NovelToon NovelToon
RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Aleesa Addhitama (20) dan Yansen Geremy (20) tahu bahwa rasa yang mereka miliki itu salah. Kebersamaan mereka sedari kecil membuat Aleesa dan juga Yansen merasa nyaman dan enggan untuk dipisahkan. Walaupun mereka tahu ada dinding yang menjulang memisahkan mereka berdua, yakni sebuah keyakinan.


"Satu kapal dua nahkoda, penumpangnya akan dibawa ke mana?" Begitulah kata sang ayah. Kalimat yang sederhana, tapi menyiratkan arti yang berbeda.


Akankah mereka berjuang untuk mendapatkan restu? Ataukah ada restu lain yang akan mereka dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Cinta dan Nyaman

"Jangan buat aku bersedih seumur hidup aku, Kak. Aku sayang Kakak."

Deg.

Jantung Restu terasa berhenti berdetak. Tangan Aleesa semakin erat membalas pelukannya.

"Jangan tambah luka baru untuk aku, Kak. Aku gak mau kehilangan orang yang aku sayang."

Restu perlahan mengendurkan pelukannya. Dia menatap wajah Aleesa yang semakin sembab.

"Boleh aku mendengarnya sekali lagi?" Restu tidak yakin.

"Aku sayang Kakak. Jangan pergi." Bulir bening itu seakan tidak mau berhenti menetes. Restu malah menyunggingkan senyum yang sangat lebar.

"Berarti--"

"Jangan pergi." Aleesa memeluk tubuh Restu untuk kesekian kalinya. Ada kelegaan di hati Restu karena pada akhirnya cintanya terbalas. Walaupun hanya sekadar sayang, itu tidak masalah untuknya.

"Emangnya kenapa?" tanya Restu yang sudah membelai lembut punggung Aleesa. Aleesa hanya menjawab dengan gelengan kepala. Dia takut jika Restu tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Kamu melihat apa?" tanya Restu. Lagi-lagi Aleesa tidak menjawab. Hanya gelengan kepala untuk kedua kalinya yang dia berikan.

"Ya udah, kalau kamu gak mau jawab," ucap Restu. Dia tidak akan memaksa Aleesa. "Kita keluar, yuk. Cari angin."

Restu akan menjadi orang yang berbeda kepada Aleesa. Dia akan menjadi manusia super pengertian dan perhatian.

"Mata aku bengkak."

Restu pun tertawa, dan dia mengusap lembut wajah Aleesa yang basah. Kemudian mencium kelopak mata Aleesa secara bergantian.

"Don't cry again. Tersenyum dan bahagialah ketika bersamaku." Aleesa tersenyum mendengarnya.

Restu sudah menunggu Aleesa di depan resort. Dia memandangi langit malam yang indah dengan suara deburan ombak yang semakin menambah kesyahduan. Aleesa tersenyum ketika Restu tengah menatap langit malam.

"Kak," panggil Aleesa. Restu menoleh dan dia tersenyum ke arah gadis yang mengenakan dress selutut berwarna baby blue. Gadis itu terlihat sangat cantik. Apalagi dress-nya dipadukan dengan outer lengan panjang.

Restu menghampiri Aleesa dengan senyum yang terus mengembang. Dia merengkuh pinggang Aleesa dan menatapnya dengan begitu dalam.

"Kenapa kamu begitu cantik?" Aleesa malah tertawa.

"Gombal banget sih."

"Serius."

Keadaan mendadak hening. Hanya semilir angin malam juga suara deburan ombak yang menjadi alunan merdu mengiringi tatapan mereka berdua yang sudah semakin dalam.

"Aku baru merasakan jatuh cinta sesungguhnya hanya kepada kamu, Aleesa. Cinta dalam diam dan memerlukan pengorbanan untuk bisa meluluhkan hati kamu. Walaupun aku tahu, perasaanku ini datang di waktu yang salah." Aleesa menggeleng pelan.

"Aku mencintai dia, tapi aku merasa nyaman dengan kamu. Setiap kali aku berada di samping kamu, aku merasakan ketenangan yang luar biasa. Aku merasa dilindungi. Aku merasa aman. Maafkan aku, Kak. Aku selalu memanfaatkan Kakak."

Bukannya menjawab Restu malah menarik tangan Aleesa dan memeluknya dengan begitu erat.

"Aku akan terus menjaga kamu dan melindungi kamu hingga jantungku berhenti berdetak."

"Berjanjilah padaku, selalu pulang dalam keadaan selamat tak ada luka sedikit pun. Aku gak mau kamu terluka."

Dua insan manusia yang memang merasakan perasaan yang sama. Mereka menumpahkan segala isi hati mereka malam ini. Malam yang cerah yang menjadi saksi bahwa mereka memang saling menyayangi.

Restu membawa Aleesa berkeliling pantai di malam ini. Tangan mereka saling bertaut dan tak jarang Restu mencium ujung kepala Aleesa. Dia merasa Aleesa sudah menjadi miliknya sepenuhnya.

Kini, Restu memeluk tubuh Aleesa dari belakang. Melihat ke arah pantai yang gelap. Hanya pencahayaan bulan yang ada di sana. Kaki Aleesa pun tersentuh oleh sapuan ombak yang jika pada malam hari air pasti akan pasang.

"Aku ingin mengukir kenangan indah bersama kamu selama dua hari ini. Aku gak akan melepaskan tangan kamu barang sedetik pun. Aku sangat mencintai kamu, Aleesa." Restu meletakkan dagunya di pundak Aleesa dan membuat Aleesa tersenyum bahagia. Tangan kirinya mengusap lembut pipi Restu.

"Jangan lelah jika nanti perasaan aku terbagi," ucap Aleesa.

"Tidak ada kata lelah karena aku yakin seiring berjalannya waktu perasaanmu kepadanya akan hilang. Di hatimu hanya akan ada namaku, Restu Ranendra."

Mendengar perkataan itu membuat Aleesa membalikkan tubuhnya. Dia menatap lekat Restu. Tangannya mulai melingkar di pinggang Restu.

"Aku nyaman ketika bersama kamu, Restu Ranendra. Biarkanlah rasa nyaman ini berubah menjadi sayang dan cinta seiring kebersamaan kita." Merek berdua tersenyum dengan keadaan masih saling tatap.

"Love you, Aleesa Addhitama."

Restu berada di samping Aleesa seraya mengecek ponselnya setelah mereka kembali ke resort. Perempuan yang dia sayangi sudah terlelap dan tak melepaskan pelukannya di atas perut Restu. Tangan Restu yang satunya pun terus mengusap lembut rambut Aleesa.

Di dalam liburannya dia harus tetap bekerja. Mencari tahu perihal tujuan Madam Zenith ke Jerman. Sebenarnya Restu belum memberikan keputusan kepada madam Zenith. Dia tidak mau majikannya itu kecewa padanya.

Namun, larangan Aleesa hingga Aleesa menangis seperti pertanda buruk untuknya. Esok pagi dia harus memberitahukan kepada madam Zenith tentang keputusannya.

Keesokan paginya, Restu masih terlelap di atas satu tempat tidur yang sama dengan Aleesa. Anak kedua Raditya Addhitama sudah membuka matanya dan dia tersenyum ketika orang yang pertama kali dia lihat ketika bangun tidur adalah Restu. Si brandal yang kini membuatnya merasa nyaman.

Aleesa terus memandangi wajah Restu yang masih dalam keadaan damai. Sungguh sangat tampan ketika dia terlelap seperti ini.

"Kamu adalah malaikat yang Tuhan kirimkan untuk mengobati rasa sedihku," ucapnya teramat pelan.

Tangan Aleesa perlahan mengusap lembut wajah Restu. Menyusuri setiap lekuk wajah yang memang rupawan dan berjiwa ksatria.

"Tuhan, maafkan aku karena telah serakah. Aku mencintai orang lain, tapi aku juga merasa nyaman bersama dia. Apa mungkin ini hanya sekedar rasa nyaman tanpa adanya sayang sungguhan?" batinnya berkata.

Merasakan sentuhan lembut di wajahnya membuat Restu membuka matanya perlahan. Dia melihat wajah Aleesa yang sangat cantik ketika bangun tidur.

"Sudah bangun?" Aleesa mengangguk. Tangannya mulai dilingkarkan ke pinggang Aleesa. "Apa kamu tidur nyenyak?" Aleesa mengangguk lagi.

Ingin sekali dia memberikan morning kiss kepada Aleesa. Namun, dia harus mengontrol diri karena jika pagi hari ada yang sudah menegang di bawah sana. Reaksi alami setiap laki-laki.

"Aku cuci muka dulu, ya." Aleesa berkata seraya tersenyum. Restu hanya mengangguk. Tanpa Restu sangka Aleesa malah mengecup bibirnya dengan singkat dan mampu membuat Restu membeku.

Tangan Restu masih menyentuh bibirnya sendiri. Perempuan yang menyebalkan kini berubah menjadi perempuan yang tidak bisa ditebak dan sangat manis. Seulas senyum pun melengkung indah di bibirnya.

Aleesa sudah segar dan wajahnya pun nampak basah. Sedangkan Restu masih berada di tempat tidur.

"Sibuk banget kayaknya," tegur Aleesa karena sedari tadi Restu fokus pada benda pipih miliknya.

"Cek pekerjaan, Lovely." Restu sudah menepuk bed yang ada di sampingnya. Menyuruh Aleesa untuk duduk di sana.

Restu memperlihatkan ponselnya kepada Aleesa. Tidak ada yang dia tutup-tutupi ataupun rahasiakan dari Aleesa.

"Aku hanya memiliki satu ponsel. Pekerjaan dan pribadi ada di sini semua."

"Kenapa kamu menjelaskan kepadaku?" Aleesa heran.

"Agar kamu tahu dan tidak curiga." Restu kini menyerahkan ponselnya kepada Aleesa. Dia meminta mengatur sandi untuk ponselnya.

"Gak mau, Kak." Restu tetap memaksa. Akhirnya, Aleesa mengatur sandi ponsel Restu dan membuat Restu tersenyum bahagia.

"Kamu bisa mengecek ponsel aku kapan saja." Aleesa hanya tertawa dan tangannya mulai memeluk pinggang Restu lagi.

"Kak, aku boleh pinjam ponselku?" Pertanyaan aneh.

"Boleh dong. Ambil aja di tas kecil itu." Aleesa meraih tas kecil yang berada di atas nakas samping tempat tidur. Dia mulai mengecek ponselnya di samping Restu.

Baru beberapa menit memeriksa ponsel, panggilan masuk membuat Aleesa mengerutkan dahi. Dadanya berdegup tak karuhan ketika membaca nama yang tertera di layar.

"Siapa?" Restu sudah menatap Aleesa.

Perlahan Aleesa menunjukkan layar ponselnya kepada Restu. Sontak mimik wajah Restu berubah. Dia mulai turun dari tempat tidur dan membuat Aleesa tercengang.

Aleesa meletakkan ponselnya begitu saja di mana Yansen tengah menghubunginya. Dia mengejar Restu yang sudah keluar dari kamar, dan kini pria itu sudah membuka pintu depan resort. Aleesa berlari dan memeluk tubuh Restu dari belakang.

"Jangan pergi," ucapnya. Tangannya sudah melingkar erat di perut Restu dan menghentikan langkah pria itu.

"Maafkan aku." Sungguh Aleesa merasa bersalah kepada Restu. Perlahan Restu membalikkan tubuhnya. Dia menatap dalam manik mata Aleesa yang sudah nanar.

"Aku gak akan pergi. Aku hanya ingin merokok."

...***To Be Continue***...

Komen dong ... Kangen komen banyak. 😣

1
Wulan
baru baca dah mewek 😭😭
Yayu Rulia
ceritanya seru dan bagus...
Yayu Rulia
tak pernah bosan membacany wlwpn berulang kali..
kalea rizuky
uda tua gatel
Elly Setia Ningsih
Luar biasa
Elly Setia Ningsih
kim je ha 😍
zoel
/Good//Good//Good//Good//Good/
Venny Merliana
ganteng Ersan
Ocanya gava
Luar biasa
Yus Nita
perang Saudara bakal di mulai
itu maka ny abang Dengan gak suka sama syafa. dia biang masalah dari dua saudara yg harmamonis
Yus Nita
waduuoohhh. gawat
di mana abang Dengan lg sakit, di situ pula si Mami mau lahiran
Yus Nita
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Shy/
Yus Nita
Sultan mah bebas...
Yus Nita
Bhamidun noh si mamud 😁😁😁
Yus Nita
apa yg di tanam itu lah yg di tuai
Yus Nita
pen rasa ngerokok Ginjal si Aleeyaa
Yus Nita
maka ny klu cinta pkk mata, biar bisa ngeliat, jangan pkk nafsu. bego kan j adi ny
Yus Nita
tajam bah...
Yus Nita
mampos lo satria..
brandalan lo lawan.
senggol.. bacok lah 😃😃😃
Yus Nita
kasihan dech lo...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!