Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.
Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.
Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.
Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???
Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...
Chek it out yuk...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....
Selamat membaca...happy Reading...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>
Di sebuah taman sedang duduk dua orang wanita yang sedang asyik mengobrol sambil memperhatikan dua gadis kecil yang asyik berlarian mengejar balon bola barbie milik mereka.
Felisya dan Santi selalu menghabiskan petang di penghujung weekend di taman ini, Santi dengan setia menemani Felisya kemana pun pergi sesuai perintah Gery. Gery sengaja memindahkan Felisya ke kantor pusat yang terdapat di kota B di propinsi yang berbeda dengan tempat tinggal Rangga.
Hampir 4 bulan Felisya menghabiskan hari-harinya tanpa keberadaan Rangg sang suami di sampingnya. Sejujurnya Felisya sangat merindukan Rangga namun rasa sakit yang di rasakannya membuatnya begitu hancur dan kecewa sehingga Felisya tak ingin kembali padanya.
Gery sengaja menyuruh Santi untuk ikut dengan Felisya agar Santi bisa menjaga Aiza dan Aida di saat Felisya bekerja. Saat ini Felisya bekeeja di kantor pusat perusahaan XX bagian sekretaris kepala bagian pemasaran.
Perusahaan XX merupakan perusahaan keluarga Gery, Gery adalah satu-satunya penerus perusahaan XX namun di karenakan suatu hal, keberadaan Gery di samarkan dari publik sehingga dia di perintahkan untuk mengelola perusahaan XX cabang di desa.
Peusahaan XX yang terdapat di desa merupakan satu-satunya peluang usaha bagi penduduk yang umumnya bekerja sebagai petani teh, perusahaan sengaja mempekerjakan penduduk dengan upah yang tinggi agar perekonomian penduduk dapat terbantu.
“ Aiza...Aida...” panggil seorang pria yang menghampiri Aiza dan Aida yang tengah bermain.
“ om Geryyyy....” teriak Aiza dan Aida menghampiri Gery.
Gery menggantikan sosok Ayah bagi Aiza dan Aida sejak Felisya meninggalkan Rangga. Walaupun Aiza dan Aida sangat merindukan Rangga namun Felisya berusaha memberi pengertian kepada kedua putrinya dan berjanji akan mempertemukan mereka dengan ayahnya di saat urusan perceraian selesai.
“ Asik banget main nya...coba tebak..om bawa apa??” tanya Gery pada Aiza dan Aida sambil menyembunyikan sesutau di belakang punggungnya.
“ mhm...es klim...” Jawab Aida dengan logatnya yang masih cadel.
“ Aiza mau es krim...” seru Aiza bersorak.
Akhirnya Gery pun menunjukkan es krim yang baru saja di belinya kepada Aiza dan Aida. Aiza dan Aida melompat bahagia.
“ Horee...” seru mereka lalu menghampiri Felisya dan Santi yang duduk tersenyum melihat pemandangan keakraban Aiza dan Aida dengan Gery.
“ Kamu jangan terlalu memanjakan mereka mas...” ujar Felisya pada Gery merasa tak enak hati selalu saja merepotkan Gery.
“nggak apa-apa kok...lagian aku senang melihat mereka senang...” sahut Gery lalu ikut nimbrung di bangku panjang tepat di samping Felisya.
“ Aiza...Aida...kita kesana yuk...” ajak Santi agar Gery dan Felisya bisa leluasa mengobrol mana tahu ada hal penting yang akan di sampaikan Gery pada Felisya.
“ tadi siang Rangga datang ke rumah Alex...ujar Gery.
Felisya menoleh menatap pada Gery. “ ngapain mas...?” Tanya Felisya pada Gery.
“ katanya dia ingin berjumpa dengan kamu...dia mengantarkan surat balasan gugatan cerai yang kamu kirimkan padanya...dan surat itu telah di tanda tanganinya..” jelas Gery.
Rasa sakit saat mendengar Rangga menyetujui perceraian itu menyelimuti hati Felisya, Rangga mau menanda tangani surat itu dalam artian berarti Rangga rela melepaskan dirinya dan kedua putrinya dari kehidupannya.
Tanpa terasa buliran bening mengalir di pipi Felisya, Gery menangkap hal itu lalu menghela nafasnya.
“ kamu yang menginginkan perceraian ini, maka dari itu kamu harus kuat menjalaninya...” ujar Gery memberi semangat pada Felisya.
Felisya menghapus air mata yang telah membasahi pipinya, “ benar mas...aku yang menginginkan perceraian ini...namun ada rasa kecewa dengan sikap bang Rangga yang mau menanda tangani surat itu, dalam artian dia merasa dirinya benar dan tak ingin berubah...” keluh Felisya.
“ kamu sabar ya...mungkin ini smeua yang terbaik buat kalian...agar tak ada lagi yang menyakiti dan tersakiti...” Gery berusaha menghibur Felisya.
Felisya tersenyum, Gery telah menjadi teman, sahabat sekaligus kakak bagi Felisya selama dia pergi menjauh dari kehidupan Felisya.
Sejak Felisya pindah ke kota B, Gery selalu menjadi penyemangat dan penghibur dirinya di kala dia merasa terpuruk mengingat kenangannya bersama mantan suaminya.
Jika bukan karena bantuan Gery, Felisya tak tahu harus membawa kedua putrinya kemana, dan bagaimana cara membesarkan kedua putrinya itu.
“ terima kasih mas...kamu udah banyak membantuku...” ucap Felisya.
“ itu aku lakukan karena kamu adalah sahabatku...” ujar Gery menutupi rasa cinta yang ada di dalam hatinya pada Felisya.
“ Udah Sore...yukk kita pulang...” Ajak Gery, lalu Gery pun memanggil Santi untuk mengajak Aiza dan Aida untuk pulang ke rumah.
Merreka melangkah menuju parkiran taman, lalu masuk ke dalam mobil milik Gery.
“ kita makan malam dulu ya...” usul Gery supaya Santi dan Felisya tak repot masak lagi di rumah nantinya.
“ terserah kamu aja mas...” jawab Felisya.
Gery pun melajukan mobilnya, dan berhenti di sebuah restoran terkenal di kota B. Mereka pun masuk ke dalam Resto tersebut untuk menikmati makan malam.
******
Hari ini persidangan perceraian Rangga dan Felisya akan di gelar, Rangga berangkat dari rumah berharap bisa berjumpa dengan Felisya di persidangan nantinya.
Rangga telah berada di pengadilan Agama, di sana dia mencari-cari sosok Felisya, namun dia hanya melihat Alex disana. Felisya tak menghadiri acara persidangan mereka, persidangan belum bisa di putuskan karena masih ada beberapa pertimbangan oleh Hakim sehingga hakim mengundur persidangan seminggu lagi.
Setelah acara persidangan di tutup, Rangga menghampiri Alex yang merupakan pengacara dari Felisya.
“ Maaf...pak Alex...bisakah saya berbicara sebentar...?” tanya Rangga, saat itu terlihat Alex sedang menelpon seseorang di seberang sana.
“ Ya silahkan...” ujar Alex, namun panggilan telponnya masih tersambung.
“ tolong sampaikan kata maafku pada Felsiya atas semua kesalahan yang telah aku lakukan...dan mungkin perceraian ini lebih terjadi dari pada dia hidup menderita dengan saya...saya tak akan mempersulit perceraian ini....tapi saya mohon pada Felisya untuk mengizinkan saya untuk berjumpa dengan kedua putri saya...” pinta Rangga pada Alex, yang di dengar langsung oleh Felisya yang tadinya sedang berbicara dengan Alex melalui sambungan telpon yang masih terhubung.
“ Baiklah...akan saya sampaikan pada nona Felisya...namun hak asuh kedua putri anda akan tetap berada di tangan Felisya....” ujar Alex.
“ baiklah...saya hanya meminta untuk berjumpa dengan kedua putri saya...” pinta Rangga mulai menyerah, saat ini dia tak mungkin lagi memperjuangkan cintanya pada Felisya, mungkin saja saat ini cinta yang ada di hati Felisya telah memudar, dan Pudarnya cinta Felisya pada dirinya merupakan kesalahan dirinya sendiri.
“ oke...” sahut Alex lalu meninggalkan Rangga dan kembali berbicara dengan Felisya.
“ Halo nona...!” ujar Alex, namun tak ada lagi balasan dari Felisya.
Alex memastikan panggilannya masih terhubung, dan berfikir mungkin Felisya merasa sedih saat mendengar ucapan Rangga tadi. Alex pun mematikan sambungan telponnya.
Bersambung...
Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...
**Rate...
Favorite...
Like...
Koment...
Hadiah...
serta Vote...
di tunggu ya...biar semakin semangat...
Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**
Ranggaaaaaaaa...........
loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
itu ☝️☝️ resepsionis