Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Giok Putih - Lelang Balik Yang Gagal Karena Informasinya Sudah Dijual Dulua
Kota Giok Putih, 200 kilometer utara Kota Kabut.
Kalau Kota Pasir Hitam nilai kebersihan 2/10, Kota Kabut 4/10, maka Kota Giok Putih nilai 10/10. Terlalu bersih sampai tidak ada debu. Jalanannya dicuci tiap pagi dengan air spiritual, rumah lelangnya dilapisi giok putih asli, dan semua orang di kota ini memakai jubah putih, bahkan pengemisnya pakai jubah putih bersih.
Di tengah kota, ada *Rumah Lelang Giok Putih*, cabang terbesar di Benua Bawah. Di sinilah 10 tahun lalu Xiao Yue, ibu Xiao Chen, pertama kali dibawa dan dipajang di etalase kaca dengan label: *"Darah Penjaga Jurang - Murni - 300 batu per botol".*
Hari ini, di rumah lelang itu, 7 orang sisa dari robekan 10 nama pertama kumpul. Mereka bukan kepala klan kecil lagi. Mereka adalah pembeli besar:
*No.4: Tuan Giok Putih, Bai Yu - Pemilik Rumah Lelang Giok Putih.*
*No.5: Nyonya Pil, Yao Ji - Pembuat pil awet muda dari darah.*
*No.6: Tetua Pedang, Jian Lao - Kolektor darah untuk mengasah pedang.*
*No.7-10: 4 Saudagar Iblis dari Benua Atas yang turun 10 tahun lalu khusus beli darah Xiao Yue untuk ritual pemujaan iblis di atas.*
Mereka kumpul bukan untuk takut. Mereka kumpul untuk lelang balik Xiao Chen.
Di panggung giok putih yang bersih, Bai Yu si Tuan Giok Putih berdiri dengan palu lelang giok asli, bukan emas, bukan kayu. Palu itu kalau diketuk, bisa bikin harga barang naik 10 kali lipat karena semua pembeli percaya.
"Tenang semua," kata Bai Yu, suaranya halus, "Aku dengar anak sampah Xiao Yue itu, Xiao Chen, keliling bunuh Huang Sha, Mu Rong Xue, Chen Gui, dan lelang mereka di jurang sampah dengan harga 1 batu. Lucu. Sangat lucu."
7 orang itu tertawa. Mereka pikir Xiao Chen cuma anak kecil balas dendam.
"Jadi, kita juga lelang dia balik," lanjut Bai Yu, "Kita umumkan Lelang Besar besok: *Lelang Kepala Anak Xiao Yue, Xiao Chen - Hidup atau Mati - Harga Awal 10.000 batu spiritual kelas atas!* Siapa yang bisa bawa kepalanya, dapat 10.000 batu dari kita bertujuh. Kita yang jadi penjual, dia yang jadi barang."
Rencana bagus. Kalau diumumkan, seluruh pemburu di Benua Bawah akan cari Xiao Chen.
Tapi mereka tidak tahu, 2 jam sebelum mereka kumpul, informasi rapat mereka sudah dijual.
Di Jurang Besar, Rumah Lelang Jurang Hitam yang dikelola Ling'er, papan informasinya sudah penuh.
Seorang pelayan dari Rumah Lelang Giok Putih, yang gajinya cuma 2 batu sebulan, datang ke jurang semalam, menjual informasi rapat rahasia itu seharga 100 batu.
Informasi itu:
> *DIJUAL: Lokasi Rapat 7 Target Bos Teh di Kota Giok Putih, Jam 10 pagi, Ruang Rahasia Bawah Rumah Lelang Giok Putih. Mereka mau lelang balik Bos Teh harga 10.000 batu. Daftar nama lengkap ada. Bayaran: 100 batu.*
Ling'er beli informasi itu, lalu langsung jual balik informasi itu lagi ke... 30 pemburu bayaran yang nongkrong di jurang, seharga 10 batu per orang.
Judul informasi yang Ling'er jual balik:
> *DIJUAL BALIK: 7 Orang yang Mau Lelang Bos Teh Xiao Chen, Lokasinya di Ruang Rahasia Bawah Rumah Lelang Giok Putih, Jam 10 pagi ini. Kalau kalian serang sekarang, jarahan 7 orang itu minimal 20.000 batu. Info harga 10 batu saja.*
30 pemburu bayaran itu langsung berangkat ke Kota Giok Putih jam 8 pagi, bukan untuk bantu 7 orang itu, tapi untuk rampok mereka duluan sebelum Xiao Chen datang.
Jam 10 pagi, di Ruang Rahasia Bawah Rumah Lelang Giok Putih.
Bai Yu baru mau ketuk palu gioknya untuk umumkan lelang balik Xiao Chen.
_TOK!_
Pintu ruang rahasia didobrak dari luar, bukan oleh Xiao Chen, tapi oleh 30 pemburu bayaran yang beli informasi dari Ling'er.
"JANGAN GERAK! KALIAN SUDAH TERJUAL DI JURANG HITAM HARGA 10 BATU INFONYA!" teriak ketua pemburu bayaran.
7 orang itu kaget, "Apa? Siapa yang jual informasi kami?"
Dari belakang 30 pemburu bayaran, masuk satu orang terakhir, yang tidak dobrak pintu, tapi jalan pelan. Jubah hitam keemasan compang-camping, pedang patah bercap palu lelang di pinggang, 3 botol darah ibu di jubah, dan patahan palu emas Chen Gui di tangan.
Xiao Chen.
Dia tidak perlu dobrak pintu. Pintunya sudah didobrak pembeli informasinya sendiri.
Bai Yu melihat Xiao Chen, masih sombong, mengangkat palu gioknya.
"Bagus kau datang! Kami mau lelang kepalamu 10.000 batu! Palu giokku ini..."
Xiao Chen tidak kasih dia selesai.
Xiao Chen menempelkan patahan palu emas Chen Gui yang dia bawa, ke palu giok Bai Yu.
_KRAK!_
Palu giok 10/10 yang bersih itu retak, karena palu emas yang sudah patah itu membawa sial dari kematian Chen Gui - semua palu lelang yang dipakai untuk jual darah ibunya akan patah kalau dekat dengan Xiao Chen.
Bai Yu mundur.
7 orang itu mau lawan, tapi 30 pemburu bayaran sudah kepung mereka, karena pemburu bayaran itu mau jarahan mereka, bukan mau bantu Xiao Chen, tapi hasilnya sama: 7 orang itu terkepung dua sisi.
Xiao Chen tidak peduli pemburu bayaran. Dia hanya menatap 7 orang itu, lalu mengetuk dahi mereka satu per satu dengan gagang pedang Hei Feng.
_TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK!_
Tujuh ketukan.
Tujuh cap di dahi: *TERJUAL - HARGA AWAL 1 BATU - PAKET 7 ORANG - PENJUAL DARAH IBU UNTUK RITUAL IBLIS.*
Saat itu juga, di Jurang Besar, Ling'er yang sudah tahu Xiao Chen akan ketuk 7 orang sekaligus, sudah siapkan panggung lebih besar.
Tulisan cahaya muncul di udara, paling besar sejauh ini:
*BARANG LELANG NO.4-10: PAKET 7 PEMBELI DARAH XIAO YUE UNTUK RITUAL PEMUJAAN IBLIS - TERMASUK TUAN GIOK PUTIH + NYONYA PIL + TETUA PEDANG + 4 SAUDAGAR IBLIS BENUA ATAS - TOTAL HARTA PAKET 20.000 BATU + RUMAH LELANG GIOK PUTIH - HARGA AWAL 1 BATU UNTUK PAKET!*
Ling'er yang lihat itu, teriak sampai suaranya habis, memukul palu kayu dengan dua tangan:
_TOK!!!_
"PAKET 7 ORANG YANG PAKAI DARAH IBU BOS TEH UNTUK RITUAL IBLIS! YANG MAU LELANG BALIK BOS TEH 10.000 BATU! SEKARANG MEREKA YANG DILELANG PAKET HARGA 1 BATU! SIAPA MAU BELI RUMAH LELANG GIOK PUTIH 10/10 INI DENGAN HARGA SAMPAH?!"
30 pemburu bayaran di Kota Giok Putih mendengar teriakan itu dari Cermin Giok yang dibawa Xiao Chen, mereka langsung teriak, bukan menawar Xiao Chen, tapi menawar 7 orang itu:
"KAMI 50 BATU UNTUK PAKET! RUMAH LELANGNYA BUAT KAMI!"
"KAMI 100 BATU!"
Di ruang rahasia, 7 orang itu mendengar harga mereka paket cuma 1 batu, padahal mereka mau lelang Xiao Chen 10.000 batu.
Wajah mereka yang putih bersih karena giok, langsung merah hitam karena malu. Kultivasi mereka yang naik karena ritual darah ibu Xiao Chen, mulai turun, karena ritual itu putus saat darah ibu yang terakhir dibawa Xiao Chen sudah tidak ada di tangan mereka lagi.
Bai Yu yang paling sombong dengan nilai 10/10, jatuh berlutut, kulitnya yang putih bersih jadi keriput hitam, karena tanpa darah segar untuk ritual pemujaan iblis, efek awet mudanya hilang, sama seperti Nyonya Kabut.
"Ti... tidak... rumah lelangku 10/10... tidak mungkin harga 1 batu..." bisiknya.
Xiao Chen mengambil palu giok retak dari tangannya, mematahkannya jadi dua, sama seperti palu emas Chen Gui.
_KRAK!_
Saat palu giok patah, palu kayu Ling'er di jurang diketuk terakhir.
_TOK!_
"TERJUAL! PAKET 7 ORANG TERJUAL 150 BATU! DIBELI OLEH 30 PEMBURU BAYARAN PATUNGAN!"
Saat palu diketuk, 7 cap TERJUAL di dahi 7 orang itu menyala bersamaan, dan 7 jantung Nascent Soul mereka pecah bersamaan, bukan karena pedang, tapi karena malu paket 7 orang harga 10.000 batu yang mau mereka jual, terjual balik cuma 150 batu di jurang sampah.
Mati mengenaskan versi A paket: mati bersamaan karena harga diri 10/10 dijual 1 batu di depan 30 pemburu bayaran yang mereka anggap sampah.
Xiao Chen mengambil cincin 7 orang itu, total 20.000 batu, dan kunci Rumah Lelang Giok Putih 10/10. Dia lempar kunci itu ke ketua pemburu bayaran.
"Kalian yang beli, kalian yang ambil. Aku cuma mau 3 botol darah ibuku yang sisa di brankas mereka."
Di brankas giok putih itu memang ada 3 botol terakhir darah Xiao Yue yang disimpan untuk ritual pemujaan iblis besar bulan depan.
Xiao Chen mengambil 3 botol itu, kini dia punya total 6 botol darah ibunya: 2 busuk dari Huang Sha, 1 segar dari Nyonya Kabut, 3 segar dari Paket 7 orang.
6 botol, dari total yang dulu dijual 10 botol 10 tahun lalu. Masih kurang 4 botol yang ada di Benua Atas, di tangan 3 nama terakhir dari buku 47 nama.
Xiao Chen keluar dari Kota Giok Putih yang 10/10 itu, yang kini pintunya ditempel kertas oleh Mo Sha yang datang lagi dengan karung lebih besar:
*PAKET 7 ORANG SUDAH TERJUAL DI RUMAH LELANG JURANG HITAM. HARGA: 150 BATU PAKET. RUMAH LELANG GIOK PUTIH SUDAH PINDAH PEMILIK. - TTD: XIAO CHEN*
Di saku, Cermin Giok bergetar lagi, kali ini dari Ling'er langsung, suaranya panik, bukan senang:
_Ling'er: BOS TEH PULANG SEKARANG! RUMAH LELANG JURANG DISERANG! ORANG DARI BENUA ATAS DATANG! MEREKA YANG BELI INFORMASI LOKASI CHEN GUI KEMARIN! MEREKA BAWA PASUKAN! MEREKA BILANG MAU TUTUP USAHA KITA KARENA KITA JUAL INFORMASI RAHASIA BENUA ATAS! MO SHA TERLUKA!_
Xiao Chen yang baru dapat 6 botol darah ibunya, mengepal, sisik naganya naik sampai leher untuk pertama kalinya.
10 nama pertama selesai. Tapi perang usaha lelang informasi baru mulai.