Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.
Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.
Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.
Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.
Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 WUJUD ASLI
Sinar matahari menembus jendela kamar bee. Akhirnya hari ini bee akan mulai magang..
Baru saja bee usai mandi. Rambut panjang yang masih sedikit basah, ia keringkan dengan handuk sebelum berjalan kearah lemari.
Di atas kursi, sudah terlipat rapih pakaian kerja yang bee siapkan sedari semalam. Bee tersenyum kecil ‘’ Hari pertama, mudah-mudahan semuanya lancar ‘’ Gumam Bee
Baru saja bee hendak mengambil pakaian yang sudah bee siapkan..
‘’ Bee ‘’
Bee langsung menoleh ‘’ Iya ‘’ Jawab Bee
Jelita masuk kedalam kamar bee ‘’ Aku pinjam pakaian kerjamu ya ‘’
Belum sempat bee mejawab, jelita sudah mengambil pakaian itu ‘’ Ini aku aja yang pakai, kamu cari yang lain ‘’
Bee langsung mengerutkan keningnya ‘’ Bukannya kemarin kamu sudah belanja banyak pakaian kerja? Kenapa harus pinjam kepadaku ‘’ Keluh Bee
Terdengar hembusan kasar dari bee ‘’ Baju-baju yang kemarin aku beli belum di cuci sama pelayan ‘’
‘’ Yang benar saja jelita.. kalo kamu pakai pakaianku lalu aku pakai apa? Kamu tau kan kalo… ‘’
‘’ Sudah.. sudah.. kamu pelit banget sih. Pokonya ini aku yang pakai ‘’ Ucap Jelita yang langsung meninggalkan kamar bee.
‘’ Jelita!! ‘’ Panggil bee
Bee reflek hendak mengejar jelita namun ia keburu sadar jika saat ini masih menggunakan handuk. Bee memejamkan kedua matanya sambil membuang nafas panjang ‘’ Jelitaa… ‘’ Kesal bee ‘’ Kamu selalu seenaknya ‘’
Bee kembali membuka lemari pakaian. Untung masih ada satu set pakaian kerja, bee tetap tersenyum ‘’ Untung masih ada. Kalo enggak.. ‘’ Bee menggelengkan kepalanya pelan.
‘’ Ini adalah hari pertama, jangan buat mood kamu jelek bee.. ‘’
Tak lama kemudian bee pun selesai bersiap. Pakaian sederhana namun tetap terlihat rapih dan anggun, rambut panjangnya di biarkan tergerai, membuat penampilannya tampak manis.
Bee turun ke bawah. Seluruh keluarga sudah duduk di meja makan.
Begitu melihat bee datang, kak darius langsung melirik jam tangan ‘’ Kebiasaan tidak disiplin ‘’
Bee hanya tersenyum tipis lalu menyapa kedua orangtuanya ‘’ Selamat pagi. Mah, pah. ‘’
Mamah lana mengangguk ‘’ Pagi juga bee ‘’
Bee langsung mengisi piring miliknya tanpa membalas ucapan kak darius
Di samping mamah lana, ada jelita yang sedari tadi memperhatikan bee. Walaupun bee memakai pakaian sederhana, bee masih terlihat cantik dan modis.
Hal itu membuat hati jelita kembali di penuhi rasa iri dengki. Dengan nada lembut jelita berkata ‘’ Bee memang pintar memadukan pakaian, ya. ‘’ Puji Jelita
Bee menoleh ‘’ Terimakasih atas pujiannya ‘’
Jelita tersenyum tipis ‘’ Kalo aku jadi kamu sih.. sangat tidak cocok memakai pakaian seperti itu ‘’ Ucap jelita ‘’ Mungkin karena sedari dulu aku tinggal di desa, makanya tidak biasa melihat pakaian bee. Hehehe… tapi untungnya sekarang aku sudah pulang kerumah jadi aku akan terbiasa melihat pakaian bee ‘’ Kalimat itu terdengar seperti pujian untuk dirinya sendiri, namun terselip sindiran halus kepada bee.
Bee hanya tersenyum ‘’ Kalo bukan karena kamu, tidak mungkin aku memakai pakaian sederhana ini ‘’ Tembal Bee menatap jelita.
Jelita yang di tatap langsung mengalihkan pandangannya.
Papah prans langsung bersuara ketika suasana mulai sedikit panas ‘’ Sudah! ‘’ Tegur papah prans ‘’ Masih pagi sudah rebut ‘’ Papah prnas menatap kedua putrinya bergantian.
‘’ Nanti kalian akan di antar oleh supir ‘’ Lanjut papah prnas
Bee langsung menggeng ‘’ Aku naik kendaraan umum aja pah ‘’ Tolak bee
‘’ Aku juga gak mau pergi bareng bee. Aku mau pergi sama kak darius aja ‘’ Ucap Jelita ‘’ Boleh ya, pah. ‘’ Minta jelita dengan manja
‘’ Jangan membantah. Kalian harus berangkat bersama ‘’ Ucap tegas papah prnas
Tidak bisa menolak akhinya bee menganggukkan kepalanya ‘’ Iya pah ‘’ Jawab bee pasrah.
Sesaat kemudian. Mobil keluaga luwis melaju meninggalkan rumah, Bee dan jelita duduk di kursi belakang. Suasana di dalam mobil sangat sunyi. Hinga tiba-tiba….
‘’ Pak, bisa berhenti sebentar ‘’ Pinta jelita
Bee menoleh heran ‘’ Ada apa? ‘’
Jelita menatap bee dengan wajah serius ‘’ Bee, ada yang mau aku omongin sama kamu ‘’
Bee melirik jam tangan ‘’ Langsung saja. Ini sudah siang.. kamu tidak maukan kita telat datang ‘’
‘’ Oke aku langsung saja.. aku mau, kamu merahasiakan hubungan kita. Jangan sampai orang lain tau kalo kita tinggal bersama ‘’ Jelita diam sejenak ‘’ Aku tidak mau orang-orang mengira kalua… ‘’
Bee memotong ucapan jelita ‘’ Aku mengerti apa maksud kamu.. tenang saja, aku akan pura-pura tidak mengenali kamu ‘’ Bee paham apa yang di maksud jelita.
Jelita tersenyum senang ‘’ Nah gitu dong.. kalo begitu kamu turun dari mobil sekarang juga ‘’ Pinta Jelita dengan nada yang tak merasa bersalah
Bee mengernyit ‘’ Hah!! Jelita… ‘’
‘’ Turunlah, ini sudah siang. Aku gak mau kesiangan di hari pertamaku ‘’
‘’ Kamu taukan, jika di sini susah kendaraan ‘’
‘’ Turun!! ‘’ Bentak jelita.
Untuk pertama kalinya jelita membentak bee, membuat bee membulatkan kedua matanya karena kaget.
Tidak ingin berdebat Bee langsung mengangguk ‘’ Baik ‘’ Bee turun dari mobil membuka pintu mobil.
Bee turun sambil membawa tas kerjanya. Bee berdiri di pinggir jalan ‘’ Ternyata ini sifat aslimu jelita ‘’ Gumam bee, melihat mobil yang di tumpangi jelita semakin menjauh.
Bee menarik napas panjang ‘’ Gak apa-apa bee, kamu harus terbiasa dengan keadaan seperti ini ‘’ Bee tersenyum kecil kepada dirinya sendiri.
Tanpa bee sadari, dari sebrang jalan, sebuah mobil hitam berhenti.
Di dalam mobil itu, Kak juna yang hendak pergi ke Rumah sakit tanpa sengaja melihat sosok bee berhalan seorang diri.
Kening Kak juna berkerut ‘’ Bukannya itu bee, ngapain dia jalan kaki ‘’ Gumam kak juna
Kak juna tidak bisa mengabaikan bee begitu saja. Kak juna membuka kaca spion ‘’ Bee ‘’
‘’ Kakak ‘’
‘’ Ngapain kamu jalan sendiri? ‘’ Tanya Kak juna ‘’ Ayok masuk ‘’
‘’ Tapi kak.. ‘’
‘’ Jangan menolak. Cepat masuk, atau mau aku… ‘’
‘’ Ok, oke. Aku naik sendiri ‘’ Ucap Bee yang langsung masuk kedalam mobil sebelum kak juna melakukan hal gila.
Kak juna tersenyum, ia langsung melaju.
Di tengah perjalanan, kak juna masih memikirkan sesuatu ‘’ Bee ‘’ Kak juna melirik kearah bee.
‘’ Iya, kak ‘’
‘’ Ko kamu jalan sendiri, kemana mobilmu? ‘’ Tanya kak juna
Bee menggaruk lehernya pelan ‘’ Hehehe… ‘’
‘’ Kenapa ketawa? ‘’ Kak juna mengangkat alisnya
‘’ Aku lagi latihan ‘’
‘’ Latihan? ‘’
‘’ Aku sedang berlatih hidup mandiri. Jika suatu saat nanti aku tersesat di tengah kota.. setidaknya aku sudah tau caranya mencari kendaraan umum ‘’ Balas bee tersenyum
Kak juna masih menatap bee dengan datar. ‘’ Gak lucu ‘’ Ucap Kak juna yang menganggap bee sedang bercanda.