**Buat pecinta novel romantis, belum lengkap rasanya kalau belum membaca novel yang satu ini.**
Rianty adalah kembang desa di kampungnya. Oleh karena suatu hal, Rianty harus meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke kota.
Dia dibantu pamannya untuk berangkat ke kota, tapi tidak disangka pamannya juga mempunyai niat yang tidak baik.
Seperti lepas dari mulut harimau masuk ke dalam mulut buaya, itulah perumpamaan yang cocok untuk Rianty.
Rianty akhirnya harus kehilangan kesuciannya yang sudah dijaga selama ini. Pria yang merenggut kesucian Rianty juga tidak pernah mengenal Rianty. Bahkan Rianty akhirnya harus mengandung dan membesarkan anaknya seorang diri.Dalam penderitaan Rianty, untungnya Rianty mempunyai seorang anak genius, yang bertekad akan menemukan ayahnya.
Akankah anak genius ini menjembatani hubungan ayah dan ibunya?
Buat yang penasaran, ayo ikuti lebih lanjut ceritanya
Jangan lupa like, comment dan vote untuk author ya🙏🙏🙏 Semoga terhibur selalu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikahi Rianty
Rianty akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan pada Devan.
"Mas Devan, bisa saya minta mas Devan untuk membantu saya supaya bisa check out dari rumah sakit. Saya merasa sudah sehat dan baik-baik saja, biar saya bisa beristirahat di rumah saja", ujar Rianty memohon pada Devan.
"Kamu yakin sudah baik-baik saja?", tanya Devan khawatir.
"Yakin mas", sahut Rianty sambil mengangguk.
Aldi kali ini juga tidak berkomentar apa, padahal biasanya dia tidak suka dengan Devan, karena dia takut ibunya tertarik dengan papa Angel itu.
Aldi juga sudah kangen pulang ke toko roti, tapi bersama maminya, tidak sendirian.
"Angel kamu sini dulu ya sama tante Rianty dan Al dulu, papa mau ke bagian admin dulu!", instruksi Devan.
Angel langsung mengangguk senang, dan langsung duduk di samping Rianty sok akrab, sedangkan Al hanya bisa menatap kesal ke Angel yang suka mencari perhatian maminya itu.
Begitu sampai di bagian Admin Rumah Sakit, bagian Admin yang mengenal Devan sebagai kakak ipar Gerald, langsung mengijinkan kepulangan Rianty.
"Ibu Rianty sudah boleh pulang pak, hanya saja tadi pak Gerald sedang terburu-buru ada urusan lain jadi pak Gerald menginstruksikan untuk membiarkan ibu Rianty beristirahat di rumah sakit dulu, katanya nanti beliau yang akan mengurus check out ibu Rianty".
Devan tentu kaget mendapat jawaban seperti itu, Devan semakin merasa curiga dengan perhatian Gerald kepada Rianty.
"Jangan-jangan Gerald menyukai Rianty, berani sekali dia menginginkan wanita yang kusukai. Lagipula dia sudah menikahi adikku, apa maksudnya? Berani sekali Gerald main-main denganku!" pikir Devan dalam hati marah.
Tapi Devan tentu tidak memperlihatkan kemarahannya, dengan wajah tenang Devan menjawab,
"Iya, ini saya membantu Tuan Gerald untuk mengurus check out Bu Rianty, tolong diurus untuk adminnya".
Tentu saja bagian admin percaya dengan perkataan Devan. Setelah semua prosedur check out selesai, Devan segera membawa Rianty keluar dari rumah sakit Healthy Life.
Rianty pun bisa bernafas lega, akhirnya dia bisa kembali ke toko rotinya, dan tidak usah bertemu dengan Gerald lagi.
Bahkan kali ini Rianty tidak menolak, saat Devan mengantarnya pulang, karena menurutnya tidak pada tempatnya kalau dia masih menolak Devan, sedangkan tadi dia sudah meminta bantuan Devan.
Rianty tidak pernah tahu bahwa dengan keputusannya itu akan membuat Tuan Gerald marah besar.
...********...
"Mas Devan saya ingin minta tolong sekali lagi, berapa biaya rumah sakit saya, saya ingin bayar ke tuan Gerald.
Saya akan mentransfer ke mas Devan, mas Devan tolong bayarkan ke Tuan Gerald ya, dan sampaikan terima kasih saya atas pertolongan tuan Gerald", ujar Rianty.
Walaupun Rianty tahu dengan begitu dia tidak sopan pada Gerald, tapi dia benar-benar takut dan malu bertemu Gerald lagi.
Sebenarnya Devan kurang setuju Rianty membayarnya, setidaknya dia bisa mewakili Rianty untuk membayar ke Gerald, lagipula uang itu juga tidak ada artinya untuk Gerald.
Tapi Devan tahu sifat Rianty yang tidak suka menerima pemberian orang.
Tapi akhirnya Devan juga merasa senang, setidaknya Rianty sama sekali tidak tertarik dengan Gerald.
Bahkan Devan kemudian berpikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan pada Gerald kalau hubungan Rianty dengannya lebih dekat, agar Gerald tidak berpikiran macam-macam lagi pada Rianty.
"Baiklah kalau begitu", sahut Devan dan memberikan nomor rekening dan jumlah biaya rumah sakitnya kepada Rianty.
Rianty sempat tertegun melihat jumlah biaya rumah sakitnya yang tertera, tapi menutupi rasa kagetnya dengan segera mengambil handphone untuk mentransfer uangnya ke Devan.
"Ah.. untung aku punya simpanan, untung aku segera check out, kalau tidak berapa lagi biayanya? Sungguh pusing ketemu orang kaya, rumah sakitnya saja semahal itu! Berapa bulan aku harus mengumpulkan uang sejumlah itu, sungguh sial aku bisa mengalami kecelakaan!", sesal Rianty dalam hati.
"Terimakasih atas bantuannya ya mas Devan", ujar Rianty saat Devan dan Angel pamitan .
"Terimakasih Om", ujar Aldi juga, hari ini mau tidak mau dia harus bersikap sopan, setidaknya papa Angel sudah membantu maminya.
...********...
"Tuan Aldo, hasilnya sudah keluar, benar dugaan aku, Aldi benar-benar anak Tuan", ujar sekretaris Kim yang baru masuk ke ruangan Gerald, menyerahkan hasil tes DNA Gerald dan Aldi yang menunjukkan kalau Gerald adalah ayah biologis Aldi.
"Terus apa yang akan tuan Gerald lakukan?
'Aku akan membawa keduanya hidup bersamaku", ujar Gerald.
"Dengan status apa?", tanya sekretaris Kim bingung dengan kemauan tuan nya ini.
"Tentu sebagai istri dan anakku!"
"Bagaimana dengan Monica?"
"Akan kuceraikan", ujar Gerald tegas.
"Saya rasa tidak akan semudah itu untuk menceraikan Monica, tuan Gerald", ujar sekretaris Kim memberi pendapat.
"Untuk apa aku punya kamu? Kamu buatlah semua menjadi mudah seperti biasanya!", sahut Gerald dengan seenaknya.
Sekretaris Kim hanya bisa menarik nafas panjang, tidak bisa membantah kemauan tuannya itu.
"Tuan, kamu tidak tahu kalau kali ini misi ini misi yang sulit. Salahmu sendiri mempertahankan pernikahan seperti ini sampai 7 tahun. Setelah 7 tahun tanpa masalah tiba-tiba mau kamu ceraikan, tentu tidak semudah itu.
Belum lagi menghadapai ibumu yang sudah terlanjur menyayangi wanita licik itu?", pikir sekretaris Kim dalam hati.
Ternyata yang sedang dipikirkan sekretaris Kim, malah sudah muncul.
Bu Rini Anggara mendadak muncul tanpa mengetuk pintu lagi, dan langsung menerobos masuk ruangan Gerald.
"Ibu ingin bicara denganmu. Sibuk sekali kamu, sampai pagi-pagi ibu telpon kamu, telponmu tidak diangkat, telpon Monica, kamu juga sudah tidak di rumah!", omel ibu Gerald.
Memang terakhir dapat telpon dari sekretaris Kim, Gerald sengaja mematikan handphonenya, karena takut mengganggu tidurnya Rianty.
"Saya permisi dulu Nyonya Anggara", ujar sekretaris Kim, karena berpikir ini adalah masalah keluarga tuannya.
"Tidak usah! Kamu juga ikut dengarkan saja, jadi kamu bisa jaga tuan mudamu untuk bersikap lebih baik!", sahut ibu Gerald.
"Baiklah, ibu duduk dulu, katakan saja langsung apa yang membuat ibu marah-marah begitu?", tanya Gerald.
"Siapa perempuan yang kamu bawa ke rumah sakit Healthy Life, sampai menimbulkan gosip? Ada hubungan apa kamu dengan wanita itu sampai kamu menjaganya semalaman di rumah sakit?
Sejak kapan kamu bisa tertarik dengan perempuan dari kalangan rendah itu?", tanya Bu Rini setelah duduk di depan Gerald.
"Wah hebat sekali berita ibu, sampai hal begitu saja ibu bisa tahu. Siapa yang sudah ibu suruh memata-matai kegiatan aku itu? asisten kesayangan ibu itu ya?", tanya balik Gerald.
Bu Rini menjadi tidak bisa menjawab anaknya, memang dari dulu Gerald tidak pernah suka dengan Lena.
"Kim, bagaimana kamu menjaga tuan mudamu itu, sampai menjadi bahan gosip di Healthy Life?"
Akhirnya sekretaris Kim yang menjadi sasaran kemarahan bu Rini.
"Ibu tidak usah menyalahkan Kim, Kim hanya membantu pekerjaanku, tidak bisa mempengaruhi aku.Tidak seperti asisten ibu yang hebat itu!", ujar Gerald membela sekretarisnya.
"Karena ibu sudah membicarakan masalah itu, baiklah aku juga langsung saja memberitahu, saya akan menikahi Rianty, perempuan yang digosipin itu", sambung Gerald.
Ibu Rini langsung kaget mendengar perkataan anaknya itu dan langsung bangun dari duduknya.
"Apa katamu? kamu jangan ngawur!"
Sekretaris Kim juga kaget, tidak menyangka Gerald akan langsung memberitahu ibunya.
"Sepertinya kali ini Tuan Gerald serius dengan Rianty, apa yang sudah dilakukan wanita itu hingga membuat Tuan Gerald tergila-gila padanya!", pikir Sekretaris Kim dalam hati bingung.
Bersambung........
...🎉🎉🎉🎉🎉...
...Readers jangan lupa follow Author dan...
...tekan tombol favoritnya ❤️...
...terimakasih 🙏...
Aku sekalian ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN by Ira. Yuk mampir kakak di jamin seru jangan lupa like dan commen
Menjadi sosok yang berbeda bukanlah hal yang baik namun tidak juga buruk. namun apa jadinya jika seorang gadis tiba-tiba bertemu dengan keluarga yang terpandang dan kaya. Namun dia harus merelakan identitas aslinya menghilang begitu saja? Aira adalah gadis yang kehilangan namanya semua orang memanggilnya dengan Aurelia sejak hari itu semua berubah, namun itu juga awal pertemuannya dengan Dekarsa bersaudara.
Zidan memiliki cacat di wajahnya hingga membuat orang-orang membencinya dan menyebutnya monster, dia di asingkan oleh orang tuanya sendiri dan karena itu ia memiliki dendam terhadap ibunya. Dia selalu kesepian sampai dia bertemu dengan sosok Aurelia yang selalu menyemangati dan mendukungnya, dia juga yang membatunya untuk tampil Tampa sebuah topeng mengerikan itu lagi.