Satu harapan sebelum nafas ini berakhir, hanya ingin bertemu kembali dengan cinta pertama ku.
Rasa ini masih tetap sama mencintaimu, tak pernah berubah sedikit pun atau melupakan mu.
Ijinkan aku sekali saja , untuk kamu tahu bahwa aku mencintaimu sebelum tubuh ini tak bisa bergerak lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Mencintai Kamu
Rio duduk di kursi samping tempat tidur Chika, dengan tangan bersilang di dada Rio sambil menatap Chika.
" Minum dulu kopinya." Ucap Nenek Utami sambil menaruh gelas yang berisi kopi di atas nakas.
" Nek, kenapa Chika di bawa pulang sedangkan dia masih sakit dan kini nggak bisa apa - apa?"
" Kami nggak ada biaya, hanya sisa rumah saja." Ucap Nenek Utami.
" Kami kasih dia obat herbal saja." Ucap Nenek Utami.
Rio hanya diam menatap Chika yang kini tambah kurus dan berkulit gelap.
****
Chika membuka matanya saat menoleh terlihat Rio sedang menatap nya, Chika tersenyum ke arah Rio begitu pun Rio tersenyum.
Tangan Chika ingin menggerakan namun tak bisa sehingga Rio mendekat dan meraih tangan Chika.
" Om kemana saja, Chika kangen?" Tanya Chika sambil tangan nya di genggam oleh Rio.
" Bolehkan Chika bilang kangen?"
Rio tersenyum dan menganggukkan kepalanya serta mengusap kepala Chika.
" Kamu sekarang boleh bilang kangen, boleh bilang sayang, boleh bilang cinta. Om sekarang tidak ada yang memiliki hanya kedua orang tua Om." Jawab Rio.
Chika tersenyum dan meneteskan air mata, lalu Rio mengusap air mata Rio.
" Om boleh tidak membalas cinta Chika, karena Chika sudah nggak bisa apa - apa. Lihat tubuh Chika tak secantik dulu."
" Dulu atau sekarang kamu tetap cantik di mata Om, mulai sekarang kamu pacar Om."
Chika tersenyum dan Rio pun mendekatkan bibirnya mencium bibir Chika yang pucat dan kering.
" Om mencintai kamu, jangan tinggalkan Om. Kita sama - sama menua sayang, suka duka bersama. " Ucap Rio dengan mata berkaca - kaca.
" Chika nggak janji Om."
" Kamu harus janji."
" Chika nggak mau janji takut suatu saat Om kecewa."
" Om mau tanya sama Chika, apa Chika menerima Om apa adanya seperti Om menerima Chika apa adanya? "
" Chika sudah tahu semuanya, bagi Chika itu masalah keluarga Om, Chika tidak peduli karena Chika dari dulu tulus mencintai Om."
" Mulai sekarang kita pacaran." Ucap Rio.
Chika pun tersenyum begitu pun juga Rio.
Nenek Utami dan Kang Bagyo menatap dengan haru melihat Chika dan Rio bersama. Ada tetes air mata di kedua mata mereka.
*****
" Kamu dimana? " Tanya seseorang dari seberang.
" Saya sedang berada di rumah pacar saya." Jawab Rio.
" Baiklah saya ingin kamu kemari, temani saya jalan." Ucap Zalimah yang langsung mematikan panggilan nya secara sepihak.
" Siapa? " Tanya Chika.
" Zalimah kamu kenal artis film yang berkancah di perfilm an internasional dia sedang pulang kampung." Jawab Rio.
" Zalimah yang Ibu nya orang sini dan Ayah tirinya seorang produser film? "
" Iya kali soalnya Om nggak pernah tahu tentang dia itu siapa."
" Ckk.. ketinggalan berita, dia itu pemain film romantis yang aktingnya sangat luar biasa."
" Saya nggak suka film romantis, sukanya film Action."
Rio pun berdiri dan mencium kening Chika, lalu mencium bibir Chika sekilas.
" Om pergi dulu, nanti setelah urusan sama Zalimah selesai Om kemari lagi."
" Iya hati - hati."
******
Rio memasuki rumah yang dijaga ketat oleh pihak keamanan, terlihat Zalimah yang mengenakan gaun sebatas lutut warna hitam dengan belahan sedikit memperlihatkan belahan dadanya.
" Kita langsung saja." Ucap Zalimah sambil melemparkan kunci mobil pada Rio.
Rio pun menurut dan langsung memasuki mobil milik Zalimah.
" Kita mau kemana?" Tanya Rio saat sudah menyalakan mesin mobil.
" Kita makan di restoran Jepang, disini ada akan restoran jepang."
" Ada tapi di kotamadya perjalanan 1 jam."
" Boleh nggak apa - apa." Ucap Zalimah.
Rio pun lalu melajukan mobilnya, menuju ke restoran jepang.
" Disini dengan siapa?" Tanya Rio membuka pembicaraan.
" Dengan adik saya dan karyawan saya, Ayah ibu di ibu kota. Kamu tahu kan Ayah saya Menteri jadi Ibu sama Ayah disana." Jawab Zalimah.
******
Dengan mengenakan masker dan kaca mata hitam Zalimah berjalan berdampingan dengan Rio dan mereka pun memilih private room.
" hah.. akhirnya bisa lepas masker ini, kamu tahu saya paling benci seperti ini." Ucap Zalimah setelah memesan makanan.
" Pasti hidup kamu tidak bebas, kalau ingin keluar pasti seperti ini." Ucap Zalimah.
Pintu pun terbuka, Zalimah segera mengenakan masker nya kembali. Dan pelayan pun menaruh makanan yang di pesan oleh mereka berdua.
******
" Duh cucu Nenek senyum - senyum sendiri." Ucap Nenek Utami sambil membawa pisang dan menaruh nya di atas nakas.
" Chika bahagia Nek, akhirnya Chika sama Om pacaran."
" Alhamdulillah." Ucap Nenek Utami sambil tersenyum.
" Tapi Nek."
" Kenapa? "
" Chika sakit, apakah Chika akan sembuh dan bisa bahagia sama Om Rio. Sedangkan Chika tidak bisa apa - apa."
Nenek Utami tersenyum getir dan langsung memeluk tubuh Chika.
" Insya Allah kalian bersatu nak, seandainya bisa diganti oleh tubuh Nenek, Nenek ikhlas karena Nenek sudah tua."
******
" Terima kasih sudah mentraktir makan di restoran jepang." Ucap Rio
" Sama - sama." Ucap Zalimah.
" Kamu tinggal sama siapa?" Tanya Zalimah.
" Sama Ibu." Jawab Rio.
" Berdua? "
" Iya."
" Kamu sudah menikah? "
" Baru cerai sedang proses, tapi sudah memiliki calon."
" Wow.. cepat sekali jangan - jangan main hati ya? " Tebak Zalimah.
" Nggak main hati, ada hal yang tidak saya bisa katakan."
" Kamu anak tunggal? "
" Iya, tapi saya punya kakak tapi nggak tahu wajahnya dia katanya di luar negeri. Kakak beda Ibu."
" Rio, selama saya disini saya ingin kamu yang menemani saya."
" Kenapa harus saya, sedangkan kamu sendiri ada Bodyguard."
" Jangan membantah, saya akan bayar kamu 2 kali lipat dari gaji kamu."
" Saya akan pikir - pikir dulu dan saya tidak bisa 24 jam menemani kamu."
" Nggak masalah."
" Dan saya ini bukan orang pengangguran."
" Ya saya paham."
" Tapi saya pikir - pikir dulu."
" Saya tunggu jawaban kamu."
******
" Assalamu'alaikum." Sapa Rio saat memasuki rumahnya.
" Walaikumsalam." Balas Ibu Lena sambil menyambut tangan putra nya yang mencium punggung tangannya.
" Kamu baru pulang?"
" Habis nemenin artis makan malam, terus malah dia nawarin Rio jadi Bodyguard nya selama dia disini dan berani gaji 2 kali lipat dari gaji Rio. "
" Artis? "
" Namanya Zalimah tapi dia nggak jadi artis disini malah di luar negeri." Ucap Rio.
" Bu. " Rio berlutut di depan Ibunya.
" Ada apa? " Tanya Ibu Lena sambil membelai rambut Rio.
" Saya sama Chika jadian." Jawab Rio.
" Oh ya, terus bagaimana kelanjutan nya?"
" Rio ingin menikah sama Chika kalau proses perceraian Rio sudah beres."
" Ibu setuju saja, kamu bahagia Ibu juga bahagia."
" Tapi dia sakit parah Bu dia sudah nggak bisa apa - apa, Ibu setuju tidak memiliki menantu yang kini sakit."
Ibu Lena memegang kedua tangannya di pipi Rio dan tersenyum ke arah Putranya.
" Ibu setuju, kalau kamu sayang dan mencintainya Ibu mendukung kamu. Ibu tidak masalah dengan kondisi dia."
" Terima kasih Ibu."
*****
" Sudah kami temukan rumahnya, mereka tinggal berdua." Ucap Pria yang berada di dalam mobil.
" Kamu cari tahu pacarnya, dan segera kasih kabar." Ucap seseorang dari seberang.