NovelToon NovelToon
Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mamah AllRey..

Ivona Carminda, tokoh dalam dunia nyata, begitu bangun menyadari dirinya masuk ke dalam sebuah novel dan berada dalam tubuh figuran wanita yang punya nama sama dengannya. Dia sebenarnya adalah nona muda asli keluarga Iswara, tapi dia dibesarkan di panti asuhan karena tertukar sewaktu bayi, introvert, autis, tapi sangat mengharapkan keluarga. Dia ditemukan dan dibawa kembali ke keluarga Iswara pada usia 17 tahun, awalnya dia mengira akan memiliki kasih sayang 3 orang kakak laki-laki. Tetapi ketiga kakaknya malah bersikap cuek padanya, mereka hanya menyukai Vaya Carminda yang merupakan nona muda palsu yang tumbuh besar di keluarga Iswara karena tertukar.

Bagaimana kelanjutannya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 Aku ingin Bertemu Dengannya

Laki-laki muda yang dipanggil Tuan Muda Irawan itu dengan nama asli Jonas Irawan, berusaha menyembunyikan ketakutannya terhadap Ivona. Dia melihat keempat anak buahnya yang terkapar dengan tatapan yang diselimuti kemarahan, dan tampak mereka sedang mengeluh kesakitan.

"Jangan berani sombong di depanku, ingat dirimu hanya seorang gadis! Dan kamu saat ini hanya seorang diri. Aku bisa meminta semua pengawal di bar ini untuk mengeroyokmu." seru Tuan Muda Irawan dengan nada tinggi. Sebenarnya hati kecilnya dia merasa ketakutan, karena baru kali ini anak buahnya gagal menjalankan perintahnya. Apalagi kalah di hadapan seorang gadis.

"Panggil mereka semua kesini, apakah kamu berpikir aku takut?" dengan senyum sinis, Ivona mengejek Irawan. Ivona tersenyum, dan membayangkan di kehidupan sebelumnya, dia pernah mengacaukan sepuluh orang pria yang sedang mengganggu seorang anak kecil. Kesepuluh pria itu berakhir dengan babak belur saat beradu dengannya.

Melihat gadis itu tersenyum, jantung Tuan muda Irawan berdetak sangat cepat. Rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya, apalagi tatapan gadis itu terlihat meremehkannya dan terlihat serius.

"Baik.., aku akan memanggil mereka untuk kesini meladenimu. Jangan berharap kamu bisa meninggalkan bar ini dalam keadaan hidup. Kamu salah memilih lawan gadis ******.." Irawan berusaha mengancam Ivona.

"Aduhhh.., aku takut Tuan Muda. Ha..ha..ha.., seorang Tuan Muda dan anak buahnya sudah berusaha mengancamku." seru Ivona sambil tertawa. Dia berjalan ke depan dan semakin mendekati Irawan..

"Bangun kalian semua! Kepung gadis ini!" teriak  Irawan menyuruh anak buahnya bangun.

Mendengar teriakan Tuan muda Irawan, laki-laki bertubuh besar mengambil pisau belati yang dia selipkan di pinggangnya. Diam-diam dia berdiri dan langsung mengarahkan belati ke arah Ivona. Tuan muda Irawan tesenyum sinis melihat pemandangan itu. Tetapi apa yang diharapkan akan terjadi, tidak sesuai dengan kondisi aktual di depannya. Dengan cepat tangan ramping dan putih milik Ivona, dengan sigap langsung mencengkeram lengan laki-laki itu dan akhirnya..

"Krek..," terdengar suara tulang yang patah. Tangan Ivona dengan cepat memutar lengan laki-laki yang akan menyerangnya itu.

"Aaaawww..., sakittttt." teriakan melolong keluar dari laki-laki yang menghunuskan pisau belati ke arah Ivona. Sedangkan Ivona tetap berdiri sambil tersenyum mengejek, kemudian menghempaskan laki-laki tersebut. Tidak ada sedikitpun rasa belas kasihan muncul di hatinya melihat penderitaan laki-laki yang ada di depannya itu.

"Ha..ha..ha.., berapa lama kalian sudah menjadi anak buah dari tuan muda kalian? Mengalahkan seorang gadis saja kalian tidak mampu. Aku perkenalkan, namaku adalah Ivona. Jadi kalian bisa mengingatnya, siapa gadis yang pernah mengalahkan kalian." Ivona mengejek mereka, tidak ada sedikitpun rasa takut di hatinya.

Mendengar ejekan dan tertawa gadis itu, para pria yang lain semakin gemetar ketakutan. Tidak ada satupun yang berani menatap Ivona, mereka hanya menundukkan kepala sambil tetap duduk di lantai.

"Jangan berani mendekat padaku! Pemilik bar ini adalah temanku, dengan mudah dia akan meringkusmu." seru Irawan mengancam Ivona. Kakinya sudah lemas tidak bisa digerakkan, tetapi rasa egonya sangat tinggi, dan dia gengsi untuk mengakui kekalahan.

"Benarkah Tuan muda? Tetapi sayangnya, aku tidak memiliki rasa takut pada siapapun." Ivona terus mengejek Jonas Irawan, dan semakin mendekat menghampirinya.

************

"Tuan Muda Irawan... ditunggu Tuan Alexander di ruang privat sekarang." tiba-tiba terdengar teriakan memanggil Jonas Irawan dari ujung lorong.

Jonas Irawan menoleh ke arah para pengawal yang sedang memanggilnya. Laki-laki yang sedang berseteru dengan Ivona ini tersenyum dengan lega, saat dia sudah mulai ketakutan dan lemas, tiba-tiba datang beberapa pengawal mendatanginya.

"Ada apa kalian kemari? Menggangguku saja, aku baru saja akan menghajar perempuan itu." Jonas Irawan menutupi ketakutannya dengan pura-pura memarahi para pengawal yang baru datang. Padahal dalam hatinya dia merasa bersyukur, mendapatkan tambahan beberapa bala bantuan.

"Mau memberi tahu pada Tuan. Tuan Alexander berpesan untuk menyampaikan pada Tuan Muda, jika saat ini Tuan Alexander menunggu di ruang privat. Tolong Tuan Muda segera kesana, sebelum Tuan Alexander marah pada kami!" untuk menghindari kemarahan dari Jonas Irawan, beberapa pengawal itu membohonginya. Sebenarnya, kalimat asli yang disampaikan Tuan Alexander adalah sebelum dia menemukan orang yang dia cari, Jonas Irawan tidak boleh meninggalkan ruang privat. Tetapi melihat ekspresi wajahnya yang saat ini sedang memendam api kemarahan, para pengawal memutuskan untuk merubah kalimat tuan Alexander.

"Habisi gadis yang bernama Ivona ini! Sangat sayang jika tanganku harus menyentuh tubuh kotor gadis ****** ini!" seru Tuan muda Irawan dengan nada tinggi, sambil menunjuk gadis yang berdiri di samping pengawal tersebut. Mendengar perkataan Tuan Muda Irawan, mereka baru menyadari jika ada seorang gadis yang berdiri di samping mereka. Gadis yang sangat cantik dengan tatapan sengit ke arah Jonas Irawan.

"Siapa Tuan Muda nama gadis ini?" tanya beberapa pengawal saat mendengar nama Ivona. Mereka langsung teringat perintah dari Tuan Alexander, jika mereka diminta untuk mencari seorang gadis bernama Ivona.

"Ivona.., pasang telingamu dengan baik. Habisi dia!" teriak Jonas Irawan. Tiba-tiba Ivona memotong teriakan Jonas Irawan..

"Ada dimana Alexander saat ini? Cepat katakan, aku ingin bertemu dengannya!" otak Ivona langsung memproses, jika Alexander yang dimaksud para pengawal itu adalah laki-laki muda yang pernah menolongnya. Karena dia sudah memiliki gaji dibayar dimuka dari pekerjaan part timenya, tiba-tiba dia ingin ketemu dengan laki-laki itu.

Mendengar gadis itu menyebut nama Tuan Alexander, mereka saling berpandangan dan tercengang. Anak buah Jonas Irawan yang tadi akan menghajar Ivona semakin menunduk ketakutan. Tetapi Jonas Irawan merasa marah, dan sangat kesal karena gara-gara gadis itu anak buahnya sekarang terkapar, dan hampir tersakiti olehnya.

"Jaga mulutmu.., jangan sembarangan menyebut nama Tuan Alexander!" teriak Jonas Irawan.

"Tuan Muda.., tolong sabar sebentar Tuan. Mungkin gadis ini adalah Ivona yang Tuan Alexander perintahkan untuk kita cari."

Ivona tersenyum sinis, kemudian dia menatap tajam dan dingin pada laki-laki itu. Melihat tatapannya yang seakan menguliti tubuhnya, Jonas Irawan merasa merinding dan semakin ketakutan.

"Apakah Nona adalah gadis yang diminta Tuan Alexander untuk kami cari?" tanya pengawal dengan sikap ramah pada Ivona. Sudah sejak tadi, mereka mengerahkan banyak pengawal hanya untuk mencari seorang gadis yang bernama Ivona, ternyata gadis itu berada disini dan sedang bersitegang dengan Tuan Muda Irawan.

"Menurutmu aku siapa? Tanya pada dirimu sendiri! Kalau kamu yakin jika aku adalah Ivona yang dicari Alexander, antar aku kesana sekarang! Tapi jika kamu ragu, beritahu dimana laki-laki itu, aku akan datang sendiri padanya." seru Ivona.

Ivona tidak mau memberi tahu namanya pada para pengawal itu, dan para pengawal itu hanya saling berpandangan.

******************************

1
hiilemonie
🥰
Retno Isma
agak susah dicerna alurnya ya
ailama
Luar biasa
Ariez Setiawan
19 thun..mash sma. autorny goblok ini
Ariez Setiawan
autornya agak mabok pas nukis kykny..bnyak yg membingungkan
Bunda Fariz
Lumayan
Shenaylin..😌😌
🤭🤭
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
bagus 🥰
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
uhuu🤭
Bee
Luar biasa
SweetiePancake
jadi 2 mcnya 😁👍
Shinta Dewiana
biar tua tetap hot
Shinta Dewiana
mau gmn lg...carminda juga berhak bahagia...
Shinta Dewiana
heredang haredang....🤣🤣🤣
Shinta Dewiana
ada saja yg penting happy...
Shinta Dewiana
aldo langsung semangat 45....😅😅😅
Shinta Dewiana
ya...ya...ya...
Shinta Dewiana
hus..malas pula bahasa si kakek dr perempuan yg tidak jelas asal usul..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!