NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Tak Terlupakan?

Semua berawal dari kisah cinta Ren dua belas tahun yang lalu —di akhir-akhir masa SMAnya yang hampir tak ada kenangan buruk— justru sebuah kenyataan menyakitkan hadir. Violetta Valerine, kekasih Ren salama hampir tiga tahun di sekolah menengah atas, tiba-tiba memutuskan hubungan mereka secara sepihak.

"Tunggu. Aku nggak ngerti maksud kamu, Vio," kata Ren lembut, mencoba meminta penjelasan lebih detail dari kekasih hatinya yang merupakan cinta pertamanya. Vio tertunduk.

"Aku rasa sebaiknya kamu mencari gadis lain, Ren," kata Vio, tanpa memberikan penjelasan apapun.

"Apa maksud kamu? Aku nggak ngerti. Selama ini kita nggak ada masalah apapun. Kita baik-baik saja. Bahkan kita baru saja merayakan ulangtahun mu di villa keluarga ku dua hari yang lalu," kata Ren, mencoba mempertahankan cinta yang dia pikir akan selamanya. Vio menggeleng.

"Aku nggak bisa bohong lagi, Ren," kata Vio, akhirnya. Ren mengerutkan kedua alisnya.

"Bohong?" tanya Ren, bingung.

Vio terdiam. Seseorang masuk ke ruang musik, tempat Vio dan Ren bicara. Rowan Evan, mantan ketua klub basket, berdiri di samping Vio lalu merangkul bahunya.

"Kenapa lama sekali, Sayang? Kamu bilang ini akan cepat," kata Rowan pada Vio, membuat Ren semakin bingung.

"Sayang? Apa maksudnya, Vio?" tanya Ren. Rowan tersenyum mengejek.

"Vio? Jadi, selama tiga tahun ini, dia hanya memanggil dengan namamu?" tanya Rowan pada Vio yang tertunduk. Ren diam, menunggu jawaban dari Vio.

"Well, mungkin Vio terlalu rapuh untuk mengatakan ini, jadi... biar aku yang jelasin," kata Rowan mengambil alih tempat Vio.

"Aku dan Vio... kita sudah..." kata Rowan sambil menepukkan kedua telapak tangannya lalu saling menjalinkan jari-jemarinya. Ren semakin bingung, tidak paham maksud Rowan.

"Katakan dengan jelas!" kata Ren.

Nada suara Ren sedikit naik karena memikirkan hal kotor yang tidak akan mungkin Vio lakukan dengan laki-laki lain. Badan Vio terlihat bergetar. Itu pertama kalinya Vio mendengar Ren berteriak. Rowan tersenyum sarkastik.

"Baik. Kalau kamu sanggup mendengarnya... akan aku perjelas," kata Rowan sambil berjalan mendekat ke arah Ren.

"Aku dan Vio telah melakukannya —having sex— on her birthday," bisik Rowan tepat di telinga Ren.

Mata Ren membulat, tak percaya dengan apa yang dia dengar. Tubuhnya bergetar, membayangkan Vio melakukan hal yang paling dibencinya bersama laki-laki lain. Rowan tersenyum.

"Tapi... kita merayakannya..."

"Ya. Dua hari yang lalu," potong Rowan.

"Bukan TEPAT saat hari ulangtahunnya," lanjut Rowan, membuat Ren semakin terguncang.

Ya. Memang benar. Ren tidak bisa datang menemui Vio tepat saat hari ulangtahunnya karena ayahnya memintanya untuk hadir dalam pesta jamuan besar yang diadakan dengan para pemegang saham. Ren harus hadir disana sebagai satu-satunya penerus Damaris Digital Group yang baru berkembang pesat saat itu.

Ren merasa Vio mengerti posisinya. Ren bahkan mengganti ketidakhadirannya dengan menyelenggarakan sebuah pesta ulangtahun mewah di villa keluarganya. Ren tak menyangka Vio tega melakukan hal semacam itu padanya. Ren menatap Vio yang tertunduk dengan penuh kekecewaan dan kebencian.

"Aku bahkan sangat menjagamu selama ini. Bahkan untuk sekedar memegang tanganmu saja aku memastikannya terlebih dahulu, apakah aku boleh memegangnya atau tidak," kata Ren dengan suara bergetar menahan tangis.

"Tapi kamu... kamu dengan mudahnya menyerahkan hal yang paling aku jaga selama ini kepada laki-laki lain," lanjut Ren. Vio hanya diam, tertunduk. Rowan menepuk bahu Ren.

"Kamu tahu apa yang paling diinginkan wanita?" tanya Rowan pada Ren. Ren diam. Dadanya naik turun menahan emosi yang seperti akan meledak kapan saja.

"Sentuhan," bisik Rowan tepat di telinga Ren.

Mata Ren membulat. Sedetik kemudian dia mendorong Rowan sekuat tenaga hingga Rowan terjatuh ke samping. Rowan tersenyum. Ren berjalan mendekat ke arah Vio dan berhenti tepat di depan Vio yang masih tertunduk.

"Aku pikir kamu wanita berkelas. Tapi, ternyata aku salah. Selamat tinggal!" kata Ren pada Vio, dingin dan datar, lalu pergi meninggalkan ruang musik dengan hati yang benar-benar hancur.

Ren menuju rooftop gedung sekolah baru yang masih sepi. Dia berteriak disana sepuasnya, menumpahkan kekesalan, kekecewaan dan amarahnya yang dia tahan di ruang musik.

"Berisik, Woy!" sebuah suara mengejutkan Ren. Seorang laki-laki tengah berbaring di sudut rooftop yang teduh karena bayangan pohon ketapang kencana.

"Eh. Maaf. Aku pikir nggak ada orang," kata Ren. Laki-laki itu bangun dan berjalan ke arah Ren.

"Tumben sekali Tuan Muda kesini dan berteriak," kata laki-laki itu. Ren menatapnya dengan penuh tanda tanya. Laki-laki itu tersenyum.

"Arka Bara Aditama," kata laki-laki itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya. Ren terlihat mengerutkan kedua alisnya. Arka tersenyum.

"Kelas sebelas IPA satu, lebih suka menyendiri di rooftop selama jam istirahat dan jam-jam pelajaran yang membosankan," lanjut Arka masih dengan tangan terulur. Ren menatap tangan Arka sesaat lalu menjabatnya.

"Ren..."

"Ren Damaris. Pewaris tunggal Damaris Digital Group. Siswa kelas dua belas IPA satu. Pemenang medali emas dalam olimpiade matematika internasional tahun lalu. Kekasih Violet..."

"Kami sudah putus," potong Ren sambil melepaskan jabatan tangannya. Arka menaikkan kedua alisnya. Kini Arka tahu alasan Ren berteriak kencang di rooftop siang itu.

"Wah! Hot news! Aku yakin setelah ini akan banyak gadis-gadis yang siap menggantikan Violetta Valerine," kata Arka, mencoba menghibur Ren.

"Sayangnya aku sudah muak dengan wanita," kata Ren dingin sambil menatap lurus ke arah gedung sekolah lama yang terlihat ramai karena jam istirahat yang hampir habis. Arka tersenyum lalu berdiri di samping Ren dan merangkul bahu Ren.

"Kalau begitu...," kata Arka sambil ikut menatap lurus ke arah gedung sekolah lama.

"Mari kita lupakan makhluk yang benama wanita," lanjut Arka.

Ren menoleh ke arah Arka. Arka ikut menoleh, menatap Ren sambil tersenyum lebar. Entah mengapa, amarah dan kekecewaan Ren terhadap Vio seketika lenyap saat menatap senyum lebar Arka. Dan sejak saat itu, Ren dan Arka adalah dua orang yang tak terpisahkan.

'Terimakasih sudah hadir saat itu,'

***

Lia menatap wajah tidur Ren dengan penuh tanda tanya. Wajah Ren sama sekali tidak tenang, meskipun tertidur nyenyak. Siang itu, Lia diminta menemui Ren di kantornya untuk membahas tentang kontrak pernikahan mereka. Namun, saat Lia tiba di ruang kerja Ren, Ren terlihat sedang tertidur di sofa dengan wajah ketakutan dan dahinya dipenuhi keringat.

Lia menoleh, mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk menyeka keringat Ren. Lia menemukan sebuah kotak tisu di atas meja kerja Ren. Dengan langkah pelan, Lia mengambil kotak tisu itu.

Mata Lia menangkap sebuah foto di dekat kotak tisu. Foto Ren dengan seorang pria, begitu akrab dengan ekspresi yang begitu hidup. Lia mengambil foto itu, lalu membaliknya. Sebuah kalimat tertulis di balik foto itu.

'Yang tak terlupakan?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!