NovelToon NovelToon
Warisan Darah Sang Mafia

Warisan Darah Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Mereka pikir semuanya telah berakhir sejak kematian Leonardo Valerio. Namun dunia gelap tidak pernah benar-benar melupakan darah yang pernah berkuasa.

Leonardo Valerio memang telah mati, tapi warisan darahnya belum berakhir. Saat ancaman mulai mengincar Alessandro, Nadira dipaksa kembali ke dunia gelap yang pernah menghancurkan hidupnya.

Di balik bayangan, musuh lama bangkit, rahasia lama terbuka, dan sifat dingin Leonardo perlahan muncul dalam diri putranya.

Karena darah mafia tidak pernah benar-benar hilang, dan sang pewaris akhirnya mulai bangkit.

**RED ASHES SEASON II**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota dalam Kekacauan

Jakarta malam ini tidak lagi terlihat seperti kota metropolitan yang biasa. Langit yang seharusnya gelap pekat kini berubah warna menjadi kelabu kemerahan. Asap hitam tebal mengepul ke atas, bercampur dengan kabut polusi, menciptakan langit suram yang menakutkan.

Suara sirine polisi dan pemadam kebakaran bergema saling bersahutan dengan suara tembakan yang terdengar dekat.

Di jalan utama, lampu lalu lintas mati total. Kendaraan berhenti berjejer sembarangan, ada yang tabrakan, bahkan ada juga yang terbakar.

Jalanan aspal yang biasanya licin oleh air hujan dan oli, malam inu basah oleh air pecahan kaca, dan noda-noda gelap yang perlahan melebar.

Perang sudah pecah, dan kota ini jadi medan tempurnya.

Di dalam mobil SUV hitam kedap suara yang melaju kencang membelah jalanan kosong, suasananya sama mencekam dengan di luar.

Alessandro duduk di kursi belakang, punggungnya bersandar kaku di bantalan kulit. Kedua tangannya mengepal erat di pangkuan. Matanya yang gelap menatap tajam keluar jendela, menelan pemandangan di luar sana tanpa berkedip.

Ia melihat gedung bank di pusat kota kacau balau, kaca jendela pecah, lubang peluru di mana-mana, orang-orang terlihat berlarian dengan panik.

Viktor Karev tidak main-main, pria itu tidak hanya menyerang aset RED ASHES. Dia menyerang seluruh struktur kekuasaan kriminal di Asia Tenggara. Dia menyerang hukum, dia menyerap akal sehat.

Dan semua ini, semua kekacauan ini, darah ini, tangisan ini, semuanya karena satu nama. Valerio.

"Keadaan semakin parah, Tuan," suara Ivan terdengar berat dari kursi depan. Wajah pria tua itu tampak tegang, matanya awas mengawasi jalanan depan dan monitor GPS yang penuh titik merah bergerak cepat. "Tiga markas operasi kita di utara sudah merata dengan tanah. Gudang senjata di pelabuhan 7 diserang, isinya dicuri atau dibakar. Polisi dan pasukan khusus sudah dikerahkan, tapi mereka semua kewalahan. Kota ini sudah jadi neraka."

Alessandro tidak menjawab, lidahnya terasa pahit. Sejak Marco diketahui pengkhianat, sejak konvoi jutaan dokar itu hilang, setiap kelemahan, dan setiap titik buta mereka.

Dia tidak hanya mau membunuh Alessandro, tapi dia juga mau menghancurkan fondasi tempat Alessandro berdiri, lalu membuatnya menonton saat semuanya runtuh.

"Berita dari tim pengintai di timur," potong suara Rina. Wanita hacker muda yang kini jadi andalan teknis mereka. "Viktor membuka semua jalur perdagangan gelap, dia melepaskan semua senjata, narkoba, barang curian ke pasar bebas. Dia membayar geng-geng jalanan, kelompok teroris, penjahat kecil, dan siapa saja asal mereka membuat kekacauan. Dia bilang, dia mau membersihkan kota dari sampai, sampai hanya yang terkuat yang bisa bertahan."

Rina terdiam sebentar, lalu suaranya turun menjadi bisik gemetar.

"Dan... dia menyebarkan video. Di media gelap, di forum, bahkan bocor sedikit ke media sosial umum. Dia menyebarkan rekaman masa lalu Leonardo. Rekaman pembantian, eksekusi, penyiksaan, dan semuanya. Bahkan dia menuduh semua kerusuhan malam ini adalah perintah darimu."

Darah Alessandro mendidih, tapi wajahnya justru makin dingin dan datar. Viktor benar-benar brilian.

Dengan satu langkah, Viktor membunuh tiga burung dengan satu batu. Pertama, dia melemahkan RED ASHES dengan serangan fisik. Kedua, dia melemahkan dukungan rakyat dan dunia bawah tanah dengan mencoreng nama Alessandro, menjadikannya sasaran polisi dan musuh baru. Ketiga, dia membangkitkan lagi trauma lama, membuka luka lama dan mengingatkan Alessandro lagi dan lagi.

"Kamu anak pembunuh, kamu anak monster, dan kamu sama seperti dia."

"Berhenti di sini," perintah Alessandro tiba-tiba, suaranya rendah, dan datar.

"Tuan? Di tengah jalan raya ini? Berbahaya..." Ivan menoleh ragu.

"AKU BILANG BERHENTI!" bentak Alessandro, amarahnya meledak dalam sekejap. Tangannya menggebrak jok depan keras, hingga membuat Ivan dan pengemudi terkejut.

Mobil besar itu berhenti mendadak di pinggir jalan utama yang kosong, tepat di bawah jembatan layang. Ban berdecit panjang di aspal panas.

Tanpa menunggu pintu dibuka, Alessandro langsung membuka pintu mobil dan melompat keluar.

Udara di luar panas, berbau mesiu, asap, dan bensin terbakar. Angin malam bertiup kencang, membawa debu dan abu yang beterbangan. Di kejauhan, gedung tinggi menjulang seperti tengkorak raksasa di tengah api.

Alessandro berdiri tegak di tengah jalan kosong itu, ia merentangkan kedua tangannya ke samping, kepalanya mendongkak menatap langit merah di atas.

Ia mendengar suara tembakan, jeritan orang, dan ia melihat api yang membakar segalanya. Dan di tengah kekacauan ini, di tengah rasa takut, rasa bersalah, dan juga rasa marah. Ada sesuatu yang kotor, gelap, dan mengerikan yang perlahan bangkit dari dasar hatinya.

Untuk pertama kalinya sejak ia kecil, Alessandro tidak merasa kecil. Ia tidak merasa jadi buronan, dan ia tidak merasa jadi anak yang harus sembunyi lagi.

Di tengah kekacauan ini, ia merasa berkuasa. Alessandro merasa seolah semua kekuatan ini mengalir masuk ke pembuluh darahnya, memanggil namanya dan mengatakan. Inilah tempatmu, di atas reruntuhan, darah, dan di atas orang-orang yang lemah.

"Viktor..." desis Alessandro, bibirnya melengkung membentuk senyum tipis yang mengerikan. "Kamu pikir kamu bisa membuat aku takut? Kamu pikir kamu bisa membuat aku lari?"

Langkah kaki terdengar cepat dari belakang, Ivan dan Rina yang baru sampai dengan mobil cadangan segera berlari mendekat. Wajah mereka pucat dan panik saat melihat bos mereka berdiri sendirian di jalan terbuka yang rawan serangan.

"Tuan! Kita harus pergi! Ini zona yang berbahaya! Ada penembak jitu di gedung sebelah!" seru Ivan cemas, ia menarik lengan Alessandro untuk segera pergi.

Tapi Alessandro menepis tangan Ivan dengan kasar, hingga Ivan terhuyung mundur beberapa langkah. Matanya membelalak kaget saat menatap reaksi itu.

Alessandro berbalik perlahan, tatapannya bukan lagi tatapan anak muda yang bingung dab terseret arus. Tatapan itu dingin, tajam, kosong, dan penuh kekuasaan. Matanya menatap Ivan, lalu beralih pada Rina dan pasukan kecil yang kini mengelilinginya.

"Kita tidak akan lari," ucap Alessandro pelan, namun suaranya terdengar keras dan jelas di tengah riuh rendah kita yang hancur. "Selama ini kita selalu bermain bersih, kita bermain aman, kita cuma bertahan, dan apa hasilnya? Mereka malah mengambil aset kita, mereka membunuh orang-orang kita, mereka menghina nama kita. Dan sekarang... mereka membakar kota ini di depan mata kita sendiri."

Alessandro melangkah maju satu langkah, bayangannya panjang menjulur di aspal. Menyerupai bayangan raksasa.

"Viktor menginginkan perang? Oke, aku akan memberi dia perang yang sesungguhnya."

"Tapi, Tuan," potong Rina ragu, suaranya terdengar gemetar. "Jumlah mereka ribuan, dan kita hanya sedikit. Polisi, militer, semua akan datang ke sini. Kalau kita menyerang balik secara terbuka, kita sama saja jadi mafia sungguhan. Kita sama akan menjadi..."

"Monster?" potong Alessandro cepat, kata itu keluar dari mulutnya dengan nada tajam dan pahit. Ia menatap Rina tajam hingga gadis itu menelan ludah dan menunduk takut. "Itu yang semua orang bilang, kan? Itu yang ibu bilang? Bahwa darahku jahat? Bahwa aku akan menjadi pembunuh seperti ayah?"

Alessandro tertawa pelan, "Baiklah, kalau semua orang sudah menilaiku begitu, kalau takdir sudah menulis aku menjadi monster, kenapa aku harus berusaha keras jadi malaikat yang tidak diinginkan siapa pun? Kenapa aku harus jujur saat semua orang berbohong? Dan kenapa aku harus beradab saat dunia ini sudah kembali menjadi rimba?"

Ia mengangkat tangan kanannya, menunjuk ke arah langit yang memerah oleh api.

"Mulai sekarang, aturan itu berubah. Kita tidak akan sembunyi lagi, kita tidak akan meminta maaf, dan kita tidak akan lagi bermain di bawah tanah."

Matanya menyala merah, dipantulkan oleh kobaran api dari kejauhan.

"Hubungi semua sel. Hubungi semua kontak, setiap bajingan yang pernah bekerja untuk Valerio. Baik dulu maupun sekarang. Beri tahu mereka, amnesti. Siapa yang mau ikut, dapat harta, dapat kekuasaan, dan siapa yang melawan atau diam saja, maka mereka adalah musuhku."

"Tuan, ini berarti perang habis-habisan, dan kita akan mengambil alih kekacauan ini," bisik Ivan dengan suara serak, matanya menyelidiki wajah Alessandro, mencari jejak bocah yang dia besarkan dulu. Tapi dia tidak menemukannya, di depannya sekarang hanya berdiri pria lain, yang begitu menakutkan.

"Ya, Ivan," jawab Alessandro dingin, tegas, tanpa keraguan sedikit pun. "Kita bukan lagi sekedar organisasi yang bertahan hidup. Mulai malam ini... RED ASHES bukan lagi nama jaringan. Tapi RED ASHES adalah hukum baru kota ini."

 Ia melirik ke arah gedung tinggi di kejauhan, kantor pusat perusahaan Viktor. Di sana, di lantai paling atas, di balik kaca reflektif gelap, dia yakin Viktor sedang berdiri dan menonton kekacauan ini. Dan sedang menunggunya hancur.

"Viktor pikir dia bisa membuat aku malu dengan masa lalu ayah? Di pikir dia bisa membuat aku jijik dengan darahku?" gumam Alessandro pada dirinya sendiri, rahangnya mengeras, jantungnya berdegup kencang dengan adrenalin membunuh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Alessandro merasakan dorongan itu lagi, dorongan gelap tang sama saat dirinya hampir menembak Marco. Dorongan untuk menghancurkan, menguasai, untuk membuat semua orang takut setengah mati padanya.

Dan untuk pertama kalinya, ia tidak lagi melawannya. Alessandro merentangkan tangan kanannya ke samping, telapak tangan terbuka.

"Senjata."

Seorang anak buah segera menyerahkan pistol otomatis besar, dengan peredam suara dan majalah panjang. Alessandro menyambarnya dengan cepat, seolah ia sudah memegang senjata seumur hidupnya.

Jari-jarinya melingkar erat di gagang senjata yang dingin dan berat itu, ia merasakan kekuatan mengalir masuk ke ujung jarinya.

"Kita maju sekarang, kita serang balik mereka. Dan kita akan pastikan," ucap Alessandro, matanya menatap tajam ke depan. "Bahwa malam ini adalah malam terakhir Viktor Karev bisa bernapas dengan tenang di bumi ini."

Ia berbalik, masuk kembali ke dalam mobil, punggungnya tegak dan kokoh.

"Jalan."

Mobil-mobil besar itu langsung melaju kencang kembali, membelah jalanan berasap dan penuh puing.

Di luar, kota itu masih terbakar. Orang-orang masih terlihat ketakutan, dan hukum masih mati.

Tapi di dalam mobil itu, segalanya sudah berubah. Bocah yang dulu lari dan bersembunyi sudah mati malam ini.

Yang tersisa hanyalah seorang pewaris yang akhirnya menerima takdirnya, pewaris yanh akhirnya sadar bahwa untuk mengalahkan iblis, kamu harus bersedia untuk menjadi iblis juga.

Dan kota yang malam ini hancur berkeping-keping, akan bangkit kembali dari abu. Bukan sebagai kota yang sama, tapi sebagai kota kerajaan baru, kerajaan Valerio yang kedua.

1
☕︎⃝❥virgo93
si ale msih pnya sisi baik🥰 jgn jdikan dia mnster thor aku gk relaa😫
Lorenzo: kayaknya akaaa, deh🤔
total 3 replies
Vie
ga apa2 setengah2 juga ale, karena kalau 100% km jadi monster maka kamu akan kehilangan dirimu seperti ayahmu, dan itu adalah hal yang paling ditakuti oleh ibumu....
Vie
duh.... jadi ikutan tegang 😱😱😱😱😱
Vie
duh.... jadi ikutan tegang 😱😱😱😱😱
Vie
iiihhh makin seru dn penasaran aja..... lanjut kak.... 👍👍👍👍
Vie
lanjut thor.. 👍👍👍
☕︎⃝❥virgo93
keren banget thor🥰
Vie
dan kamu bodoh baru menyadari semua itu setelah apa yang terjadi disekitar kamu dan ibumu
Vie
aku agak bingung deh.... bukanya viktor ini yang selalu mengincar ale dan juga semua peninggalan ayahnya dan yang menghancurkan beberapa gudang kemarin, tapi kenapa masih ada disisi alesandro? apa aku yang salah ini viktor yang lain
Vie
dan akan keluar kemana... sedangkan kalian selama ini bersembunyi pun teta saja ketahuan, apalagi sekarang.. tidak ada cara lain selain melawan dira... kamu kalau takut ale menjadi seperti ayahnya, itu tidak bisa dihindari karena memang dia adalah anaknya, tapi kamu setidaknya bisa terus menemaninya disisinya agar dia tidak kehilangan dirinya sendiri seperti ayahnya, karena kamu adalah ibunya...
Vie
tau rasa kan. disuruh pindah gak mau, dan sekarang kamu jadi target seseorang yang sudah pasti kamu tau akan seperti apa, kamu hanya ketakutan... dasar keras kepala.... dan justru kamulah yang menjadi kelemahan dan juga ketakutan terbesar bagi ale tau.... dongkol deh sama si nadira .
Vie
bagi ale tidak ada jala lain... dia harus bersembunyi seumur hidupnya dan selalu dalam ketakutan karena dia sedang menjadi mangsa para mafia, atau dia menerima dan menjadi kuat, lalu membasmi semua ketakutan itu agar hidup tidak lagi menjadi mangsa.. setelah semua usai dan menjadi kuat baru dia bisa memutuskan apakah dia akan terus melanjutkan hal itu atau mau berhenti....
Vie
kamu itu seorang ibu yang takut pada kenyataan yang tidak pernah bisa dipungkiri, tapi selalu saja mengatakan ale mirip dengan ayahnya.... bagaimana gak mirip karena dia adalah anaknya, dan semua tidak bisa ditutupi oleh apapun, karena darahnya asa dalam tubuhnya... dan kamu selalu mengatakan hal itu seperti mengingatkan ale bahwa dia benar2 anaknya Aleandro bukan untuk menjauhkanya dari semua itu....
Vie
lanjut kak.... 👍👍👍👍
☕︎⃝❥virgo93
semngat dek comelku..🥰
Lorenzo: mkasih akaa😚😚
total 1 replies
☕︎⃝❥virgo93
ahhh nanggung banget upx thor.🤭lgi seru2 baca eh udah abis aj ayuk semagat untk up selanjutx🥰
Vie
aahhh.... akhirnya nongol juga lanjutanya.... 🥰🥰🥰🥰
Vie
lanjut kak.... makin seru aja... penasaran aku.... 👍👍👍
viandranovel
saling mampir bg 🙏
☕︎⃝❥virgo93
lnjut dek🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!