Flavia Gu, adalah anak dari selir kesayangan Tuan Gu. Dibawa olehnya masuk ke dalam keluarga Gu. Ketika ibunya meninggal .
Namun, tidak pernah dianggap sebagia anggota keluarga Gu. Bahkan dia harus menghidupi dirinya sendiri dari keahlian yang dia miliki. Keahlian yang dia sembunyikan dengan baik.
Tidak hanya itu saja, bahkan Flavia dijadikan tumbal malam pertama untuk menggantikan peran Olivia Gu yang ingin menjadi menantu utama keluarga Lin .
Siapa sangka Flavia yang selama ini diam akan menyerang balik mereka semua, yang pernah mencelakainya. sampai pada akhirnya takdir membawa Flavia ke pangkuan Eryk Lin, seorang Mysophobia yang sengaja memilih menjadi dokter Forensik demi mengatasi rasa takutnya yang berlebihan.
Akankah ketika konflik bersemi, justru malah akan membuat keduanya saling jatuh cinta dan menginginkan satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARTA KARUN
Cedric dengan santainya memandangi Eryk dari balik kacamata hitamnya itu, lalu dengan sopan memberikan salam jabat tangan kepada Eryk yang masih menatap bingung kepada bocah tengil yang sedang duduk di sampingnya itu.
“Halo, Tuan tampan senang bisa bertemu,” ujarnya.
Asisten He ingin menggendong Cedric dan membawanya keluar dari mobil, Namun Eryk melambaikan tangannya memberikan tanda jangan. Dia ingin melihat apa maksud dari bocah ini masuk ke mobilnya.
Eryk membalas jabat tangan bocah imut itu, “Siapa namamu?” tanya Eryk.
“Namaku Cedric, keren bukan?” jawab Narsisnya.
“Hemmph …” Eryk mengangguk sambil menahan tawa, tidak percaya betapa narsisnya bocah yang ada di sampingnya itu.
“Mamaku bllang aku mendapatkan nama ini dari orang hebat,” jawab Cedric.
“Ah begitu,” jawab Eryk mengangguk lagi.
“Seberapa hebat?” tanya Eryk dengan sedikit mencandai.
“Em Mama bilang, dia bisa meledakan satu pulau hanya dengan menekan satu tombol yang ada di rumahnya,” jawab Cedric dengan serius.
‘Bocah ini benar-benar pintar berhalusinasi’ pikir Eryk.
“Di mana Mamamu?” tanya Eryk.
“Membeli makan, aku lapar sekali,” jawab Cedric.
Eryk membuka lemari es kecil yang ada di mobilnya, “Ambilah yang kau mau.”
“Wuah Tuan kau memiliki banyak sekali harta karun,” ujar polos Cedric.
“Harta karun?” tanya Eryk.
“Ya Mamaku selalu meletakan ini di kotak harta karun, jika aku mau memakannya maka aku harus memecahkan teka-teki yang dibuat oleh Mamaku,” jawab Cedric.
“Pelit sekali Mamamu itu,” ujar Eryk.
“Tidak, Mamaku adalah wanita paling baik sedunia. Dia membuat teka-teki itu agar aku pintar. Mama bilang banyak sekali orang jahat. Jadi aku harus pandai melindungi diri sendiri,” jawab bijak Cedric.
Tangan mungil Cedric sudah penuh dengan aneka macam snack dan minuman susu. Eryk mengambil tas kulit yang berisi berkas-berkas pekerjaannya, mengeluarkan isinya dan memasukan semua makanan itu kedalam tas.
“Nah, ini bawalah tas ini,” ujar Eryk.
“Apa kita bisa bertemu lagi Tuan?” tanya Cedric.
“Jika kau mau,datang saja ke Lin Grup” jawab Eryk.
“Oke jika begitu, sepakat, ini kartu nama aku” ujar Cedric sambal tersenyum. Lalu dia segera turun dari mobil Eryk.
Baru saja berlari ingin mencari Flavia, Felix telah lebih dulu menemukannya dan langsung menggendongnya, “Bocah nakal, kau kemana? Membuat Mama merasa khawatir,” ujar Felix.
Eryk melihat ini dan berpikir jika itu adalah Papa dari bocah tengil itu, “Jalan!” perintahnya kepada Asisten He.
Flavia melihat Felix tengah menggendong Cedric, langsung saja berlari dan memeluk putranya itu, “Mengapa kau nakal sekali, tidak turut apa kata Mama. Bukankah sudah Mama bilang untuk diam di tempat!” ujar Flavia marah namun, sambil menciumi putra semata wayangnya itu.
“Maaf Ma,” jawab Cedric dengan suara sendu.
“Pergi ke mana tadi?’ tanya Flavia dengan heran.
“Emm … tadi ada Paman baik hati yang memberkan aku satu tas makanan ini,” jawab Cedric menutupi.
“Lain kali dan tidak ada lain kali dilarang seperti ini lagi, ok!” ujar Flavia.
“Ya Ma,” jawab Cedric.
“Kau … ini semua salahmu karena terlambat menjemput kami,” ujar Flavia mencubit lengan Felix.
“Iya, iya maaf,” ujar Felix.
“Ayo ! aku akan membawa kalian makan enak,” ajak Felix.
Di dalam mobil Eryk, dia teringat bayi yang dikandung si gadis buruk rupa, ‘mungkin bayinya saat ini sudah sebesar bocah tengil yang tadi’ pikirnya. Dalam lima tahun ini Eryk sudah menghabiskan semua sumber daya informasi yang dia miliki namun dua wanita yang sedang dia buru tidak dapat di temukan sema sekali, ‘Kalian itu manusia atau bukan, jika ada mengapa tidak terlihat’ ucap Eryk dalam hati.
Dalam lima tahun ini juga Olivia Gu telah menjadi wanita simpanan salah satu bos preman yang cukup berkuasa. Sementara Nyonya Gu dan Paman Lin masih melakukan bisnis kotor bersama-sama. Bahkan Nyonya Gu memberikan kekuasaan kepada Paman Lin untuk mengelola perusahan-perusahaan milik keluarga Gu.
Setelah selesai mengajak ibu dan anak makan, maka Felix mengantarkan mereka pulang ke Mansion Mo. Kakek Mo dan asisten He masih di Jepang, masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan di sana. Begitu mereka sampai di Mnasion, para pelayan telah berdiri untuk menyambut naga kecil milik Klan naga hitam ini.
“Tuan Muda, Nona Muda,” sapa mereka.
“Papa Felix terima kasih ya sudah mau menjemput kami,” ujar sopan Cedric.
“Nanti kita bertemu lagi Ok, ada banyak hal baru yang akan aku ajarkan kepadamu,” ujar Felix.
“Emm…” jawab Cedric mengangguk.
“Ayo! Saatnya beristirahat,” ujar Flavia seraya menggandeng putranya itu masuk ke dalam rumah.
Di kediaman Lin, para tetua kembali menekan Eryk agar segera menikah. Namun, kali ini dia menolak dengan keras. “Bukankah aku sudah mengatakan, kalian tidak berhak mencampuri kehidupanku lagi!” ucap marah Eryk pada semua tetua.
“Jika kau tidak menikah, lalu siapa yang akan menjadi ahli waris keluarga Lin ini!” hardik marah para tetua.
Eryk berdiri lalu berkata, “ Bukan urusanku,” jawabnya acuh tak acuh.
Di dalam kamar, Eryk duduk dengan gaya malas di sofa besarnya itu, lalu mengeluarkan kertas yang tadi di bilang katu nama oleh Cedric. Itu adalah sebuah kertas dengan gambar anak kecil dan ibunya. Di atas kepala gambar tertulis kata Mama dan Cedric.
“Mengapa tidak ada gambar Papa,” gumam Eryk.
Eryk meletakan kertas itu di dalam lacinya, merasa lelah dia pun pergi membersihkan dirinya. Lalu segera beranjak ke ranjang besarnya, menarik selimut dan menutup kedua matanya. Sementara itu, di Mansion Mo, Eryk pergi ke ruang kerja Kakek Mo dan memakai komputer Kakek Mo untuk mencari tahu tentang grup Lin.
Flavia tertidu dengan nyenyak sementara si naga kecil mencari tahu tentang foto yang dia lihat dari Tuan Austin Long. “Hmm …” ujarnya.
“Taman bermain,” ujar Cedric.
‘Ini aku benar-benar akan mendapatkan hadiah yang banyak’ pikir Cedric.
‘Jika begitu Tuan, maka mulai hari ini kau adalah teman baikku’ pikir senanng Cedric.
Keesokan paginya, Flavia sudah bersibuk di dapur. Di jepang dia terbiasa melakukan semuanya sendiri. Begitu juga dengan Cedric yang selalu menolak jika ada yang mau melayani ini dan itu, “Tidak perlu, aku adalah anak laki-laki. Mama bilang tidak baik jika terlalu manja,” ujar Cedric.
“Mama bilang jadi laki-laki harus melindungi perempuan, jadi kalian kerjakan yang lain saja!” perintah Cedric.
Para pelayan langsung saja seketika jatuh cinta pada naga kecil mereka ini, begitu menggemaskan dan penyayang. Cedric juga sangat menjaga diri, karena Flavia selalu menanamkan pendidikan sopan santun, “Hormati Wanita, jangan sembarangan menyentuh mereka.”
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
DUKUNG NOVEL ini dengan :
- Vote
-Like
-Komen
- Tap favorit yang tanda hati ya
- Poin, hadiah.
🤗🤗🤗 LEMPAR VOTE DAN POIN YANG BANYAK YAH GAES
DUKUNG JUGA FLAVIA DAN ERYK, YANG SEDANG IKUT LOMBA NOVEL GENRE WANITA MANDIRI
beda dari yang lain disini juga banyk ilmu yang dijelaskan...
Love bangett Karya Nita
Yaa, emang sih klo gda adegan itu, kasusnya g muncul ya? 🤭