NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Unjuk Gigi di Jamuan Bisnis

Mulai dari bab ini dan seterusnya kita panggil Aura yaks (nama pemilik tubuh asli yang kini dihidupi oleh jiwa agen rahasia Vanya).

Mansion utama Vane Group berdiri megah di kawasan puncak perbukitan elit, dikelilingi oleh benteng tinggi dan sistem keamanan berlapis tingkat tinggi. Namun, bukannya beristirahat tenang setelah insiden di pelabuhan, Aura sudah disibukkan dengan agenda berikutnya dari Adrian: menghadiri Jamuan Bisnis Tahunan Konglomerat Kota.

Acara malam ini diadakan di ballroom hotel bintang lima paling mewah. Tempat di mana para pebisnis papan atas, pejabat korup, hingga pimpinan dunia bawah tanah berkumpul mengenakan topeng keramahan.

Aura berdiri di depan cermin raksasa dalam kamar riasnya. Ia mengenakan gaun malam berpotongan *A-line* berwarna biru gelap berbahan sutra yang memeluk tubuhnya dengan sangat indah. Dandanannya simpel namun elegan, menyorot keindahan alami wajah Aura. Hanya saja, tatapan mata yang memancar di balik bulu matanya tidak lagi sayu dan penakut, melainkan tajam bak sebilah belati yang tersembunyi di dalam sarung beludru.

"Nona Muda, Tuan Besar sudah menunggu di bawah," panggil seorang pelayan wanita dengan sopan dan hati-hati.

"Ya, aku turun sekarang," jawab Aura secepat kilat.

Saat Aura melangkah turun dari tangga melingkar di lobi utama mansion, Adrian yang sedang merapikan jam tangannya mendongak. Langkah kaki pria itu terhenti sejenak. Matanya yang tajam menyapu sosok Aura dari atas ke bawah. Untuk sepetik detik, Adrian tidak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. Aura tidak hanya terlihat anggun, tetapi cara berjalannya tegak, penuh percaya diri, dan memancarkan aura dominasi yang sukar diabaikan.

"Bagaimana? Sudah cukup memenuhi standar istrimu yang baru?" tanya Aura dengan nada menantang saat tiba di depan Adrian, bicaranya langsung menyambar secepat senapan mesin. "Kalau sudah, ayo cepat berangkat! Aku dengar menu utama jamuan malam ini ada *wagyu steak* premium, aku tidak mau terlambat cuma gara-gara kamu bernostalgia menatapku!"

Adrian menyipitkan mata, sudut bibirnya terangkat tipis. "Sifat tidak sabaranmu ini benar-benar tidak cocok dengan gaun anggun itu, Aura."

"Yang penting cocok di badan!" tembak Aura secepat kilat tanpa mau kalah.

Suasana *ballroom* hotel bergemerlap oleh lampu kristal raksasa. Musik klasik mengalun lembut mengiringi obrolan para tamu yang saling melempar senyum kepalsuan.

Kedatangan Adrian Vane bersama Aura langsung menyedot perhatian seluruh ruangan. Bisik-bisik kasak-kusuk menyebar secepat api membakar jerami kering.

"Lihat itu... bukankah itu istri Adrian dari keluarga Valeria?"

"Katanya dia cuma pajangan yang penakut dan tidak punya wibawa?"

"Tapi malam ini... tatapannya kok membuat merinding ya?"

Di tengah kerumunan, Clara yang hadir bersama Siska menatap Aura dengan mata membara penuh kedengkian. Clara tidak terima melihat Aura yang biasanya terlihat lusuh dan menyedihkan kini justru mencuri panggung di acara bergengsi ini.

Dengan langkah yang disengaja, Clara mendekati kerumunan pengusaha asing dari Eropa yang sedang mengobrol dengan beberapa direktur Vane Group. Clara bermaksud mempermalukan Aura di depan para investor asing tersebut.

"Aura! Kamu datang juga?" Clara menyapa dengan suara lembut yang memotong obrolan para pengusaha tersebut. "Wah, gaunmu cantik sekali. Tapi... kamu pasti bingung ya berada di sini? Mumpung ada Tuan Smith dari *London Capital*, mau aku perkenalkan? Tapi kamu mengerti bahasa Inggris bisnis kan? Ah, aku lupa... dulu nilai bahasamu kan selalu jelek di sekolah."

Clara tersenyum puas, melirik para investor asing yang mulai menatap Aura dengan pandangan meremehkan. Siska di sampingnya ikut tersenyum culas.

Adrian yang berdiri tak jauh dari sana hendak melangkah maju untuk memotong drama murahan keluarga Valeria tersebut. Namun, Aura memberi isyarat mata kecil agar Adrian tetap di tempatnya.

Aura melangkah maju satu langkah. Ia menatap Clara dan Tuan Smith bergantian. Begitu bibirnya terbuka, kata-kata mengalir dari mulut Aura dalam bahasa Inggris beraksen *British* yang sangat sempurna, cepat, dan menggunakan kosakata keuangan tingkat tinggi yang sangat rumit!

*"I must correct my stepsister’s misguided assumption,"* ucap Aura dengan lancar tanpa terbata-bata sedikit pun, bicaranya mengalir secepat peluru. *"Not only am I deeply familiar with London Capital’s recent Q2 restructuring policy, but I also find their projected yield in the Asian market slightly overestimated due to the fluctuating bond yields. Wouldn't you agree, Mr. Smith?"*

Tuan Smith terperangah. Pengusaha asal Inggris itu membelalakkan mata kaget, lalu senyum kagum terkembang di wajahnya. *"Brilliant! Absolutely brilliant analysis, Mrs. Vane! I didn't expect someone here to grasp our Q2 report so thoroughly!"*

Tuan Smith langsung menjabat tangan Aura dengan penuh rasa hormat, menanyakan lebih lanjut pandangan Aura mengenai pergerakan pasar saham internasional. Tanpa ragu dan tanpa jeda, Aura membalas obrolan itu dengan bahasa Perancis dan Jerman dengan sangat fasih saat pengusaha dari Eropa lainnya bergabung dalam percakapan!

Semua orang di sekitar mereka ternganga.

Clara berdiri mematung bak patung es. Mukanya memerah padam, menahan malu yang luar biasa di depan puluhan pasang mata. Saudara tirinya yang selalu dianggap bodoh dan lambat kini berbicara dalam tiga bahasa asing secepat senapan mesin dan memukau para investor triliunan rupiah!

"B-bagaimana bisa...?" gumam Clara syok setengah mati.

Adrian yang menyaksikan seluruh kejadian itu melipat kedua tangannya di dada. Matanya berkilat penuh kebanggaan dan rasa ingin tahu yang semakin membumbung tinggi. *Penguasaan tiga bahasa asing tingkat tinggi dan analisis ekonomi makro dalam kurun waktu lima menit? Siapa sebenarnya wanita yang menghuni tubuh istrinya ini?*

Aura yang baru saja memenangkan perdebatan intelektual itu tersenyum manis pada Clara. "Lain kali kalau mau menjebak orang, pastikan dulu level pengetahuan umummu berada di atas rata-rata ya, Clara."

Setelah menyelesaikan percakapannya dengan Tuan Smith, Aura merasa tenggorokannya haus setelah berbicara super cepat. Ia mengambil segelas *champagne* dari nampan pelayan yang melintas.

Ia melangkah menuju area yang lebih sepi di dekat balkon untuk menikmati hidangan penutup. Namun, lagi-lagi... sifat ceroboh jiwanya yang sedang merasa terlalu bangga berulah!

Mata Aura terlalu fokus melihat piring kue mousse cokelat di meja prasmanan sampai ia tidak memperhatikan gaun panjangnya sendiri.

*Srettt!*

Ujung gaun Aura terinjak oleh hak sepatunya sendiri!

"Eh, ya ampun—!"

Aura hilang keseimbangan dan tubuhnya limbung ke belakang. Gelas *champagne* di tangannya terlepas dan terlempar ke udara!

*Greb!*

Tangan kokoh Adrian yang sudah bersiap sejak tadi kembali melingkar di pinggang Aura dengan sangat pas, menahan tubuh wanita itu tepat sebelum membentur lantai. Sementara tangan kanan Adrian yang lain bergerak refleks menangkap gelas *champagne* yang jatuh melayang di udara tanpa menumpahkan secangkir pun cairannya!

Aura mendongak, matanya yang bulat berkedip-kedip menatap Adrian yang kini tersenyum tipis tepat di atas wajahnya.

"Gaya bicaramu di depan para investor tadi sangat memukau, Aura," bisik Adrian dengan suara berat yang sangat seksi di dekat telinga Aura. "Tapi kenapa setiap kali kamu selesai bersikap keren, kamu selalu mengakhirinya dengan manuver jatuh yang konyol?"

Muka Aura seketika memerah panas sampai ke ujung telinga. Ia buru-buru menyambar gelas *champagne* dari tangan Adrian dan menegaknya cepat.

"I-itu karena gaun ini terlalu panjang! Bukan aku yang ceroboh!" elak Aura secepat kilat, bicaranya yang serba cepat kembali keluar untuk menutupi rasa malu. "Lagipula kamu ngapain nempel-nempel begini?! Cepat lepaskan tanganmu, banyak orang yang lihat tahu!"

"Biarkan mereka melihat," balas Adrian santai, justru makin mempererat cengkeramannya di pinggang Aura. "Mereka harus tahu kalau istriku yang cerdas dan ceroboh ini... hanya milikku."

Dada Aura berdesir hebat. Kata-kata dari sang CEO dingin itu berhasil membuat agen rahasia berdarah dingin yang biasanya tak tersentuh ini mendadak kehilangan kata-kata!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!