NovelToon NovelToon
My Old Wife

My Old Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: As-Sana

(ISTRI TUAKU) Ketika cinta tak memandang usia.

Season 1

Angga seorang mahasiswa 24 tahun berusaha untuk mendapatkan hati Keisha wanita karir sukses yang usianya 10 tahun lebih tua darinya.

Cinta yang diberikan Angga begitu tulus, ia menikahi Keisha sebagai bentuk tanggungjawabnya terhadap amanah ibunya sebelum meninggal.

"Nyonya aku datang kemari ingin melamarmu, apa kamu bersedia menjadi istriku?"

Season 2

Cinta akan menyapa pada mereka yang berhati baik.

Setelah mendapatkan kebahagiaan dengan kelahiran Hasa, putra mereka yang telah dinanti lebih dari lima tahun usia pernikahan. Cinta tulus keduanya di uji dengan munculnya orang-orang yang mengaku menyukai keduannya karena kebaikan yang mereka lakukan di masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon As-Sana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berjalan di antara Bintang

~Tanpa adanya Ayah dan Ibu, laksana Malam tanpa bulan~

Hari ini Angga yang mengantarkan Keisha pulang, namun pemuda itu tidak langsung membawa Keisha ke rumah Ayahnya. Dia membawa perempuan itu ke pantai, pemuda itu bilang ingin menenangkan pikiran sejenak. Melihat luasnya laut dan deru ombak yang menerpa karang dapat sedikit mengurangi beban pikirannya.

"Nyonya, jika nanti saya tidak mendapatkan restu dari Ayah saya. Apa Anda akan tetap menikah dengan saya? Atau Anda akan membatalkan pernikahan ini?" Tanya Angga sembari melihat hamparan langit yang luas dengan taburan bintang di sana.

Namun, Keisha hanya diam saja, entah apa yang sedang dipikirkan oleh perempuan itu. Angga juga tidak menuntut jawaban, mata pemuda itu masih fokus memandang ke arah rembulan yang cahayanya mulai redup karena tertutupi oleh awan. Hari ini cuaca juga cerah, setidaknya pemuda itu dapat memastikan kalau malam itu tidak akan turun hujan.

"Jika saja saya tidak pernah kembali lagi, apa Nyonya akan tetap menunggu saya? Atau Nyonya akan menikah dengan pria lain yang mungkin akan di jodohkan Ayah mertua nantinya?"

Kata-kata pemuda itu terdengar sendu, deru ombak membawa hawa sejuk sampai pada tulang punggung mereka. Hanya ada keheningan yang menemani mereka. Setelah konferensi pers itu selesai, Ayah mertuanya telah membelikan tiket pesawat untuknya terbang ke Singapura, tempat Ayah kandungnya berada dan lelaki yang sudah meninggalkan Ibunya demi harta orang tuanya.

"Masih ingatkah Nyonya, saat Anda tidak datang ke kantor hari itu? Dan saya menemukan Nyonya di apartemen dalam keadaan sakit. Hari itu adalah hari seharusnya saya terbang ke sana, untuk menemui lelaki itu dan nenek. Kak Liliyana mendapatkan surat dari laki-laki itu, dan suratnya mengatakan bahwa nenek sedang sakit parah dan dia ingin bertemu denganku."

Kini Angga menghadap ke arah Keisha yang memang sedari tadi mendengarkan ceritanya dan memperhatikannya meskipun perempuan itu tidak mengatakan apa pun. "Aku takut Nyonya, kalau aku tidak akan bertemu denganmu lagi. Aku takut, kalau dia akan membuatku harus meninggalkanmu. Aku takut dia akan menggunakan kekuasaannya untuk menggertakku," batin Angga dalam hati.

"Bisakah Nyonya berjanji padaku untuk menungguku kembali?"

Kini mata mereka beradu pandang cukup lama, dalam sinar kedua mata manusia itu menunjukkan bayangan orang yang dicintainya. Angga dapat melihat sosok Ibunya dalam manik mata Keisha, dan sebaliknya Keisha pun seperti melihat dirinya yang lemah dalam manik mata Angga. Keduanya sama-sama mengalami luka yang dalam dan membekas di sana.

"Nyonya, jika saya katakan bahwa saya menyukai Nyonya apa itu salah?"

Angin laut yang membawa kesejukan menerbangkan rambut mereka, pasir pantai yang putih bersih membasuh kaki mereka. Suara serangga malam juga mulai bernyanyi.

"Saya sudah mendapatkan jawabannya Nyonya, mari saya akan mengantarkan Nyonya pulang."

Pemuda itu bangkit dari duduknya, dia membersihkan sisa butiran pasir di tubuhnya dan bergegas berdiri. Tidak lupa dia juga membantu Keisha untuk berdiri, mereka menapaki jalan meninggalkan tepi pantai dan menuju ke tempat mobil mereka berada. Namun, saat Angga sudah berjalan terlebih dahulu, perempuan itu belum juga bergeming dari posisinya. Keisha masih berdiri tepat dibawah pohon kelapa.

"Apa Nyonya kedinginan?" Tanya Angga seraya menghampiri Keisha. Pemuda itu melepaskan jasnya untuk Keisha dan memakaikannya meskipun perempuan itu juga memakai jas dan kemeja sama sepertinya.

"Sekarang Anda sudah tidak kedinginan, kalau begitu mari pulang. Saya akan mengantarkan Anda sampai di rumah dengan selamat," tutur Angga lagi sembari tersenyum tipis di bibirnya.

Ketika Angga sudah melangkah sepuluh langkah dari Keisha, dan meninggalkan jejak di pasir putih bersih itu, perempuan itu mendekat ke arah Angga dan menggenggam tangan pemuda itu yang terasa dingin.

"Aku akan menunggumu, percaya padaku." Kata Keisha lirih.

"Terimakasih Nyonya," ucap Angga seraya tersenyum.

"Mari kita hadapi ini bersama-sama. Meskipun aku belum menyukaimu, tapi aku akan belajar. Maukah kamu bersabar sedikit lagi?"

Angga mengangguk sebagai jawaban. Keisha langsung mengusap rambut pemuda itu lembut.

"Aku tidak menyangka bocah yang menangis karena uangnya dirampas oleh kakak kelasnya sepuluh tahun yang lalu, ternyata sudah sebesar ini." Kata Keisha lagi dengan tangannya yang masih setia mengusap pucuk kepala Angga.

"Hahaha.. Nyonya membuatku malu. Jangan katakan itu lagi Nyonya, aku sudah berusaha melupakannya," ujar Angga sembari tertawa kecil karena merasa dirinya diperlakukan seperti anak kecil.

"Sekarang bocah itu sudah besar, dan akan menjadi calon suami Anda."Katanya lagi sembari tertawa lepas.

"Iya aku sudah tahu," timpal Keisha seraya menghentikan tindakannya. Perempuan itu bergegas menarik tangan Angga.

"Ayo pulang, atau Ayah akan memarahimu lagi nanti." Ajak Keisha.

"Iya, iya, Anda benar. Ayah mertua akan mencincangku sampai habis. Kalau sampai dia tahu aku membawa lari putrinya," jawab Angga sembari terkekeh kecil. Pemuda itu berjalan mengekori Keisha dari belakang dan membiarkan perempuan itu menarik tangannya dan menuntunnya menuju ke tempat mobil mereka berada.

"Aku berharap ini bukan mimpi Nyonya, saat Anda menggenggam tangan saya seolah-olah tidak ingin saya untuk pergi. Aku harap Nyonya akan selalu tersenyum seperti itu. Dan melupakan kesedihanmu Nyonya," batin Angga dalam hati.

"Maafkanku karena selama ini selalu mendiamimu, aku melihat diriku yang lemah dalam dirimu Angga. Dan aku tidak ingin melihatmu yang rapuh sepertiku, mulai sekarang mari kita saling menguatkan satu sama lain," kata Keisha dalam hati.

Mereka berdua segera memasuki mobil, dan meninggalkan pantai itu dengan kekhawatiran yang mereka rasakan beberapa saat lalu. Mereka mulai menatap masa depan, berharap hidup tidak mempermainkan mereka sama seperti masa lalu mereka yang kelam, dan hidup memberikan sedikit cahaya harapan untuk mereka.

Ketika bulan sudah semakin naik tinggi di atas sana, kedua insan itu telah sampai di kediaman Heru Prawijaya. Mobil Angga pun sudah menepi di depan gerbang rumah lelaki paruh baya itu. Angga membukakan pintu mobil untuk Keisha, kini hubungan mereka tidak canggung lagi.

"Semoga Anda mimpi indah Nyonya, selamat malam," kata Angga sembari tersenyum.

"Hati-hati di jalan," ucap Keisha pelan.

Pemuda itu berlalu pergi dari sana dengan mobilnya, sementara Keisha masih berdiri di depan gerbang menunggu mobil Angga pergi dari sana. Perempuan itu sedikit tersenyum dan memasuki rumah dengan perasaan tenang.

"Aku harap semuanya akan baik-baik saja, Nyonya Susi, terimakasih karena Anda sudah mengirim Angga untuk saya. Saya berharap Nyonya sudah tenang di alam sana," batin Keisha sembari berjalan memasuki rumah berlantai tiga itu.

Di depan rumahnya Heru sudah menyambutnya bersama Hanum, kedua orang tuanya itu tersenyum hangat.

"Aku pulang Ayah," kata Keisha.

Ini adalah kata pertama yang diucapkan Keisha pada Ayahnya, selama beberapa tahun ini dia tidak pernah mengawali percakapan dengan Ayahnya. Tapi malam ini entah kenapa perempuan itu melakukannya. Hari ini Keisha seperti terlahir kembali di kehidupannya.

_____________________^_^

Hallo READER....

Ini EPS 3 hari ini..

Semoga Suka😍😍😍

Jangan lupa Like + Vote + Komennya...😁😁

1
Suherni 123
masih gedeg sama Heru
Suherni 123
tuhkan bukannya ngunjungi kk nya yg tinggal sendirian di negeri orang si helen sengaja ngirim foto bulan madu
Suherni 123
disini juga udah keliatan keluarga nya Keisha ga ada yg perhatian sama Keisha apalagi ayahnya si Heru padahal Keisha itu anak kandungnya
Suherni 123
tuhkan,,, kenalan waktu di Kanada dulu
Suherni 123
Ella cuma anak angkat aja lagaknya sombong amat
Suherni 123
si Julian aja belum jelas siapa dia sekarang nambah Angga lupa ingatan 😵
Suherni 123
waduh,, Angga ngasih ide ke Julian
Suherni 123
dasar Ella
Suherni 123
mungkin Julian kenalan Keisha waktu belajar di Kanada dulu ya sambil berobat efek dari operasi sum sum tulang belakang
Suherni 123
Ella merasa di tipu.....🤔🤔🤔
Suherni 123
tuh kan balik lagi karena anak
Suherni 123
Keisha masih aja mikirin orang lain
sedang keluarga nya ga ada perhatian nya sama perawatan pengobatan nya Keisha
Suherni 123
selalu aja ngerepotin keisha dan Angga
Suherni 123
masih gedeg aja sama pak Heru 😬
Suherni 123
coba pak Heru tau Keisha donorin sum sum tulang belakang nya terus ada efeknya masih acuh ga sama Keisha
aneh lebih berat sama anak tiri daripada anak kandung
Suherni 123
duh Keisha terlalu lembek lah
Suherni 123
paling ujung ujungnya balik lagi tuh si kevin karena anak
Suherni 123
idih pd banget pak nyerahin anaknya buat Keisha,,
Suherni 123
pak Heru ga sadar diri ya,, yang di omongin orang itu benar dengan memberikan saham buat Doni agar bisa nikahin Keisha itu kesannya ngejual anak
Suherni 123
hadeh kei kenapa mesti nolongin tuh orang luknut yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!