Kehidupan Naura Anandita ternyata tidak seberuntung anak-anak pada umumnya. Hinaan dan cacian adalah makanan Naura sehari-hari, bahkan penderitaan demi penderitaan tidak pernah absen menghampiri kehidupan Naura. Acara camping sekolah yang seharusnya menjadi momen bahagia, justru menjadi awal penderitaan yang panjang untuk Naura. Naura diperkosa oleh seseorang pria yang mabuk, kehidupan Naura semakin hancur saat Naura diketahui hamil dan diusir oleh orangtuanya sendiri. Ditengah keputusasaannya, tidak disangka Naura dipertemukan dengan orang yang sudah memperkosanya itu. Siapakah dia? Apakah Naura akan meminta pertanggung jawaban orang itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Dinner
Hari demi hari Naura jalani harinya dengan kebahagiaan, Naura beruntung mempunyai Baby sitter yang sangat menyayangi Natta dan Nattan pun sudah mulai nyaman dengan Hana.
Seperti biasa, Andre akan menjemput Naura beserta Hana dan Nattan menuju restoran yang dikelola oleh Naura.
"Ra, nanti malam aku mau mengajakmu dinner, kamu mau kan?" seru Andre.
"Boleh Mas."
"Ya sudah, nanti aku jemput kamu jam 19.00 malam ya."
"Iya."
Beberapa saat kemudian, mobil Andre pun sampai di depan restoran.
"Aku gak mampir dulu, soalnya hari ini aku sibuk."
"Iya Mas, hati-hati."
Sebelum pergi, Andre menciumi Nattan terlebih dahulu setelah itu Andre kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan restoran itu.
Naura mulai melakukan pekerjaannya, sedangkan Hana bermain bersama Nattan.
"Kak, sepertinya Mas Andre menyukai Kak Naura," seru Hana.
"Iya Han, dia memang sudah mengatakan cintanya kepadaku tapi aku belum bisa menjawabnya," sahut Naura.
"Kenapa belum dijawab? Aku yakin malam ini Mas Andre mengajak Kakak dinner karena ingin menagih jawaban dari Kakak."
Naura menghentikan pekerjaannya dan sesaat terdiam.
"Apa aku pantas mendampingi Mas Andre yang sangat sempurna itu?" seru Naura.
"Kenapa tidak, Kakak sangat pantas dan kalian sangat cocok, lagipula Nattan membutuhkan sosok Ayah Kak, kasihan Nattan."
Naura kembali terdiam, ucapan Hana memang ada benarnya. Lagi pula selama ini Andre sudah sangat baik kepadanya, mulai dari memberikannya pekerjaan dan menyayangi Nattan seperti anaknya sendiri.
"Mungkin ini saatnya aku harus membuka hatiku, tapi aku belum bercerai dengan Mas Tristan bagaimana caranya aku meminta cerai kepada Mas Tristan," batin Naura.
***
Malam pun tiba....
Naura sudah dandan sangat cantik karena malam ini dia akan dinner bersama Andre.
"Masya Allah, Kakak cantik banget malam ini," puji Hana.
"Ah kamu bisa aja."
"Pantas saja Mas Andre jatuh cinta sama Kakak karena Kakak cantik."
Naura tersenyum dan terdengar suara klakson mobil dari luar.
"Mas Andre sudah datang, aku pergi dulu ya. Tolong jagain Nattan."
"Siap Kak, Kakak tidak usah khawatir."
Naura pun dengan cepat keluar dari kontrakan, Andre tampak melongo melihat penampilan Naura yang berbeda malam ini.
"Kenapa Mas, lihatin aku terus? Penampilanku jelek, ya?" seru Naura.
"Justru sebaliknya, kamu cantik banget malam ini."
Naura tersipu malu dan itu membuat Andre tersenyum. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Andre sampai di sebuah restoran mewah.
"Ayo."
Andre mengulurkan tangannya dan tentu saja, Naura membalas uluran tangan Andre dan masuk ke dalam restoran itu.
Andre segera memesan makanan dan mereka berdua pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
Setelah selesai makan malam, Andre langsung menggenggam tangan Naura membuat Naura tersentak.
"Ra, aku ingin menagih jawaban darimu, sudah satu minggu aku menunggu dan malam ini aku ingin menagih jawabannya," seru Andre.
"Mas, memangnya Mas yakin menyukaiku? Masih banyak wanita yang lebih baik dari pada aku dan tentunya masih gadis, tidak seperti aku yang sudah mempunyai seorang anak."
"Ra, aku tahu kamu sudah mempunyai anak tapi aku sudah terlanjur sayang sama kamu dan Nattan, jadi aku sudah tidak bisa lepas lagi dari kalian berdua. Jadi, bolehkan aku menjadi Ayah sambung buat Nattan?"
"Tapi Mas, aku belum bercerai dengan Mas Tristan. Aku bingung harus meminta cerai bagaimana, sedangkan aku sudah tidak mau bertemu dan berhubungan dengan keluarga mereka," sahut Naura.
"Apa kamu masih ingat alamat rumah mantan suamimu? aku bisa bantu kamu mengirimkan surat gugatan cerai untuk dia."
Naura terdiam, lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku lupa Mas."
Andre tampak menghela napasnya, Andre pun kembali menatap Naura.
"Ya sudah, sekarang yang terpenting aku ingin tahu jawaban dari kamu dulu, masalah surat cerai nanti aku urus."
Naura terdiam sejenak, hingga beberapa saat kemudian Naura akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas, aku terima kamu."
"Terima kasih Ra, aku janji akan membuat kamu dan Nattan bahagia."
"Iya Mas, aku juga terima kasih karena Mas sudah mau menyayangi aku dan Nattan."
Malam ini adalah malam paling bahagia untuk Naura khususnya untuk Andre, setelah puas, mereka pun memutuskan untuk pulang.
Selama dalam perjalanan, Andre tidak melepaskan genggaman tangannya kepada Naura bahkan sesekali Andre mencium tangan Naura.
Hingga beberapa saat kemudian, mobil Andre pun sampai di depan kontrakan Naura.
"Mas, terima kasih untuk malam ini."
"Sama-sama."
Andre menarik wajah Naura dan mencium kening Naura.
"Salam untuk Nattan dan semoga malam ini kamu tidur nyenyak dan mimpi yang indah."
"Iya Mas."
Naura pun keluar dari dalam mobil Andre dan melambaikan tangan kepada Andre, lalu Andre pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kontrakan Naura.
Sementara itu....
Papi Andrew semenjak keluar dari rumah sakit, bukanya sembuh malah sering sakit bahkan Papi Andrew sering terlihat melamun seorang diri.
"Papi, Papi kenapa? Kok, akhir-akhir ini Papi sering melamun?" tanya Mami Veronika.
"Papi ingin bertemu dengan Naura dan Nattan Mi, Papi ingin meminta maaf kepada mereka karena sudah membuat Naura di penjara dan membesarkan Nattan di penjara. Papi tidak bisa membayangkan begitu beratnya hidup Naura, saat harus membesarkan Nattan di penjara," sahut Papi Andrew.
"Iya Pi, Mami juga ingin meminta maaf kepada Naura karena selama ini Mami sudah bersikap kasar kepada Naura. Semoga Tristan segera bisa menemukan Naura dan Nattan, biar kita bisa meminta maaf kepada Naura," seru Mami Veronika.
Tristan yang awalnya ingin melihat keadaan Papinya, hanya bisa berdiam di depan pintu. Tristan kembali menutup pintu kamar orangtuanya itu dan memilih pergi lalu masuk ke dalam kamarnya.
"Ra, sebenarnya kamu ada di mana sekarang? Please jangan bersembunyi lagi, maafkan aku. Aku sudah sangat menyesal dan saat ini aku sangat merindukan Nattan," gumam Tristan.
***
Keesokan harinya...
Tristan datang ke restoran dengan wajah yang kusut membuat Mike merasa sangat prihatin kepada sahabatnya itu.
Mike tahu kalau saat ini Tristan sudah sangat menyesal dengan perbuatannya di masa lalu.
"Tristan, bagaimana kalau kita bukan cabang untuk restoran kita," usul Mike.
"Buka cabang di mana?" tanya Tristan.
"Bagaimana kalau kita buka cabang di Bandung? Sepertinya Bandung cocok untuk restoran cabang kita."
Tristan terdiam untuk sesaat, hingga akhirnya Tristan pun menyetujui usul Mike.
"Oke, kita coba buka cabang di Bandung dan besok kita pergi ke Bandung untuk mencari tempat yang bagus dan cocok," seru Tristan.
"Nah, gitu dong sekalian kita liburan ke Bandung karena sepertinya kamu butuh liburan biar otakmu kembali fresh."
Andre mendatangi restoran yang dikelola oleh Naura.
"Pagi sayang-sayangku!" sapa Andre.
"Apaan sih Mas, malu tahu ada Hana di sini."
"Tidak apa-apa Kak, anggap saja Hana tidak ada," seru Hana.
Andre tersenyum dan segera menggendong Nattan yang dari tadi meronta-ronta ingin digendong.
"Kak, Mas, Hana ke bawah dulu ya, mau buatkan makanan untuk Nattan."
"Iya, Han."
Hana pun segera menuju dapur restoran untuk membuatkan makanan untuk Nattan.
Andre duduk di sofa dengan mengajak main Nattan, Naura menghampiri kedua jagoannya itu.
"Mas ngapain ke sini? Memangnya Mas tidak sibuk?"
"Tidak, hari ini aku lagi free makanya aku langsung ke sini karena aku merindukan kesayangan-kesayanganku ini," seru Andre dengan mencium pipi Nattan dan Naura secara bergantian.
"Idih gombal, baru saja kemarin malam ketemu sudah rindu saja."
Andre tersenyum dan mengajak main Nattan, jantung Naura berdebar hebat saat melihat Andre mengajak Nattan bermain.
"Terima kasih Mas, sudah hadir di kehidupan kami," batin Naura dengan senyumannya.
Bagi pembaca yang sudah setia dengan karyaku dari sampai sekarang, akan mendapatkan buku dari Author jadi bersiap-siaplah, siapa tahu di antara kalian ada yang beruntung.
kenapa Andre nggak dikasih jodoh jg..
tapi nanti jadi panjang episode atau babnya..
terima kasih author keren...