(Update setiap weekend)
Sungguh pahit hidup Olivia yang selama 4 bulan belakangan ini harus menjadi wanita simpanan dari Adams, pria yang merupakan kekasih sahabatnya yang bernama Alena hanya demi menutupi kesalahan yang dilakukannya.
Hidup Olivia kian menderita saat dirinya dinyatakan hamil. Awalnya ia sempat mengira jika anak yang dikandungnya adalah anak dari Adams. Pria yang selalu memanfaatkan tubuhnya sebagai pelampiasan di saat Alena sibuk dengan rutinitas dan jadwal shootingnya yang padat. Namun, Adams mengungkap bahwa ternyata dirinya mandul hingga membuat Olivia merasa bingung dengan ayah dari bayi yang dikandungnya saat ini.
Bagaimana cara Olivia dapat menemukan pria yang telah menghamilinya? Dan, apakah Olivia bisa menemukan kebahagiaan dengan segala kesedihan dan kemalangan yang dialaminya?
Follow Instagram Author: ekapradita_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rela Atau Berat
Selamat membaca!
Setibanya di sebuah apartemen yang berada di sisi barat kota Sydney, Adams langsung memacu langkah kakinya menuju unit apartemen Kevin yang terletak di lantai 20. Tujuannya adalah karena ia ingin menuntut Kevin karena melakukan pembatalan kontrak secara sepihak. Selain itu, Adams juga ingin bertanya tentang sebuah pesta yang pernah diadakan oleh Kevin di apartemennya sebulan lalu. Pesta yang mungkin saja menjadi waktu di mana Olivia dinodai oleh pria itu.
"Entah kenapa aku merasa yakin jika Kevin adalah ayah dari anak itu. Soalnya hanya dia yang mungkin melakukannya." Adams semakin memacu langkah kakinya menuju unit apartemen Kevin setelah keluar dari lift.
Setibanya di sana, Adams tanpa membuang waktu langsung membunyikan bel. Menunggu sang pemilik membukakan pintu dengan perasaan tidak sabar.
Selama 10 menit, Adams masih menunggu. Namun, Kevin belum juga membukakan pintu hingga membuat pria itu merasa kesal. "Apa Kevin sengaja menghindar? Dia pasti sudah tau kedatanganku dengan melihat dari door view pintu ini?" Adams benar-benar merasa geram. Ia pun memutuskan untuk mengatakan semua yang ingin dikatakannya sebelum pergi dari sana. Namun, baru saja Adams ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba pintu terbuka dan sosok Kevin pun muncul bersama seorang wanita yang tak lain adalah istrinya. Wanita yang memang sangat dikenal oleh Adams.
"Adams, masuklah!" Kevin mengatakan itu dengan senyum ramahnya. Senyum yang langsung terulas saat melihat sosok Adams tengah menunggunya di depan apartemen.
"Ternyata ada Emilia di sini. Bagaimana sekarang? Apa aku harus bertanya tentang masalah Olivia di depan istrinya?" batin Adams masih mempertimbangkan segala sesuatunya sambil melangkah masuk.
***
Keesokan paginya, tepat pukul 09.00 pagi Olivia baru membuka mata dan ia masih menggeliat manja di atas ranjang, meregangkan otot-otot yang terasa kaku setelah semalaman tidur dengan begitu lelapnya. "Kasur empuk dan kamar yang nyaman ini benar-benar membuat mimpiku indah semalam. Aku bahkan sama sekali tidak terbangun untuk ke pergi kamar mandi," ucap Olivia sambil membuka selimut yang sejak semalam menyelimuti tubuhnya.
Kini wanita itu pun mulai beranjak dari ranjang dan melangkah menuju balkon kamar. Begitu membuka pintu balkon, udara segar di pagi hari langsung menerpa tubuhnya. Pemandangan yang hijau terhampar luas di depan matanya saat ini.
"Entah aku harus bersyukur atau tidak untuk semua ini. Tapi yang jelas, dengan uang yang aku miliki sekarang, aku jadi bisa membuat keluargaku bahagia," ucap Olivia masih menikmati pagi pertamanya di rumah mewah itu.
Seketika ia pun terdiam. Memikirkan akhir dari kesepakatannya dengan Selim semalam dan dari rumah inilah perjalanan dari kesepakatan itu di mulai. Apakah nanti ia benar-benar rela melepaskan anak yang telah dikandungnya? Atau semua itu malah akan terasa berat untuknya. Namun, di saat keraguan itu kembali mengusik ketenangannya, Olivia pun segera menepisnya. Ia kembali menikmati pagi dengan pemandangan indah yang memang jarang dilihatnya.
"Aku tidak pernah menyangka sebelumnya akan tinggal di rumah yang mewah dan memiliki banyak uang di tabunganku, bahkan yang lebih membuatku tidak percaya karena pria itu memberiku tempat tinggal sampai anak ini lahir. Aku merasa anak ini benar-benar berharga untuknya sampai dia ingin melindungiku di rumah ini dari kerasnya dunia luar," ucap Olivia sambil menggenggam pagar balkon, lalu mulai memejamkan kedua mata sambil menarik napas dalam-dalam. "Aku pasti bisa melewati semua ini. Tidak peduli seberapa sakit nantinya aku harus melepaskan anak ini, tapi aku yakin, ini adalah jalan dari Tuhan agar aku bisa mendapatkan banyak uang untuk keluargaku."
Tanpa Olivia sadari, tepat di atasnya terdapat kamera tersembunyi yang memiliki diameter sekecil uang koin dan letaknya berada di dalam lampu balkon. Sebuah kamera CCTV yang terpasang hampir di setiap sisi rumah itu memang untuk memantau apa pun yang dilakukan oleh Olivia.
Bersambung✍️
walaupun diajak ngomong cuma anggukan kepala saja .
selama empat bulan bersama kamu hanya kau jadikan simpananmu tak pernah menghargai olive