NovelToon NovelToon
The Triplets STORY

The Triplets STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Badboy / Action / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Erlinawati

Sekuel of "My Bos CEO"

Note : Novel ini hanya hiburan semata. Don't Judge oke, jika tak suka skip saja.

Disebuah rumah yang selalu bising dengan kejahilan dan juga keusilan Triplets, anak dari "Della dan Aiden". Usia mereka sudah menginjak di bangku Sekolah Menengah Atas, namun sifat mereka selalu hangat jika dirumah tapi berbeda 100 bahkan 1000% jika diluar rumah mereka. Kecuali si bontot.

Sifat dingin, kejam, dan tak tersentuh dominan dengan dua anak laki-laki tampan yang bernama "Azlan Delbert Abhivandya" dan "Erland Drake Abhivandya"

Sedangkan bertolak belakang dengan sifat kedua kembarannya, "Edrea Dwyne Abhivandya" justru memiliki sifat yang bar-bar, centil dan cerewet. Apa yang ia mau harus bisa ia miliki termasuk dengan seorang laki-laki yang ia incar. Dengan halangan apapun ia akan berusaha untuk mendapatkan hati orang tersebut. Tapi di balik sifatnya yang terlalu feminim, didalam dirinya mengalir darah seorang Aiden William Abhivandya yang artinya ia juga bisa lebih kejam dibanding dengan kedua saudara kembarnya di saat ia merasa nyawanya akan terancam.

Welcome to story penuh dengan misteri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 35

Dihari berikutnya, Edrea masih saja belum di perbolehkan untuk menyetir mobil sendiri oleh kedua saudara kembarnya dan Edrea hanya bisa pasrah saja.

Dan tak seperti kemarin semua siswa/siswi ditempatnya menuntut ilmu akan heboh karena ulah Erland maupun Azlan saat mengantarnya, kini siswa/siswi disana tampak seperti biasa karena Erland tak menampakkan dirinya dari balik mobil miliknya, tapi tatapan berbeda-beda masih mereka tunjukkan ke Edrea. Namun Edrea tak menggubrisnya, ia terus saja berjalan menuju kelas 11 IPA 1 dimana kelas tersebut adalah kelas Joni dan juga Zico.

Dengan langkah santai Edrea memasuki kelas tersebut yang sudah ramai dengan siswa/siswi di dalamnya tak terkecuali dengan Zico yang sudah tampak hadir dan tak lupa disampaingnya ada Puri yang bergelayut manja di lengan Zico.

Edrea yang melihat itu tertegun sesaat namun setelahnya ia merilekskan tubuh untuk kembali bersikap seperti biasa. Bahkan tadi mata Zico sempat beradu dengan mata Edrea namun langsung diputus begitu saja oleh Edrea.

Edrea menghela nafas untuk menguatkan hatinya itu dan dengan perlahan ia mendekati meja Joni yang berada di belakang meja Zico hanya berjarak 2 bangku saja. Tapi tatapan dari Zico masih mengikuti kemana arah Edrea pergi hingga membuat Puri berdecak sebal.

Sedangkan Joni yang mengerti situasi saat ini pun langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Edrea.

"Hay," sapa Joni saat dirinya sudah di depan tubuh Edrea yang kebetulan berada disamping meja Zico.

Edrea tampak melirik sekilas kearah laki-laki yang dulu pernah ia kejar itu tapi setelah itu ia mengalihkan pandangannya kearah Joni yang sudah tersenyum kepadanya. Edrea pun membalas senyum itu.

"Kenapa kesini?" tanya Joni.

"Ah itu gue mau balikin sapu tangan lo yang kemarin sekaligus mau kasih ini ke lo," ujar Edrea sembari menarik tangan Joni untuk menuju kembali ke mejanya.

Joni dan Edrea kini duduk bersebelahan.

"Ini apa?" tanya Joni menunjuk kotak bekal makanan yang Edrea tadi berikan kepadanya.

"Buka aja," jawab Edrea penuh dengan antusias. Sepertinya ia sudah sedikit melupakan akan kehadiran Zico disana atau hanya pura-pura saja? entahlah hanya Edrea yang tau.

Joni pun langsung membuka tutup kotak makan tersebut dan ia tersenyum kala mengetahui isi didalam kotak tersebut.

"Sandwich?" Edrea pun mengangguk dengan senyum yang mengembang.

"Cobain dong. Gue buat sendiri lho," ucap Edrea.

Joni mengambil satu sandwich dan langsung memakan sandwich tersebut.

"Gimana? enak gak?" tanya Edrea was-was pasalnya baru kali ini sandwich buatannya dimakan oleh orang lain.

Joni tampak tak menjawab pertanyaan Edrea, ia malah membuat ekspresi berpikir yang membuat Edrea lesu seketika.

"Gak enak ya?" tanya Edrea dengan lesu.

"Kata siapa? Ini enak banget tau," jawab Joni yang langsung membuat wajah lesu Edrea kembali bersinar.

"Benarkah?" tanyanya dengan berbinar.

"Emang gue pernah bohong?" Edrea menggelengkan kepalanya.

"Kalau gak percaya, coba aja sendiri masih ada satu sandwich tuh," tutur Joni.

"Enggak deh itu kan buat lo," tolak Edrea.

Joni pun berdecak dan tanpa aba-aba ia menyuapi Edrea. Edrea yang refleks pun langsung membuka mulutnya dan benar saja rasa sandwich buatannya memanglah sangat enak.

"Gimana? sekarang percaya kan sama gue," tutur Joni.

"Hehehe iya."

"Ya udah itu habisin mubasir kalau gak dihabisin." Edrea pun mengangguk dan berakhirlah mereka berdua makan sandwich bersama sembari berbincang-bincang ringan.

Semua kelakuan mereka berdua tadi tak lepas dari tatapan elang milik Zico yang sekarang tengah geram mengamati keakraban Edrea dan Joni itu, bahkan tangannya sudah mengepal sangat erat hingga kuku tangannya memutih.

Zico yang sudah tak tahan pun langsung mengebrak meja dan menyingkirkan Puri dari lengannya setelah itu ia keluar dari kelas tersebut.

Sedangkan orang-orang yang berada dikelas yang sama dengan Zico pun terperanjat kaget dengan aksi laki-laki tampan itu tak terkecuali dengan Edrea dan Joni. Bahkan Edrea sampai tersedak makanan di mulutnya.

"Uhuk uhuk uhuk."

"Ini minum dulu," ucap Joni sembari menyodorkan satu botol air mineral kearah Edrea yang tutup botolnya sudah ia buka. Tak lupa tangannya ia ulurkan untuk menepuk-nepuk pelan punggung Edrea.

Setelah batuknya reda Edrea membuka suaranya.

"Dia tadi kenapa?" tanyanya kepada Joni.

"Mana gue tau," jawab Joni enteng sembari mengedikan bahunya.

Edrea pun berdecak setelah itu ia berdiri dari duduknya.

"Mau kemana?" tanya Joni.

"Ke kelas lah, 5 menit lagi bel masuk bunyi," jawab Edrea kemudian ia berjalan keluar dari kelas Joni menuju kelasnya sendiri.

...*****...

Disisi lain saat jam pelajaran sudah dimulai, terjadi keributan di luar gerbang sekolah Balerix itu yang membuat semua guru dan siswa/siswi melihat situasi diluar dan bertapa kagetnya mereka kala melihat siswa/siswi dari sekolah lainnya datang ke sekolah mereka dengan membawa senjata tajam di tangan mereka.

Erland yang tau wajah-wajah biang kerok itu mengeram tak terkecuali dengan teman-teman yang satu geng motor dengannya yang kebetulan juga menuntut ilmu disekolah yang sama dengan Erland.

"Hito, lo amanin guru dan siswa lainnya yang gak berkepentingan untuk tidak berada di sekitar gerbang sekolah dan lobi kalau bisa mereka semua tetap di kelas masing-masing. Dan lo, Odi, kumpulin semua anggota kita yang ada disekolah ini untuk ikut gabung. Dan untuk yang udah disini kita langsung dekatin mereka jangan lupa pakai gasper kalian atau apa saja buat jaga-jaga untuk senjata kalian," perintah Erland.

Semua orang tadi langsung menuju ke bagian masing-masing. Erland pun perlahan menghampiri anak-anak sekolah sebelah.

"Kasih alasan ke gue. Kenapa lo semua nyerang sekolah ini?" tanya Erland to the point.

Salah satu laki-laki yang sebaya dengan Erland mendekati dirinya dan berhadapan langsung dengan jagoan Daddy Aiden itu.

"Karena beberapa siswa di sekolah ini telah melecehkan salah satu siswi dari sekolah kita," jawab laki-laki tersebut dengan kobaran api emosi yang membara.

"Siapa orang itu?" tanya Erland dengan meredakan emosinya.

"Apakah ada diantara kita disini? Katakan siapa nama-nama siswa itu," sambung Erland. Kalau sudah masalah melecehkan Erland juga tak akan tinggal diam begitu saja.

"Gue gak tau pastinya tapi gue punya foto-foto dari siswa-siswa itu," ucap laki-laki tersebut yang juga meredakan emosinya tadi. Ia kemudian merogoh ponselnya dan memberikan ponsel tersebut yang sudah menampilkan wajah siswa yang dimaksud mereka.

Erland memincingkan alisnya. Tak ada satu pun orang didalam foto tersebut yang ia kenali. Tapi seragam yang dikenakan oleh pelaku itu memang benar seragam dari SMA Balerix.

Setelah mengamati lebih detail foto tersebut, Erland mengembalikan ponsel tadi ke pemiliknya.

"Lo ikut gue masuk dan yang lainnya tetap disini!" perintah Erland.

"Kalian tetap awasin mereka. Dan untuk senjata tajam lo tolong jangan dibawa masuk," sambung Erland.

Laki-laki tadi langsung meletakkan senjata tajamnya. Setelah dirasa aman Erland masuk kedalam dan diikuti oleh laki-laki tersebut untuk menuju kearah ruang kepala sekolah.

...*****...

Sumpah eps ini gak jelas banget gak sih?

Oh ya kalau ada kesalahan dalam penulisan dan yang lainnya tolong beritahu author, biar author langsung memperbaiki kesalahan itu oke 🤗

Dan terimakasih untuk semuanya yang sudah setia baca cerita absurd ini 🤗 maaf kalau masih banyak kekurangannya 🤗 See you next eps bye 👋

1
Rain Clar
Luar biasa
Bunda Hesty
zico ada saingannya nih
pia.
lahh ko anak nya 4 thorr?? siapa aja???
Bajul Sayuto
terlalu bertele-tele author ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
TERLALU BERTELE-TELE ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH ANJING
Bajul Sayuto
hahahahahahaha cerita SAMPAH
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH BABI!!!!!!
Bajul Sayuto
semakin kesini semakin gak jelas cerita SAMPAH ANJING!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH NAJIS CUUIIIHHH ANJING!!!!!!!
Bajul Sayuto
semakin gak jelas ANJING
Bajul Sayuto
iya eps ini gak jelas banget, kayak lu GAK JELAS ANJING!!!!!!!!!!
Bajul Sayuto
sok yes bener zico ANJING
ENDAH_SULIS
apa sikkk receh bgt ...gak jelas lu zea... kebanyakan cincong lebay
vera tri
terlalu banyak misteri dan rahasia ceritanya
San Nittt8
luar biasa keren
Yeni Erlinawati: terimakasih atas penilaiannya kakak 🤗 jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya❤️
total 1 replies
G Yarti
asik
Ayhu Surany
wawww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!