NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:73k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Ada yang aneh.

​Clarissa menyentuh kulit lengannya sendiri. Rasanya lebih kencang, lebih hangat, dan saat ia mencoba menggerakkan tangannya secara cepat, ia bisa merasakan aliran energi yang halus mengalir di bawah kulitnya. Matanya yang biasanya hanya menunjukkan ketegasan, kini tampak lebih jernih dan tajam—seolah ia bisa melihat detail ruangan dengan jauh lebih jelas.

​Devan melangkah masuk ke ruangan itu, bersandar di pintu sambil melipat tangan di dada. Ia tersenyum tipis melihat istrinya yang tampak "berbeda".

​"Teknik itu mulai bereaksi," ucap Devan. "Darahmu sudah mulai teroksigenasi oleh energi Naga. Stamina dan refleksmu sekarang jauh di atas manusia rata-rata."

​Clarissa berbalik, menatap suaminya dengan rasa takjub. "Aku merasa... ringan. Seolah-olah aku bisa berlari sepuluh kilometer tanpa merasa lelah sama sekali."

​"Itu baru permulaan," Devan melangkah mendekat, membelai pipi Clarissa. "Tapi ingat, Bos, musuh kita belum menyerah. Mereka sudah memanggil orang-orang yang jauh lebih berbahaya dari Gagak Hitam."

​Clarissa menatap mata Devan dengan keberanian yang baru. Ia tidak lagi ketakutan. "Aku tidak akan menjadi bebanmu lagi, Devan. Ajarkan aku bagaimana cara melindungi diriku sendiri."

​Devan terdiam sejenak. Ia melihat tekad baja di mata istrinya. Ia tahu, dalam dunia yang ia jalani, seseorang yang dicintainya tidak bisa hanya menjadi bunga di dalam vas. Dia harus tumbuh menjadi duri yang tajam.

​"Baiklah," Devan menarik napas panjang. "Mulai hari ini, aku akan melatihmu bukan hanya untuk bernapas, tapi untuk bergerak. Aku akan membuatmu menjadi seseorang yang tidak bisa disentuh oleh siapa pun."

​Malam Harinya

​Tiba-tiba, lampu di seluruh kompleks rumah mewah itu mati total.

​Suasana hening yang mencekam menyelimuti rumah. Devan yang sedang berada di ruang tengah langsung kaget. Insting Dewa Perang-nya berteriak nyaring. Ini bukan pemadaman listrik biasa. Ini adalah sabotase sistemik.

​"Sistem, deteksi," perintah Devan dalam hati.

​[Sistem Mendeteksi: Sinyal Pengacak Frekuensi Aktif. Terdapat lima titik panas (heat signature) yang menyelinap melalui taman belakang. Mereka memiliki peralatan kamuflase optik dan senapan serbu kelas militer.]

​Devan tidak panik. Ia justru tersenyum kecil. Musuh telah masuk ke dalam "kandang naga".

​Ia berbisik ke arah alat komunikasi kecil yang terpasang di telinganya, yang terhubung langsung dengan earpiece Clarissa di kamar atas. "Clarissa, lakukan posisi pertahanan yang kuajarkan tadi. Jangan keluar kamar. Biarkan mereka mendekat."

​Di lantai atas, Clarissa menarik napas dalam, memusatkan energinya. Ia tidak lagi gemetar. Ia melangkah menuju jendela, merasakan getaran langkah kaki musuh di taman melalui lantai kayu yang sensitif.

​Di taman belakang, lima sosok bayangan bergerak seperti hantu. Mereka adalah anggota Black Cobra yang paling mematikan. Mereka bergerak menuju pintu utama dengan sangat terkoordinasi.

​Namun, saat mereka menginjakkan kaki di teras, mereka merasakan sesuatu yang janggal. Udara di sekitar rumah itu terasa berat. Sangat berat.

​"Target terlihat di ruang tengah," bisik salah satu tentara bayaran melalui radio.

​Mereka mendobrak pintu utama dengan serentak.

​BRAK!

​Namun, ruangan itu kosong.

​Tiba-tiba, sebuah suara bariton yang dingin bergema dari sudut ruangan yang gelap.

​"Kalian salah memilih tempat untuk mati."

​Vindicator, pemimpin kelompok itu, mengangkat senapannya ke arah asal suara. Namun sebelum ia sempat menarik pelatuk, sebuah benda tumpul melesat dari arah atas dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat mata, menghantam senjata di tangannya hingga hancur.

​Itu adalah Clarissa. Dia melompat dari lantai dua dengan presisi yang sempurna, mendarat tepat di depan para tentara bayaran itu dengan gaya yang sangat elegan namun mematikan.

​Para tentara bayaran itu terpaku sejenak. Mereka mengira targetnya hanyalah seorang pengusaha wanita yang lemah. Tapi yang mereka hadapi sekarang adalah seorang wanita dengan aura yang seolah memancar dari dalam tulang-tulangnya.

​Vindicator tertawa kecil di balik topengnya. "Menarik. Kita akan lihat seberapa kuat 'mainan' Jenderal ini."

​Pertarungan di rumah itu baru saja dimulai, dan untuk pertama kalinya, Devan hanya berdiri di pojok ruangan dengan tangan bersedekap, menatap istrinya yang mulai bertarung dengan gerakan yang sudah terasah oleh teknik Naga Kuno.

​"Tunjukkan padaku, Clarissa," ucap Devan dengan bangga. "Tunjukkan pada mereka siapa ratu di rumah ini."

1
awesome moment
pengkhianat sll dri org terdekat bahkan mgk...(nampak) berjasa
awesome moment
sistem bekerja mutlak
awesome moment
wir2 menuai hasil tanaman kejahatannya
awesome moment
kekuatan fisik dan kekuatan finansial mmg senjata ampuh
awesome moment
pasukan wir2 tu saking meremehkan ato mmg kere c? masa senjatanya ketengan bgono
awesome moment
clarissa bukan perempuan menye2
kiyoe: bukan dong kak
total 1 replies
awesome moment
sll pulau cayman. d p c y?
awesome moment
clariss bisa tenang skrg. dia g sendiriian
awesome moment
/Drool//Drool//Drool/clarissa g salah pilih. dia dtg disaat yg tpt.
kiyoe: hehehe
total 1 replies
awesome moment
devan mmg jodoh clarissa kek nya. hebat lho clariss. punya energi yin murni. langka tuch
awesome moment
devan, tdtgn c
awesome moment
😄👍😄siska sm riko kena tonjokan beruntun
kiyoe: heheheh
total 1 replies
Cui Lan Seng
hahaha koplak....merapal mantra kok di depan warung soto tauco🤣
kiyoe: hehe biar tambah enak soto nya kak
total 1 replies
Cui Lan Seng
kospin jasa ga sekalian diakusisi Thor. biar sekalian jadi koperasi multiverse hahahaha
kiyoe: hahah kospin jasa apa itu kak 😄🙏
total 1 replies
Cui Lan Seng
hahhaha baru benar ini novel khas Indonesia bukan terjemahan novel Daxia yg ga ada sentuhan khas lokal Indonesia 👍👍👍
kiyoe: heheh makasih kak cui Lan Seng🙏
total 1 replies
Cui Lan Seng
hahhaha authornya pelit ...kenapa ga dikasih kitab kultivasi pedang awan putih sama pil kultivasi dewa saja plus sekantong bafubroh kelas atas wkwkwk sebungkus mendoan mah cuman 10rb rupiah
kiyoe: hahah tapi kan mending enak mendoan kak 🤣
total 1 replies
Cui Lan Seng
hahahaha author Pekalongannya damana? Kajen kah?
kiyoe: hahah no no yaa 😄
total 1 replies
Cui Lan Seng
ngeri kapitalis itu kayak Rothschild yg jadi dalang kapitalisme sedunia
Cui Lan Seng
wkwkw para pesilat itu kenal drone juga aneh.. aneh
kiyoe: wkwk iyaa dong kak kan zaman modern 🤭🤣
total 1 replies
Cui Lan Seng
Lah kultivasi ganda kok diskip sih...🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!