Lelaki yang hidup berkecukupan, dan sudah dipastikan akan menjadi pewaris tunggal kekayaan orang tuanya. sudah pasti di minati para wanita, banyak wanita yang ingin menjadi pacarnya namun ia selalu menolaknya karena seseorang.
Setelah menunggu sekian lamanya, seseorang itu datang. namun, diwaktu yang tidak tepat.
Ia sudah memiliki seorang istri, yang bahkan belum ia cintai.
"Menikahi wanita usia tiga puluh tahun itu bukan keinginan ku" ucap gatra dengan tegas
Apakah seorang gatra bisa mencintai istrinya? atau malah terjadi perselingkuhan? atau perceraian?
Yuk baca, kita intip rumah tangga gatra.
ig ; diah.ifro dan ruangg rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Kini maudy mulai belajar menjadi seorang sekretaris pada umumnya, mulai dari cara penanganan jadwal dan membagi waktu agar bosnya tetap bisa istirahat.
Ia merasa senang dengan pekerjaannya apalagi ia diterima tanpa melibatkan orang dalam, seperti mendapatkan anugerah bahwa ia tak perlu susah payah untuk melamar pekerjaan ke sana ke mari.
"Tok..tok.."
Suara ketukan pintu dibarengi dengan ucapan permisi datang, pintu terbuka lebar terlihat perempuan cantik bertubuh ideal dengan rambut pendeknya memasang wajah manisnya.
"Kejutan"
Pak erlan mengerutkan keningnya sambil menggeleng pelan dan tersenyum sinis ke arah wanita itu.
"Maaf pak saya tadi udah coba larang masuk tapi.."
"Keluar" suruh pak erlan pada satpam yang tiba-tiba datang dan memberikan alasan kenapa wanita itu bisa masuk
Maudy yang awalnya tengah mempelajari visi misi perusahaan menjadi tak konsen ketika melihat si perempuan ini datang kepada pak erlan dengan gaya genitnya.
"Kamu kangen aku gak?" tanyanya sambil mengalungkan kedua tangannya dileher pak erlan
"Dela aku lagi kerja" pak erlan melepaskan tangan perempuan yang bernama dela itu di lehernya
Dela kemudian tersenyum menyeruput secangkir kopi yang ada dimeja pak erlan, lalu matanya menatap maudy yang tengah curi pandang ke arahnya.
"Apa?!!!" bentaknya pada maudy
Maudy langsung mengalihkan pandangannya kembali ke komputer tak menjawab sama sekali.
"Dela dia itu sekertaris baru aku, jangan bentak orang sembarangan" ucap pak erlan bangun dari duduknya
"Aww sakit" dela menarik lengannya saat pak erlan memaksa agar dela keluar dari ruangannya
Namun pak erlan seperti sudah kehabisan kesabaran dia tetap menarik dengan paksa perempuan itu sambil tersenyum sinis "inget, kita itu udah putus"
"Deg"
Jantung dela seperti tersambar petir, kata-kata itu yang selalu keluar dari mulut erlan sejak dua minggu terakhir ini.
"Putus itu harus dari kita berdua bukan cuma keputusan kamu!!!" bentak dela menghentikan langkahnya
"Hah?" pak erlan melepaskan tangannya sambil menatap tajam dela "kenapa harus pake keputusan berdua? kita kan baru pacaran? tunangan aja belum"
Dela menggenggam lengan erlan sambil sesekali mencium punggung tangannya "erlan sayang, kita kan pacaran udah dua tahun masa iya putus gitu aja"
Erlan langsung menepis tangan dela "ya bener kita pacaran dua tahun, dan kamu dengan gampangnya selingkuh dibelakang aku"
Erlan langsung menatap ke arah maudy yang sepertinya terganggu, ia memencet panggilan agar satpam naik ke ruangannya.
"Aku selingkuh karena kamu sibuk terus" ucap dela membela diri
Namun erlan acuh saja kembali fokus pada komputer dihadapannya "erlan" dela menggoyang goyangkan lengan erlan
Tak lama dua orang satpam datang dan tanpa basa basi langsung menyeret dela keluar dari ruang pak erlan, sebenarnya ini seperti pekerjaan harian satpam karena dela sering sekali datang ke kantor hanya karena ia tak mau putus dari pak erlan.
Padahal dari awal dela sendiri yang bermain api, dia selalu pergi bersama banyak pria dan akhirnya membuat erlan murka ketika mendapatkan semua buktinya.
"Maaf ya maudy kamu jadi liat kejadian tadi" ucap pak erlan sambil tersenyum ramah pada maudy, maudy hanya menganggukkan kepalanya sambil sedikit memberikan senyuman.
Pukul 12.15
Marisa yang kini sudah duduk di ruang makan bersama pak dario masih asik dengan makanan dimeja makan.
"Marisa nanti malem kamu ke rumah saya ya, kita makan malem bersama. sekaligus sama gatra dan tania"
Seketika juga marisa teringat pada gatra, karena ia yakin tadi gatra belum keluar dari ruangannya. kalau urusan makan siang gatra memang sebenarnya jarang sekali datang ke ruangan disini.
"Leg..leg"
Marisa meneguk air putih dingin yang ada di meja makan "marisa pergi dulu ya pak"
"Eh mau kemana kamu? belum abis itu" teriak pak dario sambil menatap punggung marisa yang pergi meninggalkan dirinya
"Akhh" gatra menjambak rambutnya sendiri sambil tersenyum pias
"Krek"
Marisa membuka pintu sambil mengerutkan keningnya menatap gatra yang menoleh padanya dengan wajah suram nya.
"Kenapa lo?" tanya marisa menghampiri gatra sambil duduk dihadapannya
"Ngapain sih lo kesini, udah sono gak usah ganggu gue!!!" bentaknya
Marisa menarik wajah gatra agar menatap nya "wah, kayanya beban idup kamu bertambah 50 persen ya?"
"Apaan si" gatra menepis lengan marisa "ngapain lo kesini?" tanyanya lagi pada marisa yang masih duduk dihadapannya
"Lo yang kenapa, tumben jam segini masih duduk si sini biasanya udah keluar"
Gatra menghela nafas beratnya sambil mengurut keningnya, padahal tadinya ia siang ini akan ke rumah maudy namun rasa malasnya membuat ia tak mau bangun dari kursi kebesarannya.
"Lo ada masalah sama bu tania?" tanya marisa menyelidik
Gatra kembali menghela nafasnya sambil menoleh pada marisa "wah jangan bilang lo tidurin anak orang ya? pas tadi pagi lo bilang sebenernya bukan temen lo tapi elo?" tuduh marisa saat kecurigaan nya semakin meningkat
"Gue..gue lupa pake pengaman pas main sama bu tania" jawab gatra lesu
Marisa mengerenyitkan wajahnya lalu ia tertawa terbahak-bahak karena tingkah gatra "gatra ariyo pamungkas lo tuh udah sah, gak akan kenapa-kenapa gak ada masalah"
Gatra tersenyum sinis sambil menatap wajah marisa yang menganggapnya bodoh "gak ngena deh, gak ngerti lo" sungut gatra sambil berjalan pergi keluar ruangan
"Heh mau kemana?" teriak marisa, gatra hanya menoleh tanpa menghentikan langkahnya "beli kond*m? gak usah, gak enak" sambung marisa sambil kembali tertawa sejadi jadinya
Gatra mendengus kesal yang mendengar ocehan marisa didalam ruangannya, ia memutuskan ke rumah maudy sekalian memastikan bahwa dirinya ada di rumah.
Namun saat gatra sampai di rumah maudy rumahnya sepi, gerbangnya terkunci dan handphonenya mati.
"Abis dari rumah maudy?" tanya raka sambil menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul satu siang
Karena maudy tidak ada dirumahnya gatra memilih ke bengkel raka, sambil mencari tahu bisa jadi maudy ada di sana.
Gatra menggelengkan kepalanya lemas sambil langsung meluruskan tubuhnya ke kursi panjang yang ada disana. raka mengerutkan keningnya bukankah ini jam satu yang seharusnya gatra ada di kantor tetapi ia datang ke bengkel milik papahnya untuk apa.
"Lo gak kerja emang? gak ada bokap apa di perusahaan?" tanya raka sambil memberikan air dingin yang ia ambil dari peti es
"Kerja, gue kira maudy ada di rumah makanya gue kesini"
"Pas pagi gue lewat rumahnya si dia naik ojek online gitu" kata raka mengingat saat ia datang maudy sudah cantik dengan pakaian rapih dan map coklat ditangannya.
"Apa dia ngelamar kerja ya? terus sengaja hp nya di matiin supaya gue gak bisa ganggu?" tanya gatra menerka-nerka
"Iya lah pasti, lo kan pengacau" jawab raka santai sambil tersenyum menggoda
Gatra segera bangun dari kursi itu setelah mendapatkan pesan bahwa ia harus ikut meeting bersama papahnya dari marisa.
Dia pun mengatakan pada raka bahwa sore ini dirinya akan ke rumah maudy, dan kalau liat maudy tiba-tiba pulang ia minta dikabari.
-hati yang tersakiti' konflik rumah tangga
'-pemikat sukma" mistis, romansa
-kuntilanak pemakan janin" horor
karya siti H
semalu malunya dia sebagai wanita kan karakter dasar yg kuat krn srbagai dosen lalu juga bantu urus segala perusahaan walau lewat tangan kanan, kan pastinya dah siap mental kl ada hal yg buruk gitu loh ko ini mewek banget bin lembek