Sebuah tragedi membuat sang CEO kehilangan ingatannya sehingga dia harus kehilangan cintanya yang diambil rekan bisnisnya dari Amerika.
Kembalinya ingatan sang CEO membuatnya ingin merebut kembali sang pujaan hati yang sudah berbadan dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
David Bryan kepo dengan David Reno
Aku dan David pindah ke kamarnya
"Tadi ngobrol apa dengan Raka"tanya David penasaran
"Ingin tahu apa ingin tahu banget???godaku sambil tertawa
"Di tanya serius malah cengengesan,cepat katakan atau......."kata David kesal
"Atau apa???tanyaku penasaran
"Atau ku buat kamu menjadi milikku malam ini"kata David dengan tersenyum licik.
Aku hanya menelan slavinaku,"sebelum dia berbuat lebih mending aku kasih tau saja,"batinku dengan sedikit takut.
"Malah melamun"kata David sambil menyenggol pundakku dengan pundaknya.
Aku yang sedikit takut akhirnya pasrah,orang di sampingku kan bukan orang sembarangan,dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan.
"Baiklah tuan,,"jawabku pasrah.
"Good girl"katanya sambil mengacak acak rambutku,
Aku pun menggerutu karena rambutku sudah acak acakan,
namun karena tatapannya yang sedikit tajam membuat aku menyembunyikan kesalku dan bercerita alasan mas Raka kesini.
"Tadi mas Raka bilang kalau David sudah bangun dari koma,,"kataku serius dengan wajah sedih.
"Maksutnya??"tanyanya penasaran.
"Sebenarnya David kekasihku adalah pimpinan Pramana Grup yang dulu,namanya David Reno Pratama,beberapa bulan yang lalu saat kami berlibur di Korea dia mengalami kecelakaan sehingga dia hilang ingatan dan koma"kataku sambil menangis.
"Jangan menangis,ada aku disini yang akan selalu berada di sisi mu"kata David Bryan dengan memelukku,mencoba menghiburku.
"Apa kamu tidak tahu siapa David,bukankah perusahaanmu juga memiliki saham di perusahaan David Reno??,"tanyaku penuh keheranan,karena seharusnya David Bryan mengenal David Reno,
"Aku memiliki saham dimana mana,jadi tidak ingat satu persatu pimpinan perusahaannya,waktu itu pak Pramana datang menemuiku,beliau menawarkan sahamnya,aku yang memang ingin suasana baru akhirnya aku membeli sahamnya dan mengambil alih perusahaan ini,"katanya dengan serius.
"Jadi kau belum pernah bertemu David??"tanyaku lagi dengan penuh penekanan.
"Bisa jadi pernah namun lupa,aku memiliki ribuan perusahaan yang tersebar di seluruh dunia,jadi tidak begitu ingat satu per satu,"kata David tersenyum.
"Jadi kau sangat kaya tuan Amerika,tentu banyak gadis gadis cantik yang menginnginkanmu"kataku sambil mengusap sisa airmata yang menempel di wajah serta mataku.
"Banyak sekali namun aku tak pernah tergoda dengan mereka,aku malah tergoda dengan gadis bodoh sepertimu"ledeknya dengan mengeratkan pelukannya padaku.
Aku yang merasa sesak pun melepaskan pelukannya,
"Gak usah mulai deh,aku tidak bodoh tuan Amerika,lagi lagi mode memonyongkan bibir aktif dengan sendirinya.
Cup.......
David pun tidak membuang kesempatan,dia pun langsung menciumku,lama lama ciumannya semakin panas,tak hanya di bibir dia juga menjamah leherku,tangannya pun meraba raba dadaku,satu persatu kancing bajuku di lucutinya,aku memintanya untuk melepaskanku,bukannya dilepaskan malah David semakin di luar kendali,sekarang aku pun telanjang dada,lidahnya dangat lihai bermain disana,
"Cukup David cukup,please!!!!"pintaku dengan terbata,
David tidak menggubris kata kataku,semakin aku meminta untuk berhenti dia semakin kalap,permainanya pun semakin panas,
akhirnya aku menggigit pundaknya.
"Auuuuuu....sakit Put!!!!!teriaknya
"Maaf tuan maaf,kalau gak begitu kamu semakin liar,aku belum siap"kataku dan langsung turun ranjang mencari bajuku.
"Kan bisa baik baik,jangan digigit,"gerutunya sambil mengelus pundah yang tadi aku gigit.
"Aku sudah memintamu untuk berhenti namun kau masih saja menikmati permainanmu,,"ketusku
"Iya iya maaf,kalau dekat dekat kamu bawaannya khilaf terus,bagaimana kalau kita segera menikah,"kata David sambil tersenyum
"Apa???menikah!"teriakku dengan sangat kencang.
""Woyyy jangan ngegas gitu,ni telinga masih normal,"kata David kesal
"La habisnya tiba tiba minta nikah,memangnya segampang itu nikah,apalagi kita beda keyakinan,gerutuku
"Aku bersedia muallaf,apa kurangnya aku coba,sudah tampan,kaya,sangat mencintai kamu,aku janji aku akan membahagiakanmu seumur hidupku baby"kata David bersungguh sungguh.
Entah apa yang aku rasakan,seakan aku menimbang nimbang perkataan David Bryan,
aku yang tak tahu memberikan jawaban bias pada David
"Beri aku waktu David,biarkan aku mencintaimu,biarkan nama David Reno tergantikan p
oleh namau dulu,"kataku mencoba meyakinkannya.
"Baiklah baiklah,"Kata David kecewa lalu beranjak dari sofa.
"Ya sudah aku pulang dulu ya,sudah malam" kataku minta ijin pamit sebelum hal hal yang benar benar diinginkan seperti tadi terulang kembali.
"Namun kamu belum makan"kata David mengingatkanku.
"Aku mau makan Bakso tuan,dari kemarin nyidam banget sama Bakso."kataku sambil membayangkan bakso yang nikmat dengan lidahku yang keluar mengusap bibirku.
"Ya sudah aku ikut,aku pun ingin makan bakso,aku juga harus menyesuaikan lidahku dengan makanan Indonesia,supaya nanti kalau sudah menikah tidak membuat istriku susah,"katanya dengan tersenyum
"Memangnya kamu tau,bakso itu apa??"tanyaku dengan ekspresi meledek.
"Karna aku tidak tau mangkanya aku ikut kamu,sekalian aku antar pulang,mana tega aku melihat calon istriku pulang sendirian malam malam begini"katanya sambil tertawa.
"Semakin hari semakin gila,"aku geleng geleng kepala,heran dengan sikap David Bryan.
"Gila karena kamu"timpalnya dengan terkekeh.
Kami pun mengakhiri debat yang tidak bermutu dan melenggang keluar membeli bakso dan pulang.