NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#6: Alkemis dan Toko Obat

Qin Xiang memutuskan untuk tidak segera kembali ke sekte secepatnya dan sedikit memutar. Ia merasa hutan ini masih menyimpan sedikit ketenangan yang ia butuhkan untuk memantapkan kekuatannya.

Selama perjalanan pulang menelusuri jalan setapak yang rimbun, Qin Xiang tidak membiarkan tangannya menganggur. Sembari melangkah, matanya yang tajam memindai semak-semak di pinggiran jalur, memetik beberapa tanaman herbal "sampingan" yang ia temui. Meskipun bagi orang lain tanaman itu hanyalah tumbuhan liar biasa, di tangan Qin Xiang, mereka adalah modal yang berharga.

Begitu keluar dari rimbunnya pepohonan, tujuan pertamanya bukanlah Sekte Pedang Giok yang menjulang tinggi, melainkan Kota Giok. Ia sadar betul bahwa untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, ia butuh koin emas dan perak, bukan hanya sekadar pujian atas misinya. Ia ingin menukar hasil temuannya menjadi uang tunai demi memenuhi kebutuhan hidupnya yang selama ini serba kekurangan.

Langkahnya terhenti secara alami di depan sebuah toko obat yang tampak mencolok di pusat kota. Spanduk besar bertuliskan "Paviliun Seratus Herbal" melambai ditiup angin, memancarkan aroma rempah dan pahitnya obat-obatan yang sudah sangat familiar bagi indra penciumannya. Tanpa ragu, Qin Xiang melangkah masuk, disambut oleh denting lonceng pintu yang menandakan kedatangan tamu.

Di balik meja kayu yang panjang, seorang pemuda penjaga toko tampak tengah sibuk melayani pelanggan lain. Namun, saat tatapannya jatuh pada seragam murid sekte yang dikenakan Qin Xiang, pemuda itu segera menunjukkan senyum ramah yang profesional. Dalam pikirannya, setiap murid sekte yang datang biasanya memiliki kantong uang yang cukup tebal untuk memborong pil-pil penambah energi.

"Selamat datang. Apa kaumencari Pil Qi untuk mendukung kultivasimu?" tanya pemuda itu dengan nada yang sangat ramah.

Pemuda itu bernama Ru Tian. Meski terlihat seperti penjaga toko biasa, ia sebenarnya adalah seorang kultivator ranah Inti Formasi tahap pertama. Dengan sekali pandang, ia bisa merasakan bahwa Qin Xiang masih berada di ranah Pemurnian Qi, level yang biasanya sangat haus akan pil-pil bantuan untuk menembus hambatan meridian.

Namun, alih-alih berbinar melihat jajaran pil mahal di lemari kaca, Qin Xiang justru menatapnya dengan pandangan sekilas yang hampir terasa dingin. "Aku tidak sedang mencari pil. Aku ke sini untuk menjual beberapa tanaman herbal," jawab Qin Xiang singkat, langsung ke inti tujuannya.

Mendengar jawaban itu, senyum di wajah Ru Tian seketika menyusut. Rasa tertariknya menurun drastis, berganti dengan ekspresi datar yang cenderung skeptis. Ia sudah terlalu sering menghadapi murid sekte yang mencoba mencari uang tambahan dengan menjual tanaman yang mereka cabut asal-asalan dari hutan. Bagi Ru Tian yang menghargai kualitas, tanaman yang rusak hanya akan menjadi sampah di gudangnya.

"Maaf, Rekan. Stok tanaman herbal di toko kami sedang sangat melimpah saat ini," tolak Ru Tian dengan nada tegas, bahkan sebelum ia sempat melirik isi tas kulit yang dibawa Qin Xiang.

Qin Xiang tidak merasa tersinggung sedikit pun oleh penolakan itu. Ia sudah kenyang melihat sikap meremehkan seperti ini selama ribuan tahun hidupnya. Tanpa membuang tenaga untuk berdebat kusir, ia hanya meletakkan tas kulitnya di atas meja kayu yang halus dan membukanya dengan satu gerakan tangan yang tenang. Segenggam tanaman herbal terpampang jelas di bawah cahaya lampu toko.

"Setidaknya, lihatlah dulu sebelum kau menutup pintu rezekimu sendiri," ujar Qin Xiang dengan nada santai namun penuh penekanan.

Ru Tian awalnya ingin membalas dengan kata-kata pedas, namun matanya tidak bisa membohongi insting alkemisnya. Ia tertegun sejenak. Tanaman herbal yang tergeletak di atas meja itu tampak luar biasa sempurna. Tidak ada satu pun helaian daun yang sobek, akarnya masih utuh tanpa luka sedikit pun, dan yang paling menakjubkan, energi spiritual di dalamnya masih terkunci rapat seolah tanaman itu baru saja dipetik sesaat yang lalu.

"I-Ini... kau sendiri yang mengumpulkannya?" Ru Tian bertanya dengan nada yang kini berubah total, penuh dengan keraguan sekaligus rasa ingin tahu yang besar.

Melihat minat Ru Tian yang sudah terpancing, Qin Xiang mulai menjelaskan karakteristik tanaman itu satu per satu dengan lancar. Ia menyebutkan waktu pemetikan yang paling tepat, letak urat energinya yang paling vital, hingga teknik menangani getahnya agar khasiat obatnya tidak menguap. Penjelasan yang mengalir begitu tenang dan akurat itu membuat Ru Tian merasa seolah-olah ia bukan sedang bicara dengan murid sekte luar, melainkan dengan seorang ahli yang sedang mengujinya.

"Apa kau... seorang alkemis?" tanya Ru Tian spontan, matanya kini membulat penuh kekaguman.

"Aku hanya mempelajari beberapa hal dasar untuk mengisi waktu luang," balas Qin Xiang dengan wajah tanpa ekspresi, meskipun di dalam hatinya ia sedikit geli. Ia telah mendalami alkimia jauh sebelum kakek buyut pemuda ini lahir ke dunia.

Melihat Ru Tian masih terpaku, Qin Xiang sengaja mendesaknya sedikit. "Jadi, kau tertarik atau tidak? Jika tidak, aku akan mencoba menawarkan ini ke toko obat lain yang mungkin lebih mengerti cara menilai barang berkualitas tinggi."

"Tunggu! Tentu saja aku membelinya!" Ru Tian buru-buru menahan gerakan tangan Qin Xiang. Mana mungkin ia membiarkan bahan-bahan berkualitas tinggi seperti ini jatuh ke tangan pesaingnya. Tanaman dengan kondisi sesempurna ini akan sangat mempermudah proses pemurnian pil dan menekan tingkat kegagalan hingga ke titik terendah.

Melihat kesepakatan sudah di depan mata, Qin Xiang menyunggingkan senyum tipis yang penuh kemenangan. Ia membiarkan Ru Tian membawa tanaman tersebut ke bagian belakang toko untuk ditimbang dengan penuh kehati-hatian, seolah sedang memegang permata yang sangat rapuh. Tak lama kemudian, pemuda alkemis itu kembali dengan sekantong koin yang bergemerincing.

"Ini dia. 100 koin perak dan 50 koin tembaga. Aku menjamin ini adalah harga tertinggi yang bisa kau dapatkan di kota ini," ujar Ru Tian dengan nada yang kini sangat hormat.

Qin Xiang menerima kantong itu dan menimbangnya sejenak di telapak tangan. Lumayan, setidaknya aku tidak perlu khawatir soal makan untuk beberapa minggu ke depan, pikirnya puas.

Sambil merapikan tasnya, Ru Tian tiba-tiba bertanya, "Bolehkah aku tahu siapa namamu?" Ia kemudian merasa sedikit canggung karena lupa memperkenalkan diri. "Namaku Ru Tian, seorang alkemis tingkat tiga. Jika kau memiliki tanaman herbal seperti ini lagi, tolong, bawalah langsung kepadaku. Aku akan memberimu harga khusus."

Ru Tian benar-benar ingin mengikat kerja sama dengan pemuda misterius ini. Ia yakin, pengetahuan Qin Xiang bukanlah sesuatu yang didapat secara sembarangan.

"Qin Xiang," jawabnya pendek. Ia menangkupkan tangan secara formal sebagai tanda perpisahan, lalu segera berbalik dan melangkah keluar dari toko, meninggalkan aroma misterius yang menyelimuti Paviliun Seratus Herbal.

Ru Tian berdiri mematung di ambang pintu, menatap punggung Qin Xiang yang perlahan melebur di tengah keramaian pasar Kota Giok. Rasa penasaran yang mendalam mulai membakar pikirannya. Tanpa membuang waktu, ia memanggil salah seorang pelayan kepercayaannya yang sedang berjaga di sudut ruangan.

"Cari tahu siapa dia sebenarnya di Sekte Pedang Giok," perintah Ru Tian dengan suara rendah. "Dan cari tahu... apakah dia memiliki seorang Master Alkemis hebat yang melatihnya di balik layar. Murid biasa tidak mungkin memiliki teknik pemetikan sebersih itu."

"Baik, Tuan!" pelayan itu membungkuk dan segera menyelinap keluar untuk mencari informasi.

...

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!