indah pada waktunya, dan Chelsea tidak akan melarangnya bertemu dengan anak kandungnya sendiri.
Sedangkan Arsenio juga terdiam seakan ia juga merasakan apa yang Aileen rasakan saat ini. Dan kenapa rasanya sangat menyesakkan sekali saat membayangkan jika nanti Aileen akan pergi dari hidupnya.
semangat ya nulisnya😍😍