NovelToon NovelToon
Kekuatan Di Belakang Ku Menekan Seluruh Surga

Kekuatan Di Belakang Ku Menekan Seluruh Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Peradaban Antar Bintang / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: wusan

Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.

Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.

Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.

Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.



dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

peradaban pastoral

Namun dia masih cukup beruntung karena berteman dengan putri kepala sekte, Jian Xiao Xue. Gadis itu memiliki kecantikan luar biasa dengan tubuh memukau dan kulit seputih salju, wajahnya seolah pahatan dari surga, dan setiap bagian dirinya memiliki kesan yang sangat indah. Penampilannya lembut seperti kakak perempuan tetangga, namun walaupun mereka berteman, Jian Xiao Xue selalu terlihat acuh tak acuh padanya. Aneh­nya, dia justru sangat peduli pada Lu Feng dan selalu membantunya diam-diam.

Lu Feng tidak mengerti alasannya, tapi ia tidak terlalu memikirkannya. Yang ia inginkan hanyalah mencoba menjalani kehidupan di dunia baru ini. Dunia tempat ia berada adalah Benua Xuan Long, tepatnya di wilayah timur. Di sini, para ahli kultivasi mampu menekan bintang dan lautan, bahkan mengubah arah langit. Lu Feng tentu tertarik dan ingin hidup bebas di semesta yang baru ini.

Namun ia menyadari kenyataan pahit: tubuhnya tidak memiliki satu pun saluran qi. Hal itu membuatnya sadar bahwa ia tidak bisa berkultivasi.

“Huh… sungguh sial…”

Lu Feng mendesah di dalam gubuk. Saat ia mengecek realm-nya, ia masih berada di Pemurnian Qi tingkat 1. Fisiknya murni tubuh manusia biasa, seakan ditakdirkan tetap menjadi manusia tanpa kekuatan.

Ia pun membuka pintu gubuk dan keluar.

Di batas antarrealisasi dimensi tak terbatas, sebuah armada besar melayang di sudut tanpa akhir. Inti armadanya berbentuk belah ketupat, dikelilingi enam pesawat raksasa dengan ukuran mustahil diukur. Tiba-tiba alarm berbunyi dari inti armada tersebut.

Suara mekanis AI terdengar: “Tuan, akhirnya aku menemukanmu.”

Di salah satu pesawat, sebuah pintu terbuka. Pintu itu sangat kecil dibandingkan ukuran pesawat, seakan hanya seukuran atom. Sebuah pesawat berbentuk bulat seperti piring meluncur keluar, lalu menukik masuk ke dimensi di bawah-bawah, mengintip setiap sudut verse yang tak terhingga. Pesawat itu kemudian melesat jauh, mengurai kelengkungan dimensi dan memaksa ruang runtuh menjadi satu titik, membentuk lorong panjang.

Lu Feng sedang berjalan ketika tiba-tiba ada cahaya di langit, melesat turun ke arah dirinya.

“Apa itu?”

Saat cahaya itu mendekat, Lu Feng panik dan melindungi tubuhnya dengan tangan. Cahaya itu kemudian berubah menjadi sebuah jam tangan dan menempel di pergelangan tangan kirinya. Ia melihat ke arah langit yang kosong, lalu melihat dirinya sendiri.

“Huh… untung aku baik-baik saja.”

Namun ia terkejut melihat jam tangan yang tiba-tiba muncul di tangannya.

“Hum? Jam tangan?”

Jam tangan itu langsung aktif.

Analisa lingkungan…

Bip… bip…

Terdeteksi: alam semesta aneh, tubuh setiap makhluk dapat menampung energi.

Analisa selesai. Halo, Tuan. Saya akhirnya menemukan Anda.

Suara mekanis itu terdengar di dalam pikirannya.

“Astaga… Zero!”

Lu Feng terkejut. Ia mengenali suara itu — Zero adalah kecerdasan buatan yang selalu menemaninya.

“Halo, Tuan.”

Lu Feng tampak sangat gembira seperti bertemu teman lama. “Kamu… kok bisa menemukan aku?”

“Saya memindai dari setiap sudut kemungkinan aritmetika dimensi, menghitung seluruh probabilitas jika roh Tuan muncul,” jawab Zero dengan suara mekanis halus.

Lu Feng mengangguk pelan, akhirnya mengerti. Zero pasti telah memindai setiap garis lintang dimensi, dan jika ada jejak jiwanya muncul, itu akan langsung terdeteksi.

“Lalu… gimana perang­nya?”

Lu Feng bertanya dengan nada khawatir.

“Tuan, perang berakhir sejak saya memukul mundur mereka. Setelah itu, mereka seperti tak ingin mencari masalah lagi dengan kita dan memilih berperang dengan pihak lain. Sejak saat itu, saya menamai peradaban kita sebagai Pastoral,” jawab Zero dengan suara mekanis tenang.

“Ohh…”

Lu Feng mendesah, lalu mengerutkan dahi. “Terus… siapa yang mereka perangi? Setahu aku cuma peradaban kita yang bisa mencapai level itu.”

“Itu, Tuan… yang dinamakan Kuil Kunlun. Mereka muncul dari ketiadaan, dan pemimpin mereka seorang lelaki tua yang sangat aneh. Saat saya mencoba menyelidiki lebih jauh, ada sebuah kecerdasan yang menutupi semuanya. Karena itu saya memilih diam dan tidak peduli lagi,” jelas Zero.

“Huh… sungguh peradaban yang suka menghancurkan,” gumam Lu Feng. Ia memikirkan para dewa dan iblis yang dulu hampir memusnahkannya, membuatnya semakin kesal. Tapi ia mengibaskan pikirannya — itu semua sudah berlalu.

“Ohh Zero, coba lihat tubuhku. Kenapa aku nggak bisa berkultivasi?”

“Baik, Tuan. Analisa tubuh.”

Bip… bip…

Hologram dari jam tangan itu menyala, memindai tubuh Lu Feng dari kepala hingga kaki. Beberapa detik kemudian, Zero menyelesaikan pemindaian.

“Analisa selesai. Tuan… karena Anda itu manusia biasa, Anda tidak memiliki tempat untuk menampung energi seperti orang-orang di dunia ini. Mereka menyebutnya Dantian,” jelas Zero.

Lu Feng mengangguk pelan. “Ohh begitu…”

“Ada cara, Tuan.”

“Hm? Aku juga kepikiran… gimana kalau kita pakai teknologi hyperspace? Kita buka alam semesta kecil sendiri?”

“Benar, Tuan.”

Lu Feng mengerutkan alis. “Baiklah… tapi gimana caranya? Alatnya aja nggak ada.”

Untuk membuka hyperspace semesta kecil, Lu Feng membutuhkan teknologi kelengkungan dan meriam anti­materi — perangkat yang bisa membuka ruang kecil, lalu membesarkannya. Anti­materi yang ditembakkan ke ruang kelengkungan akan menghasilkan efek doppler, membuat setiap partikel antimateri menyatu dengan kelengkungan, membuka ruang kosong baru yang akan melebar seiring stabilisasi dimensinya.

Tenang saja tuan, saya punya cara.”

Zero berkata dengan suara mekanis.

Jam di tangan Lu Feng mengeluarkan dua jarum kecil, dan kedua jarum itu mulai bergetar sebelum menyatu perlahan. Dalam hitungan detik, sebuah pintu ruang aneh terbentuk di udara, berputar seperti pusaran dimensi kecil.

Lu Feng menarik napas pendek lalu melangkah masuk.

Begitu dia melewati pintu itu, pemandangan berubah total. Dia kini berdiri di sebuah laboratorium modern dengan peralatan futuristik yang ia kenal dengan baik. Udara dingin laboratorium menyentuh kulitnya, membuatnya menghirup dalam-dalam.

“Hah… sungguh nostalgia,” gumam Lu Feng sambil melihat sekeliling. “Ini lab yang dulu kupakai untuk penelitian… jadi Zero masih menyimpannya.”

“Tuan, saya sudah menyiapkan semuanya. Tuan bisa masuk ke dalam tabung itu,” kata Zero.

Di tengah ruangan, sebuah tabung bulat dengan desain maju, penuh pola cahaya biru dan struktur logam futuristik, berdiri tegak. Lu Feng mengangguk dan mulai masuk ke dalamnya.

Begitu dia memasuki tabung, penutupnya tertutup rapat dengan suara desis halus.

“Tuan, karena proses ini menyangkut hidup Anda, saya menyiapkan tingkat keamanan sembilan puluh sembilan persen. Tingkat keberhasilannya cukup stabil,” jelas Zero.

“Umm… buatlah,” jawab Lu Feng singkat, mengangguk dalam tabung.

“Pelancaran kelengkungan dan antimateri siap dimulai dalam tiga… dua… satu…”

“Luncurkan.”

Tabung itu langsung bersinar terang. Garis-garis cahaya melingkari permukaan tabung, dan sebuah lengkungan ruang aneh terbuka di dalamnya. Energi partikel kelengkungan mulai mengalir masuk, menembus tubuh Lu Feng, seolah menariknya ke dalam pusaran kekuatan dimensi yang tak terlihat.

1
Daud Nikolas
lanjut thor
master x
oke bg gw lanjut
Daud Nikolas
lagi thor
Daud Nikolas
lanjut thor
Daud Nikolas
keren
Daud Nikolas
semangat thor💪
Daud Nikolas
bagus sih,kalau untuk genre fantasy adu latar belakang 🤣🤣
master x
keren😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!