NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:382.6k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

"Mbak ayo.." Azizah menarik tangan Keira menuju mushalla, ia mengenakan mukena pemberian ummi Halimah tadi sewaktu shalat isya. Tapi, apa boleh buat, Keira yang tidak tahu menahu tentang shalat itu pun hanya mengambilnya saja, tanpa tahu menggunakannya.

Malam itu sunyi menyelimuti pondok pesantren, hanya remang lampu temaram yang menerangi mushalla kecil di sudut halaman.. Suara jangkrik dan desir angin di luar menjadi satu-satunya irama yang menemani keheningan.. Di luar mushalla, suara langkah pelan dan bisikan-bisikan rendah dari para santri yang berjaga malam terdengar samar, seolah menjaga ketenangan malam agar tidak terganggu. Angin dingin sesekali menyelinap melalui celah jendela, membawa aroma tanah basah dan daun yang menambah suasana hening semakin dalam.

"Mbak ayo. Udah malam, nanti bisa lanjutin tidurnya. Besok pagi-pagi harus bangun shalat subuh." Ucap Azizah, ia tidak shalat karena tadi sudah menunaikan shalat isya.

Keira meremas kedua tangannya dengan kencang, matanya bergerak gelisah. Ia bingung harus melakukan apa. Tadi sudah mengambil air wudhu, itu juga ia tak tahu. Ia hanya membasuh mukanya, beruntung Azizah tidak mengekorinya sampai mengambil wudhu tadi.

"Mbak... Kenapa melamun?" Tanya Azizah yang melihat Keira hanya berdiri dan berdiam diri di sana.

Keira melipat bibirnya, sungguh jika ia mengatakannya pada Azizah yang sebenarnya apa gadis itu akan memakluminya? Atau Azizah akan meledeknya? Ia sama sekali bimbang luar biasa.

"Mbak?" Azizah menghampiri kakak iparnya itu, ia memegang tangan Keira, membuat gadis bermata bulat itu tersentak samar.

"Y-ya?"

"Mbak kenapa diam aja? Ini udah malam banget loh." Ucap Azizah, ia sudah mengantuk luar biasa, ingin segera tidur. Tadi ia terbangun karena mendengar suara teriakan Keira yang kebetulan kamarnya dekat dengan kamar Azizah.

Keira menipiskan bibirnya. "Kamu kayaknya udah ngantuk. Lebih baik kamu kembali ke kamar kamu. Biar saya nanti pulang sendiri." Akhirnya ada ide yang membuat Keira terbebas dari hal ini. Sungguh ia benar-benar bingung jika harus melakukan shalat.

Karena ia benar-benar tidak tahu apa itu shalat.

Azizah tampak berpikir sejenak. "Nanti mbak nyasar lagi?"

Keira menggelengkan kepalanya. Ia harus tetap meyakinkan gadis di depannya ini. "Nggak. Saya masih ingat kok jalan kembali ke rumah. Saya akan pulang jika saya sudah selesai dengan shalat." Ucap Keira.

Azizah menghela nafasnya, ia akhirnya menurut dan kembali ke ndalem. Ia sangat lelah dan mengantuk, besok juga masih ada pelajaran, tidak mungkin ia berlama-lama di sana.

"Yaudah deh. Mbak hati-hati ya. Kalau ada apa-apa mbak teriak aja. Tapi insyaallah di sini aman mbak. Mbak jangan takut." Ucap Azizah sebelum pergi.

Keira mengulas senyumannya, "iya."

"Yasudah, aku balik dulu ya mbak.." Azizah pergi dari mushalla itu, ia bergegas menuju ke ndalem karena ia sudah ngantuk..

Sedangkan Keira menghela nafasnya kasar. Ia menundukkan dirinya di atas lantai keramik, ia akan kembali pulang ke ndalem setelah beberapa menit nanti. Agar tidak ketahuan kalau ia berbohong.

Keira bersandar di dinding, dingin dinding mushalla menyelinap masuk menembus tulang-tulangnya, bibirnya terbuka menguap akibat kantuk yang mendera, namun saat ia ingin menutup mata, ia takut bayang-bayang mimpi buruk itu kembali hadir menghampirinya.

Keira berusaha untuk tidak takut, ia tidak boleh lemah, ia harus kuat.

Namun, ia hanya manusia biasa yang banyak kelemahan, ia tak mampu menutup kemungkinan jika ia takut akan mimpi itu.

"Kenapa duduk di sana? Kenapa tidak shalat? Kamu berbohong?"

Deg!!

Suara seseorang membuat tubuh Keira menegang hebat, ia menoleh dan mendapati Gus Zayn berdiri sambil menatap ke arahnya.

1
Bunda Dzi'3
kirain anak pak ustadz trs ketemu gitu...hehehee jdi halu dahh
Bunda Dzi'3
raka anak nya ustadz kah?
Bunda Dzi'3
mewekkkk😭😭😭😭
Bunda Dzi'3
maaf klu saya salah...bukan klu ayah kandung msh hdup yg wajib jdi wali yaa ntuk anak perawan...
Bunda Dzi'3
haaaa...syukurlah cuma mimpi..
makanya kok bsa brubah dratis bngt gus zyan
Bunda Dzi'3
astaghfirullah😭
Bunda Dzi'3
zyan suamiku di dunia nyata&Alhamdulillah punya 2 bujang+1krucil😍😍😍😍😍
Bunda Dzi'3
kerennnn yaa zyan😍
Bunda Dzi'3
yg bner gus kan sya hanya sekedar sepupuh kmu🤭
Bunda Dzi'3
gus zyan sabarrrr bngt sma si bocil
Bunda Dzi'3
yg bnr tuh...,zah biar abang aja yg ngajarin istrinya abang😍
Bunda Dzi'3
kaira kaget...hancur bngt pastinya tidak di akui suaminya sndri😭
Nda_Zlnt
lanjut 💪
Nda_Zlnt
next thor
Nda_Zlnt
lanjut thor
Nda_Zlnt
lanjut
Nda_Zlnt
lanjut thor
Nda_Zlnt
lanjut
Adelia Absyah
gus zayn selalu bikin hati meleleh
Nda_Zlnt
next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!