Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan
" aauhh " suara lirih seorang gadis yang baru kembali sadarkan diri setelah tak sadarkan diri selama beberapa waktu.
" aku dimana ?" tanya seorang gadis yang baru bisa benar benar membuka mata tapi saat matanya menyisir setiap ruangan yang ada di kamar itu pandangan matanya terhenti pada sosok laki laki yang iya kenal.
" bang Aslan ?"
" auuhh, sakit " ucap seorang gadis yang bernama Rahma Andriani gadis belia yang baru saja lulus sekolah menengah kejuruan dan kini sudah bekerja di sebuah hotel yang ada di kota nya.
Ingatan Rahma kembali ke malam tadi sekitar pukul sebelas malam saat dirinya baru saja selesai shift malam.
" tidak tidak tidak " ucap Rahma yang baru menyadari jika kini tubuhnya tak lagi terbalut pakaian sehelai pun hanya di tutup selimut tebal hotel.
" kenapa bisa seperti ini " ucap Rahma yang memaksa bangkit dari tempat tidur tapi selimut yang menutupi tubuhnya tertimpa tubuh laki laki yang dalam hitungan hari akan menjadi kakak iparnya.
" kenapa kamu mengganggu ku " ucap laki laki yang bahkan masih memejamkan matanya sambil menarik paksa selimut yang menutupi tubuhnya hingga akhirnya selimut itu terlepas dari tubuh Rahma hingga membuat Rahma mematung tapi tak lama kesadaran Rahma terkumpul dan Rahma pun reflek menutup aset miliknya yang sudah terjamah tanpa seizinnya.
" apa ini ?"
" tidak !!!" teriak Rahma saat baru benar benar menyadari ada banyak jejak yang laki laki di hadapannya itu tinggalkan di setiap inci tubuhnya dan karena teriakan Rahma membuat laki laki itu pun terbangun dari tidurnya.
" kenapa berisik sekali " ucap Aslan laki laki yang usianya sekitaran dua puluh delapan tahun yang ternyata calon kakak ipar Rahma karena tiga hari lagi Aslan akan menikah dengan Deviana kakak tiri Rahma.
" kamu ?"
" kenapa kamu ada di sini ?"
" dan juga kenapa kamu bersikap rendah seperti itu dengan tampil tanpa busana seperti itu di hadapan calon kakak ipar mu ?" tanya Aslan yang sepertinya lupa dengan apa yang terjadi semalam antara dirinya dan Rahma hingga terbangun di kamar yang sama.
Rahma memilih mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai kamar dan langsung berlari menuju kamar mandi untuk menutupi tubuh polosnya.
" Auhhh " kepala Aslan terasa sangat berat saat Rahma sudah masuk ke dalam kamar mandi dan di saat yang sama ingatan yang terjadi semalam mulai bermunculan dalam otak Aslan.
Flash back on
Tujuh jam yang lalu tepatnya jam sepuluh malam Aslan di ajak sahabat nya melaksanakan pesta bujang di sebuah kamar hotel yang ada di kota mereka.
" selamat ya Aslan, sebentar lagi kamu akan menikahi Via " ucap teman Aslan yang bernama Erik yang memang biasa memanggil Deviana dengan panggilan Via
" thanks bro " ucap Aslan.
" tapi kenapa aku merasa kamu tak benar benar mencintai Via ?" tanya teman Aslan yang lainnya.
" apa jangan jangan kamu masih suka sama Rahma tapi karena cinta mu di tolak oleh Rahma dan kamu ingin balas dendam pada Rahma dengan menikahi kakaknya ?" tanya teman teman Aslan yang memang sudah berteman cukup lama dengan Aslan jadi mereka sudah sangat tau dah hapal sejarah percintaan Aslan selama ini.
" hus, jangan sembarangan kalo bicara "
" kamu tau jika sudah mendekati waktu pernikahan ada banyak cobaan dan godaan yang bisa menggoyahkan pernikahan itu " ucap Erik yang tak ingin karena ucapan teman mereka Aslan mundur dari pernikahan nya.
" tapi aku akui Rahma jauh lebih cantik dan manis dari Via " ucap nya lagi.
" sial " ucap Aslan sambil melempar bantal ke arah Erik.
Tok tok tok
" layanan kamar " ucap seorang petugas hotel yang bawa troli pesanan Aslan dan teman temannya.
Aslan berjalan menuju pintu hotel dan saat pintu itu di buka Aslan mematung di ambang pintu saat melihat siapa yang ada di hadapannya.
" bang Aslan ?" tanya Rahma yang cukup terkejut saat mengetahui jika calon kakak iparnya ada di salah satu kamar hotel tempat kerjanya.
" kamu kerja disini ?" tanya Erik yang tiba tiba saja muncul di belakang Aslan yang bahkan tak mengatakan apapun saat bertemu dengan calon adik iparnya wanita yang sempat Aslan cintai.
" iya, Rahma kerja di hotel ini " ucap Rahma sopan.
" kamu pulang jam berapa ?" tanya Erik.
" setelah antar ini Rahma pulang " ucap Rahma tanpa curiga.
" wah pas dong jadi kamu bisa gabung sama kita " ajak Erik sedangkan Aslan masih diam bahkan Aslan memilih menghampiri temannya yang lain.
" tidak terima kasih, ayah pasti sudah menunggu di rumah " tolak Rahma sopan.
" oh baiklah, tapi sebelum kamu pulang datang dulu ke sini karena Aslan sudah menyiapkan sesuatu buat kamu calon adik iparnya "
" ingat datang dulu ke sini sebelum pulang " ucap Erik lagi.
" lihat nanti ya kak " ucap Rahma yang sejujurnya sungkan jika terlalu dekat dengan Aslan.
" jika kamu tak datang artinya kamu belum sepenuhnya menerima Aslan menjadi calon kakak ipar mu " ucap Erik sebelum benar benar menutup pintu.
" apa yang kamu bicarakan dengan Rahma ?" tanya Aslan curiga.
" Rahma titip pesan jika ada yang ingin dia bicarakan dengan mu " ucap Erik.
" benarkah ?" tanya Aslan.
" tentu saja, untuk apa aku bohong " ucap Erik sambil menghisap sebatang rokok miliknya.
" apa benar Rahma ingin berbicara dengan Aslan ?" bisik salah satu teman Aslan dan Erik.
" tentu saja " ucap Erik santai.
Hampir satu jam mereka menikmati pesta bujang yang sudah Erik siapkan untuk Aslan temannya dan suara ketukan membuat senyum Erik mengembang sempurna karena rencana nya sedikit lagi akan berhasil.
" itu pasti Rahma " ucap Erik sambil berjalan untuk membukakan pintu untuk tamu yang sejak tadi iya tunggu.
" baiklah aku pulang " ucap teman Aslan lainnya yang memang sudah di pinta oleh Erik jika Rahma datang mereka akan bubar.
" kenapa kalian pulang " ucap Aslan bingung.
" ibu ku menitip sesuatu saat aku pulang " ucap nya sambil melangkah pergi.
" hai, aku pikir kamu tidak akan datang " ucap Erik sambil menyodorkan segelas minuman yang sudah iya siapkan untuk Rahma.
" minum lah, kamu pasti lelah setelah bekerja" ucap Erik lagi.
" tidak terima kasih " tolak Rahma.
" apa kamu curiga jika aku memasukkan sesuatu ke minuman itu ?" tanya Erik yang pura pura sedih.
" bukan seperti itu " ucap Rahma sungkan yang akhirnya menerima dan menengguk sedikit minuman yang Erik berikan.
" masuk lah dulu, ada yang ingin aku beli " ucap Erik yang malah keluar dari kamar itu dan tinggal Aslan dan Rahma yang ada di dalam kamar itu.
" kamu sudah datang ?" tanya Aslan yang sudah mulai sempoyongan saat menghampiri Rahma.
" bang, kenapa tiba tiba saja badan Rahma panas " ucap Rahma yang benar benar kegerahan bahkan Rahma mengibas ngibaskan pakaian yang iya kenakan.
" Rahma, tolong aku "
" aku kepanasan "
" tolong aku Rahma "
✍🏻✍🏻✍🏻 wah wah ternyata niat Erik begitu jahat menjebak Aslan dan Rahma, apa alasan Erik menjebak Aslan bersama dengan Rahma ? Dan apakah karena malam itu akhirnya Rahma mengandung anak kakak iparnya sendiri ?
Hai hai hai... Ketemu lagi sama R-kha 😘😘😘 di kisah Rahma gadis belia yang harus terjebak dengan kakak iparnya sendiri, akankah Rahma bisa hidup bahagia tanpa merusak pernikahan kakaknya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘