NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POV TAQI

The Lost Mafia Boy Bagian 33

Oleh Sept

POV TAQI

Mungkin ini sudah waktunya, sejak kemarin aku terus saja gelisah ketika bersamanya. Semoga Nada tidak keberatan dengan langkah awalku ini, sebab kami juga sudah menikah. Dengan jantung yang berdegup hebat, kuberanikan diri mendekati Nada.

Entah apa yang merasuki, yang jelas tiba-tiba saja aku ingin merasakan bibir manis itu. Tapi hanya sebentar, sangat sebentar. Begitu bibir menempel, aku langsung menarik diri. Aku takut, jika Nada tidak nyaman. Karena aku tahu, Dia masih menyimpan Zain dalam hatinya yang paling dalam.

Saat aku menjauh, kulihat dia terkejut. Matanya yang bening dan teduh itu, menatapku dengan bertanya-tanya.

Seolah ingin meminta ijin, aku pun berbisik di telinganya.

"Bolehkah malam ini ...!" kata-kataku terputus. Mendadak aku menjadi ragu.

Aku kembali beringsut, rasanya mungkin kami belum siap.

"Boleh apa, Mas?" tanya istriku dengan suaranya yang terdengar lembut di telinga. Membuat jiwaku semakin berdesir.

Aku sampai heran, ada apa denganku? Kenapa menjadi seperti ini? Aku seperti menginginkan istriku malam ini.

"Tidak ... tidurlah. Sudah malam." Aku berbaring kembali. Meksipun jiwaku meronta, bergejolak tidak karuan. Satu ranjang dengan wanita muda dan cantik, rupanya sangat bahaya.

Apalagi itu adalah Nada, istriku sendiri. Sejak dia memberi ASI ekslusif pada Naqiyyah, aku rasa Nada semakin berisi. Astaghfirullahaladzim, apa yang aku pikirkan? Mengapa harus tertuju pada masalah itu?

Aku hanya bisa menelan ludah ketika melihat Naqi minum ASI. Astaghfirullahaladzim. Sepertinya aku harus wudhu. Biar isi kepalaku tidak sekeruh ini.

Taqi pun beranjak.

"Mau ke mana, Mas?" tanya Nada saat melihat aku turun dari ranjang.

"Ke kamar mandi!" jawabku singkat. Dan Nada pun langsung diam. Dia tidak bertanya kembali.

Beberapa saat kemudian, ketika aku keluar dari kamar mandi. Aku langsung mengambil sajadah. Sepertinya aku harus sholat, biar pikirkan tidak tertuju pada sesuatu itu.

"Tunggu Nada, Mas!" seru Nada ketika aku akan memulai sholatku.

Aku menoleh, kulihat Nada memakai mukena putih polos tanpa motive.

"Nada ikut!" ucapnya sambil menundukkan wajah.

Aku diam sesaat, kemudian kembali menatap ke depan. Malam ini, kami melakukan sholat berjama'ah. Dan ini adalah kali pertamaku menjadi imam sholat istriku, Salsabila Qotrunnada.

Selepas salam, ada rasa aneh yang menjalar. Apalagi setelah Nada mengecupp punggung tanganku. Sesuatu yang tidak biasa. Rasa terenyuh, dan sebuah tanya yang cukup menganggu. Bolehkah aku menyentuhnya malam ini?

Usai sholat, kami pun kembali berangkat tidur. Masih sama-sama canggung, karena Nada tidak banyak menatapku. Sepuluh menit lebih kami hanya menatap langit-langit kamar. Sampai akhirnya aku katakan saja apa yang menganjal dalam hati sejak tadi.

"Bolehkah aku menyentuhmu?" tanyaku sambil berbalik tepat menghadap wajah Nada.

Kulihat dia malah menelan ludah dengan kikuk. Ya, pasti Nada juga sama canggungnya sepertiku. Tidak mau memaksa, aku pun kembali bicara.

"Jika belum bisa membuka hati, dan belum siap ... Mas Taqi nggak maksa. Ayo tidur ... sudah larut juga. Besok harus bangun pagi!" ucapku sok kuat dan tegar. Padahal tubuh ini sudah berharap. Tapi tidak masalah, semua butuh waktu. Tidak semudah membalik telapak tangan. Aku sadar akan hal itu, ini mungkin tidak mudah bagi Nada.

Saat aku sudah pasrah dan menyerah, membiarkan semua berjalan apa adanya, tiba-tiba Nada malah mengatakan sesuatu yang membuatku langsung kosong.

"Sekarang Nada istri Mas Taqi, Mas Taqi bebas melakukan apa pun."

'Apapun?' batinku menerka-nerka.

Otakku yang memang sudah mengepul sejak tadi serasa langsung menyusut. Aku sampai harus mencerna kata-kata Nada berkali-kali.

Apapun? Itu artinya boleh kan? Aku menahan napas. Kemudian kembali duduk. Kutatap wajah Nada yang saat ini terlihat paling cantik.

Dengan ragu, aku lantas mengeser tubuhku sedikit. Hingga jarak kami sangat dekat. Tidak ada cela yang kosong. Dan desiran-desiran itu pun semakin menguat. Aku rasa jantungku mau meledak. Ini adalah pengalaman pertama yang membuat hatiku berdebar.

Sembari kusentuh wajah Nada dengan lembut, aku pun mulai mengecupp dahinya. Detik berikutnya, bibirku mulai membisikkan sesuatu.

Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa. (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami).

BERSAMBUNG

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!