NovelToon NovelToon
Kepincut Janda Anak 2

Kepincut Janda Anak 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Adca_21

raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

"Rania bagaiman kalau besok aku melamarmu?"

"Iya mas nanti aku kasih kabar lagi ya aku mau meyakinkan anak anak dulu"

"Iya sayang Arsen mengecup kening Rania",

"oh ya mas aku mau menanyakan sesuatu?"

"Kamu mau menanyakan apa Rania?"

"mas kata Mira orang yang dulu mengunci aku di toilet sudah kamu keluar kan"

"ya memang sudah aku pecat"

"terus siapa yang menyuruh nya untuk mencelakai aku?"

"Tidak perlu kamu pikirkan itu sudah aku bereskan Rania"

"tapi aku ingin tau siapa yang membenci ku mas"

"Dia Luna mantan aku Rania"

"mas bagaiman suatu saat dia akan mencelakai aku lagi?"

"Tidak akan Rania karna aku sudah mengirim dia jauh sekali"

"maksud nya bagaimana mas?"

"aku memberikan dia pekerjaan tapi sangat jauh bersama pacar nya. Rania mendengarnya sangat lega"

Setelah sampai di rumah Rania masuk ke kamar anak anak kalian belum tidur sayang?

"Belum bun kami masih mengerjakan pr"

"Sayang bunda mau nanya kalau kalian punya ayah baru bagaimana?""

Si sulung langsung menjawab "gak papa Bun, biar bunda tidak perlu lagi bekerja dan setiap hari bunda ada di rumah jadi kalau kita pulang bunda ada dirumah kami juga rindu bunda yang dulu hanya mengurus kami.

Rania langsung menangis memeluk anak nya ternya mereka merindukan nya, tapi mereka tidak pernah mengeluh kan apapun.

"Maafin bunda ya sayang karna bunda sibuk bekerja jadi kalina terabaikan tapi percayalah ini semua demi kebaikan kalian"

"iya bunda kita juga ngerti bunda kerja buat kami biar bisa sekola terus, kita juga sayang bunda kalau bunda mau menikah lagi juga gapapa asalkan bunda bahagia."

"Entah pemikiran dari mana anak sekecil ini tapi sudah berbicara seperti orang dewasa berpikir bijak untuk nya. terima kasih sayang sudah mau mengerti

"Siapa calon suami bunda apa om yang dulu main bareng kita?"

"Iya... bagaimana menurut kalian apa kalian menyukai nya?"

"Iya Bun om nya baik kita juga menyukainya".

Rania tersenyum, yasudah apa kalian sudah beres mengerjakan pr nya tidurlah ini sudah malam besok bunda janji bunda akan mengantarkan kalian ke sekolah kalian mau bekel apa nanti bunda buatin?

"apa saja bun karna masakan bunda paling enak"

Oke selamat malam sayang, Rania keluar dari kamar anak anak nya dan menghampiri ayah dan ibunya. "Ibu ayah Rania mau bicara sesuatu"

"ya.. sayang ada apa?

"Bu mas Arsen besok mau melamar Rania apa ibu dan ayah gapapa?"

"dengan senang hati sayang akhirnya kamu mau membuka hati mu karna anak anak mu juga memerlukan sosok seorang ayah"

"Mereka terlihat kuat tidak mengeluhkan apapun tapi ibu bisa melihat kerinduan nya terhadap mu setiap hari hanya melihat ke arah pintu menunggu mu pulang Rania"

"Iya Bu Rania juga tau"

"nanti ibu akan menyuruh kakak mu pulang biar dia juga menyaksikan nya. Iya Bu Rania ke kamar dulu"

setelah di kamar Rania menghubungi Arsen,

"hallo mas"

"iya sayang ada?"

"Besok kamu kesini sama siapa?"

"Aku kesana sama orang tua dulu ya hitung hitung perkenalan dulu sama keluarga mu"

"Iya mas dan tadi juga aku sudah bicara sama anak anak mereka juga menyetujui nya"

"yesss berarti kalau besok nikah juga gapapa kan sayang"

"Mas kamu ini tidak sabaran banget"

"Maklum sayang udah gak tahan pengen serumah liat saja nanti kamu akan ku kurung tidak boleh ke luar kamar"

"baru aja mau lamaran tapi sudah ada ancaman kamu ini mas mesum nya gak ke tulungan"

"Biarin biar biar gini gini juga kan kamu suka sayang"

"mas besok gapapa aku gak masuk dulu kerja aku mau bantu ibu menyiapkan semuanya"

"iya gapapa sayang gak usah kerja juga gapapa aku sanggup menghidupi mu"

"Kamu mau pecat aku mas?"

"ehh bukan gitu sayang lalu barusan kamu bilang gak masuk lagi juga gapapa"

"Lah masa kamu gak ngerti maksud aku sayang"

Tau ah Rania mematikan telpon na, sebenarnya Rania mengerti cuma dia pura pura biar pikiran kotor Arsen gak kemana mana.

Lah kok marah sih ini bagaimana Arsen menelpon lagi Rania tapi nomer nya tidak aktif Arsen frustasi baru kali ini Rania marah sampai hp nya tidak aktif. Arsen menyugar rambut nya sial pake salah bicara lagi kalau sudah gini kan berabe.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!