NovelToon NovelToon
(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Kisah cinta dua saudara kakak beradik bernama Virly Rastanty dan Berliana Anggraini yang dramatis penuh deraian airmata.

Virly Sang Kakak batal menikah dan diputuskan begitu saja oleh tunangannya. Karena sedih, ia akhirnya mau juga dijodohkan oleh Eyang Uti-nya dengan seorang pria muda tampan bernama Rendy Saputra.

Ternyata Rendy dulunya adalah pacar pertama sang adik di masa SMA.

Kisah bergulir dengan banyak cerita.

Setelah beberapa tahun kemudian, terkuaknya misteri masa lalu Mama mereka. Membuat Berliana memutuskan untuk menikah dengan Kuncoro, mantan tunangan sang kakak yang ternyata adalah anak kandung dari Mama mereka juga.

Justru Berliana-lah yang bukan anak kandung Hilda dan Sapto, orang tua mereka.

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

Yuk kemon para reader tercinta🤗mampir dukung Bubun🙏 please, mohon bantuannya LIKE, KOMEN dan FAVORITNYA 🙏🙏🙏 Semoga semua pembaca berbahagia 🤲 mendapat rezeki yang berlimpah 🤲 aamiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JYT BAB 35 - Amarah Virly

Rendy duduk di bangsal rumah sakit. Termenung duduk dengan pandangan kosong ke depan.

Ia baru sadar, rekam jejaknya bersama Berliana beberapa hari ini menyakiti hati Virly. Dan bukannya menghibur sang istri, dirinya malah kabur.

Rendy diliputi perasaan bersalah namun juga amarah.

Virly meragukan kesetiaannya selama ini.

Dua tahun setengah mereka bersama. Tapi Virly ternyata belum mengenal dirinya.

Sedih hatinya ketika pasangan yang selama ini ia harapkan untuk selalu percaya ternyata menyimpan bara kecurigaan yang berkobar. Padahal Berliana adalah adik kandungnya sendiri.

Virly bahkan terlihat sekali ketidakpercayaannya dengan menjadi mata-mata dalam beberapa hari ini. Sungguh kenyataan yang cukup menyakitkan bagi Rendy.

Walau sebenarnya Virly memang berhak tahu. Dan Rendy merasa sangat bersalah karena menutupi kedekatannya dengan Berliana selama ini.

Rendy mengusap raut wajahnya. Ia berjalan ke luar menuju halaman rumah sakit. Niatnya ingin melepaskan penat dengan merokok.

Tembok pembatas jalan jadi pilihan dirinya untuk lesehan. Sebungkus rokok dengan pemantiknya kini Rendy keluarkan dari saku jaket.

Sebatang rokok ditarik dari wadahnya. Rendy memantik gas korek dan membakarnya. His+pan pertama terasa nikmat seiring hembusan asap mengepul membawa serta gundah hatinya.

Hingga tiba-tiba, Virly menelponnya.

"Hallo?! Yang?"

...[Aku mau pulang ke Jogja! Aku ingin istirahat di rumah orang tua! Aku udah telepon Papa. Dan kemungkinan besok keluar dari rumah sakit, aku akan langsung berangkat ke Jogja dengan travel online!]...

"Sayang,"

...Klik....

Virly mematikan ponselnya. Tak ada kesempatan bagi Rendy untuk menjelaskan.

Rendy yang baru saja menyulut sebatang rokok kreteknya langsung mematikan dan melemparnya ke tong sampah yang ada di pinggir jalan seraya bergegas menuju kamar ruang inap Virly.

"Sayang..."

Virly tak bergeming. Bahkan kini Ia tidak mau menatap wajah suaminya yang terlihat panik.

"Virly..."

Istrinya diam, tak bereaksi apapun.

"Dengarkan aku!"

"Cukup! Cukup sudah! Aku mau pulang ke rumah orang tuaku! Kamu bebas lakukan apapun yang membuatmu bahagia!"

"Tidak ada apa-apa antara Aku dan Berlin, Yang! Sumpah demi Tuhan!"

"Jangan bawa-bawa nama Tuhan! Dosamu akan bertambah nantinya! Leo aku bawa, jadi kamu bisa bebas berduaan dengan si Anna! Awas, aku mau tidur?"

"Virly... Hhh...!"

Rendy hanya bisa membantu Virly menarik selimutnya hingga ke atas.

Virly yang kesakitan tapi tetap mempertahankan egonya demi harga diri.

"Virly..., Berliana malam itu nyaris diperk+sa pria bejad. Dan Aku hanya sebagai penolong saja. Karena kebetulan saat itu akulah yang memergoki perbuatan si Coki pada Berliana."

Akhirnya Rendy berinisiatif menceritakan kejadian yang menimpa Berliana.

Virly termangu. Tapi otaknya masih sangat panas. Emosinya masih berkobar.

"Kalau itu benar, kenapa si Anna bukannya cerita sama Aku, malah lebih dekat sama kamu!? Apa maksudnya coba? Dan kamu sendiri, menutupi dan terus menutupinya dari aku, istrimu sendiri! Apa pantas seperti itu?"

Langsung down mental Rendy.

Ucapan Virly benar. Sangat benar. Dan dia juga punya andil dalam memancing amarah Virly.

"Iya aku salah, aku minta maaf, Yang!"

"Minta maaf setelah ketauan? Andaikan aku gak tau, apa kamu bakalan minta maaf sama Aku?"

Seketika Rendy terdiam.

Virly dalam keadaan teramat marah. Sulit bagi Rendy untuk mencoba mencari celah kebaikan hati sang istri. Kini ia hanya berpasrah. Berharap Virly segera turun tensi amarahnya.

Ternyata cukup sulit menaklukkan hati Virly walaupun Rendy berusaha meluluhkan dengan semua perbuatan tulus plus senyuman manisnya.

Malam yang panjang, terlewati juga dengan perasaan sesak bagi Rendy apalagi Virly.

Rendy tetap menunggui Virly meski setiap ucapannya diabaikan.

Pagi hari bahkan Rendy masih tetap tidak direspon oleh Virly. Dimata Sang istri dirinya bagaikan pria hidung belang yang suka sekali mempermainkan perasaan.

Setelah membersihkan diri, cuci muka juga menggosok gigi, Rendy membantu Virly melap bagian tubuh sang istri agar nyaman dan jauh dari bau tidak sedap.

Ponsel Rendy mendapati video call masuk dari Mbok Darmi. Ternyata wajah Leo sang putra yang pertama kali dilihat.

"Sayang, sayang,... ini Leo! Leo, udah bangun?"

Virly yang tadinya berwajah masam langsung tersenyum lebar. Ia meraih ponsel Rendy dengan kasar.

"Leo, anak Mama!"

Anak Papa juga!

Rendy ingin ikut masuk ke frame kamera ponselnya, tapi ditepis Virly karena ingin mengobrol sendiri saja dengan sang buah hati.

"Sayang! Sayang, Mama kangen! Hik hiks..."

...[Mama..., Mama!!! Mama..]...

Rendy sedih, Leo menangis keras melihat wajah Mamanya. Ia juga ingin menghibur sang putra.

"Leo Sayang! Sabar ya Nak! Mama akan pulang ke rumah!" kata Rendy dengan menyelipkan kepalanya mendekati kamera depan.

Ternyata Virly mendorongnya agak keras. Sehingga Rendy merasa begitu tidak dihargai lagi oleh istrinya itu.

"Sayang! Sayang..., Mama akan pulang siang ini! Om Ajie akan menjemput kita siang ini! Mbok, Mbok Darmi,..."

...[Iya, Bu?]...

"Mbok! Tolong rapikan pakaiannya Leo ya? Lengkap berikut peralatannya sama susu formula dan botolnya juga! Maaf ya, tolong jangan sampai ada yang ketinggalan!"

...[Memangnya Leo mau dibawa ke rumah sakit, apa gimana, Bu?]...

"Leo mau Virly bawa ke Jogja, Mbok! Cukup lama sampai Virly baikan!"

...[Oh, gitu. Iya Bu! Saya rapikan setelah ini.]...

"Iya. Terima kasih ya!? Nanti jam tiga saya akan pulang jemput Leo!"

...[Iya, Bu!]...

Rendy hanya bisa menghela nafas panjang. Diam termenung dengan fikirannya yang galau.

"Yang! Yang kumohon..." sela Rendy, tetapi Virly tak bergeming. Asyik bercanda dan sibuk berusaha menghibur Leo lewat video call di ponsel Rendy.

"Oh ya, maaf aku lupa. Ini ponselmu ya? Khawatir Boss telepon. terutama Boss Anna, iya kan?!"

Virly mengembalikan handphone Rendy yang sudah ditutup sambungan video call-nya dengan Mbok Darmi dan Leo.

Rendy menangkap jemari Virly.

"Kumohon jangan keras kepala! Please, Virly!"

"Aku memang keras kepala! Tidak seperti Berliana-mu yang begitu manis karena penurut. Iya khan?"

Rendy hanya bisa berdecak. Kini Virly benar-benar murka dan sulit untuk diluluhkan hatinya.

Baru saja Rendy hendak merangkul sang istri, tiba-tiba ponselnya berdering lagi.

Kali ini Pak Gunawan yang menelponnya.

"Selamat pagi, Pak! Maaf, hari ini saya izin lagi ya Pak? Istri saya masih dalam kondisi sakit. Maaf, Pak!"

Pak Gunawan memaklumi keadaan Rendy. Beliau hanya ingin memastikan saja. Kalau Rendy apa akan bekerja hari ini atau masih ambil libur demi mengurus istrinya yang kena musibah kecelakaan lalu lintas kemarin siang.

"Aku mau tetirah di rumah Mama! Kamu juga bisa tenang kerja sambil pacaran!"

"Yang!!!"

Baru saja Rendy ingin memberikan pengertian, beberapa suster perawat datang. Ternyata Dokter yang menangani Virly juga datang untuk memeriksa kondisi kesehatan Virly pagi ini.

"Selamat pagi, Ibu Virly!"

"Pagi, Dokter!"

"Perkenalkan, saya Dokter Ella. Saya periksa dulu ya keadaan ibu pagi ini! Maaf ya Pak, saya tutup dulu tirainya!"

Rendy mengangguk hormat dan memberikan ruang serta waktu kepada dokter Ella yang menangani istrinya.

Rendy berharap, Virly akan menyudahi amarahnya setelah siang menjelang.

BERSAMBUNG

1
Fi Fin
kuncoro adi tuh calon suami virly yg kabur
tina yusuf
bagus ceritanya
Embun Kesiangan: terima kasih banyak Kak 🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
tina yusuf
suasana dingin itu paling ga enak ya ,semangat terus thor
Elisabeth Ratna Susanti
makin kece 😍
Embun Kesiangan: makasih kak 🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
keren habis
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwaahhhh
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir 😍
Elisabeth Ratna Susanti
selalu mendukung karya keren ini 👍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Anthony
author rajin dan idola semangat ! X
Embun Kesiangan: lope2 banget 😍 terima kasih 🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
visual dan ceritanya pas 👍
Elisabeth Ratna Susanti
makin asyik 👍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
mampir lagi 👍
Esther
kasih tau dong rahasia besarnya... pada dunia halu kita wkwkkw
Embun Kesiangan: wkwkwk sini sini, Ta' bisik2 ya beb 🤭
total 1 replies
HaninDyah
ayo semangat kakak otor
Embun Kesiangan: makasih banyak 🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
HaninDyah
NEXT THOR, kurang banyak upnya
Esther
jalan tak selalu rata kecuali di ratain sama Author nya ha ha ...
Esther: sabar sampai di ujung ketemu end
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!