NovelToon NovelToon
OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati

Status: tamat
Genre:Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ni R

Jatuh Cinta lalu menikah dengan seorang OB, Vanya tidak peduli atas omongan orang lain yang merendahkan pilihan hatinya termasuk papinya sendiri. Banyak hal yang di rahasiakan Leon, namun pada akhirnya Leon terbuka juga pada Vanya.

Sama-sama di besarkan dari keluarga yang tidak lengkap bahkan di masa lalu keluarga Vanya dan Leon di hancurkan orang yang sama, membuat Leon bertekad untuk membalas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35.Bohong

"Katakan pada ku, di mana anak ku?" tanya Yoman dengan menjambak rambut Frans.

"Aku tidak tahu," jawab Frans yang wajahnya sudah babak belur.

"Jangan bohong kau!" sentak Yoman.

"Cepat katakan di mana Naomi...!" Mira tak kalah emosinya.

"Aku bersumpah, aku tidak tahu di mana Naomi. Aku memang bertemu dengannya, tapi setelah itu aku tidak tahu kemana dia pergi."

Yoman menendang Frans, membuat pria itu terjungkal kebelakang.

"Jika kalian tidak percaya, cek saja cctv club!" ujar Frans yang benar-benar tidak tahu di mana Naomi.

"Cepat cek...!" titah Yoman pada anak buahnya.

Mira mulai menangis, sampai siang ini anak kesayangannya belum juga ada kabar. Setengah jam menunggu, anak buah Yoman mengatakan jika Naomi sudah keluar dari club dan tidak tahu lagi pergi ke mana. Pintarnya Leon, pria itu merusak cctv baru lah dirinya menculik Naomi.

"Kemana perginya anak itu? menyusahkan saja!" gerutu Yoman.

"Oh suami ku, ku mohon cari anak ku!" Mira terisak.

Sementara itu, Naomi merintih kesakitan ketika Leon menyiramnya dengan air satu ember. Luka yang belum mengering itu kembali ternganga.

"Buat perempuan ini cacat!" titah Leon pada dua orang pria.

"M-mau a-apa k-kau?" tanya Naomi dengan suara terputus-putus.

Tidak ada yang menjawab, salah satu dari orang suruhan Leon tiba-tiba saja menyuntikan sesuatu pada Naomi. Tak sampai lima menit, Naomi sudah kehilangan kesadaran.

Leon tersenyum sinis, puas dengan apa yang di lakukan pada Naomi namun belum puas jika Mira belum menderita.

Leon duduk santai sambil menonton operasi yang di lakukan oleh dua orang suruhannya. Orang-orang tersebut sudah bisa membunuh bahkan melakukan tindakan kejam lainnya.

Lima jam berlalu, operasi yang di lakukan pada Naomi sudah selesai. Leon langsung membayar dua orang tersebut.

"Berapa lama dia akan sadar?" tanya Leon.

"Tengah malam ini, besok kau juga bisa membuangnya!" jawab pria tersebut.

"Terimakasih!" ucap Leon.

"Sama-sama, jika ada pekerjaan lagi jangan lupa hubungi kami," ujar pria tersebut kemudian pergi.

Leon menghampiri Naomi yang masih belum sadarkan diri. Bibir pria ini tersungging melihat penderitaan Naomi.

"Apa yang kau rasakan sekarang tidak sebanding dengan yang aku rasakan. Bahkan, kau tidak pernah merasakan bagaimana hati yang kau lukai perasaanya!''

Leon meninggalkan Naomi yang masih belum sadarkan diri di ruangan pengap tersebut. Pulang sebentar hanya untuk membersihkan diri kemudian pergi lagi.

Ternyata Leon pergi ke rumah Vanya, karena seharian ini Leon tidak masuk kerja bahkan sama sekali tidak menghubungi Vanya. Leon tersenyum ketika melihat Vanya yang keluar menemuinya dengan wajah cemberut.

"Kalau cemberut gini makin cantik deh!" puji Leon namun tetap saja Vanya cemberut.

"Kenapa ke sini?"

"Rindu sama kamu. Kalau gak boleh ya udah aku balik ya...?" ujar Leon hendak berdiri dari duduknya namun langsung di tahan oleh Vanya.

"Gak masuk kerja, gak ada kabar, ponsel pun mati. Kemana aja?" Vanya bertanya dengan wajah kesal.

"Ada kok, tiduran di rumah!" bohong Leon.

"Bohong!" seru Vanya tidak percaya.

"Aku serius, seharian perut ku sakit. Aku salah makan kemarin malam!" Leon semakin berbohong.

"Kalau sakit kenapa gak kasih tahu? menyebalkan!"

"Maafkan aku Vanya, aku harus berbohong kali ini," batin Leon, "aku gak mau merepotkan kamu. Toh, kamu bilang hari ini ada meeting penting."

Vanya mendengus kesal.

"Udah, gak usah marah. Nih, aku bawain yang manis. Martabak manis kesukaan kamu, bertoping cinta dan kasih sayang," canda Leon.

"Ini sih kesukaan mami...!" seru Vanya.

"Hehe,..iya. Ini buat mami kamu!" ujar Leon membuat Vanya tertawa.

"Buat aku apa dong?"

"Buat kamu, terserah mau apa aja. Hati aku, atau jantung aku. Ambil saja!" canda Leon lagi.

Pandai sekali Leon menutupi apa yang dia lakukan di belakang Vanya. Bukannya ingin jadi orang jahat, Leon hanya ingin membalas pada orang yang sudah membuat hidupnya menjadi seperti ini.

***Mampir di Novel baru ya***

1
💟노르 아스마💟
seru
Otong Aep Sutisna
sangat sangat bagus feel nya juga mantap
Nadia Nadd
Luar biasa
Widia Aja
Ingat Leon, istri mu lagi hamil
Widia Aja
Mami Lina, mertua idaman
Ranny
hamil tuh kayaknya
kalea rizuky
q tau dia jahat tp kau gmna pun dia saudaramu setidaknya taruh lah dia di panti trs di biaya in darah kalian sama meski dlu qm di jahatin ma kakak mu hmmm
Majotiku
Luar biasa
Dyah Oktina
leon... jangan kotori tanganmu dgn berbuat sadis.. ingat ada calon anakmu
Dyah Oktina
kedua....
Dyah Oktina
sudah satu bulan....
Dyah Oktina
.......mengajak suaminya.. bukan istrinya
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
....dia...
Dyah Oktina
harusnya... semenderita ini kah ..... supaya tdk rancu d baca 💪
Dyah Oktina
dengan k leon
Dyah Oktina
kurang kau...
Dyah Oktina
banyak kata yg rancu krn kurang kata thor..
Meiriyana
Luar biasa
Agustina Wedastuty_24
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!