Rendra Wijaya (24 tahun) adalah definisi nyata dari pecundang urban. Bekerja belasan jam sehari sebagai kurir paket dengan sistem kemitraan yang mencekik, ia harus menerima kenyataan pahit: saldo m-banking yang tersisa Rp 14.500,-, cicilan motor menunggak, dan ancaman kelaparan di depan mata. Di titik terendah hidupnya saat diguyur hujan deras Jakarta, sebuah keajaiban fiksi ilmiah menghampirinya. Sebuah kecerdasan buatan misterius bernama Sistem Auto Rich mengikat jiwanya.
Mau tau kelanjutan nya yok simak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmad riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 : Misi Level 3 dan Filantropi Berdarah
Nama Red-Chase Tower kini terpampang gagah dalam huruf neon merah di puncak gedung, menggantikan plang kusam Grahadi Kencana. Di dalam ruang direktur yang super mewah, Rendra sedang menyesuaikan jas barunya yang dijahit khusus. Fisiknya yang tegap berkat Body Reinforcement membuat penampilannya kini memancarkan karisma seorang konglomerat muda yang dominan.
Di hadapannya, panel holografis Sistem kembali berdenting dengan warna emas yang berbaur dengan warna merah pekat—sebuah indikasi bahwa misi kali ini tidak akan berjalan dengan damai.
\=\=\= MISI HARIAN (LEVEL 3) \=\=\=
Nama Misi: Filantropi Berdarah (The Bleeding Philanthropy)
Tugas Utama: Donasikan atau investasikan dana sebesar Rp 250.000.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Miliar Rupiah) ke sektor publik yang dikuasai oleh kartel atau mafia lokal.
Target Spesifik: Selamatkan Yayasan Medika Bakti (Rumah Sakit Rakyat) yang sedang sengaja dibangkrutkan oleh sindikat "Tangan Besi" untuk dijadikan kawasan perjudian ilegal.
Anggaran Misi: Rp 250.000.000.000,- [Dana Misi disediakan oleh Sistem]
Batas Waktu: 06 jam : 00 menit : 00 detik
Hukuman Gagal: Pembekuan seluruh aset, pengurangan level menjadi Level 0, dan penghapusan memori. \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rendra menaikkan satu alisnya. "Filantropi... tapi berdarah? Sistem, lo benar-benar tahu cara bikin hari gue nggak membosankan."
“Ding! Mengaktifkan fungsi Insight Pasar Level 3. Menampilkan data analitik target.”
Layar holografis berubah, menampilkan profil Rumah Sakit Medika Bakti yang terletak di pinggiran Jakarta. Rumah sakit itu adalah satu-satunya harapan bagi ribuan masyarakat miskin untuk berobat gratis. Namun, sebulan terakhir, suplai obat-obatan mereka disabotase, para dokter diteror, dan direktur utamanya—seorang wanita muda bernama Dokter Sarah—sedang dipaksa menandatangani surat jual beli tanah di bawah ancaman senjata.
Dalangnya adalah Sindikat Tangan Besi, organisasi kriminal yang bergerak di bawah perlindungan beberapa pejabat korup.
"Dua ratus lima puluh miliar untuk menyelamatkan rumah sakit rakyat, sekaligus menghancurkan lintah darat," Rendra tersenyum dingin. "Ayo berangkat."
Teror di Ruang Direktur
Satu jam kemudian, sebuah mobil Rolls-Royce Spectre hitam legam berhenti di depan RS Medika Bakti. Rendra turun dengan langkah mantap, sementara beberapa orang di sekitar menatapnya dengan pandangan kagum sekaligus bingung melihat mobil semewah itu ada di daerah kumuh.
Rendra langsung berjalan menuju lantai paling atas, tempat ruang administrasi utama berada. Instingnya yang tajam menangkap atmosfer yang tidak beres. Benar saja, di depan pintu ruang direktur, berdiri empat pria berbadan besar dengan jaket kulit hitam, menyembunyikan senjata di balik pakaian mereka.
"Heh, Kurir! Salah tempat lo! Pergi dari sini kalau masih sayang nyawa!" gertak salah satu penjaga yang melihat Rendra berjalan mendekat. Pakaian Rendra memang mewah, namun mereka mengira dia hanyalah anak orang kaya yang tersesat.
Rendra tidak menjawab. Ia hanya menggerakkan jemarinya.
“Mengaktifkan Fitur: Pengawal Sistem - Phantom Guard (Durasi: 10 Menit).”
Dua bayangan hitam muncul entah dari mana. Tanpa suara, dalam waktu kurang dari tiga detik, keempat penjaga tersebut sudah terkapar di lantai koridor dengan leher patah atau pingsan karena hantaman presisi. Rendra melangkah melewati tubuh mereka dan mendobrak pintu ruangan.
Brak!
Di dalam ruangan, Dokter Sarah sedang terduduk di lantai dengan sudut bibir berdarah. Di depannya, seorang pria paruh baya bertato kalajengking di lehernya sedang memegang pistol, siap menekan jari manis Sarah ke atas surat perjanjian di meja.
"Siapa kau?!" teriak pria bertato itu, langsung mengarahkan pistolnya ke dada Rendra.
"Nama saya Rendra Wijaya. Investor baru rumah sakit ini," kata Rendra dengan nada santai sambil berjalan menuju meja direktur, seolah moncong pistol di depannya hanyalah sebuah mainan plastik.
" Investor? Hahaha! Tempat ini sudah sah jadi milik Tangan Besi! Keluar atau gue bolongin kepala lo!"
"Coba saja," tantang Rendra.
Dor!
Pria bertato itu menembak tanpa ragu. Namun, sebelum peluru itu menyentuh pakaian Rendra, sebuah dinding transparan kebiruan muncul di depan Rendra, menghentikan peluru tersebut di udara hingga jatuh ke lantai dengan bunyi klinting yang nyaring.
[ Notifikasi Sistem: Energi Shield Aktif (Sisa Durasi: 04:12) ]
Pria bertato itu mundur tiga langkah, wajahnya pucat pasi seolah melihat hantu. "K-Kau... monster apa kau?!"
Pembelian Mutlak
Rendra mengabaikan pria itu dan menatap Sarah yang gemetar di lantai. "Dokter Sarah, saya dengar rumah sakit ini butuh suntikan dana untuk melunasi semua hutang buatan mereka, membeli peralatan medis terbaik di Asia, dan menjamin pengobatan gratis untuk 50 tahun ke depan. Apakah Rp 250 miliar cukup?"
Sarah tertegun, mengira dirinya sedang berhalusinasi di ambang kematian. "D-Dua ratus lima puluh miliar? Itu... itu lebih dari cukup untuk membangun tiga rumah sakit baru..."
Rendra tersenyum, lalu menekan tombol di ponselnya. Melalui Ghost Firewall, dana sebesar 250 miliar rupiah langsung ditransfer ke rekening resmi yayasan rumah sakit, melewati semua sensor bank dalam waktu satu milidetik.
Bzzzt! Pager dan komputer di ruangan itu berbunyi serentak. Notifikasi dana masuk legal terbesar dalam sejarah yayasan tersebut telah tiba.
Pada saat yang sama, panel sistem Rendra menyala dengan kilatan merah kemenangan.
[ MISI SELESAI: Filantropi Berdarah ]
[ Menghitung Kontribusi Sosial... Sempurna! ]
[ Menerima Hadiah Misi: ]
Poin Pengalaman: +500 (Siap Naik ke Level 4)
Konversi Baru: Rp 50.000,- per detik (
$$Rp 4.320.000.000 / hari$$
)
Fitur Baru Terbuka: Otoritas Finansial (Kemampuan membekukan rekening musuh secara instan melalui sistem).
Rendra menatap pria bertato dari Tangan Besi yang kini mencoba melarikan diri lewat jendela.
"Mau ke mana?" Rendra menggunakan fitur barunya. "Sistem, bekukan seluruh aset Sindikat Tangan Besi dan kirim bukti kejahatan mereka ke interpol sekarang."
“Ding! Perintah dilaksanakan. Dalam 3... 2... 1... Sindikat Tangan Besi dinyatakan bangkrut total dan menjadi buronan internasional.”
Ponsel pria bertato itu berdering. Dari seberang telepon, terdengar suara bos besarnya yang menjerit histeris karena seluruh uang di rekening rahasia mereka lenyap tanpa bekas. Pria itu lemas dan jatuh berlutut di depan Rendra.
Rendra berbalik, mengulurkan tangannya untuk membantu Dokter Sarah berdiri. "Mulai hari ini, tidak akan ada yang bisa menyentuh tempat ini lagi, Dok. Red-Chase Group ada di belakang Anda."
Namun, saat Rendra melangkah keluar dari rumah sakit, ponsel pribadinya bergetar. Sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan pesan teks singkat:
“Permainan yang bagus, Rendra. Level 3 dalam dua hari? Tapi ingat, semakin tinggi pohon tumbuh, semakin kencang angin yang ingin menumbangkannya. Sampai jumpa di pertemuan puncak para Pemilik Sistem.”
Mata Rendra menyipit. Pertemuan puncak para Pemilik Sistem? Ternyata, di dunia ini, bukan cuma dia yang memegang Sistem.