Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?
Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.
Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!
Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lanjut bab 18
... pun milikmu lagi."
Anran tidak menghindar. Ia mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata sang kaisar dengan keberanian dan ketenangan yang tak tergoyahkan.
"Hamba menghargai perhatian Yang Mulia," sahut Anran halus. "Namun, pengawal terbaik Saya adalah kewaspadaan Saya sendiri."
Kaisar Tian mengulas senyum tipis, sepasang matanya memancarkan pendaran keterpesonaan yang kian dalam. "Beristirahatlah dengan baik malam ini, Permaisuri. Besok malam, perjamuan menyambut para utusan dari Kerajaan Selatan akan digelar di Aula Rembulan. Aku ingin kau mendampingiku di atas Tahta Naga sebagai Permaisuri Kerajaan Great Yan."
"Hamba laksanakan perintah Yang Mulia," balas Anran seraya membungkuk anggun.
Kaisar Tian memutarkan tubuhnya, melangkah keluar meninggalkan kamar peraduan Istana Fengyi. Begitu bayangan tegap sang kaisar menghilang di balik pintu kayu jati, Lian bergegas masuk dengan napas lega dan wajah berbinar senang.
"Yang Mulia Permaisuri!" bisik Lian gembira. "Sikap Yang Mulia Kaisar malam ini... beliau benar-benar telah jatuh hati pada Anda! Hamba belum pernah melihat Kaisar menatap seorang wanita dengan rasa hormat seluar biasa ini!"
Anran melangkah mendekati jendela, menatap pendaran rembulan yang bersinar terang di langit malam.
"Cinta di dalam istana ini adalah pedang bermata dua, Lian," gumam Anran dingin. "Aku tidak membutuhkan janji manis yang bisa pudar kapan saja. Yang kubutuhkan adalah kekuasaan mutlak dan kewaspadaan tinggi agar tak ada seorang pun yang sanggup menindas kita kembali."
Malam berikutnya, Aula Rembulan diterangi oleh ratusan lampion sutra keemasan yang menggantung indah di sepanjang atap paviliun megah. Aroma kayu gaharu dan hidangan lezat membumbung memenuhi udara, diiringi alunan musik kecapi lembut dari para pemusik kerajaan.
Seluruh menteri senior, jenderal perang, serta keluarga bangsawan Kerajaan Great Yan telah berkumpul. Di barisan depan, utusan dari Kerajaan Selatan yang dipimpin oleh Pangeran Xiao duduk dengan gaya anggun namun memancarkan binar politik yang sarat penilaian.
Dentang genta perunggu bergaung tiga kali di ambang pintu utama.
"Yang Mulia Kaisar Tian dan Yang Mulia Permaisuri Anran memasuki Aula Rembulan!" seru Kasim Zhao nyaring.
Seluruh isi aula seketika bangkit dan membungkuk dalam-dalam.
Kaisar Tian melangkah masuk berbalut jubah kebesaran naga hitam-emas. Di sampingnya, Anran berjalan dengan keanggunan seorang ratu sejati. Gaun sutra kebesarannya berwarna merah keemasan menjuntai indah di atas lantai pualam, dihiasi sulaman benang feniks yang berkilau. Mahkota feniks emas bertatahkan giok merah membingkai wajah cantiknya yang tenang dan berwibawa.
Kaisar Tian mengulurkan tangannya, membimbing Anran naik ke atas panggung utama dan mendudukkannya tepat di samping Tahta Naga miliknya.
"Berdirilah kalian semua," ujar Kaisar Tian tegas.
Pangeran Xiao—utusan Kerajaan Selatan—berdiri mengulas senyum ramah yang menyimpan niat terselubung. Ia melangkah ke tengah aula membawa sebuah kotak perak berukir rumit.
"Hamba, Xiao Chen, Pangeran Kesembilan Kerajaan Selatan, memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar Tian dan Yang Mulia Permaisuri Anran," ujar Pangeran Xiao seraya membungkuk. "Sebagai tanda persahabatan, Kerajaan Selatan membawa persembahan khusus berupa 'Anggur Embun Es'—minuman langka yang diracik dari herbal pegunungan salju."
Pelayan Pangeran Xiao maju menuangkan cairan bening beraroma harum manis ke dalam dua cangkir giok putih.
"Anggur ini sangat peka terhadap suhu. Jika disentuh perak biasa, khasiatnya bisa berkurang," tambah Pangeran Xiao. "Hamba berharap