Tiga hari setelah menandatangani surat perceraian itu aku menikah lagi tanpa pernikahan tanpa pesta tanpa gaun dan tak ada ucapan selamat sama seperti pernikahan pertamaku. Pernikahan yang begitu kejam aku dibuang setelah tidak dibutuhkan lagi dan lalu aku menikah dengan bos mafia besar dinew york,, Bagaimana kisah selanjutnya antara mia dengan bos mafia itu akankah mia akan ditinggalkan lagi untuk kedua kalinya?? Yuk mari kita tonton novelnya saja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Setelah mengantri pizza yang sangat amat panjang dan sangat melelahkan itu akhirnya Silvia kembali ke sekolahan dan memberikan Pizza itu kepada Chyntia dan teman - temannya ;
" Ini pizzanya ". Lalu dia memberikan kepada Chyntia.
" Sini kembalikan kartunya dan sedang apa kau menunggu disitu?, apa kau mau ikut bergabung makan juga?, ". Sapa judes dari Chyntia.
" Iya boleh, ini kartunya aku kembalikan". Dan Silvia mengembalikan kartu hitam itu
Brak!!
Suara box pizza yang dilempar di tanah sama Chyntia ;
" Ini ambil sendiri, kau tidak pantas makan bersama kami tidak level dan sana pergi ke ruangan guru kau di panggil tadi byee,,,,selamat mengerjakan hukumanmu Silvia ".
Silvia pun hanya terdiam dan mengambil pizza yang di jatuhkan oleh Chyntia itu lalu sebelum memakannya dia menaruhnya di meja belajarnya lalu dia kembali ke ruangan guru.
Tok,,, Tokkk,,,, Tokkk !
" Silahkan masuk! ". Suara guru dalam ruangan itu.
" Silvia silahkan duduk ada yang mau ibu bicarakan denganmu ". Jelas tegas dari sang ibu guru.
" Iya Bu ada apa ya ". Lalu Silvia duduk dengan jantung yang berdebar takut akan dihukum oleh guru nya itu.
" Kamu bolos dari jam pelajaran matematika tadi?, habis dari mana saja kamu?, kamu tidak boleh sembarangan main kabur di jam pelajaran begitu saja ya Silvia," . Tegas sang ibu guru.
" Maafkan saya Bu, saya tadi di suruh beli pizza sama Chyntia Bu, aku sudah menolaknya namun dia mengancam ku Bu ".
Silvia memberanikan diri untuk berkata jujur kepada ibu guru supaya dia bisa tertolong tapi itu bukan sebuah pertolongan melainkan ancaman selanjutnya bagi Silvia ini.
" Apaa kok kamu mau saja si di perintah sama dia, emang dia siapa?, dan panggilkan Chyntia untuk masuk segera keruangan ini juga ".
Jawab kesal oleh sang guru itu.
Sesudah itu Chyntia dipanggil oleh guru yang lain dan saat sesampainya di ruangan dia menyilangkan tangannya dan berjalan maju belagak angkuh dan sombong selayaknya dia akan memenangkan pertandingan itu.
" Ada apa Bu, saya di panggil kesini ".
Dengan tak sopan dia berdiri dan menjawab dengan nada tinggi terhadap gurunya itu.
" Berani - beraninya sekali kamu berbicara sambil berdiri dihadapan guru begitu!, cepat duduk, tidak sopan!! ". Jawab kesal dari kelakuan guru tersebut.
" Hei Bu, ibu tidak tau ya, ibu guru baru di sekolah ini?, saya ini anak perempuan satu - satunya keluarga besar Smith dan perlu ibu tahu lagi aku ini pewaris tunggal dari perusahaan Jcassmi Groups terkenal itu!, bahkan sekolah ini pun, ayah saya selalu mendanai dan menyumbangkan tiap bulan bukan, bagaimana dengan guru yang lain kalian apakah tidak mengetahui nya juga? ". Jelas sombong dari Chyntia itu.
" Ku dengar si emang ada siswi perempuan keluarga Smith yang bersekolah di sini Bu, kemungkinan dia adalah murid itu Bu, jadi jangan sebaiknya ibu jangan berani macem - macem deh Bu, sama anak ini, baikin saja Bu ". Bisikan kecil dari guru yang lainnya.
' Tidak bisa begitu murid ya murid mau anaknya pejabat kek, artis kek, atau sang mafia kek, tetap harus tau sopan santun terhadap guru '.
Gumam dari ibu guru Mika yang sedari tadi mengintrogasi Silvia dan Chyntia.
" Duduklah, ibu akan bicara baik - baik denganmu! ". Sapa guru Mika.
" Ada apa emangnya, lihat saja ya Bu mika nanti aku akan laporkan kau kepada ayahku liat saja nanti ". Ancaman keras dari Chyntia namun guru itu tidak memperdulikan ancaman itu.
" Kamu benarkah tadi menyuruh Silvia untuk membeli pizza untuk di makan bersama di dalam kelas itu? ". Pertanyaan tegas dari sang guru..
" Kalauu emang benar, terus ibu mau ngapain niatku baik Bu, berbagi kepada teman - teman ". Dengan santainya Chyntia berucap.
" Lah niatmu sudah baik Chyntia, tetapi caramu salah kenapa kamu harus menyuruh Silvia yang beli kenapa tidak kamu saja yang berjalan sendiri!, dan kamu kenapa tidak membeli di saat jam istirahat saja atau setelah sepulang sekolah kan bisa!!! ". Kesal dan geram sekali dalam hati ibu Mika.
" Hei Bu,,, terserah aku lah Bu mau menyuruh siapa, bahkan menyuruhmu pun aku bisa Bu, dan disini siapa yang mentraktir makanan dan mau mendapatkan makanan gratis ya harus di suruh dulu la, dan di sini dia ini cuma anak pembantu saya Bu, dia juga di sekolahkan disini oleh ayahku seharusnya dia balas Budi lah dengan kebaikan ayahku melalui aku membalasnya bukankah itu suatu kebenaran dan kebaikan bukan ibuuu guru Mika yang cantik nan aduhai ". Suara Candaan dari mulut Chyntia yang tajam itu.
" Dasar murid kurang ajar kamu ya!!!, cepat lari sepuluh putaran di lapangan dan kerjakan tugasmu juga, kalau ada berani yang membantah liat saja aku akan menelepon ayahku segera dan habislah sudah tamat riwayat guru - guru di sini.. ". Dengan mudahnya dan seenak jidatnya Chyntia berkata seperti tuan putri yang berkuasa di situ.
" Bu mikaa,,, sudahlah jangan cari gara - gara sama Chyntia sudah biarkanlah dia bebas Bu kamu hukum saja Silvia yang membuat onar itu ". Saut dari guru yang lainnya.
" Iyah Bu, kami masih butuh pekerjaan ini Bu, nanti anak - anak kami akan memakan apa Bu ". Sapa dari yang lainnya juga.
Di situ Mika pun berhenti kebingungan dan melihat teman - temannya membujuk dan merayu supaya Chyntia tidak dihukum.
" Ya sudahlah, urusan kita belum selesai Chyntia, dan sudah kamu kembali ke kelas dan kamu Silvia karena kamu sudah lalai kamu harus menyelesaikan hukumanmu itu segera dan sekarang mulai laksanakan! ". Jawab berat namun jelas dari ibu Mika.
" Ta tapiiii Bu ini sungguh tidak adil sekali,,, ". Lalu Silvia pergi dari ruangan itu dan segera menjalankan tugas hukumannya.
Dan disitu Silvia memutari lapangan pada saat putaran pertama dia terjatuh karena tiba - tiba saja ada sampah pisang yang tergeletak di rumput lapangan itu dan ;
Awrgghhhh, sakit sekali kakiku !!"...
Silvia pun terjatuh dan bangun terus melangkah kan larinya dan tidak ada seorang pun yang menolong dan peduli terhadapnya, namun dibalik itu semua ada kejahatan yang di rencanakan oleh Chyntia dan teman - teman lainnya, ya jelas yang menaruh sampah pisang di tengah - tengah lapangan yang bersih itu adalah dari orang suruhannya Chyntia.
Di balik itu melihat Silvia terluka dan terus berlari - lari mengelilingi lapangan. Chyntia hanya tersenyum dan tertawa jahat dengan para teman - temanya itu lalu di memvideokan dan menyebar luaskan bahwa Silvia di cap jelek dari sekolahan itu.
Tanpa ada perlawanan dan tanpa ada belas kasihan setelah selesai dengan hukumannya itu Silvia lalu bergegas menuju ke ruangan UKS untuk mengobati luka nya itu yang berdarah darah dan kesakitan dari tadi.
Bagaimana kisah selanjutnya
Jangan lupa baca episode selanjutnya ya
Jangan lupa like, komen dan follow