Namanya CINTA. Gadis cantik dan mandiri yang bekerja sebagai staff di salah satu Bank Swasta
Tanpa sengaja saat berlibur bersama teman-teman kantornya di Bali, CINTA bertemu dengan JACKSON. Pria tampan yang sangat percaya diri dan mengklaim bahwa Cinta adalah miliknya sejak mereka pertama kali bertemu.
Bisakah Jackson meyakinkan Cinta, bahwa Cinta pandangan pertama itu benar adanya ?
Apakah Cinta akan percaya pada Jackson, pria egois yang terkenal playboy ?
Lalu bagaimana jika Cinta tiba-tiba menghilang dari pandangan Jackson ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Berpamitan itu sulit
Untuk sebagian orang lainnya hari ini adalah hari selasa yang sama seperti biasanya. Tapi tidak bagi Cinta dan Jackson.
Cinta sangat menantikan hari ini, karena setelah berbulan-bulan lamanya Ia akan pulang ke Malang . Pulang ke rumah orang tuanya dan melepas semua kerinduannya pada orang tua, kakak, dan ponakannya .
Berbeda dengan Jackson, Ia malah berharap hari ini tidak pernah ada. Rasanya Ia tak sanggup untuk jauh dari Cinta . Apalagi Cinta pergi selama lima hari. Bagaimana nasibnya jika Ia rindu .
Sebenarnya Jackson ingin sekali menawarkan diri untuk ikut dengan Cinta. Tapi pekerjaannya yang terlampau banyak membuatnya harus mengurungkan niatnya. Sebagai kekasih yang baik dan pengertian Jackson harus memberikan privasi pada Cinta dan keluarganya .
" Maaf nih yah Bos... tapi berkas yang Lu baca sekarang sudah Lu tanda tanganin dari tadi. Yang belum tuh yang ini . "
Ucap Adit sambil mengambil berkas yang sudah Jackson baca berulang kali .
" Oh yah ? kok Gue gak ingat , yakin Lu ? " tanya Jackson .
" Lihat aja sendiri . " balas Adit .
Jackson membolak balikkan lembaran demi lembaran dan mendapati tanda tangannya dilembaran akhir .
" Iya bener . Kenapa Lu gak ngomong dari tadi ."
Ucapnya malah menyalahkan Adit .
" Lu itu kenapa sih, hari ini uring - uringan banget ", tanya Adit .
" Cinta mau pulang ke Malang . " Ucap Jackson lemah .
" Seriusan ? Jangan bilang Lu ada niatan ikut pindah ke Malang juga ? " tanya Adit hawatir. Pasalnya Ia sudah mulai nyaman disini. Dan juga sepertinya Ia mulai menyukai seorang wanita .
" Kenapa Gue harus pindah ke Malang ? " tanya Jackson bingung .
" Kan lu bilang Cinta pindah ke Malang " , jawab Adit dengan polosnya .
" Cinta pulang ke Malang, bukan pindah dodol . " Jackson mulai kesal karena Adit tak paham maksudnya .
" Cinta berangkat ke Malang nanti malam dan balik ke Jakarta hari Minggu . " Jackson menjelaskan maksudnya .
" Oohh ... jadi itu penyebabnya . Yah sabar aja lah bos... lima hari aja, lagian selama Cinta gak ada Lu bisa tuh coba main-main ke club , main doang sekedar nyapa bentar " bujuk Adit .
" Ohh.. Big NO. Kalau Cinta sampai tahu, mati dah Gue. " Ucapan Jackson mengundang tawa bagi Adit karena merasa sahabatnya kini sudah sangat berubah menjadi pria bucin .
Tanpa mereka sadari sejak tadi Hesti yang hendak masuk ke ruangan Jackson mendengar pembicaraan mereka.
" Ohh.. Jadi wanita sialan itu akan pergi. Ini kesempatan Gue. Kalau Gue berhasil ajak Pak Jackson ke club, Gue bisa hancurin hubungan mereka . " batin Hesti merencakan hal licik .
Sejak sore Jackson yang menjemput Cinta di kantor ikut pulang ke apartemen milik Cinta .
Alasannya sih dia ingin ikut membantu Cinta mengatur barangnya .
" Katanya kamu mau bantuin, kalau kamunya meluk gini terus mana bisa selesai aku atur barangnya . "
Cinta protes pada Jackson karena sejak mereka masuk ke kamar Cinta dengan niat mengatur barang, Jackson terus saja memeluk Cinta dari belakang. Mengikuti setiap langkah Cinta .
" Ini aku bantuin kamu... bantuin supaya nanti kamu gak terlalu kangen sama aku . " Elak Jackson .
" Alahh... itu maunya kamu aja meluk meluk gini ", Cinta tak percaya dengan alasan Jackson.
Jackson melepas pelukannya lalu duduk ditepi tempat tidur. Mengamati Cinta yang sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
" Sayang, kamu lima hari kan disana ? Baju yang kamu bawa cuma ini aja ? Kebanyakan oleh-oleh nih kamu gak ada tempat untuk baju kamu jadinya ." Komentar Jackson.
" Sayang,, apa kamu lupa aku itu mau pulang ke rumahku. Disana bajuku banyak. Lagian Sayang kamu ingat gak, yang beliin ini oleh-oleh siapa ? " mainan anak sampe segini banyak yang beli siapa ? "
Cinta mulai kesal karena bukannya membantu Jackson malah menganggunya .
Jackson tertawa. " Benar juga yah , yang beliin semua barang itu adalah dirinya ", batin Jackson .
Setelah barangnya rapi Cinta bergegas untuk membersihkan diri. Tak lupa Ia mengambil pakaiannya untuk Ia bawa masuk ke kamar mandi karena tak mungkin Ia memakai pakaiannya di hadapan Jackson .
Tindakan Cinta tak luput dari pengamatan Jackson, " Sayang kok bajunya di bawa sih. Ganti di sini aja ." Ucap Jackson dengan menaik turunkan alisnya.
" Enak aja.... Belum Halal . " balas Cinta .
" Ya udah halalin yuk sayang.. kamu maukan ? "
Wajah Cinta yang putih tiba-tiba saja memerah karena merona mendengar ucapan Jackson .
Cinta berlari masuk ke kamar mandi meninggalkan Jackson yang terus tertawa karena berhasil menggoda Cinta .
Setelah mandi dan berpakaian Cinta keluar dari kamar mandi masih dengan rambutnya yang basah. Segera Ia duduk di depan meja riasnya berniat mengeringkan rambutnya .
Jackson yang sedang rebahan di tempat tidur menunggu Cinta langsung mengubah posisinya menjadi duduk.
Ia sangat suka melihat Cinta dengan rambut yang basah, terlihat sangat seksi baginya .
Jackson bangun mendekat ke Cinta, merebut alat pengering rambut yang di pegang Cinta.
" Sini biar aku aja yang ngeringin rambut kamu ."
Cinta setuju saja karena itu bisa menghemat waktunya. Ia bisa sambil makeup kala Jackson mengeringkan rambutnya .
Tapi Jackson tetaplah Jackson. Ia akan tetap mengambil kesempatan . Saat mengeringkan rambut Cinta, sesekali Ia memberikan ciuman di tengkuk , di bahu dan di leher Cinta .
Cinta tentu saja merasa terganggu dengan ulah Jackson. Tapi anehnya Ia tidak bisa menolak.
Saat rambut panjang Cinta hampir saja kering, Jackson kembali menunduk. Kali ini Ia memberikan ciuman di leher Cinta . Tapi kali ini bukan hanya kecupan, Ia menghisap bahkan menggigit kecil disana.
Cinta yang tak tahan dengan perlakuan Jackson akhirnya melenguh pelan.
Mendengar lenguhan Cinta, memancing gairah Jackson.
Ia balik tubuh Cinta menghadap padanya , Cinta yang semula duduk di kursi kini sudah berpindah duduk di atas meja rias.
Jackson mencium bibir Cinta, merasakan manisnya bibir sang kekasih. Saling berbelit lidah dan bertukar saliva .
Tangan Cinta menggenggam erat pinggiran meja ketika Jackson menurunkan ciumannya ke leher Cinta.
Cinta tahu apa yang mereka perbuat ini salah. Tapi Cinta tak kuasa menolaknya. Tubuhnya menginginkan ini .
Cinta semakin mendongakkan kepalanya memberi akses bagi Jackson mengeksplor leher jenjang miliknya .
Tangan Jackson tak tinggal diam . Dengan perlahan Ia menurunkan resleting bagian depan dress yang digunakan Cinta .
Lalu nampaklah dua bukit kembar yang sangat indah bersembunyi di balik sana.
Jackson memberikan kecupan kecupan di bagian atas bukit kembar Cinta yang tak tertutupi .
Dengan lihai Jackson mengelus lembut kedua bukit kembar itu dari luar , sebelum akhirnya Ia menaikkan kembali resleting dress Cinta .
Dengan napas berat Jackson mendesah. Ia menyatukan keningnya dengan kening Cinta.
" Kenapa berhenti ? " tanya Cinta juga dengan napas yang berat. Sungguh Cinta sudah sangat bergairah dibuatnya .
" Kamu mau aku lanjutin ? Yang ada kamu akan telat ke bandara sayang . " Goda Jackson .
Jackson tersenyum lalu memeluk Cinta.
" Kamu ingat janji aku kan sayang untuk jagain kamu. Maafkan aku kalau sering lepas kendali sampai melakukan hal yang seperti tadi " ucap Jackson lirih di pelukan Cinta .
" Aku rasa kalau masih yang seperti tadi , yahh gak masalah. Dengan kamu tahu kapan harus berhenti aku rasa itu salah satu usaha kamu jagain aku ", ucap Cinta .
Jackson melepas pelukannya pada Cinta. Menatap Cinta tak percaya. Ia pikir Cinta akan marah .
" Sayang kamu lanjutin siap-siap yah. Aku ke kamar mandi sebentar. Sabun kamu ada banyak kan sayang ? " tanya Jackson menggoda Cinta .
" Iya ada kok. Masih banyak juga kok ", jawab Cinta polos yang tak paham maksud Jackson.
Setelah menyelesaikan makeupnya, Cinta keluar dari kamar. Sudah ada Wulan dan Sofi menunggu di Sofa.
" Cin.. Lu mau pulang lima hari tapi bawaan Lu seperti orang mau minggat ", komentar Sofi melihat Cinta membawa dua koper besar .
" Iya.. ini nih ulah Jackson. Beliin oleh-oleh malah sebanyak ini ", jawab Cinta yang ikut duduk di samping Wulan .
" Lama banget Jackson. Katanya sebentar aja di kamar mandi . " Omel Cinta yang sudah bosan menunggu Jackson .
Wulan mengamati Cinta dari samping dan melihat kissmark dileher Cinta .
" Ya iyalah lama... Gue yakin Jackson sedang menenangkan sesuatu . " Wulan tertawa sendiri membayangkan apa yang dilakukan Jackson.
Kalau dulu dengan mudahnya Jackson bisa menyalurkan hasratnya pada wanita manapun, tapi kini Wulan yakin tak akan semudah itu .
" Dan Cin, kissmarknya Lu mau pamerin ? " tanya wulan sambil mengibaskan rambut Cinta yang sengaja ia gerai untuk menutupi tanda kemerahan di lehernya .
" Terus gimana dong. Makanya gue tutupin pakai rambut " jawab Cinta frustasi .
" Siniin tas make up Lu. Ambilin Gue concealer atau foundation Lu . " Perintah Wulan.
Dengan sangat terampil Wulan mengoleskan concealer ke kissmark Cinta.
" Gila.. babang sultan ganas juga kissmark sampe ada tiga gitu Cin ", komentar Sofi .
Sumpah Cinta sangat malu saat ini . " Untung saja hanya Sofi dan Wulan . Bagaimana jika Ayah atau Bunda yang melihat. Bisa langsung di nikahkan Gue . " Batin Cinta .
" Ini gak seberapa Sof... Jackson bisa lebih parah dari ini. Bener gak Cin ? " pertanyaan Wulan terdengar ambigu .
Cinta hanya tertawa saja menutupi rasa canggung karena pertanyaan Wulan.
Jackson yang baru saja keluar kamar melihat apa yang di lakukan Wulan dan Cinta .
" Loh sayang, kamu make upnya belum selesai ? " tanya Jackson merasa tak bersalah .
" Diam deh. Ini semua karena kamu . " Balas Cinta kesal sambil melempar bantal ke arah Jackson .
Akhirnya mereka berdua berangkat ke bandara tak lama setelah Wulan menyelesaikan tugasnya dengan baik .
Di parkiran bandara yang cukup ramai, ada sepasang insan yang sedang asik bercumbu di dalam mobil.
Yah siapa lagi kalau bukan Jackson dan Cinta .
Rasanya Jackson tak ingin mengakhiri ciuman mereka malam ini karena Ia sudah merasakan rindu padahal Cinta saja belum pergi .
Saat ciuman Jackson akan beralih turun ke leher , Cinta segera menghentikan Jackson
" Udahan dong sayang, jangan di leher lagi. Susah nih aku samarin bekasnya " ucap Cinta .
Jackson yang sudah bergairah memiliki ide lain, " kalau gitu di tempat lain aja sayang, yang tertutup " Ucap Jackson lalu hendak membuka resleting dress Cinta .
Cinta segera menghentikan aksi Jackson.
" Nanti aja yah sayang. Takutnya aku malah ketinggalan pesawat nih " , tolak Cinta .
Jackson akhirnya mengalah. Benar juga kata Cinta mereka masih punya banyak waktu nanti, pikir Jackson .
Jackson merutuki dirinya yang selalu hampir hilang kendali jika berdua bersama Cinta .
Sepasang kekasih itupun akhirnya turun dari mobil dan berjalan bersama kedalam bandara .
Saat tiba di depan pintu masuk bagian keberangkatan domestik, sekali lagi Jackson memeluk Cinta . Kali ini pelukan mereka hanya sebentar. Tak lupa pula Jackson memberikan kecupan di kening Cinta .
" Kamu jangan lirik-lirik pria lain yah disana. Kabarin aku terus . Sampaikan salamku untuk ayah , bunda, dan Mbak mu " ucap Jackson.
Cinta hanya mengangguk mengiyakan semua perintah Jackson.
Dengan mendorong dua koper besar Cinta menghilang di balik pintu masuk keberangkatan.
Meninggalkan Jackson yang mulai detik ini menjadi tak bersemangat .
" Astaga... gak pernah Gue bayangin kalau berpamitan itu se sulit ini ." Batin Jackson .
" Cuma lima hari Gue pasti bisa. Dulu aja Gue nguntit Cinta sampai berbulan-bulan. " Ucap Jackson menyemangati dirinya .
Tapi saat masuk ke mobil dan mencium aroma parfum Cinta yang tertinggal seketika batin Jackson menjerit,
" sumpah..... gue udah kangen. Gimana dong...."
.
.
.
.
.
"Rindu tak akan pernah jemu, membuat candu, membuat malam semakin biru, kamu."
.
.
.
.
To be continue
***** makasih banyak yang sudah baca dan dukung karyaku ini. maafkan othor kalau ada kata kata yang kurang berkenan yah. stay healthy , salam ❤ . *****
please..tq.../Pray/
ikut bahagia thor..
lanjut...
cinta tulusmu akan menyembuhkan segala luka yg ada pada Cinta...
sampai harus ada yg berharap lbh padamu,baru kamu sadar...bahwa ada udang di balik mie...hehehe....
lanjuut...
kini ku berdoa,semoga beliau tenang dan bahagia disana bersama pencipta nya...
parah parah..../Facepalm/