Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ORANG DARI MASA LALU
matahari pagi kembali menampakan diri dan malam telah berlalu tanpa kata-kata manis hanya darah dan air mata yang mengirin
Di markas The Dark Knight Hongkong, Nayla dan Angga sedang berada di ruang utama markas. Suasana malam itu terasa begitu tenang, namun keduanya sama-sama mengetahui bahwa malam ini akan menjadi akhir dari semua rencana mereka.
"Kakak!!" nayla memanggil angga
Angga menoleh sambil tersenyum jahil "Ada apa, Love? Kamu mau lagi?" angga berkata nakal
Nayla langsung menatap Angga dengan wajah kesal "Kakak, berhenti bercanda" kata nayla kesal
Melihat wajah Nayla yang benar-benar serius, senyum Angga perlahan menghilang.
"Malam ini harus kita akhiri semuanya, Kak. Kita harus kembali ke Korea. Adik sudah sangat merindukan anak-anak" nayla berkata tegas
Angga menganggukkan kepalanya "Baik Akan kita lakukan malam ini, Malam ini juga kita hancurkan Eduardo" angga berkata dingin.
Tatapan mereka berdua berubah dingin. Malam nanti akan menjadi malam terakhir bagi organisasi Eduardo.
Di markas the mercenaries nama mafia milik eduardo saat ini didalam markas suasana sangat tegang Puluhan layar komputer memenuhi ruangan sementara para hacker terbaik organisasi mafia itu terus bekerja mencari informasi.
Eduardo berdiri di depan mereka dengan wajah penuh amarah "Apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang siapa yang mengacaukan usahaku selama ini?" eduardo bertanya kepada para hacker
"Belum tuan informasi mereka sangat rapat. Kami masih belum berhasil menemukan identitas mereka" jawab seorang hacker.
Mendengar jawaban hacker "Sialan! Cari terus siapa bajingan itu" eduardo mengumpat kesal
Para hacker kembali bekerja tanpa berani mengangkat kepala tangan mereka terus bergerak mencari siapa dalang dari kelompok mafia milik eduardo.
Eduardo mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya dipenuhi amarah kepada orang-orang yang telah menghancurkan seluruh rencananya "Siapa kalian berengsek?" dia sangat geram
"Siapa pun kalian akan kuhabisi kalian semua Sialan brengsek" eduardo benar sudah gila.
Seluruh ruangan menjadi sunyi sangat mencekam Tak seorang pun berani mengeluarkan suara.
Di YAS Hospital tempat Kayla, Raka, dan para dokter telah selesai memeriksa kondisi seluruh sandera yang menjadi korban penculikan di Makau.
Melihat kondisi para korban suasana menjadi sangat sedih jalan mereka sangat berat hati mereka ikut terluka bagaimana orang bisa jahat dengan para prempuan.
"Kenapa mereka bisa sejahat itu kepada wanita seperti ini" seorang dokter prempuan berkata sedih
Seorang dokter laki-laki menghela napas panjang "Karena mereka semua iblis yang menghancurkan hidup para wanita." kata dokter laki-laki geram.
Raka menghela napas berat "Saat aku memeriksa salah seorang perempuan, tubuhnya penuh lebam dan luka yang bahkan sudah mulai membusuk" raka berkata sedih.
Semua orang terdiam hanya raut wajah sedih yang tergambar jelas.
Sementara itu Kayla sama sekali tidak ikut berbicara Ia terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan pikirannya yang dipenuhi berbagai pertanyaan.
Otaknya terus berpikir mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi tiba-tiba langkah Kayla terhenti Ia membalikkan badannya menghadap para dokter dan perawat "Siapa orang yang mengantar para sandera ke rumah sakit kita?" kayla bertanya
"Seorang perempuan dok" balas seorang dokter
"Di mana orang itu sekarang?" kayla kembali bertanya.
"Tadi masih di sini Dok tetapi sekarang sudah tidak terlihat." balas dokter prempuan.
Belum sempat Kayla berkata lagi Raka tiba-tiba menunjuk ke arah pintu masuk.
"Itu dia yang mengantar para korban, Sayang" kata raka kepada kayla.
Semua orang langsung menoleh ke arah pintu masuk Terlihat seorang perempuan bersama beberapa orang lainnya berjalan mendekati Kayla.
Sesampainya di hadapan Kayla perempuan itu bersama seluruh rekannya langsung menundukkan kepala dengan hormat.
"Salam hormat kami, Nona Muda Yas Kayla Pratama" mereka berkata serentak.
Raka yang melihat pemandangan yang sangat dia ketahui "Ternyata mereka dari The Dark Knight." raka berkata dalam hati.
perkataan itu membuat seluruh dokter dan perawat yang berada di sana terkejut. Selama ini mereka sama sekali tidak mengetahui siapa sebenarnya keluarga YAS di dunia bawah.
Kayla memandang perempuan yang berdiri di hadapannya."Kesya Alvaro, ternyata kau yang mengantar para korban ke rumah sakit ini" kata kayla dengan senyum kecil
Kesya Alvaro menundukkan kepalanya hormat "Benar Nona ini perintah Queen" kata kesya alvaro kepada kayla.
Semua orang yang berada di sana kembali dibuat terkejut "Queen?" mereka bertanya serentak.
Kesya langsung tersadar bahwa dirinya salah berbicara Ia buru-buru memperbaiki perkataan "Maksud saya Nyonya Nayla." kata kesya alvaro memperbaiki katanya.
Karena dihadapan orang yang tidak tahu siapa nayla dan angga mereka tidak boleh memanggil king dan Queen.
Kayla tidak ingin pembicaraan itu semakin panjang di depan para dokter dan perawat.
Kayla menunjuk kesya "Kau ikut aku kesya." perintah kayla
"Baik nona." kesya berkata hormat.
Kayla dan Kesya kemudian berjalan menjauh dari para dokter dan perawat hingga berada di sudut lorong rumah sakit yang lebih sepi.
Setelah memastikan tidak ada orang lain yang mendengar, Kayla menatap Kesya dengan tatapan dingin.
"Jelaskan." kayla berkata sangat singkat.
Kesya kemudian mulai menjelaskan seluruh kejadian yang telah terjadi Ia menceritakan apa yang sedang terjadi di markas The Dark Knight Hongkong, apa yang terjadi di Makau, serta alasan mengapa King dan Queen berada di sana selama beberapa hari terakhir.
Kayla mendengarkan setiap penjelasan tanpa sedikit pun menyela Semakin lama mendengar penjelasan Kesya, senyum tipis mulai muncul di wajahnya.
"Hahahaha" kayla tertawa keras Namun tawa itu bukanlah tawa bahagia Tawanya terdengar seperti suara dari medan pertempuran sangat Dingin Dan penuh tekanan.
Semua orang yang mendengarnya langsung terdiam Para dokter, para perawat, bahkan anggota The Dark Knight yang berada di sekitar mereka ikut merasakan bulu kuduk mereka berdiri.
Baru saat itulah mereka menyadari bahwa Kayla Pratama ternyata memiliki raut yang begitu mengerikan ketika amarahnya mulai bangkit
Kayla perlahan menghentikan tawanya lalu berkata dengan senyum tipis yang masih menghiasi wajahnya "Hahahaha ternyata semua ini ada hubungannya dengan Mama dan Papa."kayla berkata.
Tidak ada seorang pun yang berani menjawab Suasana kembali hening Semua orang hanya bisa menundukkan kepala sambil merasakan tekanan yang dipancarkan oleh Kayla Pratama.
Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa malam datang kembali di markas the dark knight angga dan nayla mengenekan pakain king dan queen mereka berdiri dengan jiwa kepimpinan yang sudah lama tidak mereka tunjukan kecuali pertempuran akan di mulai.
raut wajah dingin "Malam ini pertempuran melawan Eduardo akan dimulai, kalian perlu ingat kalau aku benci kekalahan maka dari itu Mari kita hancurkan dia dan kekuasaannya" kata angga kepada Mafioso.
mafioso menunduk hormat "baik king perintah anda kami Terima" jawab mereka serempak
senyum psikopat nayla terpancar jelas diwajahnya "ayo kita menuju ke medan perang mari menari di tengah badai kencang" kata nayla begitu berapi-api.
"Berangkat" teriakan para Mafioso begitu semangat dan bahagia.
di tempat Eduardo berada mereka telah bersiap karena Eduardo mengetahui akan ada pertarungan malam ini.
"jenda kau suruh para pasukan kita bersiap" perintah eduardo kepada jenda tangan kanannya.
"baik tuan!!" jawab jenda menerima perintah
Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa satu jam telah berlalu di halaman markas the mercenaries
dor
dor
Nayla menembaki para musuh dengan senyuman psikopat yang selalu dia tunjukan di medan pertempuran.
pasukan elit the dark knight sangat mudah mengalahkan para musuh ratusan telah terbunuh dalam waktu singkat.
jenda berlari melaporkan kepada Eduardo apa yang terjadi di halaman marka "tuan Eduardo musuh telah menyerang" lapor jenda
"berapa banyak?" eduardo bertanya kepada jenda berapa banyak musuh datang
"sekitar 100 orang musuh tuan" jenda membalas perkataan eduardo.
"haha apakah mereka meremehkan kita dan ingin cepat mati di tempat kita" tawa eduardo meremehkan musuh
"tapi tuan.." ucapan jenda terjada
"tapi apa!!" eduardo kesal jenda berbicara hanya setengah-setengah
"pasukan kita sudah banyak yang terbunuh" jenda kembali berkata.
Eduardo terkejut kalau seluruh pasukannya sudah banyak yang terbunuh "mustahil pasukan kita bisa kalah hanya dengan 100 orang" eduardo berkata tidak percaya.
"tapi begitu kenyataannya tuan" jenda berkata kepada eduardo.
Eduardo mengepal tangannya kuat "Siapa mereka?" eduardo bertanya dingin
bukan jenda yang membalas namun dari seseorang dari pintu masuk menjawab "kami the dark knight" jawab orang itu dari pintu.
dor
dor
Ternyata nayla yang membalas dua puluh penjaga telah mati dalam beberapa tembakan.
Nayla mengangkat tangannya "Yooo !!"nayla Menyapa eduardo
Eduardo terkejut ternyata yang menyerang markasnya adalah the dark knight!!
"apa salah kelompok ku dengan kalian?" eduardo bertanya ketakutan.
"kau sudah mengganggu kekuasaanku dengan lancangnya kau mengganggu seluruh bisnisku sialan" angga berkata dingin
Eduardo berlari bersujud ke bawah kaki angga di memohon ampun "saya benar-benar tidak mengetahui bahwa club dan kasino milik the dark knight"
Eduardo masih sujud di kaki angga "mohon maaf kan saya king saya berjanji akan pergi dan menyingkir dari kalian" katanya ketakutan
nayla tidak menghiraukan Eduardo dia berjalan menuju ke arah jenda tanpa kata
dor
jenda mati tanpa mampu melakukan apapun dia hanya merelakan kematiannya yang tiba lebih dahulu.
melihat jenda mati di dekatnya Eduardo gemetar ketakutan tanpa terasa air matanya menetes karena dia tahu kalau sebentar lagi gilirannya "maafkan saya king queen" mohon eduardo ketakutan.
"kau tidak seperti dirimu yang dahulu kau telah pecundang tuan Eduardo padahal dahulu dengan hanya mendengar julukanmu the punishment on the battlefield, para tentara bayaran ketakutan" angga berkata merendahkan eduardo.
nayla tertawa psikopat "haha seharusnya kau sudah mati di Arizona puluhan tahun lalu Eduardo" kata nayla kepada eduardo
Eduardo sangat terkejut "siapa kalian yang mengatahui masa lalu ku?" tanyanya
"kami..." kata angga
angga dan nayla perlahan membuka topeng yang tidak pernah mereka lakukan selama the dark knight bertempur dan pertama kalinya mereka melakukannya
kalian dua iblis waktu itu yang membunuh seluruh pasukan ku ternyata kalian masih hidup bukankah kalian sudah mati" sekali lagi eduardo begitu terkejut.
nayla menjulurkan lidah ke arah eduardo "kami bangkit dari kubur" balas nayla santai.
angga tidak banyak kata dia mengambil kepala eduardo dia tempelkan karambit keleher eduardo.
Srakk
Srakk
leher Eduardo terputus dan mati dengan wajah penuh darah dibawah kaki angga.
"selesai!!"ucap nayla singkat
Dihalaman markas Eduardo pertempuran juga telah usia tanpa kehilangan satu pun dari pasukan elit the dark knight.
malam itu eduardo the punishment on the battlefield telah mati berita kekelahan eduardo dan kehancurannya menyebar sangat cepat seperti angin yang berhembus
BERSAMBUNG...