NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anjing Penjaga Kedai Teh

---

Kota Batu Hitam tidak pernah sesunyi itu.

Setelah Mo Sha dipaksa duduk, tidak ada yang berani bernapas keras. Warga yang tadi lari bersembunyi di selokan, di bawah meja, di dalam sumur, kini mengintip dari celah-celah dengan mata melotot.

Di luar gerbang kota, pemandangan paling absurd dalam sejarah 500 tahun kota itu terjadi.

Raja Iblis setinggi 10 meter, dengan tanduk melengkung dan sayap robek yang bisa menutupi matahari, duduk bersila seperti anjing yang dihukum majikannya. Di depannya, berdiri seorang pria muda berjubah hitam compang-camping yang tingginya tidak sampai 180 cm, penjual teh yang biasa mereka sepelekan.

Mo Sha mencoba berdiri. Otot-otot batu hitam di kakinya bergetar, lava hitam menetes dari retakan kulitnya karena marah dan malu. Dia menggeram, dua lubang matanya yang menyala menatap Xiao Chen dengan kebencian 5000 tahun.

"Aku... aku adalah Mo Sha! General Kegelapan! Aku memakan 3000 kultivator Nascent Soul sebelum disegel! Kau... kau hanya penjaga sampah! Lepaskan aku!"

Xiao Chen tidak menjawab dengan kata-kata. Dia mengangkat kakinya, dan menendang batu kecil di depannya.

Batu kecil itu melayang pelan, dan menyentuh lutut Mo Sha.

_DUM!_

Bagi warga kota, itu hanya batu kecil. Bagi Mo Sha, batu kecil itu terasa seperti gunung seberat 10.000 ton yang menghantam lututnya. Kakinya yang mencoba berdiri, kembali tertekuk paksa.

_BRUK!_

Mo Sha kembali duduk dengan lebih keras. Tanah retak lebih dalam. Beberapa rumah di dekat gerbang yang sudah retak, kini ambruk total.

"Kau masih berisik," kata Xiao Chen dengan nada yang sama seperti saat dia menegur pelanggan yang berisik di kedainya. "Aku sudah bilang, peraturan kedai tehku yang pertama adalah jangan berisik."

Dia berjalan memutari Mo Sha yang sedang duduk. Setiap langkahnya pelan, tapi setiap langkahnya membuat rantai hitam yang tidak terlihat, yang sudah tertanam di jiwa Mo Sha selama 1000 tahun, semakin mengencang.

"Kau tahu kenapa selama 1000 tahun aku tidak pernah membunuhmu, Mo Sha?" tanya Xiao Chen sambil menepuk lutut batu Mo Sha seperti menepuk anjing. "Padahal aku bisa. Aku bisa turun ke dasar jurang dan mencabikmu saat kau tidur. Tapi aku tidak."

Mo Sha menggeram menahan sakit.

"Karena kau berguna," lanjut Xiao Chen. "Kau adalah alarm. Selama kau masih di dasar dan masih takut padaku, itu artinya segel masih ada. Selama kau masih menggeram di bawah, iblis-iblis kecil di atas tidak berani naik terlalu banyak. Kau adalah anjing penjaga untuk anjing-anjing yang lebih kecil. Lucu, kan?"

Xiao Chen berhenti di depan wajah Mo Sha. Dia mengulurkan tangannya, dan menyentuh salah satu tanduk Mo Sha yang besar.

Saat jarinya menyentuh tanduk itu, ingatan 1000 tahun mengalir.

Mo Sha melihatnya. Dia melihat Xiao Chen yang berumur 15 tahun, duduk sendirian di atas segel yang dingin, menangis di malam pertama karena kangen rumah. Dia melihat Xiao Chen berumur 50 tahun, dengan janggut mulai tumbuh, membunuh 300 iblis dalam satu malam tanpa tidur. Dia melihat Xiao Chen berumur 500 tahun, yang sudah tidak menangis lagi, yang matanya sudah kosong, yang darahnya sudah berubah menjadi hitam keemasan karena terlalu banyak menghirup energi jurang. Dan dia melihat Xiao Chen berumur 1000 tahun, yang bangun, meletakkan pedang kayunya, dan pergi tanpa menoleh.

Mo Sha akhirnya mengerti. Pria di depannya bukan lagi manusia yang menyegelnya. Pria ini adalah jurang itu sendiri.

Tubuh Mo Sha yang besar mulai mengecil. Bukan karena sihir pengecil. Tapi karena dia sendiri yang mengecilkan tubuhnya karena takut. Dari 10 meter, menjadi 5 meter, menjadi 3 meter, menjadi 2 meter, seukuran manusia tinggi besar.

Dia menundukkan kepalanya yang bertanduk itu, menyentuh tanah di depan kaki Xiao Chen.

Tanda menyerah total bagi ras iblis tinggi.

"Ampun... Tuan..." suara Mo Sha kini tidak lagi menggelegar, tapi pelan dan gemetar. "Mo Sha... Mo Sha bodoh. Mo Sha berisik. Mo Sha salah masuk wilayah Tuan."

Warga kota yang melihat itu hampir pingsan berjamaah. Raja Iblis... memanggil Bos Teh dengan sebutan Tuan?

Xiao Chen menarik tangannya dari tanduk Mo Sha.

"Kau datang ke sini karena mencium Tubuh Yin Iblis Murni, kan? Muridku?" tanya Xiao Chen.

Mo Sha mengangguk cepat, kepalanya masih di tanah. "Ya, Tuan. Hamba menciumnya. Hamba lapar. Hamba sudah 5000 tahun tidak makan yang enak. Hamba pikir... Tuan sudah pergi..."

"Dia muridku," kata Xiao Chen lagi, mengulang dengan nada lebih dingin. "Kedua, peraturan kedai tehku: Jangan sentuh barang milikku."

Mo Sha gemetar lebih keras. "Mo Sha mengerti! Mo Sha tidak akan menyentuhnya! Mo Sha akan menjaganya!"

Xiao Chen menatap Mo Sha yang masih menunduk itu lama. Lalu dia berbalik, berjalan kembali ke arah Kota Batu Hitam.

"Ikut aku."

Satu perintah.

Mo Sha langsung berdiri, dengan tubuhnya yang kini hanya 2 meter, mengikuti di belakang Xiao Chen seperti pengawal. Setiap langkah Mo Sha membuat tanah bergetar pelan, tapi dia berusaha berjalan selembut mungkin agar tidak berisik.

Pemandangan itu membuat Hu San yang bersembunyi di selokan, pingsan beneran karena terlalu kaget.

Xiao Chen berjalan masuk kembali ke dalam gerbang kota yang sudah setengah hancur. Warga yang melihatnya langsung menyingkir, memberi jalan, tidak berani menatap Mo Sha yang mengikutinya.

Dia berjalan terus sampai ke Kedai Teh di ujung jalan. Kedai kecil yang pintunya terbuka, uap teh masih mengepul dari teko yang ditinggalkan tadi.

Ling'er yang tadi disembunyikan di dalam peti teh, sudah keluar karena tekanan Mo Sha hilang. Gadis kecil itu melihat Xiao Chen kembali, dan melihat monster besar bertanduk yang mengikutinya, dan langsung bersembunyi lagi di belakang meja.

Xiao Chen masuk ke kedai, mengambil dua cangkir teh. Dia menuang teh jahe hangat. Satu dia berikan pada Ling'er yang gemetar.

"Minum. Biar tidak kedinginan," katanya.

Cangkir kedua, dia letakkan di lantai, di depan pintu kedai. Di luar pintu.

"Duduk di sini," kata Xiao Chen kepada Mo Sha.

Mo Sha melihat cangkir teh kecil itu, lalu melihat tubuhnya yang besar. Dia bingung. Tapi dia tidak berani membantah. Dia duduk di tanah di depan pintu kedai, mencoba melipat kakinya yang besar agar muat di depan kedai kecil itu. Pemandangan itu sangat konyol: Raja Iblis 5000 tahun duduk seperti patung singa penjaga pintu kelenteng, dengan cangkir teh kecil di depannya.

"Jaga kedai ini. Jangan biarkan siapa pun yang berisik masuk. Jangan biarkan iblis lain masuk ke kota ini. Jika ada yang mengganggumu, jangan membunuh. Usir saja. Mengerti?"

Mo Sha mengangguk cepat dan mengangkat cangkir teh kecil itu dengan dua jarinya yang besar seperti capit. Dia mencoba meminumnya. Teh jahe hangat itu masuk ke mulutnya yang biasanya hanya memakan jiwa.

_Panas!_

Mo Sha terkejut. Selama 5000 tahun, dia tidak pernah merasakan hangat. Jurang itu dingin. Segel itu dingin. Teh itu... hangat.

Matanya yang kosong berkedip.

Xiao Chen melihat itu, lalu duduk kembali di kursi bambunya, melanjutkan tidur siangnya yang tertunda.

"Bos Teh..." Ling'er menarik jubahnya pelan, masih takut melihat Mo Sha di depan pintu. "Itu... itu apa?"

Xiao Chen membuka satu matanya.

"Anjing penjaga baru kita. Namanya Mo Sha. Dia tidak gigit, hanya berisik sedikit. Tapi sekarang sudah jadi anjing penjaga kedai teh yang baik."

Mo Sha yang mendengar dirinya disebut anjing penjaga, tidak marah. Malah, dia menegakkan punggungnya, mencoba terlihat lebih seperti anjing penjaga yang gagah, sambil masih memegang cangkir teh kecilnya dengan hati-hati agar tidak pecah.

Sore itu, Kota Batu Hitam yang baru saja hampir kiamat, kembali tenang dengan cara yang paling aneh.

Di ujung jalan, ada kedai teh kecil yang buka seperti biasa. Di depannya duduk monster bertanduk setinggi 2 meter, memegang cangkir teh, mengusir setiap pemburu iblis yang lewat dengan tatapan, karena mereka dianggap "berisik".

Dan di dalam kedai, Bos Teh tidur siang, dan murid kecilnya belajar cara menyeduh teh agar tidak tumpah saat ada monster besar duduk di depan pintu.

Kabar tentang Kedai Teh yang menjadikan Raja Iblis sebagai anjing penjaga pintu, mulai menyebar keluar dari Kota Batu Hitam, terbang lebih cepat dari angin, menuju ke Klan Xiao yang masih berantakan, dan menuju ke 7 Klan Besar lainnya.

Untuk pertama kalinya, nama Xiao Chen bukan lagi dikenal sebagai sampah penjaga jurang.

Tapi sebagai... Bos Teh.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!