NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Jantung Al berdegup kencang karena Rin memandangi wajah Al dengan serius, mencari-cari apakah Al ada luka lebam juga atau tidak.

"Naah!" Rin menemukan kulit kemerahan yang samar-samar di bawah pipinya. Rin menekannya sedikit.

"Aduh!"

"Gini ya ngobrolnya?" tanya Rin. Al sedikit meringis.

Suara langkah kaki di belakang mereka berhenti.

"Ehem!" Zayn berdehem di belakang mereka. Rin segera menurunkan tangannya sementara itu Al kembali menegakkan badannya siap menjadi tameng Rin.

"Zayn...?"

"Gue minta maaf soal berita tentang lo dan Al. Gue nyesal karena terlalu takut lo bareng Al. Gue nggak berpikir panjang," ucap Zayn.

"Gue kecewa sama lo! Tapi ya sudahlah... Yang penting, gue mau semua ini selesai, gue bisa ke kampus lagi tanpa omongan yang aneh-aneh," ucap Rin.

"Gue salah. Lo mau maafin gue? Gue bakal bikin video klarifikasi dan permintaan maaf gue nanti malam," Zayn mengulurkan tangannya.

"Oke gue maafin dan gue tunggu videonya!" ucap Rin tegas sambil mengulurkan tangannya.

"Ayo! Kita pulang!" Al memegang pergelangan tangan Rin, seolah menegaskan kalau Rin adalah miliknya. Yah, meski belum resmi.

Rin mengangguk dan membiarkan tangannya di genggam Al sepanjang koridor kampus. Bisik-bisik kembali terjadi, bukan karena gosip tapi karena dia gandengan dengan Al.

"Al, gue malu! Ini nggak apa-apa? Banyak orang loh!" Rin panik saat beberapa kamera mengarah ke mereka berdua. Al menahan tangan Rin, menggenggamnya erat dan tersenyum pada semua orang.

"Al! Ini nanti jadi bahan gosip!"

"Kalo gosipnya bareng kamu, aku mau buat sebanyak mungkin!"

"Nyebelin!" Rin menepuk bahu Al.

"Kak!" Jonas dan Arza berlari mendekat, diikuti oleh Bima.

"Gimana?" tanya Jonas.

"Clear. Terimakasih kalian udah banyak banget bantu gue. Dan gue nggak nyangka kalau ternyata tali jam itu ada di kalian,"

"Nenek yang mungut, karena katanya itu barang langka. Dan nenek juga penasaran waktu itu Zayn hanya duduk diam di seberang dan membuang sesuatu," ucap Bima.

"Nenek..." Rin tak bisa lagi berkata-kata.

"Ayo kita ucapin terimakasih sama nenek. Kita rayakan makan roti karena kak Rin akhirnya bebas dari bahan gosip murahan itu!" ucap Jonas.

Mereka masuk ke mobil diikuti oleh mas Reza. Mereka berhenti di Roemah Roti yang kini sudah ada pengunjung meski belum seramai sebelumnya.

Rin berlari dan memeluk neneknya yang sedang membungkus roti. Nenek sedikit kaget lalu tersenyum.

"Nek! Makasih ya! Nama baik Rin sudah kembali. Berkat nenek yang ambil tali jam itu dari tempat sampah. Tapi kenapa nggak cerita?" tanya Rin

"Kamu itu berhari-hari banyak bengongnya, jadi nenek minta tolong ke Al dan Jonas." nenek mengusap rambut Rin.

"Eh, ayo duduk!" Rin mengajak yang lain untuk menikmati secangkir kopi dan roti manis buatan nenek.

"Udah lebih baik sekarang?" tanya Al.

Rin mengangguk.

"More better!"

"Bang Al juga galau aja dari kemarin-kemarin." Jonas nyeletuk. Rin melihat Jonas lalu ke Al.

"Biasa aja!" Al melipat tangannya di dada. Mode dingin dan cueknya kembali.

"Oh ya?" tanya Rin sambil mendekatkan kepalanya melihat Al

"Iya!" Al membuang pandangannya. Rin tersenyum melihat Al.

"Galau kak! kamarnya berisik terus! Gue dan Arza nggak bisa tidur!"

"Gue yang nggak bisa tidur denger suara ngorok kalian!" mata Al menajam melihat Arza dan Jonas. Keduanya terkekeh.

"Syukurlah! Masalah di kampus Rin sudah selesai. Sekarang tinggal satu lagi. Tentang Roemah Roti dan juga Vivian." ucap Bima melihat mereka semua bergantian.

"Aneh ya, setelah kejadian di kampus Rin terus tiba-tiba besoknya berita soal mark-up dana untuk Roemah Roti. Lalu berita soal Rin di kantor T&T. Kayak nyambung gitu nggak sih?" tanya Arza.

"Hmm itu yang gue bahas bareng Al semalam!" Bima mengangguk. "Lalu tiba-tiba Vivian ke sini dan membuat berita yang nggak bener. Kita harus gimana? Undang Vivian? Buat tanya langsung?" tanya Bima. Al menggeleng.

"Gue nggak setuju bang, tanpa bukti kita nggak bisa apa-apa. Pasti dia nggak akan ngaku!" ucap Jonas.

"Nanti kita pikirin bareng-bareng!" ucap Jonas.

"Sekarang balik ke Bang Al, jangan lama-lama bang! Saingan lo ketua panitia!" kekeh Azra.

"Iya bang, lama-lama keburu kak Rin digaet orang." timpal Jonas.

"Berisik!"

"Kak, kalo bang Al kelamaan. Gue bisa duluan!" ucap Jonas.

"Duluan apa?" tanya Rin.

"Kita confess yuk kak. Gue nggak kalah ganteng dari bang Al," ucap Jonas. Al menyipitkan mata dari seberang menatap ke Jonas. Jonas cuek.

"Hmmm... Lo nggak ngajak gue nge-date?" tanya Rin tersenyum ke arah Jonas Al sukses memalingkan wajahnya dari jendela dan menatap Rin. Sedangkan Jonas mulutnya terbuka lebar, tak percaya.

"Kak, serius? Kemana kita?" tanya Jonas semangat.

"Lo mau ngajak gue kemana?" tanya Rin.

"Kemana aja yang kakak suka! Tuh, tinggal ngomong gini aja bang Al susah banget! Besok gue dan kak Rin nge-date!" putus Jonas.

Al melempar segumpal tisu ke arah Jonas.

"Minimal makan lo nggak usah belepotan!" Al berkata dengan nada kesal.

"Kak, belepotan ya?" tanya Jonas menunjuk wajahnya. Rin mengangguk.

"Dikit!" Rin menarik tisu dan Jonas menyodorkan wajahnya.

Tangan Al menahan tangan Rin sesaat sebelum mengelap bibir Jonas. Dia menarik tisu dari tangan Rin dan mengusap bibir Rin pelan.

"Bibir kamu ada krim-nya," ucap Al.

"Waaaa progress banget ini!" Azra mengetuk meja dengan semangat.

"Tapi gue juga kan, kak?" ucap Jonas. Rin tersenyum.

"Rin!" nada suara Al terdengar tegas kali ini dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.

"Udah, udah! Nanti kalau dia galau kita yang repot!" ucap Bima.

"Gue nggak galau ya!" bantah Al.

"Kak, lihat ini!"

Jonas menahan tubuh Al, sedangkan Arza memutar video yang dia ambil diam-diam saat Al di kamarnya.

Al memainkan gitarnya sambil duduk menghadap jendela. Memetik gitarnya pelan.

Hati ini rindu...

Menatap senyummu...

Dalam diam aku....

Al tidak menyelesaikan lagunya lalu memetik gitarnya dengan kesal dan berteriak "Riiin!" lalu mengusap rambutnya.

"HAPUS!" Al berdiri, kursi yang didudukinya berdecit menggeser. Wajahnya merah padam dan berusaha merebut ponsel Arza.

Arza menjauh. "Nggak! Ini bukti sejarah, bang! Bukti lo segalau ini!" Arza tertawa terbahak. Arza menyelamatkan ponselnya ke saku dan tersenyum mengejek dari seberang meja. Melakukan tos berdua Jonas. Bima dan mas Reza geleng-geleng kepala melihat usilnya Jonas dan Arza.

Rin menahan tawanya. Selama ini Al terlihat cuek dan cool, sesekali manja tapi baru kali ini terlihat sisi Al yang lainnya.

"Waktu kakak di rumah aja, karena gosip itu. Tiap malam bang Al gitaran mulu depan jendela,"

"JONAS!" Al melotot.

"Bener kak! Kamarnya berantakan, baju numpuk sana-sini, kalo ditanya jawabannya biasa aja. Padahal yang disebut nama kakak terus!" timpal Arza.

Bima ketawa, "Gue nyuruh dia ngerjain tugas festival, dia malah nulis nama lo di pojok kertas!" Bima menambahkan.

"BANG!"

Al frustasi tak bisa membungkam mulut mereka semua. Wajahnya sudah semerah tomat.

Rin ketawa ngakak sambil matanya berkaca-kaca. Nenek lewat menuang kopi lagi untuk mereka.

"Al, kalau kangen itu bilang di depan orangnya, bukan di depan jendela!" goda nenek. Al mengangguk meski wajahnya semakin merah. Semua orang tertawa terbahak-bahak dan masih mengejek soal video itu.

Rin menyenggol kaki Al di bawah meja. Dengan sedikit kesal Al melihat Rin.

"Jadi, kamu kangen aku nggak?" Rin mencondongkan tubuhnya dan berbisik.

Al mendengarkan lalu mengangguk.

"Aku mau dengar sekali lagi, di depanku!" ucap Rin. Al terdiam tak percaya. Rin mengubah panggilan lo-gue jadi aku kamu. Itu artinya....

"Kamu...?" tanya Al.

Rin tertawa.

"Aku tunggu secara resminya tapi please tanpa Jonas dan Arza!" bisik Rin lagi.

Terlihat wajah Al yang tadinya tak percaya sekarang jadi lega dan dia tersenyum lebar!

"Mereka bisik-bisik! Kak Rin bilang apa? Bang Al sampe salting begitu?" tanya Jonas.

Rin dan Al saling lirik dan tertawa. Gantian yang lain bengong melihat mereka berdua tertawa.

Semua menikmati roti manis siang itu, tawa yang dulu hilang sekarang kembali hadir di Roemah Roti dengan denting oven. Setiap dentingnya menceritakan satu bagian manis dari proses pembuatannya. Setiap kisah Al dan Rin, juga sudah melewati prosesnya.

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
Erin Dwi Andini
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!