Seorang gadis berparas wajah cantik namun, wajah cantik pipi sebelah kiri cacat karena kejadian masa kecilnya dulu yaitu bernama Anna. Kehilangan Ibu kandungnya membuat Anna tinggal bersama keluarga yang mengaku ayahnya.
Hingga Ia mendapatkan siksaan dari Ibu tiri dan Kakak perempuannya.
Apakah Anna mampu bertahan dengan siksaan mereka? Apakah ada seorang pemuda jatuh cinta padanya yang menerima kekurangannya dan membawanya keluar dari siksaan yang sering dia dapatkan? Penasaran dengan kelanjutannya yuk mampir ke kisah gadis cacat ini untuk mendapatkan cinta dan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Kau Mati
" Kerjakan dengan hati-hati dan jangan meninggalkan jejak." ucapnya
" Baik Nyonya." Suara dari sebrang.
" Nanti hubungi Aku bila tugas kalian sudah selesai." ucapnya.
" Baik."Jawabanya.
Wanita itu pun menekan tombol merah di layar Handponenya.
" Sebentar lagi kau akan menyusul Ibumu di Neraka." batinnya.
Wanita itu kembali kedalam rumahnya dan melangkah menuju ke ruang makan di mana Suami dan Anaknya sedang menunggu.
" Pagi Ma." Sapa suaminya setelah melihat kedatangan Istrinya.
" Pagi Mah." sapa Anaknya dan seorang wanita di samping Anak Prianya.
" Pagi juga Pah, pagi juga Bram, Anna." balasnya yang memperlihatkan senyumnya dan di balas pula dengan senyuman.
" Makan yang banyak ya sayang." ucap Jenie mengambil tempat nasi goreng dan di aduknya nasi goreng di arahkan ke piring Anna yang masih kosong. Anna terkejut dengan sifat Ibu Tirinya yang tiba-tiba baik. Dian dan Bram pula nampak terkejut dengan sifat Jenie yang perhatian kepada Anna. Jenie yang menyadari itu pun mengembangkan senyumnya ke arah mereka dan berkata." Ada apa dengan kalian, kenapa menatap Mama seperti itu?." tanya Jenie.
" Nggak kenapa-kenapa kok Mah! Semoga Mama seterusnya seperti ini." Ucap Bram yang senang dengan perubahan Ibunya.
" Aamiin, Papa juga berdoa seperti ucapan Bram. Dan Papa harap Mama menerima Anna seperti Anak kandung dan menyayangi Anna dengan tulus." ucap Dian yang ikut bahagia.
" Aamiin." ucap mereka bersama.
" Iya Pah, Mama sekarang menyadari atas sifat Mama terhadap Anna yang sudah melukainya. Maafin Mama ya Anna!." ucap Jenie ke arah Anna sambil meraih tangan Anna dan di genggamnya.
" Mama nggak usah minta maaf sama Anna. Sebelum Mama minta maaf, Anna sudah maafin Mama dari dulu." ucap Anna yang mulai menitikkan air mata.
" Makasih ya Anna." ucap Jenie.
" Alhamdulillah, Papa bahagia sekarang." ucap Dian.
" Aku juga bahagia Pah." ucap Bram.
" Hehehe, Ayo sarapan nanti makanannya keburu dingin." ucap Jenie melepaskan genggaman tangannya dari Anna. Mereka bertiga pun menganggukan kepala sesaat dan meraih piring masing-masing yang sudah terisi dengan makanan mereka.
" Jangan senang dulu Anna, ini adalah hari terakhirmu menikmati makanan itu." batin Jenie menatap wajah Anna yang tersenyum dari tadi kearahnya.
" Alhamdulillah Mama sudah berubah, terimakasih ya Allah kau sudah mendengar dan mengabulkan do'a-do'aku." batin Anna.
Beberapa saat kemudian mereka selesai sarapan dan beranjak berdiri untuk berangkat.
" Na, hari ini ada supir yang antarin Anna ke kampus. Kakak hari ini ada rapat penting. Maafin Kakak ya?." ucap Bram.
" Oh ya maaf sudah repotin Kak Abra.Padahal Anna nggak apa-apa Kak, Anna bisa mesan Grab kok." ucap Anna.
" Ini sudah kewajiban Kakak buat jaga Adiknya. Ya sudah ayo berangkat." ajak Bram.
" Hati-hati ya Pah, Bram , Anna." ucap Jenia sambil membalas salaman suami dan kedua Anaknya.
" Iya Mah, Papa berangkat." ucap Dian yang kemudian memasuki mobil yang sudah terparkir di depannya.
" Mah, Bram berangkat." ucap Bram sambil mengecup Pipi Ibunya.
" Hati- hati sayang." ucap Jenie langsung di anggukin Bram.
" Anna pamit ya Ma." ucap Anna yang canggung.
" Hati-hati sayang, dan semoga Anna bertemu dengan orang yang Anna inginkan." ucap Jenie tersenyum licik. Anna melihat senyuman Jenie yang tidak seperti di ruang makan.
Anna melangkah ke arah mobil yang mengantarnya. Hatinya seperti tak ingin pergi dan naik kemobil itu. " Kok Aku merasa kayak gini ya?." batin Anna.
Anna pun masuk ke dalam mobil itu yang nampak masih dalam kebingungan. Tiga mobil itu pun melaju meninggalkan pekarangan kediaman mereka.
"Tinggal nunggu kabar kematianmu." batinya sambil melihat mobil yang makin menjauh hingga tak terlihat. Jenie pun meninggalkan pekarangan rumahnya dan masuk kedalam rumah.
🍀🍀🍀
" Bi, panggil Bian ya?." ucap Vina kearah Bibi yang sedang membantu majikannya menyiapkan hidangan di atas meja.
" Baik Nyonya." ucap Bi melangkah meninggalkan Vina yang masih sibuk.
" Pagi Mah." sapa Aiden.
" Pagi juga sayang, Anak Mama dari semalam tersenyum terus?." ucap Vina.
" Apaan sih Mah, Ai hanya tersenyum sama Mama. Kalau tersenyum terus di kira Ai sudah gila." ucap Aiden menarik kursi untuk di duduknya.
" Hehehe, gila gara-gara jatuh cinta." ucap Vina.
" Aahh Mama, tumben Papa nggak di meja makan?." tanya Aiden yang sadar sosok seseorang tak berada di samping Ibunya.
" Papa sudah berangkat keluar daerah pagi-pagi sekali." ucap Vina yang ikut duduk di samping Aiden. Aiden yang mendengar ucapan Ibunya hanya ber"oh" ria.
" Pagi Ma, pagi Bang." sapa Abian yang baru saja ikut gabung bersama mereka.
" Pagi juga sayang." balas Vina.
" Pagi juga." balas Aiden.
" Kenapa mata lo?." tanya Aiden yang sedang menyendok nasi tiba-tiba terhenti setelah melirik ke arah Abian.
" Nggak apa-apa, semalam kurang tidur saja." ucap Abi.
" Bii, jangan sering fokus di pekerjaan, fokus kediri kamu juga sayang. Nanti kamu sakit lo Bii." ucap Vina.
" Iya Ma." ucap Abi yang mulai mengunyah makanannya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun berpamitan kepada Vina untuk berangkat ke kantor.
🍀🍀🍀
Di tempat lain sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang tidak bisa lagi di kendalikan. Karena, remnya sudah tidak berfungsi lagi. Pengemudi dan dua orang wanita hanya bisa pasrah yang akan mereka alami nanti.
Tiba-tiba ada sebuah mobil truk yang melaju berlawanan ke arah mereka. Supir truk yang sudah mengantuk tidak menyadari sebuah mobil yang sedang melaju ke arahnya. Hingga, terjadi tabrakan yang tidak bisa di hindari.
" Bbrraaaaakkkhhhh."
Mobil Truk mengalami kerusakan yang sangat parah bagian depan. Sang supir truk mengalami luka-luka dan patah kakinya karena terhimpit oleh benda berat. Mobil yang menabraknya terjatuh ke dalam jurang yang begitu dalam dan terjadi ledakan. Mobil itu pun hangus terbakar. Orang- orang berlarian ke arah tempat kejadian itu dan melihat sebuah mobil yang nampak terbakar.
" Mobil itu terbakar!, kasihan orang yang berada di dalam mobil itu. Tidak bisa menyelamatkan diri dari kobaran api." ucap seorang warga yang melihat mobil yang masih terbakar.
Kring, kring, kri_ klik.
" Bagaimana?." tanya seseorang.
" Sudah beres Nyonya." balasnya.
" Bagus, uang kalian segera saya transfer." ucapnya.
" Baik." ucapnya.
*Klik
" Akhirnya Kau mati."batinnya*.
...****************...
Pasti penasaran tentang mobil itu?
hohoho tunggu saja kelanjutannya.
Jangan lupa like komennya ya😉😉
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪
jangan lama-lama y up nya kak
ko lama banget sih update nya...aku tunggu-tunggu ceritanya....
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪