NovelToon NovelToon
Married With Ex-Boyfriend

Married With Ex-Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: leni septiani

Menikah memang impian setiap insan, entah itu muda atau tua. Harapannya adalah menikah dengan sosok yang dicinta, sosok yang di damba dan sosok yang sempurna dari segi manapun.

Tapi bagaimana jadinya jika menikah dengan mantan? Sosok yang pernah membahagiakan sekaligus menjadi sosok yang berakhir menggores luka.

Laura tidak pernah mengharapkan itu, bahkan untuk bertemu saja ia enggan. Namun takdir seolah mempermainkan, kenyataan yang tak diinginkan malah berbalik menjadi jalan menuju pernikahan.

Akankah pernikahan Laura dan Kai berjalan lancar atau justru bebatuan terjal menjadi cobaan yang harus diluruskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Drama Lama

“Resepsi kalian mau kapan?” Pandu membuka pembicaraan setelah mereka semua selesai makan malam.

“Dua bulan lagi,” jawab Kai yakin, sementara Laura melirik protes karena tidak diberi tahu sebelumnya.

“Gak bisa, dua bulan lagi aku ada seminar di Bandung. Gimana kalau nanti waktunya bentrok?”

“Ya kita nikahnya sebelum kamu seminar lah, Yank,”

“Kamu yakin emang mau biarin aku pergi? Tiga hari loh?”

“Kenapa harus gak yakin? Aku kan nanti ikut,” jawab Kai menaik turunkan alisnya. “Sekalian bulan madu, Yank, kan lumayan irit dikit karena kamu pasti di bayarin pihak rumah sakit,” lanjut Kai dengan kedipan menggodanya.

“Jangan ikut-ikutan pelit kayak Papi deh,” Laura mendelik sebal.

“Becanda sayang,” ucap Kai gemas seraya melayangkan kecupannya di pipi sang istri, yang membuat wajah Laura memerah malu karena aksi Kai itu di lihat oleh semua anggota keluarga. Terlebih Rapa yang sudah mesem-mesem menggodanya.

“Jadi deal nih dua bulan lagi?” Angga ikut membuka suara, menatap anak dan menantunya bergantian.

“Deal aja deh, Pa. Tapi tanggalnya belum bisa di tentuin, karena Ela harus pastiin dulu tanggal seminarnya biar gak tabrakan nanti.” Angga dan yang lainnya mengangguk. Kemudian pembahasan kembali di lanjutkan mengenai konsep, tempat dan segala macam hal yang akan menjadi persiapan pernikahan.

Laura dan Kai lebih ikut pada keinginan orang tua karena mereka tidak ada impian khusus mengenai pesta pernikahan. Bagi Laura dan Kai yang penting sah itu sudah cukup. Tapi tidak mungkin jika tidak ada resepsi sama sekali apalagi teman bisnis Pandu, Angga dan Leo banyak dan pastinya mereka ingin memberi tahu publik bahwa anak-anaknya sudah menikah.

“Sampai resepsi nanti kalian tinggal disini, gak mau tahu pokoknya,” ujar Leo pada Laura dan Kai.

“Iya Papi iya, Ela sama Kai tinggal di sini dulu, nemenin Papi. Tenang aja,” Laura mengelus punggung orang tua tunggalnya itu. Apa pun keinginan Leo akan Laura turuti, tentu saja atas seizin Kai karena bagaimanapun sekarang pria itu adalah suaminya.

“Iya Pi, Kai gak akan langsung ajak Laura pindah, kok, lagi pula rumah yang Kai beli belum selesai di renovasi,” tambah Kai menyetujui.

Angga dan Indah memilih untuk tidak berkomentar. Mereka tetap setuju walau Kai dan Laura akan menetap bersama Leo, mereka paham dan tidak tega juga jika harus membuat Leo semakin kesepian. Di masa tuanya seperti ini, tidak ada orang tua yang ingin jauh dari anak-anaknya, pun dengan Angga dan Indah. Tapi mereka lebih bisa mengerti, Leo yang lebih membutuhkan anak-anak berada di sampingnya.

“Nah yang kayak gini, nih, mantu pengertian,” delik Leo pada Rapa yang duduk tidak jauh darinya. “Bukan kayak, lo!” ujarnya kemudian.

“Papi apa sih, hah, ngajak ribut mulu kalau sama Abang?” protes Rapa tidak terima.

“Papi dari tadi diam, duduk, mana ada ngajak ribut,” santai Leo tidak sama sekali merasa bersalah karena sudah membuat Rapa kesal.

“Papinya diam, mulutnya rese.” Sebal Rapa.

“Mulai lagi deh,” Lyra memutar bola matanya bosan. “Kamu tahan-tahan ya Kai punya mertua kayak gini, banyak-banyakin istigfar biar nyebelinnya papi mertua kamu gak kambuh,” lanjutnya membuat semua orang yang ada di sana tertawa, kecuali Leo yang justru menatap protes pada sahabat sekaligus besannya itu.

“Kamu harus lebih hati-hati sama Bundanya Si Ela, Kai. Kalau ada di rumah harus pintar-pintar ngumpet, nanti di suruh masak. Bilang juga sama karyawan kamu di restoran, kalau perempuan bulet ini datang usir aja, makannya banyak gak mau bayar. Rugi kamu nanti,” kata Leo panjang lebar, membalas cibiran Lyra.

“Heh aki-aki kurang belaian, sadar diri lo, selama ini siapa yang suka ngabisin makanan di kulkas? Ngasih belanja pas-pasan lo makan kayak kuli bangunan,” balas Lyra tidak ingin kalah. Pandu memijat pangkal hidungnya pusing, istri dan besannya selalu saja mendebatkan hal-hal yang tidak penting seperti ini disetiap ada celah.

“Eh sembarangan aja lo ngomong! Lo datang ke supermarket gue ngambil ini itu, pernah bayar lo?”

“Ngambil semua itu juga buat kebutuhan siapa, hah? Gak ingat lo kalau lo yang selalu ngabisin? Gu—”

“Udah Bun udah, ingat darah tinggi Bunda,” Queen mengelus-elus punggung mertuanya dengan lembut, menghentikan perdebatan antara papi dan bundanya yang tidak pernah selesai perihal makanan dan uang belanja. Dua duanya tidak ingin mengalah mengenai siapa yang lebih dirugikan.

“Papi kamu tuh,” tunjuk Lyra pada Leo.

“Apa lo nyalah-nyalahin gue, lo yang duluan!” ujar Leo tidak ingin disalahkan. Dan perdebatan salah-salahan kembali membuat pusing semua orang yang sejak tadi menonton. Pandu yang sudah merasa bosan pun akhirnya turun tangan dan menarik istrinya ke dalam pelukan, mengecup bibir tipisnya yang selalu berhasil menghentikan ocehan Lyra.

Laura hanya mampu geleng-geleng kepala. Papi dan bundanya itu selalu saja tidak ingat umur jika sudah memperdebatkan hal seperti itu. Untung saja Angga da Indah sudah terbiasa dan memaklumi, jadi Laura tidak terlalu malu pada mertuanya.

Obrolan mengenai persiapan untuk resepsi di akhiri dengan perdebatan antara Leo dan Lyra, setelahnya kedua orang tua Kai memutuskan untuk pulang karena hari pun sudah semakin malam. Kai memeluk kedua orang tuanya itu seraya meminta maaf dan meminta izin tinggal di rumah Leo. Pun dengan Laura yang memohon maaf untuk sikap keluarganya, termasuk keinginan sang papi yang mengharuskan mereka tinggal di rumah ini hingga resepsi nanti.

Laura jelas tidak enak, takut dianggap pilih kasih, tapi Indah untungnya paham jadi tidak terlalu mempermasalahkan dan malah meminta agar Laura tidak terlalu fokus pada Kai, karena Leo membutuhkan perhatiannya. Tentu saja Laura tidak akan melupakan tugasnya satu itu, meskipun sudah menikah, bukan berarti tanggung jawabnya sebagai anak ia lupakan begitu saja, walau Laura tahu bahwa setelah menikah anak perempuan bukan lagi milik orang tuanya.

Selesai mengantar kepergian Angga dan Indah, Laura menarik Kai masuk kembali ke dalam rumah, menghampiri Leo, Lyra dan Pandu yang sudah membahas mengenai pekerjaan. Satu hal yang tidak Laura sukai. Sedangkan Rapa, Queen beserta anak-anaknya sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing yang juga memang tersedia di rumah Leo.

“Bunda sama Ayah mau nginep apa pulang?” tanya Laura setelah duduk di sofa yang beseberangan dengan ketiga orang tuanya.

“Kenapa memangnya?” tanya balik Lyra dengan kening mengkerut. “Kamu ngusir Bunda sama Ayah?” tambahnya dengan nada tersinggung yang di buat-buat. Laura hanya memutar bola matanya.

“Gak liat ini udah jam berapa?” jam yang tertempel di dinding Laura tunjuk untuk memberi tahukan pada orang tuanya itu bahwa ini sudah cukup malam. “Ini waktunya tidur bukan bahas pekerjaan. Apa Ela harus ingetin itu tiap hari?”

“Iya La, seben—”

“Gak ada!” tegas Laura memotong kalimat Pandu. Memang hanya Laura yang berani melakukan itu, terlebih jika untuk kesehatan keluarganya. “Ayah sama Bunda pulang, istirahat. Vitaminnya jangan lupa di minum. Bahas pekerjaannya besok lagi aja.”

“Ini nih yang kadang buat gue kesel punya anak seorang dokter,” keluh Leo tidak sungguh-sungguh.

Pandu tidak berani mendebat, karena tahu bahwa jika sudah seperti ini Laura yang keras kepala tidak akan mau mengalah meskipun pada orang tua. Batas mereka melek adalah sampai jam sepuluh malam, itu di atur sendiri oleh Laura untuk para orang tua, sedangkan ini sudah hampir tengah malam. Dan Laura akan bertingkah seperti dokter sungguhan di jam-jam yang sudah melewati batasnya para orang tua.

“Papi juga minum vitaminnya, setelah itu tidur. Ayo, Ela antar ke kamar,” Laura bangkit dari duduknya, menarik sang papi agar ikut berdiri, sementara Pandu sudah lebih dulu mengajak serta istrinya bersiap untuk pulang.

“Ya udah, Ayah sama Bunda pulang, La, kamu juga jangan lupa istiharat,” ucap Pandu mengecup puncak kepala Laura yang masih berdiri di depan Leo yang masih duduk di kursinya, di susul dengan kecupan di pipi yang diberikan oleh Lyra.

“Kamu juga istirahat Kai. Puasa dulu buat malam ini, ya, Si Ela lagi jadwalnya kedapatan tamu soalnya,” kekeh Lyra mengerling jahil pada menantu barunya itu, membuat wajah Kai memerah karena malu juga kesal karena diingatkan kembali pada satu hal itu. Gara-gara itu sore tadi Kai gagal melakukan sore pertamanya bersama Laura yang sudah sah menjadi istri.

“Mau Kai anterin, Yah, Bun?” tawar Kai, menyembunyikan rasa malunya.

“Gak perlu, rumah di sebelah juga,” kekeh Lyra lagi. “Bunda mau jalan berduaan sama Ayah, mengingat waktu muda dulu,” lanjutnya melingkarkan tangan di lengan Pandu, dan pria paruh baya itu langsung mengusak kepala Lyra dengan gemas. Benar-benar pasangan romantis sepanjang masa meski sudah tua mereka tidak kehilangan kemesraannya. Kai berharap bahwa di masa tuanya nanti ia dan Laura akan seperti itu juga.

“Jangan di lambat-lambatin jalannya, Bun, udah malam, anginnya gak baik buat kesehatan,” peringat Laura sebelum melangkah bersama Leo, mengantar pria tua itu ke kamarnya.

“Mode dokternya udah on,” cibir Lyra. Lalu pamit kepada Kai untuk pulang dan memberi pesan untuk menantunya itu agar tidak lupa mengunci pintu dan jendela, juga mematikan lampu yang tidak terlalu di butuhkan. Kai hanya mengangguk saja sebagai jawaban, lalu menunggu kedua paruh baya itu hingga keberadaannya tidak terlihat lagi di balik gerbang tinggi rumah Leo.

Ini masih serasa mimipi, biasanya Kai datang hanya untuk mengantar Laura atau sekedar berkunjung demi mengakrabkan diri, tapi sekarang Kai akan tinggal di rumah ini. Khayalan-khayalan tentang tidur di samping Laura sambil memeluk tubuh ramping perempuan itu benar-benar akan segera terwujud. Mulai hari ini Kai akan menutup mata dengan pemandangan indah berupa wajah cantik Laura yang menjadi pengantarnya, dan bangun dengan suguhan wajah cantik itu juga. Tanpa sadar senyum Kai mengembang, baru membayangkannya saja sudah seindah ini, Kai jadi tidak sabar untuk mempraktekannya langsung.

“Kenapa masih di luar?” tegur Laura di ambang pintu, mengejutkan Kai yang tengah melamun.

“Gak apa-apa Yank, ini mau masuk, kok,” jawab Kai cepat-cepat melangkah menghampiri istri cantiknya, masuk ke dalam rumah lalu mengunci pintu rapat-rapat. Kai tidak ingin lebih lama membuang waktu, karena ia ingin segera memeluk istrinya itu di tempat tidur, mewujudkan satu per satu bayangan yang selama ini berada dalam kepalanya. Tidak apa belum bisa melakukan intinya, toh menikahi Laura bukan untuk mengejar malam pertamanya, tapi karena Kai memang ingin memiliki perempuan itu seumur hidupnya. Berada dekat seperti ini dengan bahagia yang akan mereka raih bersama. Semoga tidak ada bebatuan terjal yang membuat mereka terjatuh dan terluka. Kai berharap gelombang yang datang nanti tidak menghancurkan dan melepaskan genggamannya.

Welcome world, our story is just beginning!

1
Zahfira Khairani
ya tegas kan ja ke org tua² klu nolak perjodohan..gt ja ribet...
Modish Line
sadis bgt Laura 😁😁😁😁
Modish Line
😁😁😁😁
Anisa Rahmani
suka sama ceritanya🤗
Rynnn
aaaah sungguh Amazing sekali ceritanya ini author😍🤩😍🤩 ..
speechless!! THE BEST POKOKNYA!!
ngk rela banget kisah ini tamat☹️☹️..
bakalan kangen dengan kai❤️Laura..triplets juga..
apalagi sahabat" rusuhnya somplak nyaa kai🤣
(rasya, andra, miko)
rapa n papi leo jgaa.. tdak ketinggalan pasangan t'sweet t'bucin pandu m bunda lira😍..
aahh bakalan kangen dengan smua nyaa..

Big 👏👏 ntuk author..
tetap semangat n truss lh berkaryaa💖
keyla
terbalik,kesempatan dlm kesempitan🤣🤣
Rahmawaty❣️
udh donk laura jangan judes² sma kai
Rahmawaty❣️
lagi seneng² nya eh tau² nya mlah dijatuhin kejurang🤣🤣
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😩😩😩😩😩😩😩😩nangis diriku menangis😭😭😭😭😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭 ini kisahku bngt, ya ampun laura dirimu sama aku juga gitu, keguguran janin ga berkembang dan berujung dikuret 😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Rini Astuti
kayak kisahnya lyra pandu ... 🤭 orang ke 3 nya sahabat sendiri 🤦‍♀️
Fa Rel
istri leo meninggal kah
Fa Rel
laura adek quenn apa rapa sih thor kok kebanyakan pandu lira bkn leo
🥀Leni Septiani 🥀 HIATUS: adik queen.
kalau bingung bisa di baca berurutan kak. dri kisah pandu lyra (menikah muda) terus kisahnya luna leo (sahabat yang kunikahi) setelah itu kisah rapa dan queen (menjaga hati) baru baca yg ini
total 1 replies
Didin Bherzhel
😃😃😃
Didin Bherzhel
kyak nya seru nih klow d bkin certa s kembar 🙏🙏
masih blom move on q sma keluarga ini trluuu🥰🥰🥰🥰
chaeunwoo
ngebayangin rapa jitak Kai sambil lewat aq ko ngakak ya
chaeunwoo
ga selamanua cobaan rumah tangga tentang pelakor atau pebinor.. tapi cobaan dr keluarga sendiri yg menuntut kesabaran kita.. tinggal sampe dimana, ada ambang batas atau engga ...
chaeunwoo
yank..yank..yank.. palalu peyank
SIlfiana Hidayanti
nangis q dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!