" Kamu manusia atau bukan?! Aku adalah wanita yang dulu kamu minta pada papahnya untuk kamu jaga tapi kini karena ingin bersama wanita lain, kamu mempermalukan aku dan menjebakku, seolah-olah aku yang selingkuh!" Lisa Susanti
" Kita akan bicarakan ini di rumah, jangan seperti anak kecil yang membuat masalahnya menjadi konsumsi publik, benar-benar sangat memalukan." Aska Saputra
" Lebih baik menjadi anak kecil, dari pada menjadi sampah yang tidak bisa di daur ulang!" Lisa Susanti
Lisa yang memasukan wanita lain dan menganggapnya sebagai seorang adik, tapi ia tidak menyangka kalau wanita itu yang merebut suaminya, hingga menyebabkan rumah tangganya hancur berantakan
Aska yang menyesali perbuatanya dan ingin kembali lagi bersama Lisa, lalu apa Lisa akan kembali lagi dengan Aska setelah menyakiti hatinya berkeping-keping dan memilih untuk bercerai denganya? Atau Lisa memilih Arga, lelaki yang menjadi atasanya sekaligus lelaki yang m
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 34 Melamar Lisa
Lisa meringis menyadari kebodohannya, kenapa ia menyari Arga, memang benar Putri tidak mengatakannya akan berangkat bersama Arga. Reyhan ingin menggoda Lisa lagi, tapi sebelum itu terjadi, Lisa sudah menggandeng tangan Putri untuk menuju ke arah mobil yang sudah menunggu di depan. Lisa duduk di belakang bersama Putri, dengan sopir suruhan Arga yang langsung melajukan mobilnya ke arah tujuan. Dalam perjalanan Lisa mencari alasan, kenapa selama 1 minggu Arga tidak muncul di hadapanya dan tidak pernah menghubunginya, lalu pikirannya terbawa pada saat mereka di apartemen Arga, apa'kah Arga marah karena tidak menanggapi pertanyaan Putri tentang kemauan Putri untuk menjadi mama Putri seutuhnya. Lisa memijat keningnya, merasa bingung dengan mencari alasan kenapa Arga menjauhinya, bahkan malam ini saja Arga membiarkannya hanya pergi bersama Putri, tapi sekeras apapun ia berpikir, ia tidak menemukan alasan Arga. Bukan'kah saat mengantar Lisa pulang, Arga masih melontarkan candaannya. Lisa dan Putri sampai di depan sebuah gedung. Lisa langsung turun, lalu langsung membantu Putri untuk turun dari mobil. Tidak ada yang aneh menurut Lisa, ia pun menggandeng tangan Putri untuk memasuki gedung tersebut, lalu ia langsung menaiki life bersama Putri. Putri langsung memencet angkanya, karena Lisa tidak tau tempatnya sama sekali. Mereka keluar dari life, mereka melewati lorong-lorong hingga mereka sampai di sebuah pintu yang tertutup. Tiba-tiba Putri melepaskan tangan Lisa, dan membuat Lisa menoleh ke arah Arga
" Putri ke sana dulu iya ma."
Lisa ingin melarang, tapi Putri sudah lebih dulu lari ke arah lorong, dan menghilang di balik lorong, kini ia merasa gelisah, sendirian di tempat yang asing, belum lagi Putri menghilang
" Apakah Putri akan baik-baik saja, atau?" batin Lisa
Lisa menghentikan pemikiranya, saat tiba-tiba lampu menjadi padam dan keadaan menjadi gelap gulita, membuat ia teriak histeris
" Ya..........."
Lisa merapalkan do'a dan merasa jika ia sedang di kerjai. Lisa juga merasa kesal karena ini hanyalah prank, kenapa ia harus repot-repot menggunakan gaun dan berdaandan. Lisa menghentak-hentak kakinya, ia ingin sekali pergi dari sana, tapi keadaannya sangat gelap, hingga akhirnya Lisa memutuskan untuk mengambil ponselnya, agar bisa memberikan penerang dari senter ponselnya, namen tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, membuat Lisa terbengong saat melihat ke arah ruangan itu, ia melihat ada jalan yang terbuat dari lilin di samping kiri dan kanannya, tapi Lisa tidak bisa melihat sampai di mana jalan lilin itu berujung, dan apa yang menantinya di ujung jalan, lalu Lisa mengingat tentang hari ulang tahunnya
" Apa aku hari ini ulang tahun? Tapi ulang tahunku masih 2 bulan lagi, kira-kira siapa yang memberikan kejutan seperti ini? Apa jangan-jangan Arga? Karena Putri juga ikut terlibat dalam penjemputan tadi." batin Lisa
Lisa merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Lisa melangkahkan kakinya pelan sambil tersenyum, ia merasa sangat senang di berikan prilakuan romantis. Lisa menoleh ke arah samping, ia melihat balon yang ada surat di bawahnya, Lisa langsung mendekati arah balon itu, ia langsung mengambil surat yang ada di bawahnya. Lisa langsung membuka surat itu, dan mengamati tulisan itu, ia langsung tersenyum saat mengetahui siapa orang yang menulis surat itu, ia langsung membaca surat itu
" Lisa Susanti, saat ini kamu menyusuri jalan yang akan menuntunmu padaku, tapi aku tidak akan menunggumu untuk menghampiriku."
Ini pertama kalinya Arga memanggil diri sendiri dengan menggunakan kata aku. Lisa mengambil kartu dalam balon selanjutnya
" Karena sesungguhnya akulah yang lebih dulu berjalan mendahuluimu, aku membuatkan jalan agar kamu mudah menemukanku."
Di ambil lagi balon dan surat yang ke tiga
" Saat ini aku menunggumu berjalan ke arahku, aku menunggumu di ujung jalan dengan rasa cinta utuk meraih tanganmu. Untuk selanjutnya kita akan melangkah bersama-sama."
Lisa sangat terharu dengan tulisan yang ada di dalam surat tersebut, walau pun kata-kata di sana tidak puitis. Lisa dapat merasakan pada setiap goresan tinta yang membentuk sebuah kata, ada perasaan tulus yang orang itu coba dia sampaikan. Lisa terus melangkah, senyumannya tidak pernah lepas dari bibirnya. Lisa hanya melihat ke depan untuk segera melihat di mana ujung lilin di jalan ini. Bahkan di saat ponsel yang ia pegang terus bergetar, Lisa tetap mengabaikannya, karena perhatianya tersedot penuh pada suasana malam ini. Akhirnya setelah Lisa menyusuri jalan lilin dengan perasaan tidak menentu dan terasa lama, Lisa melihat lelaki yang sedang berdiri menatap Lisa dengan lembut dan senyum lebar, sehingga menampilkan giginya yang rapih. Lisa merasa kakinya terpaku mendadak, sehingga tidak bisa Lisa gerakan lagi, dan matanya tidak bisa berpaling dari Arga. Arga langsung berjalan ke arah Lisa dengan pelan menuju ke arah Lisa sambil tersenyum yang tidak pernah surut. Arga langsung mengulurkan tangan pada Lisa. Lisa dengan perlahan menerima uluran tangan Arga, dan membuat jantungnya semakin berdebar. Lisa juga bisa merasakan kalau Arga menggenggam tangannya dengan erat dan hangat, itulah yang di rasakan Lisa saat tangan besar milik Arga menggenggam tangannya, Lisa merasa tangan besar Arga seperti membungkus tangannya yang mungil. Arga mengajak Lisa ke tempat tadi saat Arga berdiri menunggunya, sedangkan Lisa terus menatap genggaman tanganya dengan Arga. Arga menatap Lisa dengan hangat, sambil mengelus tangan Lisa yang di genggamnya dengan jari jempolnya. Arga tidak memutuskan pandangannya dari Lisa, ia melangkah mundur, lalu menurunkan badanya, menumpukan diri pada satu kakinya. Arga mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya, membuka kotak yang dalam warna merah, lalu mengambilnya dari tempatnya. Arga memegangnya di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih memegang tangan Lisa. Arga bisa melihat mata Lisa yang sedang berkaca-kaca dan semburat merah menghiasi pipinya. Arga langsung berdehem untuk menutupi ke gugupannya, walau pun Arga terlihat tenang, tapi tetap saja ia merasa gugup
" Ehemmm..."
Setelah berdehem, Arga memutuskan untuk menyampaikan perasanya
" Aku, Arga wijaya mencintaimu Lisa Susanti, berjanji untuk membuatmu bahagia. Jadi mau'kah kamu untuk memberikan aku kesempatan untuk membuktikannya?"
Arga menjeda ucapanya sebentar, lalu ia melanjutkan kembali ucapanya
" Mau'kah kamu menjadi istriku dan ibu dari Putri? Menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?
Lisa merasa ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya, ia merasa terharu dengan ucapan Arga yang sedang menunggu jawabannya. Lisa tidak bisa lagi menahan air mata haru dan bahagianya. Lisa menutup mulutnya, dan satu tetes air mata lolos dari matanya. Lisa melihat Arga yang menunggu jawabanya sambil tetap tersenyum. Lisa menghapus air matanya dengan tangan kanan yang ada ponselnya, membuat Lisa bisa melihat ada panggilan tidak terjawab sebanyak 70 kali. Pikiran Lisa sedang menerka-nerka, ada apa gerangan dengan mantan mama mertuanya menelpon dengan sebanyak 70 kali. Lisa mencoba mengabaikannya dan kembali fokus pada Arga, tapi Lisa merasakan kalau ponselnya bergetar lagi dan menampilkan nama mama mertua di ponselnya, karena hingga sekarang, Lisa belum menghapus nomer mantan mama mertuanya