Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Melihat sang sahabat yang datang, Tristan bangun dari duduknya dan menghampiri sahabat sekaligus saudara sepupunya ini
"Bro Tristan"
Melihat Tristan yang berdiri, Aini ikut berdiri. Ia hanya melihat bagaimana dua pria itu saling menyapa dan berpelukan
"Jadi dimana Wanita itu? Gue harus akting lagi gitu?" Keduanya tertawa
"Gue butuh bantuan Lo lagi" Ujar Tristan lalu memperkenalkan wanita yang merupakan jodohnya itu "Kenalin!"
Belum sempat Tristan menyebutkan nama si wanita, sepupunya itu sudah menyapa lebih dulu
"Aini?"
Aini tersenyum, walaupun hanya bertemu sebanyak dua kali, ia mengingat baik siapa laki-laki dihadapannya ini
"Mas Yudha?"
Keduanya saling menyapa, bahkan Yudha sampai mengabaikan Tristan yang membeku tak percaya
"Kalian saling kenal?" Tanya Tristan
"Lo mungkin lupa, tapi gue pernah cerita kalau gue lagi naksir perempuan kan? Dia Aini" Ujar Yudha
Jujur saja Aini terkejut, dengan mudahnya Yudha mengakui perasaannya. Ternyata saat itu Aini bukannya terlalu percaya diri, tapi Yudha memang menaruh hati padanya
"Dia istri orang itu?" Tristan ingat saat sepupunya ini bercerita tentang dirinya yang patah hati karena wanita incarannya merupakan istri orang
"Iya, tapi sekarang kamu udah janda kan? Astaga aku gak percaya kalau aku bisa ketemu kamu lagi" Yudha terlampau senang, biasanya ia hanya akan pura-pura menjadi pria idaman lain bagi calon istri dari sepupunya ini
Tapi kali ini tidak lagi, ia akan benar-benar merebut Aini dari Tristan. Tidak peduli sang Tante akan mengamuk
"Mas Yudha, laki-laki yang pak Tristan katakan?" Tanya Aini
Yudha mengangguk cepat "Tapi kali ini aku gak akan akting, aku benar-benar akan membuat kamu menjadi milik aku"
"Tapi mas"
"Tidak ada tapi-tapi, Aini. Sekarang kita adalah pasangan kekasih" Ujar Yudha penuh semangat
"Bukannya Lo terlalu semangat? Biasanya Lo marah-marah kalau gue minta tolong" Tristan merasa sepupunya ini benar-benar aneh
"Itu karena gue gak suka sama cewek-cewek yang biasanya Lo sodorin! Tapi ini Aini, tanpa Lo minta gue bakal rebut" Yudha kembali tersenyum kearah wanita pujaannya
Sebenarnya Aini merasa tidak nyaman harus melibatkan orang lain, terlebih sangat terlihat jika Yudha menaruh harapan pada hubungan pura-pura ini
Namun Aini tidak memiliki pilihan lain, ini satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk membalas budi atas apa yang Tristan lakukan padanya
"Terserah deh, kalian atur aja! Pokoknya Mama harus percaya kalau kalian beneran selingkuh" Ujar Tristan
"Lo tenang aja! Kalau soal itu gue jagonya!" Yudha sepertinya enggan untuk mengalihkan pandangannya dari wanita cantik ini
"Lo bawa dia perawatan! Dia harus tampil cantik" Yudha mengalihkan pandangannya
"Dia udah secantik ini, gue gak perlu apapun lagi"
"Lo yakin?" Yudha hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya membuat Tristan mendengus kesal
"Dia gak nyaman diliatin kayak gitu, Yudha" Tristan kesal karena ia melihat perubahan raut wajah cantik itu
"Oh ya! Kamu gak nyaman? Maaf yaa, sayang"
Tristan sampai menganga mendengar Yudha dengan mudahnya menyebut Aini dengan panggilan sayang
"Mas Yudha jangan panggil kayak gitu, saya gak biasa" Aini tersenyum tidak enak
"Kamu harus biasa, setelah ini kita akan jadi pasangan" Yudha tersenyum saat mengatakannya
"Pura-pura Yudha" Tristan mengingatkan
"Terserah gue"
"Udah! Urusan Lo disini udah kelar! Cabut sana!" Usir Tristan, terlebih ia melihat jika Aini benar-benar tidak nyaman
"Ayo sayang, Aini! Kita pulang, aku anterin kamu kerumah" Yudha sudah bangkit sambil mengulurkan tangannya
"Gak bisa, Aini harus balik sama gue" Tristan menyahut
Bukan hanya Yudha saja yang terkejut tapi Aini juga "Maksud Lo? Bukannya gue sama Aini harus deket yaa?"
"Mama mau ketemu sama dia, hari ini dia harus makan malam dirumah" Jawab Tristan dengan santainya membuat Yudha mendengus kesal
"Ya udah deh" Raut wajahnya seketika berubah saat menatap wanita pujaan "Aku duluan yaa sayang, kamu jangan sampe kecantol sama duda karatan ini!"
"Sialan Lo!" Tristan melempar nya dengan pulpen, namun pria kurang ajar itu telah menghilang dibalik pintu
"Ayo! Mama udah nunggu kamu dirumah" Karena Tristan sudah mengatakan itu maka Aini menurut saja
Saat keduanya melangkah bersama, tentu saja itu mengundang rasa penasaran para karyawan
Selama ini CEO perusahaan Kusuma terkenal alergi dengan makhluk bernama wanita
Namun wanita cantik yang melangkah bersamanya seolah membantah tuduhan itu
"Silahkan pak!" Pintu mobil dibuka oleh seorang pria paruh baya, ia adalah supir pribadi keluarga konglomerat itu
"Silahkan!" Tristan mempersilahkan Aini masuk lebih dulu dan wanita cantik itu menurut
"Kamu tidak nyaman bersama Yudha?" Tanya Tristan, saat ini keduanya telah berada didalam mobil yang tengah melaju
"Hanya sedikit, mungkin saya belum terbiasa saja" Aini tidak mungkin mengatakan kebenarannya
"Jika kamu tidak nyaman bersama Yudha, kita bisa mencari pria lain"
Aini memusatkan pandangannya pada pria tampan disampingnya ini "Tidak perlu sampai seperti itu, pak. Saya tidak masalah, maksud saya tidak masalah jika bersama mas Yudha"
"Kalian cukup dekat?"
"Maksudnya?" Aini tidak mengerti
"Kamu memanggil dia dengan panggilan mas" Menurut Tristan panggilan itu hanya untuk orang-orang yang terbilang dekat saja
"Saya memang seperti itu, selalu memanggil orang yang lebih tua dengan panggilan mas, biar lebih sopan saja"
"Lalu kenapa kamu memanggil saya dengan panggilan bapak? Saya ini bukan ayah kamu"
Aini mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti apa yang coba pria ini sampaikan
"Memangnya bapak mau?"
"Mau apa?"
"Mau dipanggil mas?"
"Terserah kamu saja" Jawab Tristan
"Kalau begitu bapak saja"
Kesal hati Tristan karena wanita ini tidak mengerti akan keinginannya, keduanya kembali diam dan membiarkan mobil melaju hingga tiba didepan sebuah rumah besar bergaya eropa
Aini sampai takjub, ternyata kediaman pemilik yayasan tempatnya bekerja sebagus ini
"Ayo!"
Tristan melangkah lebih dulu, dibelakangnya Aini mengikuti bak seekor anak bebek
Wanita cantik itu semakin dibuat menganga melihat bagaimana interior didalam istana mewah ini
"Dimana Mama?"
"Nyonya sudah menunggu sejak tadi, beliau ada diruang keluarga" Karena pelayan mengatakan itu, maka Tristan melangkah menuju ruang keluarga
Disini Aini tidak mengerti apa yang harus ia lakukan, apa dirinya harus mengikuti pria itu yang telah menaiki tangga atau dirinya menunggu diruang tamu
"Silahkan nona!" Aini tersenyum pada pelayan berusia sekitar empat puluh lima tahun ini, lalu mengikuti langkahnya
lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik