NovelToon NovelToon
7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:168k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan atau perintah

Setelah sampai dirumah. Althara pergi begitu saja tanpa pamit tanpa bicara tanpa menatapku dan pergi begitu saja,sepertinya dia masih kesal dengan perbincangan terakhir kami di puncak tadi.

Aku merenung di kamar ku sendiri mengingat hal yang telah ku katakan kepada Althara,aku hanya ingin terlihat kuat di hadapan nya,aku ingin dia tahu jika aku bisa baik-baik sana tanpanya,tapi entah kenapa hatiku malah menjadi merasa risau. Aku memeluk kedua kaki ku di atas kursi dan menatap keluar jendel.

Mengapa aku merasa sedih,aku merasa semua ini salah. Aku belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan ku selama beberapa tahun ini tentang kenapa dia pergi tapi aku malah kembali memikirkan perasaan nya. Aku gundah,aku tidak tahu harus seperti apa sekarang,kenapa di saat titik terendah ku siap untuk melupakan Althara,malah berubah dalam sekejap karena kehadiran nya.

Handphone ku berdering di atas meja.

Rey. Aku ingat belum mengabari nya seharian tadi,bahkan aku lupa untuk menelpon balik dia saat dia menelpon ku di puncak tadi.

“Hallo”

“Hay Rey”

“Kamu habis dari mana?”

“Aku habis jalan tadi siang”

“Ooh. Tadi aku nyari kamu ke resto tapi ternyata kamu libur”

Aku mengerutkan kening ku.

“Terus kamu cari aku kerumah pagi-pagi?”

“Ngapain kerumah kamu pagi-pagi?” Tanya nya terkekeh semakin membuatku bingung.

“habis dari resto aku langsung ke kantor ada kerjaan”

Aku ingat persis tadi Althara jelas mengatakan jika Rey sedang menuju rumah ku. Dan aku kira Althara tahu jadwal liburku hari ini itu dari Rey.

“Hallo” panggil Rey.

“Iya iya Rey” jawab ku berusaha sadar dari lamunan.

“Kamu habis main sama siapa?”

“Sama temen”

“Temen mana? Tadi aku liat Riani ada di Resto kerja siang”

Entah mengapa aku begitu kesal mendengar ucapan Rey. Aku mengerutkan kening ku.

“Kamu fikir temen aku cuma Riani?”

“Ngga ngga gitu,maksud aku ga gitu All” Rey terdengar panik.

“Sorry aku cuma khawatir aja tadi kamu pergi sama siapa?”

Ya memang harus di khawatirkan Rey, aku memang pergi dengan Althara.

“Eh tar,dari mana lo? Lama amat hahah”

Althara ada disana ?. Gumamku dalam hati.

“Kamu lagi dimana?”

“Aku di Cafe Fadil Al,semua lagi pada kumpul”

Semua, berarti benar Althara pun ada.

“Oh ya udah,aku mau ke kamar mandi dulu ya”

“Oke Alhena,langsung istirahat aja ya”

“Oke” jawab ku singkat.

“selamat malam”

“Selamat malam Rey”

Aku menutup telepon nya dan kembali melamun di atas kursi ku dengan menatap keluar jendela yang sudah gulap gulita. Aku menatap ke atas langit yang mulai tertutup awan,seolah dia menutupi indahnya bintang untuk ku pandang.

Esok harinya.

Aku mulai di sibukan lagi dengan pekerjaan ku di Restaurant.

“Al kita makan dulu yuk”

“Bentar Ri,gue masih sibuk input data ini”

“Ayolah al makan dulu” Riani menggoyang kan lengan ku.

“Iya iya iya bentar”

Lalu aku mengikuti nya ke luar Restaurant.

“Al, gimana kabar lo dan Rey?” Tanya nya ketika kami tengah menyantap burger kami.

“Kenapa emang?”

“Gue cuma nanya aja, gue juga jadi ikut kefikiran masalah lo”

Riani membuat ku kembali sedih mengingat semua nya.

“Gue juga ga tau harus gimana ri, gue ngerasa bersalah banget sembunyiin ini semua dari Rey, tapi gue ga tau harus mulai cerita gimana sama dia. Di sisi lain Althara udah terlanjur ngeliat kedekatan gue sama Rey”

“Terus?”

“Gue udah berusaha nunjukin ke Althara kalo gue baik-baik aja tanpa dia, tapi kenapa ketika gue liat wajah dia yang kecewa gue malah ngerasa kalo ini salah”

“Lo masih sayang sama dia al”

Aku menggelengkan kepalaku menangkis prasangka yang dikatakan Riani.

“Lo ga bisa sangkal itu” ujar Riani.

“Rasa sakit gue udah ngalahin rasa sayang yang gue punya ke dia ri”

“Lo yakin itu?”

Aku menatap Riri dengan bingung.

“Ri please, kenapa sekarang lo jadi malah nyudutin gue sih ? Bukan nya selama ini lo sendiri yang minta gue buat move on? Kenapa lo jadi malah bikin gue bingung kaya gini ?”

Riri terlihat gugup,dia pun terlihat memikirkan sesuatu.

“Al, gue minta lo buat move on tuh dari dulu, dari awal lo cerita tentang masalah lo dengan Althara. Tapi sampe sekarang lo ga bisa move on kan ? Sampe akhirnya Althara balik lagi lo masih aja belum bisa move on. Kenapa lo ga kasih dia kesempatan untuk jelasin dulu semuanya sih al,setelah itu terserah lo mau tinggalin dia atau terima dia lagi terserah,asal lo puas dulu dengerin alasan dia kenapa selama ini hilag begitu aja di kehidupan lo”

“Ngga! gue ga mau!” Ujar ku dengan teguh pendirian.

Riani terdengar menghela nafas nya. Dia sudah kesal melihat keras kepala ku yang tidak bisa di lawan nya lagi.

Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Althara. Sekuat apapun alasan yang akan di berikan nya,tidak sepatutnya dia meninggalakan ku seperti itu. Setidaknya dia memberikan sedikit penjelasan dari awal walaupun itu akan terlihat menyakitkan, tapi itu akan lebih aku terima dan lalu melupakan dari pada dia menggantungkan alasan nya selama 6 tahun.

Beberapa hari berlalu. Di hari libur kali ini aku telah membuat janji dengan novel-novel yang ada di toko buku untuk mengunjungi mereka. Sudah lebih dari satu minggu aku tak mengunjungi mereka. Dan aku sudah amat merindukan novel-novel baru yang tertata rapih di setiap rak nya.

Aku mulai menyisir buku novel yang berada di lantai bawah dengan tenang. Aku membaca setiap isi sinopsis nya dan jika tidak tertarik aku kembalikan ke tempat asalnya.

Lalu aku menaiki tangga pergi ke lantai 2 dan mulai mencari novel-novel baru disana,jika ada yang bagus aku menyimpan nya di tote bag belanja yang sudah aku tenteng di lenganku.

Seseorang bertubuh tinggi berdiri di samping ku,terlihat oleh ekor mataku. Aku tak mengacuhkan pria itu dan terus fokus mencari cari novel di depan ku.

“Mau berapa lama lagi kamu muter-muter disini?”

Pria itu mengejutkan ku. Aku memegang dada ku yang berdebar kencang.

“Althara kamu ngapain disini?” Kesal ku.

“Ini tempat umum kan?”

“Iya aku tau ini tempat umum,tapi kenapa tiba-tiba ada disini?”

“Aku nunggu kamu dari tadi”

Aku terdiam tak lagi bertanya. Untuk apa dia menunggu ku dari tadi ?

Wajah ku masih terlihat begitu kesal namun aku berusaha tak memperdulikan nya dan kembali mencari novel.

“Aku yakin kalo toko buku ini belum tutup kamu bakalan terus disini sampai ada petugas yang usir kamu”

“Lalu?” Sinis ku.

“Aku lapar”

Begitu di buat heran aku dengan alasan dia mengangguku hanya karena dia kelaparan. Aku menatap dia dengan tajam dengan melipat kedua tangan ku.

“Lalu ?” Tanya ku lagi, kali ini dengan sinis.

“aku mau makan”

Althara benar-benar kembali ke setelan awal nya,terlihat menyebalkan.

“Ya kalo kamu mau makan tinggal makan sendiri kan ga perlu aku suapin?”

Althara terdiam tak menjawab. Aku meninggalkan nya yang berdiri di sana sekejap namun akhirnya tetap membuntuti ku.

Aku terus berusaha tak mengacuhkan nya. Biarlah dia mengikuti ku sampai lelah,aku tak akan perduli.

Sesekali aku melirik dia yang sudah mulai ikut membaca buku.

Kenangan di masa lalu kini muncul kembali dalam ingatan ku. Dulu dia sering sekali menemani ku mencari novel di toko buku persis seperti ini dengan penuh canda tawa. Namun sekarang semua berbeda,kami berada di tempat yang persis sama namun dengan keheningan tanpa bicara.

Setelah selesai mencari buku aku menyerahkan tote bag yang berisi novel-novel ku kepada kasir. Althara ikut menaruh buku pilihan nya dengan buku belanjaan ku.

“Satuin aja mbak” ucap nya lalu Althara menggeser tubuh ku.

Dia membayar semua belanjaan nya. Setelah pembayaran selesai Althara mengambil tas belanja nya dan membawanya pergi.

Aku bingung melihat buku belanjaan ku di bawa nya pergi tanpa permisi,membuat ku harus terus mengikuti kemana buku ku akan di bawa Althara.

Dia berjalan masuk kedalam mall yang berada tepat di samping toko buku dan duduk di salah satu Restaurant junkfood favorite kami. Dengan memesan makanan yang sama seperti dulu,tanpa menanyakan apa yang ingin aku makan.

Aku dan Althara mulai makan paket burger dengan Ekstra cheese. Kita saling diam tak ada yang berbicara. Aku hanya bisa mengikuti apa yang di inginkan nya tanpa berbicara sedikit pun,aku tidak perlu mengobrol dengan dia,biarkan dia melakukan hal apa yang di ingin kan nya, namun tidak akan membuat ku getar untuk kembali ceria seperti dulu di hadapan nya.

Lalu handphone Althara berdering. Sebuah pesan masuk kedalam handphone nya.

Dia terlihat tersenyum menerima pesan itu. Jujur saja,penasaran memang ada dengan siapa dia berkirim pesan sampai membuat dia tersenyum sepertin itu,namun aku tetap berpura-pura tidak memperdulikan dia dengan terus menyantap lahap makanan ku.

Dia menyimpan handphone nya kembali di meja.

“Kita ke Dufan” ucap nya membuat ku tersedak.

“Uhukk.uhukk” aku langsung mengambil minuman ku.

“Apa?”

“Kita ke Dufan”

“Mau apa?”

“Kamu ga tau Dufan tempat apa?” Tanya nya sinis.

Aku mengerutkan kening ku dengan kesal.

“Ngga, aku ga mau!” Kesal ku dengan tegas.

“Aku ga minta persetujuan kamu untuk ikut”

“Lalu”

“Kamu akan tetap ikut aku”

“Ini permintaan atau perintah?”

Aku baru menyadari kalimat yang baru saja ku lontarkan dengan spontan. Kalimat yang begitu keramat di tujukan untuk Althara jika dia sudah memaksakan suatu hal.

Dia tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu.

“Keduanya” jawab Althara sambil terus tersenyum seolah dia menemukan titik celah hatiku kembali.

1
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKNNYA...
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKANNYA...
Sita Sit
apapun alasannya kok aku tetep kesel ya sama athara ,pergi gitu aja,paling gak ,ngabarin dong,apalagi itu tiap semester kan pulang,bisa kan nemui Alena sebentar aja
Sita Sit
makanya al ,sejak awal harusnya kamu jujur sama Alena tentang kepergian mu,bikin sakit hati orang aja Al kamu tu
Sita Sit
alasan nya apa ya si althara ninggalin Alena gitu aja,harusnya ya ngasih kabar gitu,sampai 6 th lo
Sita Sit
kenapa althara ninggalin Alena gitu aja y
Sita Sit
seru nih ,next
Sita Sit
mampir
Dy
Luar biasa
velina
bnyk bngt yg ngicer alhena busettt
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Chyntia Rizky 🖋️
mampir disini 🎉 semangat yaaa
Mariam R RIa
suka Thor dan langsung jadi favorit
Dian Ferdiana
ceritanya bagus banget
Fatim Ummu Ayes
si jaelangkung...
Fatim Ummu Ayes
ini nantix jadi pemicu pertengkaran gk ya? secara se alhena gk mo jujur k suami
Fatim Ummu Ayes
jelangkung tuh si roni
Fatim Ummu Ayes
kirain si roni bakalan ngebuat tata ngejar" dia..
Fatim Ummu Ayes
gini nih... kalo cintax penuh ambisi
Fatim Ummu Ayes
ujung"nya seneng bangett....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!