Seorang yang dijuluki sebagai Kaisar Iblis terlahir kembali di tubuh seorang Pangeran di Kekaisaran Han. Ia adalah seorang penjahat yang tidak pernah melakukan perbuatan baik.
Apakah dia akan berubah? Entahlah...
Tingkatan kultivasi dunia fana dibagi menjadi 9 Ranah."
Pembentukan Qi 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Pembangunan Pondasi 1-9
Golden Core 1-9
Nescent Soul 1-9
Soul Formation 1-9
Great Ascension 1-9
Crossing Calamity 1-3
Archiving Nirvana 1-3
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cery7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34 Kabur
Han Shu beranjak keluar dari gudang harta setelah berhasil memindahkan semua harta yang ada di dalamnya. Tetapi tiba-tiba sebuah Formasi mulai aktif dan menutup pintu gudang harta dengan cepat.
Braaak!
Dari bawah lantai muncul cahaya berwarna emas menjulang ke atas dan mengurung Han Shu. Beberapa saat setelah cahaya itu mengurung Han Shu, tiba-tiba dia merasakan tekanan yang berat pada seluruh tubuhnya hingga kesulitan untuk berdiri.
"Ini... Formasi Penekanan!"
Formasi Penekanan adalah Formasi yang digunakan untuk menekan seorang yang sudah terjebak di dalamnya. Semakin lama seseorang di dalam formasi, penekanannya juga akan semakin kuat.
Tetapi sayangnya formasi itu tidak terlalu sempurna, karena seseorang yang terjebak masih bisa menggunakan Energi Qi untuk menahan penekanannya.
"Untung saja formasi ini tidak dibarengi dengan formasi pengekang energi. Jika ya, hari ini aku pasti akan mati karena harus mengandalkan kekuatan fisik. Sedangkan saat ini aku belum menempa tubuhku terlalu jauh. Fisikku saat ini masih terbilang lemah untuk kultivator penempa tubuh."
"Sepertinya aku harus segera menempa tubuhku hingga ke tahap paling ekstrim sehingga aku tidak perlu mengandalkan Energi Qi untuk hal seperti ini."
Han Shu menggunakan Energi Qi nya untuk menahan penekanan dalam formasi itu. Dia melepaskan Energi Qi ke seluruh tubuhnya secara terus menerus.
"Sekarang waktunya keluar dari sini."
Han Shu mengumpulkan Energi Qi yang berelemen api dalam kepala tangannya. Energi berelemen api itu didapatkan setelah berhasil menyerap elemen api dari salah satu Kelompok Serigala Malam.
Kepalan tangannya kini diselimuti oleh api yang membara. Han Shu terus menerus mengumpulkannya hingga api itu semakin membara dalam kepalannya. Setelah dirasa kekuatannya cukup untuk menghancurkan formasi itu, Han Shu langsung bersiap untuk menyerang formasinya.
"Aku akan mencoba untuk pertama kalinya pada formasi ini! Apa elemen ini kuat atau tidak untuk menghncurkannya."
"Hancurlah!"
BOOM!
Suara ledakan terdengar sangat keras hingga membuat Paviliun Obat bergetar dan pengunjung di semua lantai menjadi panik dan berhamburan keluar.
Mereka kembali menyangka Paviliun Obat akan hancur karena sebelumnya pernah terjadi hal seperti itu.
"Keluar dari sini!"
"Minggirlah! Kau menghalangi jalanku!"
"Kau yang menghalangi jalanku!"
Sedangkan para penjaga Paviliun Obat mengetahui kalau ledakan itu berasal dari lantai atas. Kemudian mereka semua langsung naik ke lantai atas untuk memeriksanya.
"Ledakan itu berasal dari lantai atas! Cepat kita periksa! Kau laporkan kejadian ini ke Pemilik Paviliun!"
Seseorang yang terlihat seperti pemimpin para penjaga Paviliun sedang memerintah bawahannya.
"Baik!" Bawahannya menjawab dengan serentak.
Han Shu menyerang formasinya untuk menghancurkannya dan kabur dari Paviliun Obat. Tetapi kekuatan serangan Han Shu masih belum cukup untuk menghancurkannya.
"Sepertinya masih belum cukup, kalau begitu aku harus menambahkan kekuatannya lagi!"
Han Shu kembali mengumpulkan Energi berelemen apinya dengan jumlah yang lebih kuat dari sebelumnya.
"Sepertinya kali ini sudah cukup. Aku harus cepat keluar dari sini. Para penjaga Paviliun Obat ini pasti sudah menyadari ledakan disini dan langsung menuju kamari," gumam Han Shu sembari bersiap untuk menyerang.
"Hya!!!"
Boom!
Formasi Penekanannya akhrinya berhasil dihancurkan oleh Han Shu. Dia segera keluar dari gudang harta dengan menghancurkan pintunya besar yang menghalanginya.
Braakk!
Pintu gudang harta terhempas menabrak dinding karena tendangan keras Han Shu. Dan akhirnya jalan yang akan dilewati Han Shu terbuka dengan lebar.
Saat Han Shu keluar dari gudang harta, di luar sudah banyak penjaga paviliun yang berkumpul dan bersiap untuk menangkapnya.
"Siapa kau!? Beraninya memasuki gudang harta paviliun kami!?"
"Ah maaf maaf, aku tidak sengaja tersesat di sini. Aku sedang mencari Pemilik Paviliun tapi malah terkurung di dalam. Jadi aku terpaksa menghancurkan pintu gudangnya. Apa kau tahu dimana ruangan Pemilik Paviliun? Aku akan membayar semua kerusakan di sini." Han Shu mencoba mempermainkan mereka.
"Tangkap dia!"
Tetapi hal itu ternyata sia-sia, Pemimpin mereka memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Han Shu.
Mereka mendatangi Han Shu dan langsung menyerangnya sekaligus. Tetapi Han Shu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri untuk menghadapi mereka.
Han Shu melepaskan gelombang energi yang cukup kuat hingga membuat mereka terpental dan membentur dinding paviliun.
"Aarrgghh...!"
"Ini... Dia terlalu kuat! Kita tidak mungkin bisa mengalahkannya!" seru mereka.
"Karena aku sedang berbaik hati, aku hanya akan menghancurkan meridian kalian. Kalian bersiaplah!"
Han Shu dengan cepat melesat ke arah mereka dan menyerangnya. Satu persatu Han Shu menyerang dan menghancurkan meridian mereka.
"Aarrgghh...!"
"Aarrgghh...!"
"Aarrgghh...!"
Setelah semua meridian mereka berhasil dihancurkan, Han Shu langsung menuju dinding paviliun dan menghancurkannya untuk membuka jalan agar dapat kabur dengan aman.
Boom!
Dinding paviliun berhasil dihancurkan oleh Han Shu membentuk sebuah lubang yang cukup besar. Angin kencang mulai masuk melalui lubang tersebut. Membuat kain yang menutupi sebagian wajah Han Shu terlepas.
"Yah, terima kasih karena telah menemaniku bermain. Sekarang kalian tidak akan bisa berkultivasi lagi. Kalian akan menjadi orang biasa seumur hidup kalian." Han Shu langsung menangkap kain yang lepas dan melanjutkan perkataannya.
"Kalian boleh saja meminta bantuan dan mengejarku tetapi kau akan tahu akibatnya. Semua keputusan ada di tangan kalian."
Setelah mengatakan hal itu, Han Shu langsung loncat ke bawah melalui lubang dinding yang hancur dengan masih melihat ke arah para penjaga.
Wusshh..
"Sepertinya tidak ada yang mengejar. Kalau begitu untuk sementara aku tidak akan kembali ke Penginapan Bunga Mawar. Aku akan mencari tempat lain untuk menginap."
"Aku akan bermain di tempat ini nanti karena sebentar lagi aku akan bermain di kota sebelah."
"Setidaknya Luo Nan masih membutuhkan waktu tiga hari untuk menerobos ke tahap kultivasi selanjutnya. Aku akan kembalu setelah tiga hari."
Han Shu mencari penginapan yang jauh dari Penginapan Bunga Mawar. Setelah berkeliling cukup lama, Han Shu akhirnya menemukan sebuah penginapan kecil dengan dua lantai yang terletak di pinggir kota.
"Permisi..."
Han Shu masuk ke dalam penginapan dan menemui resepsionis penginapan.
"Selamat datang di penginapan kami... Apa ada sesuatu yang bisa kami bantu?" Han Shu langsung disapa oleh pelayan dan resepsionis penginapan.
"Aku ingin menginap disini selama tiga hari."
"5 Koin Perak untuk satu hari, jadi 15 Koin Perak untuk tiga hari. Silahkan bayar dengan uang pas."
"Aneh... Mengapa di sini begitu sepi? Bukankah ini kota yang ramai? Semua penginapan seharusnya ramai, tapi di sini tidak ada pelanggan satupun." Han Shu tidak mendengarkan resepsionis tetapi dia memperhatikan sekitar.
"Maaf tuan, apa Anda mendengarkanku?"
"Ahh, maaf. Berapa tadi yang harus kubayar?"
"15 Koin Perak harus dengan uang pas."
"Maaf aku tidak memiliki uang pas. Kalau begitu aku akan membayarnya dengan 2 Koin Emas saja, bagaimana?"
"Tapi kami tidak mempunyai kembalian, silahkan cari penginapan lain..."
"Tidak usah kembalian, aku hanya ingin tempat yang nyaman saja." Han Shu memberikan 2 Koin Emas pada resepsionis untuk membayar.
"Terima kasih tuan, silahkan ikuti pelayan kami menuju ruang kamar Anda."
"Baiklah."