Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuroawa Ren (14)
Kuroawa Ren (14)
Kejadian sebelumnya.
Kedua anak itu mengikuti pria bertopeng seperti ANBU, tepatnya Akar yang memimpin jalan.
Danzo telah menunggu dengan antusias kedatangan mereka.
Di bawah cahaya redup di bawah tanah, tempat itu tampak menakutkan.
Tatapan mata Ren mengamati sekeliling.
Secara historis, Hatake Kakashi juga pernah berada di Akar.
Kakashi mampu bertahan dan juga berada di ANBU hingga akhirnya menjadi mentor tim ketujuh.
Ayane yang berada di sebelah Ren berjalan dengan gugup yang coba ditutup oleh ekspresi wajah tenang.
{Kau baik-baik saja?}
{Ya...} Ayane menjawab, Ren.
Ayane merasa lebih baik.
Jika sendirian, dia merasa sulit berada di tempat ini, berbeda dari yang dibayangkan, tempat ini lebih suram, semakin masuk lebih dalam.
Mereka belum berteman selama bertahun-tahun, belum lama saling mengenal, tapi Ren sudah membantu dengan ikut berada di Akar.
{Terima kasih...} Hanya ini yang bisa Ayane katakan, dia berjanji dalam hati akan membalas kebaikan Ren di masa depan.
{Sama-sama,} ucap Ren membalas, dia tahu pasti banyak hal yang sedang di pikiran gadis di sampingnya.
Yamanaka Fu yang kini berada di samping Danzo menatap mereka tanpa ekspresi, sementara Danzo menatap dengan tegas sampai membuat Ayane lebih gugup lagi.
(Orang tua yang jahat Danzo, oh Danzo, hanya menjadi Hokage 5.5 sebentar, saat pertemuan lima Kage dan berakhir di tangan Sasuke...) pikir Ren, mengingat kembali jalan cerita aslinya.
{Selamat datang di Akar, anak-anak, kalian beruntung terpilih oleh Danzo-sama.} Fu bicara lebih dulu, tanpa senyum di bibirnya.
{Kuroawa Ren, Hyuuga Ayane, kini hidup kalian hanya untuk Akar... sebagai bayangan Konoha, menjaga Konoha dalam kegelapan!} tegas Danzo.
Ren mengangkat tangan.
{Tuan, apa aku boleh meminta suatu syarat?} Danzo mengerenyit saat Ren bertanya.
{Berani sekali kau—} Danzo mengangkat tangan agar Yamanaka Fu diam.
{Syarat?} tanya Danzo.
Tanpa basa-basi, Ren bicara.
{Kami tidak ingin dicuci otak dan akan mengabdi diri sepenuhnya pada Akar... Kami memiliki kebebasan.}
{Mmm... Bocah yang berani, hal yang sepele, Nak, kau seperti tahu banyak... Fu, baca ingatan bocah itu.}
{Baik, Danzo-sama!}
Ren tidak gugup karena sebelumnya sistem panel kembali dan diinginkan kalau ingatan akan aman.
Ren tidak menyangka sistem akan kembali menggantikan sistem yang menghilang sebelumnya, walaupun sistem panel ini hanya memberikan perlindungan untuk ingatan, Ren menganggap sistem yang cacat ini sangat berguna pada waktu yang berbahaya seperti sekarang.
Yamanaka Fu membaca ingatan dan melihat sosok misterius yang memberikan informasi pada Ren, mengejutkan untuk bocah yang terlihat dewasa dalam pemikiran yang langsung memahami segalanya dengan cepat.
Danzo yang sudah diberi tahu apa saja yang ada dalam ingatan Ren, Danzo tersenyum puas, senyum yang jarang dia tunjukkan pada siapapun, dia ingin memamerkan keberhasilan ini pada Hiruzen!
Hyuuga Ayane yang melihat kejadian itu, dia menjadi takut mendengar yang diucapkan Ren dan bagaimana Fu membaca ingatan Ren dan sosok yang dibicarakan.
Ingatan Ayane tidak dibaca, kini dia dan Ren ikut pergi bersama Yamanaka Fu.
Ditempat banyak anak yang kini menatap ke arah mereka, ada bocah berwajah pucat yang Ren tahu siapa namanya.
Ren tidak menduga kalau banyak anak yang ada di sini, mereka seperti kehilangan kehidupan dari tatapan mata yang seperti mata ikan mati.
{Benar atau salah? Sai sudah ada di sini?} Ren terkejut, ternyata Sai sudah berada di markas Akar.