NovelToon NovelToon
Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Xianxia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern

Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.

sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Di tengah puing-puing bangunan yang menyisakan bau hangus kuno, Gu Tian berdiri mematung. Angin sore berhembus cukup kencang, mengibaskan ujung jubah biru tuanya dan memainkan beberapa helai rambut perak di pelipisnya.

Suasana di area puncak gunung ini begitu hening, jenis keheningan asing yang menusuk dada bagi seseorang yang dulunya mengingat tempat ini sebagai pusat kejayaan dengan ribuan murid berlatih tiap fajar.

Gu Tian menarik napas dalam-dalam, lalu memejamkan mata.

SWOOSH!

Gelombang Kesadaran Spiritual (Spiritual Sense) tingkat Inti Emas miliknya meluas cepat bagaikan jaring tak kasat mata. Cahaya jiwanya merembes ke balik reruntuhan batu, menerobos selokan tua, menggeledah setiap sudut istana yang runtuh, hingga menyapu dasar jurang di sekitar sekte. Gu Tian berharap menemukan setidaknya seberkas petunjuk—jejak pertempuran baru, prasasti pesan rahasia, atau bahkan aura kehidupan dari murid yang bertahan hidup.

Namun, beberapa saat kemudian, Gu Tian kembali membuka matanya.

Nihil.

Tidak ada satu pun aura kehidupan manusia di seluruh area puncak ini. Yang tersisa hanyalah hewan-hewan liar kecil yang bersarang di balik reruntuhan tiang giok.

"Tidak mungkin semua hilang tanpa bekas..." bisik Gu Tian dengan suara rendah.

Langkah kakinya membawa fisiknya bergerak melintasi pelataran utama menuju balik aula bekas tempat tinggal Pemimpin Sekte. Gu Tian menyusuri lorong bawah tanah yang tertutup puing-puing berat. Dengan sekali kibasan lengan jubahnya, batuan besar terlempar tanpa suara, mengungkapkan sebuah pintu batu tebal berukirkan segel kuno.

Ini adalah lokasi Gudang Harta Rahasia Sekte Dao Langit.

Tempat ini dibuat dengan formasi pertahanan tingkat tinggi yang hanya bisa diakses oleh Gu Tian sendiri dan tiga orang Tetua Tertinggi yang paling ia percayai di masa lalu. Bahkan jika sekte dihancurkan oleh musuh luar, gudang rahasia ini seharusnya tetap utuh tak tersentuh kecuali jika lokasi dan kuncinya dibocorkan dari dalam.

Gu Tian menempelkan telapak tangannya ke permukaan pintu batu. Matanya seketika menyempit tajam.

Pintu batu itu memang tampak utuh dari luar, tetapi segel dalamnya telah hancur dari arah dalam secara paksa. Saat Gu Tian mendorong pintu tersebut, ruang bawah tanah seluas lapangan itu sudah kosong melompong. Seluruh pusaka kelas atas, rumput spiritual tingkat tinggi, dan kitab-kitab ilmu rahasia sekte telah dijarah habis tanpa menyisa satu jilid pun.

Aura dingin yang berbahaya perlahan terpancar dari tubuh Gu Tian.

"Pengkhianatan..." gumam Gu Tian, matanya berkilat penuh kilatan kejam. "Seseorang dari dalam yang memegang otoritas telah menjual sekte ini pada musuh saat aku mengasingkan diri..."

Kenyataan bahwa musuh luar menyerangnya adalah satu hal, tetapi mengetahui bahwa orang yang ia percayai memandu musuh untuk menghancurkan rumahnya sendiri memicu letupan amarah yang pekat di dalam Dantian-nya.

Gu Tian membalikkan badan, berjalan perlahan keluar dari lorong bawah tanah yang hampa itu. Dia melangkah kembali menuju pelataran luar, melintasi puing-puing bangunan hingga sampai tepat di depan gerbang utama yang telah hancur.

Dia berdiri di sana, menatap patahan papan nama Sekte Dao Langit yang tertimbun tanah.

Saat Gu Tian sedang tenggelam dalam pusaran pemikirannya, indra pendengarannya yang tajam menangkap suara langkah kaki terseret dari arah tangga batu di bawah tebing gunung.

Tuk... Srek... Tuk... Srek...

Suara itu terdengar pelan, diselingi oleh helaan napas berat dan batuk kecil yang tertahan.

Gu Tian tidak bergerak dari posisinya, namun matanya melirik tenang ke arah ujung tangga batu.

Dari balik tanjakan, muncul dua sosok manusia. Seorang gadis muda berusia belasan tahun dengan pakaian kain lusuh bertambal-tambal berjalan perlahan sambil menuntun seorang pria tua di sampingnya. Pria tua itu memiliki wajah penuh kerutan dalam, rambut putih kusam yang kusut, serta lengan baju kiri yang kosong. Yang lebih memilukan, kaki kirinya telah putus dari batas lutut, memaksa dirinya berjalan menggunakan sebatang tongkat kayu tua yang dituntun oleh si gadis muda.

Gu Tian menatap sosok pria tua berkaki satu itu. Dalam hitungan detik, ingatan di dalam jiwanya terpicu keras.

Pria tua rapuh itu... adalah Lu Chen!

Salah satu murid generasi pertama yang dulu berlutut di depan gerbang saat Sekte Dao Langit baru saja didirikan ratusan tahun lalu. Lu Chen yang dulu dikenal sebagai pemuda pemberani dengan bakat pedang yang jujur, kini tampak tak ubahnya seperti pengemis tua yang rapuh dan sekarat.

Kedua orang itu akhirnya sampai di puncaknya, berdiri di depan pelataran gerbang.

Pria tua bernama Lu Chen itu menghentikan langkahnya. Matanya yang kabur dan redup menatap patahan papan nama sekte yang tergeletak kotor di atas tanah. Seketika itu juga, bahu kaku pria tua itu bergetar hebat. Wajahnya mengutak menahan kepedihan yang amat sangat, dan air mata jernih perlahan menetes membashi pipinya yang kotor oleh debu perjalanan.

"Sekte... sekteku..." suara Lu Chen terdengar parau dan patah-patah, penuh dengan rasa sakit yang terendam bertahun-tahun.

"Kakek, jangan terlalu sedih... tubuh Kakek belum pulih sepenuhnya," ujar gadis muda di sampingnya dengan raut wajah cemas, memeluk lengan kakeknya erat-erat.

Lu Chen menyapu air matanya dengan tangan kanannya yang gemetar. Namun, saat ia mengangkat kepalanya hendak melangkah lebih dalam, pandangannya mendadak berbenturan dengan sosok pria paruh baya yang berdiri tegak di balik gerbang.

Lu Chen membeku seketika. Tongkat kayu di tangan kanannya terlepas dan jatuh ke tanah.

TAK!

"Kakek?" gadis muda itu terkejut melihat reaksi kakeknya.

Mata Lu Chen yang tadinya kabur mendadak membelalak lebar, penuh dengan guncangan batin yang tak terlukiskan. Pandangannya terkunci rapat pada wajah pria paruh baya di hadapannya.

Meskipun pria di hadapannya kini tidak lagi terlihat renta seperti kakek-kakek tua berambut putih, tetapi wajah itu, postur tubuh tegap itu, serta tatapan mata yang tajam dan dalam bagaikan samudera tanpa dasar itu... adalah sosok yang sama persis!

Kenangan ratusan tahun yang lalu seketika menghantam benak Lu Chen bagaikan gelombang pasang.

Dia mengingat hari di mana dirinya masih seorang pemuda miskin bertubuh kotor yang berlutut di bawah guyuran hujan deras di depan goa, memohon sambil memukulkan kepalanya ke tanah agar diterima menjadi murid oleh pria paling ditakuti di benua ini. Tatapan mata yang sama persis saat pria itu berdiri di puncak gunung sambil memegang pedang, menatap ke arah benua dengan keagungan yang tak tertandingi!

Aura ini, bentuk rahang ini, dan binar mata ini tidak akan pernah bisa ditiru oleh siapa pun di dunia ini!

"A-Ata... Leluhur...?" suara Lu Chen bergetar hebat, bibirnya gemetaran hingga tak sanggup mengujarkan kata dengan benar.

Tubuh pria tua berkaki satu itu limbung ke depan. Tanpa memedulikan kaki kirinya yang putus atau rasa sakit di tubuhnya, Lu Chen menjatuhkan lutut tunggalnya ke atas tanah berdebu di depan Gu Tian.

THUD!

Dia membungkukkan badannya dalam-dalam hingga dahi tuanya menempel penuh pada tanah kotor di depan kaki Gu Tian. Air matanya mengalir makin deras, membasahi debu di bawahnya.

"Leluhur Gu Tian... Kakek Guru...!" jerit Lu Chen histeris, suaranya pecah oleh histeria dan tangisan kebahagiaan yang membuncah. "Anda... Anda masih hidup! Anda benar-benar masih hidup!"

Gadis muda di sampingnya melotot terperanjat, menatap kakeknya dan pria paruh baya berwajah tampan karismatik itu bergantian dengan pandangan tak percaya.

Leluhur Pendiri Sekte Dao Langit... Gu Tian yang legendaris... berada di depan mata mereka?!

1
ARay
bagus ini 😎
syarif ibrahim
jangan terlalu lama cerita di penerimaan murid baru.... 🤔🤔🤔
Hindra Hin: siap, terimakasih atas sarannya. itu sangat membantu
total 1 replies
syarif ibrahim
bunuh semua musuh mu yg dulu.... 👍
syarif ibrahim
perlahan-lahan saja.... yang penting bertambah kuat setiap hari..... 👍
syarif ibrahim
jadi sakti kayaknya nih... 🤔🤭
Hindra Hin: nikmati prosesnya 🙏🙏👍
total 1 replies
syarif ibrahim
lanjutkan petualanganmu.... 👍
zerotwo
Bagus up terus 🤭🤭🤭
Hindra Hin
Jangan lupa di komen dan like cerita ini, jika kalian suka.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!