NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Area perkuburan

Susanto pulang ke rumah dengan hati kecewa karena dia sudah jauh-jauh berjalan ke sana kemari namun tidak berhasil bertemu dengan Purnama, malah bertemu dengan sang adik yang begitu angkuh dan juga Arogan sehingga membuat Susanto Kian merasa kesal sehingga dia rasanya ingin menghantam wajah Nolan ketika tadi melihat dirinya sekilas saja.

''Ingin sekali aku menghajar pria sialan tidak tahu diri itu.'' geram Susanto ketika dia sudah pulang ke rumah.

''Orang Desa saja sombong bukan main, apa dia tidak tahu aku ini orang dari kota dan memiliki kehormatan yang begitu tinggi?'' sambung Susanto setelah dia menghisap sebatang rokok yang ada di tangan.

Rasa nya tidak terima sekali dia dilakukan seperti itu dan menganggap bahwa Nolan tidak mengetahui dia itu siapa, Padahal andai saja Susanto tahu maka harusnya dia yang sadar diri karena telah berhadapan dengan pangeran ular yang memiliki kekuatan begitu besar sehingga bisa melahap dia kapan saja di sini.

Nolan tadi memang mengabaikan Susanto begitu saja karena dia tidak mengenal siapa pria itu dan tidak ingin ada hubungan dengan pria itu juga, tapi sekarang malah Susanto yang merasa tidak terima sehingga dirinya merasa kesal sendiri karena Nolan tidak menghormati dan tidak ada bertanya sama sekali dia berasal dari kota mana.

Bagi Nolan Tentu saja itu adalah hal yang tidak penting karena menurut dia saat ini adalah ketenangan untuk diri sendiri dan tidak perlu banyak bertanya tentang Siapa orang yang sedang datang ke desa itu, selama ini Nolan memang memiliki sikap yang angkuh dan juga cuek sehingga tidak mungkin dia banyak bertanya kepada orang baru.

''Apa Purnama juga memiliki sikap angkuh seperti bocah itu?'' batin Susanto.

''Aku rasa tidak begitu karena orang yang ada di sini semua sangat menyukai Purnama, pasti wanita tua itu memiliki sikap yang sangat ramah dan sangat murah hati sehingga banyak orang yang menyukai dia.'' tebak Susanto sendiri.

Andai saja dia mengetahui bagaimana tabiat Purnama maka dia tidak akan pernah memiliki niat untuk bertemu dengan wanita itu, tidak tahu saja kalau bertemu dengan Purnama sekali salah bicara maka tubuh akan melayang karena terkena bantingan maut, ini malah Susanto beranggapan bahwa Purnama adalah wanita yang kalem dan tidak pernah banyak tingkah.

''Eh tapi tanah milik mertua ku ini kok ya lumayan lebar ya, berarti selama ini Vera dan Matteo sangat menikmati harta yang diwariskan.'' Susanto menatap sekeliling dengan seksama.

''Hah saja Dina merasa sangat kesal kepada Vera dan tidak pernah bisa akrab lagi.'' Susanto tersenyum sinis.

Dengan tidak tahu dirinya dia segera melangkahkan kaki menuju halaman belakang sambil membawa senter dari ponsel, orang seperti Susanto ini terkesan memang tidak tahu diri dan bersikap sesuka hati dia saja tanpa tahu bahwa terkadang itu adalah halaman larangan yang tidak boleh di ambah oleh sembarang orang karena menjadi tempat rahasia dalam keluarga.

''Oh ternyata kuburan yang ada di sana, Tapi kenapa harus berpagar seperti ini?'' Susanto menatap dengan heran.

''Dina memang menyimpan misteri yang sangat luar biasa sekali, aku yakin keluarga dia memang memiliki sesuatu yang tidak bisa dipahami oleh banyak orang.'' Susanto berkata sendirian.

'Wuussssh.''

''Siapa?'' Susanto menoleh karena dia seperti merasakan kehadiran seseorang di belakangnya tadi.

Namun ketika dia menoleh sama sekali tidak ada orang sehingga membuat pria ini tertegun sesaat, suasana yang ada di belakang rumah juga terasa begitu mencekam sehingga dia agak merasa takut, meski dirinya telah menganut pesugihan juga namun tetap masih ada rasa takut ketika berhadapan dengan iblis.

''Aku tidak ingin cari masalah, tolong jangan ganggu aku.'' Susanto berkata sendirian.

Krieeeeeet.

''Hah!'' Susanto kaget karena pintu gerbang itu terbuka sendiri.

Padahal tadi jelas sekali bahwa pintu gerbang itu tertutup rapat namun sekarang bisa mendadak saja terbuka seperti itu, seolah memberikan kesempatan kepada Susanto untuk dia masuk ke dalam dan melihat apa saja yang ada di area sana, ada rasa takut sama rasa penasaran di dalam diri pria ini semakin besar.

''Kalian yang mempersilahkan aku masuk ke dalam jadi jangan ganggu aku dengan penampakan mengerikan.'' ucap Susanto sebelum melangkahkan kaki.

Wuuukk, Wuuukk.

''Ais membuat orang kaget saja kau itu!'' Susanto tersentak karena mendengar suara burung hantu.

Wuuuuuk, Wuuuuuk.

''Diam lah kau, sialan!'' Susanto mengambil batu dan melempar ke arah burung hantu yang sedang bertengger di atas pohon.

Sebab bila burung itu terus bersuara maka akan semakin timbul rasa takut di dalam diri Susanto sehingga lebih baik bila burung itu segera pergi saja, ada rasa cemas juga di dalam hati pria ini karena dia tidak bisa menanggapi apa yang ada di dalam diri dia sekarang.

Sraaaaak.

Braaaaaak.

''Aaaaghhh!'' Susanto tersentak kaget karena mendadak saja ada sebuah tangan yang menarik kaki dia.

''Hihihiiiiii....

''Bangsat sialan!'' Susanto mengumpat marah karena hidung dia sampai mengeluarkan darah akibat terbentur dengan akar pohon.

Kuntilanak itu segera terbang menjauh Karena dia memang sedang usil karena dirinya adalah penghuni tetap area perkuburan ini, meski dulu dia sempat masuk ke dalam lembah kematian untuk menjalani siksaan namun tetap saja sekarang ketika sudah dilepas maka dirinya menjadi arwah gentayangan di sekitar kuburan itu sendiri.

Hanya saja kuntilanak ini tidak berani keluar dari area perkuburan itu karena takut bila nanti bertemu secara langsung dengan Purnama, sekali saja mereka bertemu muka maka yang ada dirinya akan segera musnah dan tidak akan pernah bisa gentayangan seperti saat ini lagi.

''Bangsat! tadi kau yang menyuruh aku masuk ke dalam sini dan setelah aku masuk malah kau tarik.'' kesal Susanto.

Dia segera bangkit dan meninggalkan area tersebut karena dia tidak mau mencari masalah semakin lanjut, terlebih lagi dia sadar bahwa datang ke desa ini bukan karena ingin bersenang-senang tapi karena dirinya ingin mencari tumbal terlebih dahulu, tanpa Susanto sadari bahwa sepasang mata berwarna merah sedang memperhatikan dia sejak tadi.

''Ada saja yang menyebabkan masalah seperti ini.'' Susanto menggerutu pelan.

''Aku harus bergerak cepat untuk mencari para tumbal itu agar tahun ini merasa aman, ternyata susah sekali mencari gadis perawan!'' keluh Susanto.

Bila sudah berhasil menemukan tujuh perawan itu maka dia bisa bersenang-senang dan tidak perlu memikirkan dulu soal tumbal itu di tahun ini, nanti bila sudah berhasil menemukan maka dia bisa mengurus masalah lain lagi dan terutama pikiran Susanto saat ini adalah bertemu dengan Purnama terlebih dahulu.

Selamat malam, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
Kristiana Subekti
Sania malah bikin suasana jadi makin runyam aja😤😤
Kristiana Subekti
waduh si Rudi jd tersangka nih,,,,, padahal dia g tau apa-apa
Yeyet Rohaeti
kasihan rudi di jadikan kambing hitam,klu ana udah di ketemu kan meninggal.
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
ko bisa nak Tini bicara SM kursi kosong ,,apadina Uda JD setan ya
Ayuk Witanto
Bu Yuni jadi negatif thinking ya karna memang sekarang banyak kasus seperti itu ...di kotaku juga beberapa hari lalu viral kasus pembunuhan dan yang membunuh adalah pacarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!